Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 34 ]


__ADS_3

Yiu Shang mengeluarkan jurus miliknya dan memancing sosok itu keluar dari mantra nya. ia reflek duduk melipat kedua kakinya lalu kedua tangan nya meletakkan di paha masing-masing. setelah itu matanya pun terpejam.


Ssssssssslash...


Hup.


Satu genggaman nya di tangan kanan milik gadis itu berhasil menangkap sebuah anak panahan nya dan sontak kedua mata terbuka dan celingak-celinguk ke sekitarnya.


"Aneh, siapa sosok itu? mengapa tidak ada wujud nya muncul"


Tepat di hadapan gadis itu, sosok wujud berupa sosok makhluk aneh entah berasal darimana, ia muncul dengan tatapan dingin dan datar.


Dengan secara tiba-tiba, Yiu Shang dikagetkan dengan bentuk rupa itu dan sudah muncul di hadapan nya, sontak Yiu Shang terperangah dan berdiri dari duduk nya.


"Siapa kau?"


"Kau tak perlu siapa aku, aku yakin pasti kau bukan manusia biasa kan?"


"Mengapa kau mengira begitu? memangnya urusan mu apa?"


"Tentu saja, aku bukan manusia tapi aku tahu kau juga bukan manusia biasa"


"Terus, mau mu apa!? jadi yang meneror benda tadi itu kau?"


"Tidak, itu memang sebuah alat spritual tertentu yang bisa menyerang kapanpun itu, aku hanya orang pendatang disini"


"Hah? terus tujuan mu apa?" heran Yiu Shang.


"Tentu saja ingin menyingkirkan makhluk pengganggu seperti mu harus lenyap di sini, untuk apa kau berkembang biak di bumi manusia jika kau bisa hidup di dunia mu sendiri!"


"Kau tak perlu tahu urusan ku, nyonya!" ucap Yiu Shang.


"Sebelum aku pergi dari sini, kau harus musnah di tangan ku" titah si makhluk aneh.


"Baik, jika ini pilihan mu"


Ya kedua makhluk itu bersiap siaga untuk menyerang satu sama lain, sedangkan pungki memerhatikan mereka dari berjarak jauh dari situ.


...


Benar firasat Chen Farzan dengan hal itu, akan tetapi ia tak sengaja melihat sang raja nya bersama panglima lainnya muncul entah darimana.


Sementara itu, Raja Fang cukup lega melihat sang panglima nya telah sampai di depan gerbang.


"Salam hormat yang mulia" menunduk sekilas.

__ADS_1


"Ya, prajurit lainnya dimana?" ucap raja Fang.


"Baru saja masuk ke dalam istana untuk mengantarkan daun sirih dengan anda yang mulai, tetapi saya heran mengapa yang mulia muncul dari luar istana, ada apa tadi yang mulia?" heran Chen Farzan.


"Aku sudah menunggu mu terlalu lama, aku khawatir jika kalian terjadi sesuatu di dalam hutan, maka dari itu aku dan lainnya menyusul dan tidak menemui kalian di sana" ucap nya datar.


Reflek Chen Farzan menunduk lutut dihadapan sang raja nya dengan perasaan rasa bersalah akibat tadi membuat dirinya tertunda balik dengan tepat waktu.


"Ampuni saya yang mulia, tadi ada beberapa kendala terjadi di salah satu prajurit kami, makanya kita telat untuk sampai kesini" ucap Chen Farzan menunduk.


"Apa!? Apa yang terjadi dengan prajurit kita?" ucap raja Fang cukup kaget.


"Tadi ada seseorang berani menyusup kita dengan anak panahan itu yang mulia, dia mengira bahwa kita sengaja menjelajahi wilayah nya, dan setelah kami menjelaskan apa adanya lalu dia juga memaafkan kami"


"Hufft... Ya sudah, kita masuk saja, di sini cukup terik berdiri berlama-lama" perintah nya.


"Baik yang mulia"


Weiheng masih mengumpat di balik lemari sekian lamanya berbincang dengan putri nya. ya karna sang prajurit itu tiba-tiba datang dan mengetuk pintu itu sehingga Weiheng terpaksa bersembunyi di balik lemari. untung saja bukan si raja Fang.


"Ini daun sirih nya nyonya, maaf kami terlalu lama balik dari hutan"


"Ya, tak mengapa, tapi kenapa lama sekali?" tanya An Chu Xia.


"Eee... tadi ada beberapa kendala yang harus telat balik kesini, nyonya" ucap nya.


