Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 14 ]


__ADS_3

Malam harinya, Zhenglie kembali lagi ke istana perak tanpa membawa gadis di tangan nya, tampak raut wajahnya sedikit frustasi dan merasa gagal mencari si gadis perak itu.


Weiheng tengah berbincang dengan prajurit nya di permulaan istana, namun beliau menoleh sosok kedatangan seorang kaisar di istana.


Melihat itu, Weiheng segera menghampiri dan tak sabar mendapati kabar yang ia tunggu dari tadi pagi.


"Zhenglie... bagaimana? apa kamu sudah menemukan celah-celah putri ku berada?" ucap Weiheng.


raut wajah Zhenglie sedikit gusar dan menghela nafas perlahan.


"Mohon maaf tuan, saya sudah mengelilingi dan menyusuri semua kota dan bahkan hutan sekalian, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan nya, tuan" jelas Zhenglie pelan.


Weiheng sudah menduga hal itu namun ia tetap memberi semangat dan tak mempermasalahkan dengan diri nya walau gimanapun juga Zhenglie sudah berniat dengan tulus mencari putri nya itu.


"Ya sudah, tidak apa-apa, kau hebat sudah berusaha dan mau membantu aku untuk mencari keberadaan nya, kalau begitu kau boleh istirahat dan pulang lah" ucap Weiheng.


"Tapi tuan, putri mu masih belum ada kabar sampai sekarang, saya merasa gagal dan masih tak tenang dimana keberadaan nya dan apalagi dia seorang perempuan, tuan" ucap Zhenglie penuh kekhawatiran.


"Ya, aku juga merasakan hal itu, tapi aku yakin keturunan istana perak mendarah daging memiliki kekuatan ajaib di tangan nya dan tak semudah itu orang-orang akan menyakiti atau bahkan melampaui batas" jelas Weiheng sembari berjalan santai menatap lain.


Zhenglie pun berputar arah dan menatap punggung Weiheng lalu menghampiri nya.


"Aku janji dengan mu tuan, dengan semaksimal mungkin aku akan terus berusaha dimana dia berada" ujar Zhenglie penuh keyakinan.


Weiheng pun menoleh dan menatap kaisar tersebut dan ada rasa terharu tercampur bangga dengan seorang Zhenglie.


"Terimakasih, kau sangat peduli dan prihatin dengan putri kami" ucap Weiheng tersenyum.


"Tak usah sungkan paman, aku sudah menganggap dia bagian dari saudara ku" ucap Zhenglie.


lalu mereka pun reflek berpeluk sebagai tanda rasa kepedulian dan juga harmonis di hubungan antara mereka.



An Chu Xia kini kembali masuk di kamar itu setelah di ajak paksa berkali-kali untuk makan malam dengan raja gold. ia tak sabar ingin merebahkan badannya yang sedari tadi duduk terlalu lama di sana.


"Hufft... aku harus apa sekarang? jika aku benar-benar dinikahi dengan raja rakus itu apa aku sudah tidak bagian dari istana perak?" gumam Chu Xia menatap langit kamarnya cukup luas di pandang.


Ia pun jadi teringat kucing kesayangan, ya kucing itu sudah di kurung di bawah tanah hal itu Chu Xia merasa amat sedih. sungguh tega nya mereka melakukan itu terhadap hewan kesayangan nya. tanpa disadari air matanya menetes tepat di bantal nya, ya kini Chu Xia berbaring menghadap kiri.


Karna sudah larut malam, Gadis itu pun sudah mulai menguap dan segera tidur di atas ranjang.

__ADS_1





Tepat di hari H, prajurit serta para pelayan yang ada di Kerajaan gold itu tengah sibuk menghiasi serta mendekor di ruangan tengah tersebut, cukup banyak orang-orang yang bekerja memasang aksesoris pernikahan yang serba emas tentunya.


Pagi yang cerah ini, An Chu Xia keluar kamar dan mendengarkan keriuhan orang-orang di luar sana maka dari itu ia penasaran dan apa yang terjadi di sana.


"Apa? Ya ampun... saya sampai lupa hari ini kan... "


"Hari pernikahan kita sayang"


reflek Chu Xia kaget dan menoleh ke samping tampak sosok raja itu sudah muncul di samping nya.


"Anda mau apa kesini?" ucap Chu Xia sedikit judes.


