
Fang Handrick merasa sangat amat kesal dengan gadis itu yang mencoba lari diam-diam mencari kesempatan di saat Weiheng sempat mendatang secara tiba-tiba.
"Ah! dasar ceroboh nya diriku ini, bisa-bisa nya gadis itu bisa lari di istana ku, agrhh!"
Sudah terlarut malam, pasukan gold tersebut kini kembali ke istana tanpa membawa gadis yang sebagai target oleh Raja Gold.
Tampak raut wajah mereka kini frustasi dan gusar dari cukup lama nya mereka menyusuri keberadaan gadis itu hingga sampai di istana perak.
"Duh gimana ini? Apakah Raja Gold akan menghabisi kita? sedangkan kita sudah berusaha tenaga mencari keberadaan gadis itu tetapi tidak ada di istana nya!"
"Ya mau gimana lagi kita siap tak siap kita harus beritahu oleh sang raja! "
Akhir nya mereka melanjut melangkah menghampiri sang Raja yang tengah mondar-mandir di singgasana nya.
Ketika pasukan gold itu datang tampak lirikan Fang kini mendatar dan pastinya gagal untuk kali ini.
"Ma-maaf yang mulia, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi tidak ada keberadaan putri And chu xia di istana nya maupun di sekitar sini, Raja!" ucap Chen Fauzan, sembari menunduk sekilas.
Tampak raut Fang kini meng pasrah dan tak ada guna nya juga jika memarahi mereka saat ini.
"Sudahlah kalian boleh beristirahat!"
seluruh prajuritnya patuh dan menurut dengan perintah sangat raja nya, namun tidak dengan seorang panglima itu alias Chen Farzan tampak ia masih berdiri disana seorang diri.
"Kenapa kamu tidak bubar?"
"Emm... maaf yang mulia, saya sedikit curiga di balik gadis itu mengapa bisa lolos dari sini, sedangkan prajurit-prajurit yang menjaga istana ini sudah diperketat semaksimal mungkin" ucap Chen Farzan.
"Apa yang membuat kau curiga, katakan!" ucap Fang cukup tegas.
"Kucing milik si gadis itu, yang mulia!" ucap Chen Farzan tanpa ragu.
Sontak Fang Handrick mengernyitkan dahinya setelah mendengar perkataan si panglima.
•••
Di sisi lain Chu xia tampak syok setelah melihat dari cermin ajaib itu bahwa keadaan istana Gold telah babak belur yang terjadi nya peperangan dari prajurit nya sendiri dan tampak syok nya lagi raja Fang lancang menghabisi salah prajurit nya dan hampir dengan sang paman nya yang kini celaka oleh ulah Raja itu.
"Ya ampun, paman... ternyata dia masih ingin menyelamatkan ku, aku semakin tak tega dengan beliau"
sementara Xiuzhen alias seorang peri itu berjalan dari belakang punggung Chu xia yang tengah mengamati di cermin ajaib itu.
__ADS_1
"Chu xia ... " gadis itu pun menoleh ke sang peri,
"Jika kamu ingin kembali ke tempat asal, ada satu syarat agar kamu bisa menguasai diri kamu dan terlindungi dari orang jahat seperti mereka" ucap Xiuzhen.
"Apa itu peri?" heran Chu xia.
"Simple saja, kau harus berlatih dengan kekuatan baru milik bangsa langit ini, setelah kamu sudah menguasai nya kamu bisa bebas dan bisa mengalahkan orang yang berbuat licik serta jahat yang mengincari kamu itu"
Chu xia kini terdiam dan bingung bagaimana bisa berlatih kekuatan yang ada di langit ini.
"Kamu tenang saja, nanti akan aku arah kan kamu dengan kekuatan ku ini" ucap Xiuzhen sekilas tersenyum.
Sementara pungki alias milik kesayangan Chu xia itu berduduk jongkok tengah mengamati mereka.
...•...
...•...
...•...
1 minggu kemudian...
