Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 3 ]


__ADS_3

2 jam kemudian...


Cklek...


terdengarlah suara buka pintu itu reflek Chu Xia menoleh ke sumber itu.


Tampaklah seorang pria tua yang berpakaian kharisma dan tampak elegent, dengan mengukir senyuman nya ketika melihat sosok gadis itu terduduk di tepi ranjang.


Sontak Chu Xia merasa tak senang dan kusam melihat sosok pria tua itu muncul dan mendekati nya.


"Gimana hari mu, manis? Nyaman kan di sini?" ucap Raja Fang itu, lalu duduk berdekatan di samping Chu Xia, sementara Chua Xia reflek menggeser tubuh nya agar berjauh jarak dengan nya, gimana pun juga Chu Xia merasa janggal dengan orang lebih tua darinya yang bertingkah aneh apalagi bisa dikatakan sepangkatan dengan seorang Ayah.


"Jangan berani dekat-dekat saya! Saya ga sudi dengan anda tuan Fang!" tubuh Chu Xia sedikit Tremor, apalagi berdekatan dengan seorang raja di istana gold itu.


Tampak raja Fang hanya tersenyum renyah dan gemas melihat tingkah ketakutan dari si gadis itu. Niat raja sekarang ini tidak lah untuk melakukan di luar naluri nya, ia hanya memastikan dan menyampaikan sesuatu oleh si gadis yang beliau mulai menaruh rasa kepadanya.


"Tenanglah wahai gadis ku, aku tidak ada sedikitpun berniat buruk atau melampaui batas sebelum kita halal menjadi satu, aku datang kesini ingin menyampaikan sesuatu kepada mu, bahwa 1 Minggu lagi akan aku adakan pesta pernikahan kita, maka dari itu, mulai sekarang bersiap-siap lah sikap mental kamu menjadi istri saya sekalipun jadi ratu di istana gold ini" tutur kata dari sang raja Fang dengan sedikit serius, namun Chu Xia sedikit kaget apa yang dikatakan oleh raja itu.


"Apa? Menikah? Kenapa anda memilih saya tuan!? umur saya jauh lebih dari anda! Jika anda ingin menikah, cari saja usia seumur anda atau janda sekalian!"


"Ada alasan mengapa saya ingin menikah dengan perempuan di usia muda seperti kamu, Chu Xia! Karna... saya ingin memperbaiki keturunan Handrick dan juga di hari kelak nanti jika aku tiada, maka kamu dan anak kita lah yang nantinya sebagai penerus memegang kekuasaan ku ini" ucap raja Fang sembari menatap tulus serta sedikit menggoda dengan tatapan ke mata Chu Xia, dengan itu Chu Xia segera membuang muka ia merasa geli tercampur hati nya sangat kesal mengapa ada orang seperti raja tua itu berselera tinggi untuk mendapati keturunannya.


Seekor kucing imut dan lucu itu berhenti berlari di luar istana, tak lain ialah pungki tampak hewan itu ada sedikit janggal dengan ketingkahlaku nya, mungkin seekor kucing itu merasa kehilangan dari majikannya.


Namun tiba-tiba cahaya putih berbentuk cincin itu muncul di hadapan pungki, tampak cahaya portal itu menunjuki keberadaan si majikan nya, namun terlihat lah seorang gadis cantik dan juga pria tua disana tengah berdua di ruangan itu.

__ADS_1


Pungki merasa sangat kenal dengan majikan nya itu ia pun segera berlari sesuai arah bayangan portal itu.


Sementara, Weiheng berusaha mencari cara bagaimana meloloskan keponakan nya dari tangan raja Fang itu.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa biarkan berlama-lama keponakan ku di tangan nya, yang ada dia semakin kelewatan dengan putriku... Hayolah Weiheng muncul lah ide mu!"


Tampak seorang tuan itu berjalan mondar-mandir seperti gelisah, salah prajurit itu pun menghampiri nya.


"Tuan, apa yang membuat mu gelisah? Apakah soal putri tuan? Apakah tuan butuh bantuan?" ucap Qing.