"Ya mau samperin kamu lah, ingat! nanti penata rias nya sebentar lagi akan datang dan stay di kamar kamu, style baju pernikahan kita sudah ready, kamu harus tampil anggun dan berkharisma, sayang"


Chu Xia mendengar kata 'sayang' ia pun lama-lama makin geli dan jijik dikatakan oleh sang raja itu.


Tak lama raja itu pun kembali pergi dan turun ke bawah, hal itu Chu Xia sedikit lega karna jika berdekatan dengan raja itu entah kenapa ia merasa eneg dan tertekan pada dirinya itu.


"Farzan!"


"Ah, iya yang mulia?"


"Pastikan seluruh kerajaan ini aman terkendali, saya tak ingin nantinya ada kemalangan atau apalah itu, paham?" ujar raja Fang.


"Ah baik, yang mulia! tadi juga sudah saya suruh prajurit lainnya untuk berjaga-jaga dan menge-ceck sudut ke sudut"


"Bagus tapi pastikan lagi, dan satu lagi hewan yang di bawah tanah itu jangan sampai ada orang berani masuk kesana tanpa terkecuali"


"Baik yang mulia, anda tenang saja saya dan lainnya akan berusaha maksimal mungkin untuk perjagaan ketat di kerajaan ini" ucap Chen Farzan.


Setelah di rasa aman, raja Fang pun pergi dan kembali ke ruangan nya.


semantara Chen Farzan juga pergi menghampiri prajurit lainnya.


Di sisi lain, Zhenglie datang lagi ke istana perak untuk meminta pamit ke Weiheng atas mencari putri perak yang kini masih belum dapat menemukan nya.

__ADS_1


"Tuan, saya pamit untuk kembali mencari putri anda" ucap Zhenglie.


"Ya, tapi kamu tak usah pamit segala, kan jadi buang-buang waktu" ucap Weiheng di sela bergurau.


"Ah, tidak apa tuan, biar anda tau jika saya ingin mencarinya lagi" ujar Zhenglie.


"Baiklah, pergilah"


Zhenglie pun mengangguk dan tak lupa menunduk sekilas sebagai tanda hormat dengan tuan Weiheng.


Di tengah kesibukan situasi sekarang, Xiuzhen diam-diam mengamati makhluk bumi untuk memantau gadis itu sedang berada dimana dengan menggunakan kekuatan ajaib lewat air kolam nya, namun cukup kaget mereka yang berada di Kerajaan itu tengah sibuk mendekor pesta di Kerajaan tersebut, hal itu Xiuzhen cukup terperangah dan merasa tak mungkin kejadian ini cukup cepat baginya.


"Apa, jadi mereka akan segera mengadakan pesta pernikahan?" gumam Xiuzhen.


ia pun sontak tak terima dan menggelengkan kepala nya dengan hal itu.


"Tidak, ini tak bisa dibiarin aku harus kasih pelajaran di Kerajaan itu, berani sekali menikahi gadis asal perak" gumam Xiuzhen.


Kedua telapak tangannya seketika menampungi dan membentuk bulat, tiba-tiba keluarlah sinar putih di sana, namun sosok pria alias kakak nya muncul begitu saja.


"Xiuzhen!"


Reflek Xiuzhen memberhentikan reaksi nya dan menoleh ke sumber suara.


"Kak? ngapain ke ruangan ku?" ucap Xiuzhen heran.


"Apa yang kau lakukan? kau kira kakak tidak tau kelakuan mu itu?" ucap Haocun.


Xiuzhen pun merasa gagal karna terganggunya Haocun tiba-tiba datang di ruangan nya.


"Kau berhenti lah berurusan makhluk bumi itu!" ujar Haocun cukup tegas seraya berjalan mendekati adiknya.


"Tapi kak, Chu Xia dalam bahaya, dia seperti nya tak tenang dia berada di sana" ujar Xiuzhen.


"Tapi apa kau lupa peraturan di sini Xiuzhen!?"


Seketika Xiuzhen terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan kakak nya barusan dan hampir terlupakan dengan peraturan nya di langit.


"Kau boleh saja berhubungan dengan makhluk itu, tapi jika kekuatan kau menembus di permukaan bumi, akan ada makhluk lain datang bertubi-tubi di sana, apa kau mau makhluk bumi tak bersalah jadi imbasnya!? kau camkan itu Xiu!" tegas Haocun.


"... "

__ADS_1


Xiuzhen hampir ceroboh hal itu, ia tampaknya sangat peduli dengan gadis itu yang baru saja ia bertemu kemarin, dan kini Xiuzhen merasa bimbang serta tercampur aduk hal itu.


__ADS_2