Setelah prajurit itu pergi, An Chu Xia sedikit lega hal itu, ia menutup pintu itu kembali dan tak lupa untuk di kunci.


"Paman, sebaiknya kau segeralah pergi dari sini! aku takut jika sang raja datang kembali"


"Ya Chu Xia, aku akan segera keluar" ucapnya.


Setelah situasi itu cukup aman, Weiheng kembali dengan wujud penyamaran nya dan segera menuju ke luar istana untuk melanjutkan pekerjaannya.


Tapi naas nya, ketika hendak berada di ambang pintu pemula besar itu, Hongli alias Weiheng berpapasan dengan sang raja dan juga panglima di hadapan nya, ya Hongli pun berpanas dingin ada rasa takut akan dicurigai dari sang raja ataupun si panglima itu.


"Kau? apa yang kau lakukan di dalam sana" ucap Chen Farzan.


"Eee... maaf Panglima, tadi saya di suruh sama pelayan untuk membantu sesuatu di dalam"


Namun panglima serta raja Fang tak masuk akal dengan alasan nya, dengan itu panglima tetap berpaksa mengaku dengan pria itu, akan tetapi raja Fang menyudahi perdebatan itu.


"Sudah lah Chen, mungkin saja dia benar, aku tak ingin ada keributan di sini" ucap raja Fang melirik Hongli dengan tatapan janggal.


"Ee, maaf yang mulia" ucap Chen Farzan.

__ADS_1




Senja pun telah tiba, kini saatnya Hongli ingin berpamit terlebih dahulu karna beliau tak ingin berlalu lama meninggalkan istana nya seharian, apalagi saat ini Erlina masih berada di dalam istana itu.


Ia berpamit terlebih dahulu bersama raja Fang dan juga istrinya di sebuah taman. ya kebetulan mereka sedang bersantai sore di halaman tanaman itu yang telah disediakan kursi panjang disana.


"Ee... maaf yang mulia, hamba ingin pulang cepat untuk hari ini"


"Hm? tumben? biasanya kau paling lama disini" ujar raja Fang.


"Eee.. ada hal yang harus hamba kerjakan di rumah yang mulia, jadi apa boleh saya izinin lebih awal?" ucap Hongli.


Raja Fang sempat terdiam sambil memerhatikan tubuh pria itu dengan seksama yang tampaknya beliau merasa janggal dengan keterampilan Hongli saat ini. sementara An Chu Xia sedikit khawatir melihat raja nya begitu sinis ke arah paman nya.


"Ee.. yang mulia mengapa kau merespon nya lambat? kau tidak mengizinkan lebih awal?" ucap An Chu Xia.


"Tidak sayang, aku hanya ingin memerhatikan dia saja" ucap raja Fang memperat pelukan dari samping.


"Ya sudah izinkan lah beliau untuk pulang lebih awal" ucap An Chu Xia.


"Ya pulang lah, sudah selesai kan pekerjaan mu itu?" tanya nya.


"Sudah yang mulia, tenang saja" ucap Hongli.


...


Nyonya Erlina tengah meraut kesal setelah memegang sebuah buku panduan dari kerajaan perak kuno yang telah diberikan dan juga diamanahkan oleh sang panglima itu agar dirinya bisa menguasai jurus di dalam buku tebal itu.


"Haiss, dia ingin mempermainkan saya apa gimana sih, kenapa aku harus memahami buku setebal ini, AGRHH... aku cepat-cepat ingin jadi ratu disini sesuai mindset ku di istana sana, bukan harus begini" gemerutu kesal.


Nyonya Erlina tengah mondar-mandir sembari memegang sebuah buku tebal itu di tangan nya, tepat di sebuah ruangan yang ia inap. lalu tak lama kemudian muncul lah Jackson setelah di ketuk pintu itu dan diperbolehkan masuk dengan nyonya Erlina.


"Er, kau kenapa begitu gelisah?"


"Bagaimana aku tidak gelisah? si pahlawan lemah itu menantang ku untuk memahami konsep-konsep raja ratu di sini, aku kan hanya bisa mengusai mandarin beberapa kata" ketus Erlina.


Jackson tersenyum tipis lalu segera menghampiri ke nyonya itu.


"Kau tak perlu payah membaca dan memahami isi buku itu, ratu!"


"Hah, maksud kau apa? ada ide lain?" ucap Erlina sedikit menganga.


"Ya, saya punya ide. tapi kau lanjut baca dulu hampir bawah tuh, kan tanggung" tersenyum tipis.

__ADS_1


"Hais... kau tahu saja"


__ADS_2