"Ee.. aku sedang pusing sekarang, bagaimana caranya bisa lolos putri ku di tangan mereka, aku sangat tolol sekarang karna tidak bisa menjaga putri ku dengan baik"


"Tuan, jangan berkata seperti itu... Aku dan prajurit lainnya akan berusaha menyelamatkan putri An Chu Xia, namun kami juga berusaha mencari kekuatan lebih kuat lagi karna jika dibandingkan dengan pasukan kerajaan Gold mereka tiada tanding dengan kami, tuan..."


"Hmm... Baiklah, semangat lah kalian untuk bisa menyelamatkan putri saya!" ucap Weiheng pelan, ia merasa frustasi di saat ini.


Setelah Fang Handrick menyelesaikan perbincangan dengan gadis itu, beliau pun beranjak dan segera pergi ke tempat istirahatnya, apalagi Fang merasa tidak kuat berlama-lama dengan gadis itu karna ia sudah berhasil membuat terpicut dan juga membuat nya tergoda.


Chu Xia merasa frustasi sekarang, ia ingin mencoba kabur di istana itu, tapi apa mungkin seluruh istana itu di perjaga ketat oleh prajurit nya, ia semakin sulit dan hilang akal apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Aku tidak mau menikah dengan nya Ya Tuhan... Kenapa nasip ku tersendat seperti ini? Aku ingin mencintai pria yang layak aku nikahi dan bagaimana nasip istana ku sekarang, paman... apakah kau tidak bisa menyelamatkan aku disini, aku tidak mau di sini..." batin Chu Xia, ia merengek dan begejolak di dalam hati nya, ia kini mencoba menahan rasa tangis nya namun hal itu tak bisa di hindari lagi dan tampak ia bersedih mendalam dengan kondisi nya sekarang. Ia tampak pasrah dan merenungi nasipnya sambil berfikir, apakah ini takdir yang diberikan oleh Tuhan untuk seorang An Chu Xia?


...•••...


Ketika bayangan portal itu terdeteksi di istana gold, Pungki mendadak berhenti dan melihat istana kerajaan itu dipenuhi oleh orang-orang alias penjaga, pungki merasa yakin betul jika majikannya dibawakan ke tempat itu.

__ADS_1


Perlahan-lahan, pungki berjalan biasa seperti kucing pada umumnya dan mencoba berjalan dan menerobos begitu saja, namun hal itu tak dibodohi oleh si penjaga itu, mereka tampak antusias ketika melihat hewan datang menghampiri ke istana ini.


"Wah ada kucing bro, kok tumben ya ada hewan datang kesini? biasanya kagak ada" ujar salah satu prajurit itu.


"Ya sudah tinggal di usir aja!"


Di saat kucing itu hendak melampaui mereka, namun dengan cepat salah satunya mereka menangkap si kucing itu dan berjalan menjauhi di istana, namun kucing itu tampak marah dan garang seketika.


"Hgggrhh, meoouuunggg!!"


Dengan sekilat, kucing itu mengcakar wajah si prajurit itu, dan meninggalkan bekas cakaran nya yang sangat perih dan tajam seperti cakaran harimau.


"Aaauuugrhhh!" ringis kesakitan, sontak prajurit itu lengah dan merenggangkan tangan nya, dan semudah itu pungki alias kucing itu loncat dan kabur di tangan nya.


Sontak prajurit di sana menyusul dan menghampiri nya ketika mendengar ringisan dari teman nya itu.


"Kamu kenapa? Ada apa tadi??" ucapnya.


"Ah kucing sialan! Dia nyakar aku ni!"


"Astaga, Sampai berbekas gitu, mari obati cepat!"


mereka pun melupakan kucing itu, bahkan tidak ada yang tau siapapun bahwa kucing itu bukan kucing biasa, sementara pungki mengintai dan ada tujuan bermaksud mendatangi ke istana itu.


Pungki pun mencari jalan lain agar lebih pas untuk masuk sembari melihat suasana di sana.

__ADS_1


__ADS_2