
Raja Fang serta istri baru nya kini sudah berada di halaman istana, mereka berhenti sejenak sesekali melihat orang pekerja kebun di area miliknya.
"Sayang, kamu sudah tau belum orang yang ngajuin diri jadi pekerja kebun?" tanya raja Fang.
An Chu Xia menoleh lalu menggelengkan kepalanya, " Tidak, memang nya siapa?" heran An Chu Xia.
"Katanya sih asal Desa An Shi, tapi aku heran dengan pria itu" ucap raja Fang sedikit curiga.
"Hah, heran gimana, raja?" mengernyitkan dahinya.
"Ya, mengapa dia segitu nekatnya ingin bekerja disini, bukan kah seorang desa tidak berani datang sendirian untuk melamar pekerjaan nya?"
"Sudah lah raja, untuk apa kau memikirkan panjang soal pria itu? bukan kah tadi sudah menerimanya disini?"
"Ya tapi aku masih tetap pantauin dia, dan apakah dia ada rencana lain selain pekerjaan nya itu?"
Dan akhirnya raja Fang serta istrinya berlanjut jalan menuju ke dalam.
Sementara pekerja kebun itu ia tak sengaja menguping pembicaraan di antara pihak tersebut, dan kini ia merasa syok dan kaget mendengar suara wanita itu tak asing baginya, karna sedari tadi beliau menunggu mereka dari belakang.
"An-ChuXia...?" bergetar di dalam batin nya.
An Chu Xia baru saja masuk ke dalam kamar kini menyusul lah raja Fang di belakang punggung istrinya, dengan itu beliau segera memeluk nya dari belakang.
Sontak An Chu Xia kaget dan rasanya ingin sekali melepaskan pelukan darinya namun ia sadar kini sudah sah menjadi permaisuri nya.
"Aku merasa adem memeluk mu seperti ini sayang, dan aku benar-benar tak ingin jauh darimu" pelan raja Fang, hal itu Chu Xia sedikit geli dan menggeliat ulahnya.
"Eh, raja tolong lepasin aku mau istirahat"
"Oh baiklah" ucapnya sedikit kecewa.
Untung lah sang raja itu bisa di ajak kompromi, hal itu An Chu Xia sedikit lega dan segera berbaring di tempat tidur nya.
Sementara raja Fang berjalan menuju lemari besar itu untuk menggantikan gaun nya yang kini cukup gerah daritadi siang.
"Kau tak ingin mandi bersama ku?"
"Tidak, kau saja" singkat An Chu Xia segera memejamkan matanya dan berbaring bertolak pandangan dari nya.
__ADS_1
raja Fang hanya bisa mengulum senyuman lalu beliau pun segera masuk ke kamar mandi.
Sementara itu, para prajurit sangat syok, mereka merasa di bohongi oleh hewan yang nyata nya menjadi patung sekaligus ngeri melihat momen itu.
"Waduh, ini kenapa jadi patung ya? pantesan saja daritadi tidak bergerak sama sekali"
"Haduhh... kita dibohongi woi, kita harus segera melapor ke panglima atau yang mulia!"
Mereka itu pun menganggup setuju lalu berhambur cepat menuju ke dasar istana.
Panglima alias Chen Farzan tengah berjalan menuju itu, lantas tiba-tiba kaget melihat rombongan prajurit yang tak begitu banyak menghampiri ke panglima.
"Gawat Raden! gawat!" panik salah prajuritnya.
"Ada apa ini, kalian tenang dulu!" ujar Chen Farzan.
"Ini Raden, kita sudah mengawasi 24 jam hanya saja pas malam kita beristirahat untuk tidur namun sudah berjam-jam kucing itu jadi patung Raden! saya kira tadi hewan itu sedang tidur" heran pada dirinya.
"Apa!? bagaimana bisa itu?" menganga sang panglima cukup kaget lalu ia pun bergegas menghampiri ke sel bawah dan di ikuti oleh prajurit tersebut.
Sesampainya di bawah tanah, Chen Farzan cukup kaget melihat hewan itu menjadi patung di dalam sana.
