Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 4 ]


__ADS_3

ikan kecap ada lilin


Kamu cakep tapi ngeselin


____________________________________





Di saat Fang Handrick menuju ke kamarnya, tak sengaja beliau melihat beberapa prajurit tampak risau serta berjalan cepat menuju ke ruangan pengobatan, hal itu membuat penasaran oleh Fang, maka ia mengurung niat terlebih dahulu masuk ke kamarnya dan pergi ke tempat mereka tujui.


Setelah berada di ruangan pengobatan, Fang sedikit terkejut ketika melihat salah satu prajuritnya mengalami luka di wajah nya yang cukup mengganaskan.


"Apa yang terjadi? Mengapa dia sampai terluka seperti itu!?" ucap Fang sedikit tegas.


"Ee... Begini yang mulia, tadi ada hewan seekor kucing datang entah darimana namun kami ingin menghalaunya dan membawa pergi ke tempat ini, tetapi malah kucing itu menyakar wajahnya, yang mulia!"


"Apa? Kucing? Bagaimana bisa hewan itu datang ke istana ini?"


"Entahlah raja... Kami juga heran"


"Ya sudah, lanjut lah!"


Lalu Fang pergi dari situ dengan penasaran yang muncul di pikiran nya, beliau tampak memikirkan sesuatu setelah melihat salah satu prajurit nya itu.


"Aneh, mengapa firasat ku ada yang tak beres, walaupun kucing itu entah kucing biasa tetapi aku merasa ada yang janggal dengan hewan itu, tapi sudahlah hanya seekor hewan..." batin nya.


Di sisi lain, Chu Xia tampak bosan sedari tadi di dalam kamar itu, ia pun mencari suasana yang membuat nya tidak bosan ataupun melarut kesedihan.


Chu Xia beranjak dari ranjang kemudian berjalan menuju ke jendela yang amat luas sehingga terlihat jelas pemandangan yang ada di luar sana. Ia sedikit menduduki di tepi jendela dan menopang salah satu dagu nya seperti memikirkan sesuatu.


"Kalau aku pura-pura ambil hati nya si raja itu, apa mungkin dengan cara itu aku bisa memanfaatin nya?"

__ADS_1


Chu Xia tengah asik memandang ke arah sana, tanpa ia sadari di luar jendela tersebut tampak lah seekor kucing telah berhasil menemui si majikan nya.


"Meoounggg ...!"


Sontak Chu Xia kaget dan melirik ke sumber suara itu ia sangat mengenali suara khas itu. Lalu Chu Xia berhasil menemukan sosok itu dan ternyata benar ialah kucing kesayangan nya yang berada di luar jendela, Chu Xia reflek membelalakkan matanya dan tak menyangka bahwa seekor kucing bisa tahu keberadaan si majikan nya.


"Pungki!??" antusitas Chu Xia, ia tampak membinar dan senang akhirnya kucing kesayangan nya itu bisa menemukan keberadaan nya.


"Meoouuungg!"


"Ya ampun! Kamu kok bisa tau aku disini? Pungki! Ayo bantu aku, kamu pasti bisa!"


Tampak gerak gerik kucing itu seperti berusaha memanjat dan mendekati si majikan nya.


Chu Xia pun berusaha menanggalkan paut kuncian itu yang melekat di jendela, dan alhasil pungki telah meloncat dan kini ada dipelukan Chu Xia.


"Pungki... Aku senang sekali kamu bisa di sini, kamu sangat tajam banget keberadaan aku ini"


Tetapi hal itu membuyarkan momen mereka, karna tiba-tiba seseorang mengetuk pintu itu dan membukanya.


Chu Xia kaget dan bingung harus disembunyikan hewan nya apa tidak, namun hal itu sudah terlanjur dan muncul sosok panglima itu tak lain ialah chen Farzan dan menatap heran ke gadis sana yang sedang menggendong hewan di pelukan nya.


"putri Chu Xia... Darimana kamu dapat hewan itu?" heran Chen Farzan.


Chu Xia terdiam kaku, ia tak tau harus jawab apa dan akhirnya ia pun menjawab seadanya.


"Ee ... A-aku dapat kucing ini di luar sana, jadi dia tidak sengaja masuk lewat jendela" ucap nya sedikit berkeringatan.