Keadaan Weiheng kini membaik walau lukanya kini masih membekas di tubuh nya itu.
Dan terlintas di pikiran nya di saat detik-detik Fang ingin menghabisi dirinya.
"Maaf Raja Fang, ada sesuatu yang harus disampaikan kepada anda, yang mulia!" ucap Chen Farzan.
"Apa? katakan!"
"Sebelumnya maaf kecerobohan saya yang mulia, putri An chu Xia tidak ada di dalam kamar anda!"
Tampak Weiheng masih melamun dan heran mengapa putri nya bisa kabur di istana itu yang cukup luas dan banyak penjaga di sekeliling kerajaan itu.
"Kenapa Chu xia bisa lari dari istana itu? lantas mengapa dia tidak datang ke Istana ini, sebenarnya dia dimana sekarang?" batin Weiheng yang kini pikiran nya penuh tanda tanya di benak nya.
"Aku gak bisa begini terus, biar gimanapun juga Chu xia berhak menguasai istana nya dari hak warisan dari orang tua nya, tapi Chu xia dimana dia sekarang? Chu xia... kamu dimana sekarang nak? "
Tampak Weiheng frustasi dan mengusap wajah nya gusar, beliau pun mencoba merileks pikiran nya. sembari menatap ke langit yang tampak bertaburan bintang-bintang yang ada di sana, kebetulan beliau sedang berada di atas balkon.
•••
__ADS_1
Keesokan harinya, Chu xia dimintai oleh Xiuzhen untuk melatih diri gadis itu yang belum ada apa nya memiliki kekuatan sama sekali.
Tampak Peri itu nyusul dan kini mereka berada di dasar langit setelah melewati langit ke langit.
"Kamu siap Chu xia?"
"Aku siap peri"
"Loh kok panggil peri lagi? kan sudah aku bilang panggil biasa aja, kan kita juga sebaya" ucap Xiuzhen tersenyum.
"Eeh... tapi aku belum terbiasa"
"Gak apa, panggil nama aja"
"Baiklah, Xiu"
Di saat Xiuzhen ingin mengeluarkan kekuatan milik nya, namun tiba-tiba terdengar suara berat di kuping nya sontak ia terhenti seketika.
"Xiuzhen!"
Reflek Xiuzhen dan Chu xia kaget dan mengarahkan pandangan nya ke sumber suara.
"Kakak?" heran serta kaget melihat kaka nya muncul di sana.
"Ada apa ini? dan siapa wanita itu? mengapa ada makhluk asing disini?" ucap pria itu yang menggunakan pakaian jubah putih berkarisma yang tak kalah dengan penampilan di istana kerajaan di bumi.
"Eh... maaf kak, aku ada urusan dengan wanita ini jadi aku harus melatih dia dengan kekuatan ku ini"
Sontak Kakak nya tampak tak setuju dengan keputusan adik nya itu.
"Apa maksud mu Xiuzhen? dan mengapa kamu tidak bilang ke kakak terlebih dahulu jika ada wanita itu datang kesini, apa kau lupa dengan peraturan di sini?? " ucap pria itu cukup tegas.
Tampak Chu xia ketar-ketir ketika pria itu tak suka jika dirinya berada di sini.
dan ia bingung bagaimana menjawabnya di hadapan pria itu.
"Ee... ma-maaf tuan, saya awalnya tidak tahu mengapa saya bisa disini namun setelah penjelasan dari peri Xiu saya jadi paham"
Lirikan mata pria itu merosot tajam ke arah Chu xia, sontak Chu xia semakin ketakutan dan merunduk.
"Kak? sudah lah, dia ada hubungannya kok sama kita, kakak tahu kan hewan itu?" ucap Xiuzhen.
__ADS_1
Tanpa pria itu menyadari, ia pun menoleh ke hewan yang dekat dengan Chu xia. hal itu membuat ekspresi wajah pria itu mengkerut dan sedikit mengganjal dengan gadis asing itu.
"Mengapa bisa dia berada dengan wanita itu?" batin nya.