Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 28 ]


__ADS_3

Raja Fang kembali ke kamarnya dan ingin menemui istrinya di dalam, terlihat sang istrinya tengah berbaring ke arah sana, beliau tersenyum tipis lalu mendekati nya perlahan.


"Sayang, kamu pengen makan bakpao ya?" sembari mengelus pucuk rambut istrinya dengan lembut.


Chu Xia hanya mengangguk pelan lalu membenamkan kepalanya kembali di dekat bantal nya.


"Seperti nya kau lagi ngidam ya sayang, sampai anak kita meminta hal seperti itu, baiklah. kalau begitu aku akan sewakan seluruh rakyat negeri G ini yang jago masak inap ke Kerajaan ini."


Chu Xia membelalak matanya reflek ia menoleh ke arah Raja itu.


"Tak usah lah, aku hanya mau itu saja tidak lebih" ucap Chu Xia.


"Terserah mu saja"





Sluuuuppp...


Sebuah Anak panah melaju lesat secara tiba-tiba tepat di posisi pria itu, untung saja diri nya bisa mendeteksi sinyal itu lewat batinnya.


"Jeli juga ya sinyal mu dengan benda itu, siapa namamu wahai anak muda?" ucap nya sembari berjalan mendekati sosok pria yang duduk di tepi sungai.


Pria itu melirik ke belakang namun ia mengernyitkan dahi nya ternyata ialah guru kungfu nya ketika pas SMA kemarin.


"Eh, guru? mengapa kau bisa sampai disini?"


Hal itu juga sama dengan reaksi sang guru, ternyata yang ia targeti itu ialah mantan murid nya di tempo hari.


"Oalah kau ternyata? mengapa terduduk lamun di tepi sungai?" ucap sang guru itu bernama Cong Da.


"Ehm. aku sedang merefreshing saja guru, ada sedikit masalah yang ingin ku selesaikan sekarang namun hal itu sulit bagiku"


Cong Da alias guru kungfu nya itu melirik heran dengan perkataan murid nya itu.


"Maksud mu apa nak? ada hal apa yang sedang menimpa mu sekarang?" heran Cong da.


Perlahan Zhenglie memulai perbincangan oleh sang guru nya dari awal hingga akhir cerita.


Skip


Zhenglie tengah melatih kungfu nya di hadapan guru Cong da setelah sekian lama mereka berbincang tadi di tepi sungai.


Cong da tengah mengamati gerak-gerik Zhenglie yang sudah mendalami betul dengan ilmu dipelajari olehnya.


Lalu Cong Da segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri Zhenglie di tengah berbela diri.


"Zhenglie"


Sontak Zhenglie spontan terhenti lalu menoleh ke arah guru nya.

__ADS_1


"Iya, ada apa guru?"


"Berhentilah dulu, ada hal yang ingin ku tanyakan pada mu" ucap Cong Da.


Zhenglie pun menuruti saja lalu melepaskan sabuk kain yang melekat di pinggang nya karna sedikit terganggu dengan pernafasan nya.


•••


Xiuzhen mendatangi ke tempat Haocun alias kakak nya yang tengah fokus melukis di dekat air mancur.


"Kak, aku boleh kan turun ke bumi? aku ingin berkelana di hutan"


Tampaknya Haocun masih mengimbangi dengan permintaan adiknya dengan satu alasan, karna tak mungkin saja hanya itu.


"Apa kau janji tidak akan merusak ataupun menganggu manusia di sana?" ucap Haocun datar.


Xiuzhen menganguk cepat dengan persetujuan nya, "Iya kak! kakak tenang saja aku gak akan macam-macam kok di sana" ucap nya tersenyum renyah.


Karna Haocun tengah berhealing melukis di tempat itu ia juga tak ingin berdebat terus dengan sang adiknya.


"Baiklah, tapi ingat jangan lupa kembali lagi ke asal mu" ucap Haocun.


"Tentu saja, makasih ya kak" ucap Xiuzhen semangat.


Xiuxhen memberi kecupan di pipi kakaknya sebagai tanda keharmonisan dan juga tidak mengomel terus dengan dirinya. Sementara Haocun terdiam heran sembari menatap tajam oleh adiknya.