"Dengar ya Chu Xia! Sang raja tidak pernah memelihara hewan dan apalagi datang ke istana ini! Jika sang raja tau hewan itu berada di sini beliau tak segan-segan ingin membunuh nya" titahnya.


Sontak Chu Xia kaget dan syok apa yang dikatakan panglima itu barusan, ia pun semakin gemetar kaku dan bimbang jika hewan milik nya dibiarkan pergi di istana ini.


"Biar aku yang urus hewan ini, sekarang serahkan lah hewan itu kepada ku!" ucap Chen Farzan.


"Ee... Tidak! Biar aku saja memelihara nya, aku sangat menyayangi nya, tolong jangan halangi hewan ini!"

__ADS_1


"Itu membuat mu kerepotan, Chu Xia, dan sebentar lagi kamu akan menjadi istri dan juga ratu di sini, dan tidak ada lagi urusan memelihara hewan karna kamu akan fokus pada jabatan di sini!"


Chu Xia menggeleng kepalanya sembari tertawa tersenyum pelan, ia tetap kukuh untuk tidak membawa kucing itu di tangan si panglima itu, karna Chu Xia sangat berarti bersama hewan nya dipelukannya.


"Aku mohon aku tidak merasa kerepotan, bagiku dia lah teman sebagian hidup di saat aku kesepian! Tolong jangan anda memaksa ku, Chen Farzan!" tegas Chu Xia.


Hal itu membuat sang raja datang dengan perasaan kesal dan menghampiri di kamar Chu Xia, beliau sangat penasaran namun terganggu dan bising ketika ada keributan di ruangan itu.


Sesampainya di kamar itu, Fang muncul dengan ekspresi datar membuat suasana itu menegangkan.


Panglima serta Chu Xia mendadak terdiam dan merasa tremor melihat kedatangan Raja Fang.


Raja Fang mengamati secara diam sambil berjalan pelan sembari kedua tangan nya mengunci di belakang punggung, beliau pun paham dengan hal itu ketika mengalihkan pandangannya ke hewan yang di gendong oleh Chu Xia.


"Siapa yang menyuruh mu bawa hewan itu ke sini Chu Xia?" tanya Fang, datar.


"Ee.. aa aku tidak sengaja melihat hewan ini di luar jendela... jadi kucing ini ingin masuk"


"Jawaban sedikit meragukan!"


"Aku beri kesempatan untuk mu Chu Xia, serahkan kucing itu ke panglima jika tidak aku tidak segan-segan membunuh nya di depan mata kamu sendiri!" tegas Fang.


Chu Xia merasa sedih dan berjalan pelan lalu tunduk di hadapan Raja Fang, tampak Chu Xia memohon serta memelas di tampakkan sang raja.


"Aku mohon raja... aku butuh teman seperti hewan, hanya dia yang membuat aku tidak kesepian, aku janji aku akan menuruti keinginan mu" ucap Chu Xia dengan lantang, seketika ia merasa janggal dengan kata-kata nya itu, ya ia pun terceplos dengan kata terakhir nya hal yang sedikit tersadar dan membuat nya merasa tegang.


Sang raja pun tersenyum menyeringai, lalu beliau pun mengangkat pundak Chu Xia agar tidak menunduk kepadanya.


"Apakah ucapan mu permanen barusan? Jika iya aku akan memperbolehkan kamu merawat hewan itu, sayang" ujar nya.


Chu Xia kini merasa ceroboh apa yang ia katakan barusan namun kali ini sudah mulai pasrah dan asal hewan kesayangan nya itu tetap berada di sisinya.


"Nanti malam bersiap-siap lah makan malam berdua, dan gunakan gaun yang cocok nantinya" ucap nya berbisik di telinga Chu Xia, hal itu membuat Chu Xia bergemetaran dan semakin tak karuan ketika wajah pria itu mendekati dirinya, Walau demikian benih-benih kulit sang raja itu masih awet dan sekilas masih ada wajah ketampanan nya itu.


"sepertinya...apa mungkin hewan ini yang di maksud anak buah ku tadi? hmm... Cepat atau lambat, hewan ini akan aku singkirkan dia di istana ini" batin Fang sembari menatap hewan itu yang di peluk di tubuh Chu Xia.

__ADS_1


__ADS_2