
Sebuah kaca cermin tak sembarangan orang lain memiliki itu, sosok pria tua berkharisma itu bernantusitas mendekati benda beberapa langkah lagi, tampak beliau lah yang memiliki cermin tersebut.
Kaca cermin itu terpampang di meja rias milik ruangan pribadi nya, siapa lagi kalau bukan sosok Raja Fang.
Tongkat yang menjadi andalan itu untuk menyempurnakan kekuatan nya, tongkat yang dipegang oleh nya kini berfungsi seketika dan mengeluarkan cahaya seperti serbuk emas ke arah cermin itu.
"wahai cermin ajaib ku... muncul lah keajaiban mu...aku sedang butuh bantuan semata"
lalu tak lama kemudian cermin itu terpengaruh oleh cahaya yang di serbu dari tongkat itu.
tampak ekspresi Raja Fang itu tersenyum miring dan tak sabar ingin mewujudkan keinginan nya.
"Berikan lah aku fisik yang awet muda seperti mana aku dulu merasakan masa muda di usia 30an, jadi awetkan lah kulit serta wajah ku agar calon istri ku nanti lebih tertarik dan terpesona melihat ketampanan ku sebelum maut tiba"
Hal itu cermin tersebut seketika bereaksi dan terkoneksi apa yang diucapkan oleh Raja Fang, oleh karena itu cermin itu pun tampak berproses dan segera terwujudkan dari keinginan Raja Fang.
Waktu ke waktu, cahaya seperti emas itu melayang dan mendekati ke wajah Raja Fang, setelah 1 menit berjalan cukup lama, cahaya itu pun perlahan menghilang dan bentuk rupa wajah sang Raja itu berubah menjadi pria tampan serta kulit nya memulus akibat efek dari cermin ajaib itu
Raja Fang sangat penasaran dengan wajah nya itu, beliau segera menuju ke cermin besar di pojok sana.
Alhasil senyuman tercampur senang yang terukir di wajah Fang, hal itu membuat nya kegirangan dan tidak ada lagi alasan menolak dari gadis itu sebelumnya.
"ahahaha... akhirnya aku kembali seperti anak muda, walaupun usia ku sudah tua tetapi wajah dan kulit ku inilah yang terpenting bagiku"
"kamu tidak bisa mengelak lagi, Chu Xia... sebentar lagi aku akan bisa memiliki mu seutuhnya" batin Fang, tersenyum menyeringai.
•
•
•
Malam pun telah tiba, Chu Xia masih belum ada prepare sama sekali, ia semakin tak karuan dan masih tak ingin bermakan berdua dengan raja yang tak ia sukai serta gengsian.
"Huh... Bagaimana ini... aku masih tak ingin keluar dan makan bersama raja tua songong itu! Huks .. pungki... Apa yang harus lakukan aku masih belum ada persiapan sama sekali" rengek Chu Xia.
__ADS_1
Namun kucing itu pun mengeluarkan sesuatu ntah darimana dan muncul lah sebuah benda ajaib milik nya, Chu Xia itu tampak syok dan mengapa pungki bisa berada benda miliknya dengan nya.
"Pungki...darimana kau bisa dapat benda ini?? Tapi bagus lah seperti nya aku bisa mengandalkan kamu" ucap Chu Xia.
Di saat Chu Xia ingin menyerapkan benda itu ke tubuh nya, namun seseorang di balik pintu itu tiba-tiba mengetuk dan memanggil nama nya.
Tok...tok..tok...
"Putri Chu Xia... Apakah kamu sudah siap di dalam? Mohon segera keluar dan sang Raja sudah menunggu barusan di meja makan"
Chu Xia mendengar suara itu ia pun semakin deg-degan apalagi sekarang ia masih belum menggantikan pakaian nya sedari istana nya itu.
"Eee ... Sebentar, aku sedang ganti pakaian"
"Baiklah, jangan lama-lama, raja tidak suka menunggu terlalu lama"
Chu Xia bergerak mencari pakaian di lemari itu dan tak ada pilihan lain, ia pun mengambil gaun tebal mengambang ke ujung kaki.
...•••...
ada kaca dibaluti layang-layang
Yang lagi baca fix butuh ayang
( ͡^ ͜ʖ ͡^)
...•••...
Raja Fang tampak sedikit kesal dan masih menunggu kehadiran calon istri nya itu datang ke meja nya, namun sudah 15 menit lebih beliau menunggu sana.
Sementara Chen Farzan berdiri mematung di dekat raja itu, beliau pun menanyakan soal gadis itu .
"Chen, kenapa Chu Xia lama sekali? Sedang apa dia di dalam?"
"Tadi saya sudah menghampiri di ruangan nya, yang mulia. tetapi tidak saya masuk, takutnya putri Chu Xia sedang mengenakan ganti pakaian di dalam"
__ADS_1
"Jadi apa dia masih belum siap sampai sekarang? Sudah ku katakan menunggu seperti ini membuat saya kesal"
Baru saja Chen Farzan melangkah untuk menyamperin ke kamar Chu Xia, namun langkah nya terhenti ketika gadis itu sudah keluar dan berjalan menuju ke ruangan tengah.
Raja Fang tadi nya kesal kini beliau berubah ekspresi di saat mengalihkan pandangannya ke gadis yang baru saja datang dan bejalan menuju ketempat nya, beliau sangat terpukau ketika melihat gaun yang sangat anggun dan juga auranya semakin menggoda di pandang.
...[Gaun yang dikenakan Chu Xia]...
"Cantik sekali..."
Chu Xia mengarahkan pandangan nya ke sang raja itu, tampak ia kaget setelah melihat bentuk rupa sang raja itu lebih jauh dari sebelumnya.
"Ra-raja? Apakah itu engkau?" ucap Chu Xia tengah gugup
Raja Fang hanya tersenyum pukau ketika gadis itu terkejut dan menganga ketika melihat ketampanan muda nya itu.
"Iya, ini aku, manis! Kemarilah dan duduk di hadapan ku"
...[Sosok wajah tampan Raja Fang Handrick]...
Chu Xia masih tak percaya bahwa bentuk kulit nya berubah drastis, hal itu membuat Chu Xia deg-degan entah kenapa.
"Ya Tuhan... Mengapa aku merasa tak beres dengan detak jantung ku? Enggak-enggak! tidak mungkin aku jatuh hati kepadanya! Dah jelas raja itu licik pasti dia sudah merencanakan kelicikan nya biar aku tertarik kepadanya"
Raja Fang melihat gadis itu membuang muka dari nya, beliau pun hanya terkekeh mengapa gadis itu seperti malu-malu kepadanya.
"Mengapa kamu bertingkah seperti itu? Apakah ketampanan ku berlebihan? Sudahlah ayo kita makan sekarang"
Chu Xia hanya bisa menunduk dan menurut apa kata raja itu lalu tanpa ia sadari tampak raut wajah Fang tersenyum miring ketika melihat gadis itu kini mau makan dengan sepotong daging di piring nya.
sementara Fang mengekspresikan wajahnya dengan menyeringai tampak beliau seperti ada yang tak beres dengan dirinya itu di balik rencananya.
__ADS_1
____________________________________