"Kau sudah berani mencium ku? dasar ada maunya" ucap Haocun geram.


Xiuzhen terkekeh dan tak mengubris hal itu, ia segera pergi dan bersiap-siap untuk turun ke bumi.


"Kau sekarang tinggal dimana Zhenglie?" tanya Cong Da.


"Aku berdiaman di sebuah Villa kayu dekat hutan, Guru. ya lumayan jauh jika keluar dari situ"


"Hanya sendiri?"


Zhenglie terdiam sejenak dan bingung menjawab apa dari perkataan gurunya, namun ia pun berusaha keras merespon seadanya.


"Iya guru, aku hanya seorang diri di tempat itu saudara-saudara ku pada menjelajah di negeri lain" ucap nya.


"Mengapa kau mengasingkan diri di tempat ini, ada tujuan apa kau tinggal disini?"


"Aku tertarik dengan bahasa Mandarin dan juga kualitas kungfu nya disini, guru. makanya aku merantau kesini seorang diri"


Cong Da hanya terdiam mengangguk karna pertanyaan nya sudah cukup tahu bagi nya mengenai diri murid seniornya.


"Aku masih meragukan identitas Zhenglie, tidak mudah percaya bagiku jika dia hanya beralasan seperti itu" batin Cong Da.


Di sisi lain, An Chu Xia menghabiskan 5 mangkuk bakpao yang telah dihidangkan oleh para pelayan setelah hampir 1 jam untuk kejar masak cepat untuk memenuhi majikan nya.


Raja Fang hanya terperangah sekaligus iler melihat istrinya makan dengan lahap tiap sajian itu.


Melihat celemokan di tepi bibir istrinya, raja Fang berinisiatif dengan ide jail nya dengan mendaratkan bibirnya ke sana.

__ADS_1


An Chu Xia membelalak matanya lalu dengan cepat menepis di bahu suaminya.


"Jangan lancang kau mencium ku!"


"Kenapa? aku hanya membantu mengelap comokan mu di bibir"


"Aku bisa sendiri"


Raja Fang hanya menghela nafas namun senyuman tak terhenti memudar.


"Aku mau Dimsum sama capcai 3 mangkok" pinta nya.


Kedua pelayan itu siap menuruti nya dan lalu bergerak cepat menuju ke dapur. sementara raja Fang mengkerut dahinya ia merasa sangat heran dengan sikap istri satunya.


"Apakah baru kali ini saya melihat bumil mengidam separah itu?" gumam raja Fang berpikir.





3 hari kemudian...


Zhenglie sudah tampak lihai betul menguasai ilmu kungfu setelah kembali mengevaluasi bersama sang guru nya.


Ia memutuskan untuk mengakhiri teknik kungfu nya lalu beristirahat di basecamp, tampak dirinya sangat penat dan keringatnya bercucuran ke seluruh tubuhnya.


Jing Yi selaku senior di tim kungfu itu ia pun juga berakhir sampai di situ sekaligus beristirahat di dekat Zhenglie.


"Makin luhur aja ilmu nya, pasti alumni kungfu ya disini?"


"Iya, Alhamdulillah berkat guru Cong Da cara ajar nya bikin aku paham" ucap Zhenglie.


"Wih mantap udah jadi profesional dong dari aku, eh gimana kalau kita tarungan?" ucap Jing Yi.


"Boleh, kapan?"


"Besok, nanti aku beritahu guru, kita adain turnamen sekalian!"


"Hm, ide yang bagus" tersenyum Zhenglie.


Namun tiba-tiba sang guru itu menghampiri mereka berdua.


Di sisi lain, Erlina kembali muncul di istana perak. beliau datang bersama king monarki untuk sekaligus bertamu ke istana perak.


"Jadi ini istana perak yang kau ceritakan kemarin?" ucap Jackson, King monarki.


"Betul raja, kemungkinan istana itu sepertinya sudah mau punah"


"Kenapa begitu? seluas istana ini pasti ada keturunan nya yang mengabdi di kastil itu"


"Iya, tapi keturunan nya sudah menghilang beberapa Minggu yang lalu"

__ADS_1


Lalu tiba-tiba sang prajurit dari istana perak itu menghampiri dan menyambuti tamu datang di depan gerbang.


__ADS_2