"Tidak tau raden! kita sudah mengawasi dan mengira bahwa dia sedang tidur, lihat aja itu Raden patungan nya seperti sedang terbaring" ujar nya.
Hal itu Chen panglima cukup heran dengan kejadian itu,mengapa bisa hewan yang dari awal tidak ada apa dan kini berakhir dengan patungan yang cukup mengherankan.
"Ada yang tak beres"
...----------------...
Hari pun sudah mulai gelap, Hongli alias Weiheng itu berpamit undur diri untuk balik ke asal nya.
Namun kebetulan beliau menemukan sosok raja serta istrinya tengah berbincang serius di dalam sana.
"Kenapa bisa hewan itu seperti itu?"
"Tidak tau yang mulia! mungkin saja ada makhluk goib ingin melakikan sesuatu dengan nya"
"Ya sudah lah, biarkan hewan itu tapi ingat seluruh area kerajaan ini, dipastikan keamanan ketat di tiap sudut" perintah Raja Fang.
__ADS_1
"Baik yang mulia, kita segera merancang kembali"
Mendengar obrolan mereka cukup kuat, Weiheng cukup terperangah mendengar ucapan mereka.
"Kira-kira hewan apa yang mereka penjarai? penasaran ku semakin kuat mengorek info di istana ini" batin Weiheng.
Tak ingin orang-orang di sekitar mencurigai gerak-gerik nya, beliau segera pamit kepada pengabdi istana itu lalu bergegas balik ke istana nya.
Zhenglie baru saja balik lagi ke villa nya, ia pun merasa gagal ingin menemui tuan nya berada di kerajaan Gold, karna sama aja berujung dengan kecurigaan atau keriuhan di sana.
Menjelang matahari terbenam, Zhenglie menyempatkan diri untuk berlatih kekuatan leluhur nya sudah cukup waktu lama ia berlatih diri.
...****************...
Di saat permaisurinya tengah berbincang bersama prajuritnya, ia cukup kaget mendengar obrolan mereka yang cukup menggema seisi bangunan kastilnya, hal itu An Chu Xia semakin penasaran lalu bergegas pergi ke sebuah tahanan sel bawah itu Ia sangat penasaran sekali, apakah hewan miliknya memang ada disana lagi apa bukan, namun salah satu prajurit tanah mencelinguk ke arah wanita dari istri sang raja nya menuju ke belakang, dengan cepat ia pun segera melapor dengan raja nya.
Ketika sudah berada di lorong tangga tersebut, akan tetapi raja Fang mencegat istrinya untuk menemui ke bawah.
“Mengapa kau lancang sekali tanpa seizin ku, Chu Xia! Apakah kau sudah berani melanggar perintahku?” tegas raja Fang.
“Kenapa kamu cegat aku? Bukankah aku berhak untuk menjelajahi di kerajaan ini?”
Seketika raja Fang terdiam, memang seorang istri sudah diperbolehkan untuk menguasai seluruh kerajaan tersebut, dan kini beliau membiarkan istrinya untuk mengunjungi ke sel bawah tanah.
....
Seekor kucing tak lain ialah pungki ia pun mencari sesuatu di kamar majikannya, tatapannya penuh arti seisi ruangan itu, tak lama pungki pun mencari sesuatu di sudut benda itu.
Terdapat sebuah barang antik kuno berupa liontin perak namun dibalik bentuk biasa aja ada kekuatan ajaib yang bisa menghancurkan sesuatu dengan benda tersebut.
Dengan cukup berantakan akibat ulahnya, seketika benda-benda yang berantakan tadi kembali utuh seperti biasa, kemudian Pungki pun segera pergi menuju ke suatu tempat.
Weiheng baru saja balik dari kerajaan itu, cukup melelahkan baginya. baru kali ia kembali merasakan betapa kerja keras nya menjadi seorang pekebun. Cio sang kepercayaan Weiheng ia pun segera menghampirinya melihat lelah nya raut wajah sang tuan nya.
“Tuan, anda baik-baik saja?” ucap Cio cukup amatir.
“Aku tidak apa-apa, Cio, oh ya tolong suruh pelayan bawakan air putih ke ruangan ku” perintah Weiheng.
“Baik tuan”
__ADS_1