
"Hey! siapa kau? berani sekali kau tempati tanpa seizin ku!" lantang Zhenglie melihat seorang wanita terkapar di atas ranjang milik Zhenglie bersama hewan itu di pelukan nya.
"Jadi kau pemilik rumah ini? ohh, maaf! aku kan tadi sudah ketuk pintu, terus tidak ada yang respon. ya udah aku masuk aja" Yiu Shang masih bersantai di sana tanpa rasa segan di hadapan tuan rumah nya.
"Huhf... kau asal mana?" Zhenglie berjalan duduk di samping ranjangnya mendekati wanita itu.
"Aku pengendala hutan disini, tempat tinggal ku sangat jauh!" seru Yiu Shang bangkit dari tempat tidur itu lalu bersandar tepi.
"Kau boleh tinggal di sini untuk sementara, tapi ada syarat nya" Zhenglie menatap spontan ke arah Yiu Shang.
"Hah? apa?" menautkan alis nya menatap si pria itu.
"Jadi lah asisten ku"
Yiu Shang cukup heran mengapa di mintai nya untuk sebagai asisten nya.
"Hah? maksudnya?"
"Iyah, Kau harus jadi murid ku untuk belajar ilmu taekwondo agar kau juga terjaga diri dari serangan musuh nanti"
"Bentar, maksud kamu dan tujuan kamu itu apa? coba jelaskan"
Zhenglie tersenyum sekilas lalu menarik dan menghembus nafas nya perlahan kemudian memperbaiki posisi nya menghadap wanita itu.
"Aku seorang pendekar"
Yiu Shang cukup kaget mendengar nya.
____
Weiheng masih dalam perjalanan menuju ke istana, sebelum sampai kesana, ia harus melewati hutan rimba berjalan kaki sendirian. karna tak ingin diketahui bocoran identitas nya, beliau terpaksa tidak di jemput oleh punggawa istana.
Tengah Weiheng berjalan santai, tiba-tiba ada suara rumput yang firasat ada seseorang mengintai nya dari belakang.
Dengan begitu, Weiheng menoleh ke belakang. Memang tidak ada siapa-siapa di sana, karna matahari semakin terbenam, Weiheng tak ingin memakan waktu ketika perjalanan gelap gulita di malam nya.
__ADS_1
sreeekk...
Dan pada akhirnya, kemunculan para prajurit istana gold itu berhasil mencegat Weiheng di sana.
"Mau apa kalian? kenapa diam-diam mengikuti ku seperti itu?" menatap spontan ke arah tonjolan ketua di posisi lebih depan.
"Aku hanya ingin tahu dimana kau berada, lantas mengapa kau melewati di area rimba dan bahkan hutan-hutan seperti ini?" ucap ketua itu bernama Zao ching.
"Apakah itu urusan kalian, mengapa sangat lancang?"
"Tentu, sang raja ingin mengetahui dimana kau tinggal, agar kami yakin kau warga disini"
Weiheng terdiam. firasat nya semakin kuat bahwa raja itu merasa curiga dengan diri nya.
"Aku... aku mencari mata pencaharian tambahan di sini. kalian tak perlu seperti itu!" ujar Hongli mulai kikuk.
"Demi keamanan dan juga keselamatan, kami ingin mendampingi mu sampai di rumah" titah Zhao ching.
Hongli telah habis pikir mencari alasan untuk menghindari dari prajurit itu. karna tak ingin membuat nya curiga, Hongli pun terpaksa bersama prajurit itu dan kembali di area kerajaan gold.
___
Yiu Shang di latih menggunakan ilmu silat yang di ajarkan oleh Zhenglie.
Ia berpura untuk melatih perdana agar identitas nya terjaga. sehingga Yiu Shang mencuri kesempatan dengan berakting kesakitan yang di hadang oleh Zhenglie.
"Awww... aw... hiks"
Sontak Zhenglie merasa panik dan bergegas menampung tubuh wanita itu untuk mengecek area yang cedera.
"Kau tak apa?" menatap panik sehingga wajah mereka mendekat beberapa senti.
Cukup lama di pandang, sehingga Zhenglie jadi gagal fokus melihat wajah wanita itu dan akhirnya membuyarkan kembali dan fokus dengan kondisinya.
"Ih, kamu kok kuat banget sih. sampai kesakitan tau" ucap nya dengan nada manja.
__ADS_1
"Iya sorry, kan memang begitu teknik nya, lain kali kamu pasti bisa kok" meraba punggung Yiu Shang untuk menghilang rasa cedera di bagian itu.
"Ssst... bukan di punggung, ih! di kaki nih" menggerutu kesal.
"Ohh di kaki? kok tadi kamu megang nya di punggung?" menatap wanita itu cukup heran.
Yiu Shang pun jadi salah tingkah. ia pun merasa gugup dan bingung setelah menatap pria itu jadi gagal fokus.
"Ee... iya, di kaki kok! tadi tuh cuman reflek aja" mengusap leher nya yang merasa kikuk.
Setelah di rasa cukup untuk melatih dengan wanita yang baru saja ia kenal, malam pun semakin larut. mereka kembali ke villa kayu untuk waktunya jam istirahat dan juga tidur.
Yiu Shang segera masuk ke kamar karna dirinya cukup penat di latih oleh tuan rumah itu. sementara Zhenglie ia berduduk sebentar di ruangan tengah untuk menghabiskan minuman nya di sana.
"Kok ada yang janggal ya..." batin nya sembari menikmati minuman teh.
Di sisi lain, kabar penyelidikan Hongli sedang di perbincangan bersama raja dan prajurit nya yang di amanahkan nya.
"Jadi,.pria yang bernama Hongli itu salah satu warga Shirou di perkampungan gunung Reu?" tanya raja Hendrick untuk meyakinkan kembali.
"Benar, yang mulia. Kami sudah menemui nya di sebuah hutan dan pada akhirnya dia tidak keberatan untuk mendampingi sampai ke rumah nya"
Raja gold itu pun mengangguk pelan sembari memikirkan yang terlintas di pikiran nya.
"Jika benar Hongli salah satu warga di sini, lalu mengapa dia begitu beda ya. apa membuat ku curiga dengan nya..." batin raja Fang sembari mondar mondar di singgasana nya.
"Apakah kita perlu bukti kuat agar raja semakin yakin bahwa dia warga asli di sini?" ucap Zhao Ching.
Raja Fang tengah bermondar-mandir sejenak terhenti lalu menatap serius ke prajurit nya.
"Ya, saya butuh bukti yang kuat, seperti nya saya masih kurang memuaskan jika dia bertinggal begitu saja" ujar Raja Fang mengusap dagu nya menatap langit-langit plapon istana.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan selanjutnya, yang mulia?"
"Kalian datangi lagi kesana seperti kalian mengantar nya di rumah nya tadi" titah nya.
__ADS_1
Para prajurit pun mengangguk setuju lalu sudah diperbolehkan untuk bubar dan beristirahat.