Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 18 ]


__ADS_3

An Chu Xia cukup was-was dengan pria yang baru sah jadi suami nya itu, ia memberi jarak serta ketar-ketir apa yang dilakukan sang raja itu terhadap nya, yang pasti di dalam pikiran gadis itu memikirkan hal yang tidak-tidak dan apakah bisa menghadapi di atas ranjang nanti.


tok... tok... tok...


Bunyi suara ketukan itu, sontak An Chu Xia menoleh dan menghampiri ke ambang pintu, terlibat seorang pelayan itu membawakan gelas hangat yang ada di tangan nya.


"Maaf menganggu bentar, nyah, saya kesini membawa minum hangat untuk raja"


Chu Xia seketika memiliki ide yang cukup cemerlang. hal itu ia segera mengambil nampan itu di pelayan tersebut.


"Oh, begitu baik terimakasih yah" ucap An Chu Xia.


"Sama-sama Nyah, oh ya selamat bersenang-senang juga pengalaman baru" ucap pelayan itu tak lain bernama Cece sembari terkekeh melihat wajah nyonya sedikit kesal.


An Chu Xia pun hanya menghela nafas malas dan segera tutup pintu itu.


"Ide yang bagus, dengan ini aku bisa memanfaatkan raja itu untuk tertunda dengan malam pertama ini" ucap An Chu Xia tersenyum menyeringai.




Raja Fang baru saja keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk sepinggang dan menampakkan dada bidang yang cukup tertarik di pandang.


"Sayang, kamu gak mandi? aku sudah siap" ucap raja Fang.


Dengan cepat An Chu Xia beranjak bangkit dari ranjang itu dan cepat-cepat masuk ke dalam mandi agar pria itu tidak mencari kesempatan saat ini.


"Iya, itu tadi ada pelayan bawa minum untuk mu" ucap An Chu Xia, dan segera masuk ke dalam mandi.


Lantas raja Fang cukup memasang senyuman smrik yang ada di sudut bibirnya, beliau tahu betul jika gadis itu ketakutan jika nantinya siap menyentuh nya.


"Hahahaha... Chu Xia... Chu Xia, pasti kau saat ini tremor di malam pertama ini, akan aku pastikan kau tergoda dengan ku sayang... " batin raja Fang, yang masih terpaku di sana.


...


Chu Xia baru saja masuk ke dalam mandi, ia pun bernafas lega dan mencoba tenang saat ini.


"Hufft.... Gimana ya, aku belum siap bermalam pertama dengan pria tua itu, mengapa sangat sulit bagi ku jika dia sudah menjadi suami ku " gumam An Chu Xia dengan raut wajah murung dan sedih.


Gadis itu sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi agar pria yang di tunggu luar cepat berbaring dan tertidur, itulah di harapkan oleh gadis itu.

__ADS_1


"Aku harap, dia sudah tertidur pulas setelah minum yang ada di meja itu" tersenyum Chu Xia.


Setelah cukup rasa bagi gadis itu untuk segera keluar dari kamar mandi, ia pun perlahan membuka pintu itu sedikit untuk memantau pria itu sudah tidur apa belum.


Ya benar dugaan An Chu Xia, ia pun senang dan berhasil pria itu sudah terbaring lelap di atas ranjang itu.


Untuk memastikan lagi, sang gadis itu mencoba mengecek apakah pria itu sudah terlelap apa belum, setelah di rasa cukup aman ia pun hendak putar arah namun naas nya pria yang tertidur itu tiba-tiba terbuka lebar matanya dan sekaligus mengcekal erat di pergelangan si gadis itu.


Sontak An Chu Xia, kaget dan menoleh ke belakang.


"Mau kemana?"


"Anda kenapa tiba-tiba bangun?" heran An Chu Xia.


Pria yang tampan menawan yang dibalik itu nyatanya lebih jauh tua dari nya, beliau reflek membalikkan posisi gadis itu yang kini telah berada di atas nya.


"Kau mencoba mengerjai ku? hm?" tersenyum seringai sembari membelai rambut yang terhalang di wajah gadis itu.


Gadis itu semakin ketar-ketir dan tegang saat ini, "Lepasin saya! apa yang mau kau lakukan!?" pekik nya.


"Ya menurut mu apa? apa perlu saya kodein?" mengangkat salah satu alisnya dan gadis itu pun reflek membuang muka.


...


"Bagaimana ini, Aku ingin mendatangi ke Kerajaan itu, tapi tak semudah itu jika aku hanya datang tanpa apa-apa... " gumam Weiheng dengan kebingungan.


Beliau pun cukup berpikir keras untuk mencari cara agar bisa menjadi penyusup di kerjaan gold itu.


Setelah menemukan ide di benak nya, beliau pun tersenyum-senyum.





Zhenglie baru saja balik dari istana perak, ia pun kini telah sampai di villa kayu namun tak kalah bagus dengan kreatif nya yang ia dekorasi seunik mungkin, dan ia juga hanya tertinggal seorang diri di sana.


"Huft... Kenapa aku masih kepikiran dengan wanita itu di istana tadi, apa benar jika wanita itu ialah putri Perak?" gumam nya dan kini ia menyandarkan punggung dekat teras kayu yang cukup melelahkan seharian.


Panah milik nya tergeletak di samping nya, ia pun mengambil dengan tatapan arti.

__ADS_1


"Jadi rindu memanah... "


Tak lama itu, Zhenglie segera bangkit dan turun dari tangga nya menuju ke dart board untuk memanah di sana.


Perlahan busur nya siap di tarik kuat dan kepala nya memiringkan sekaligus salah satu matanya terbuka agar fokus menancap ke papan tersebut.


plusshpppp...


Ya akhirnya panah itu tertancap ke nomor 6, hal itu Zhenglie tersenyum tergeleng sendiri karna cukup lamanya ia tidak berlatih dengan panahan nya.


"Hadeh... biasanya lebih tancap nomor sembilan... "





3 hari kemudian...


Tepat di malam hari, di saat para prajurit itu terlelap di posisi nya, hal itu tiba-tiba cahaya tersebut muncul entah darimana dan mendekati ke sel tahanan tersebut.


Hewan tak lain bernama pungki itu yang tertidur di malam hari, ia pun mendongakkan ke atas melihat cahaya itu di hadapan nya.


Tak lama itu, kuncian di sel mini itu seketika terbuka begitu saja akibat efek dari pencahayaan itu.


Dengan cepat, pungki lolos dari sel itu dan segera kabur di dalam kesempatan itu.


Sementara di kamar, An Chu Xia kini sangat sulit sekali tidur karna dari awal mencoba tidur agar pria di samping nya tidak meminta lebih darinya.


"Kenapa aku sulit sekali untuk tidur"


An Chu Xia pun memutuskan untuk bangun dari tempat tidur nya dan perlahan menyibakkan selimut nya dengan hati-hati agar pria di samping itu tidak terbangun.


Setelah mencoba buka pintu itu, Gadis itu pun memasang wajah cemberut dan gagal untuk keluar saat ini.


"Duh, malah di kunci... "


Dan seketika An Chu Xia baru sadar, ia pun sebelum nya juga diajarkan kekuatan dari peri Xiuzhen, ia kini sampai kelupaan hal itu.


"Aduh, bodohnya sekali kau Chu Xia! kenapa kau ga coba aja dengan kekuatan dari milik Peri!" ucap An Chu Xia.

__ADS_1


Dan kini, salah satu tangan kanan nya reflek mengangkat tepat hadapan di kuncian itu.


__ADS_2