
Raja Fang dan isteri kecil nya, serta pengawal lainnya sudah berada di permukaan teh, tentu saja udara sana cukup adem dan suasana dingin sekaligus berharuman teh.
"Bagaimana, bagus kan untuk refreshing kita disini?" ucap raja Fang.
An Chu Xia pun mengangguk, "Tentu saja suamiku, aku sangat suka dengan pemandangan disini" ujar An Chu Xia.
Sementara kang kebun itu sangat senang dengan kedatangan raja serta pengawal lainnya. seketika orang-orang bekerja itu berhenti sejenak dan menghampiri serta menyambuti sang raja dengan hormat.
"Senang kedatangan anda yang mulia, maaf kami tadi tidak tau jika anda sudah dimari" ucap Huong, pekerja kebun.
"Tidak apa itu, terimakasih sudah menyambuti aku dan lainnya"
"Kau lanjuti lah pekerjaan mu, aku dan isteri ku ingin berjalan santai sambil mengamati kinerja kalian disini" sambung, raja Fang.
"Baik yang mulia, silahkan" balas nya.
•
•
•
Detik ini Weiheng sudah resmi menjadi asisten perkebunan di halaman istana itu, beliau berpura-pura bekerja keras agar orang-orang sana tidak mencurigai dirinya, sembari membersihkan rumput yang ada di pot bunga tersebut.
Sesekali pandangan nya melihat sana sini untuk memantau sekaligus memastikan keberadaan wanita itu bersama raja tersebut.
"Duh, sudah setengah jam aku berdiri disini, tetapi kenapa aku tidak melihat istrinya raja itu? dimana dia ya?" gumam Weiheng heran.
Kini beliau pun mencoba bergerak membersihkan pot bunga yang berjejeran di dekat teras besar lantai istana, tampak gerak gerik nya tak henti untuk mengintip ke dalam sana.
"Seperti nya, apa mereka lagi ada urusan di luar?"
Saking fokus nya Weiheng mengamati di depan, tiba-tiba salah pundak nya di sentuh dari seseorang.
pukk...
"Hongli, mengapa kau tampak serius begitu? ada sesuatu di sana?" ucap Choi, salah satu penguli kebun, memegang pundak Hongli alias Weiheng.
"Eh... tidak, aku hanya memastikan saja dan heran mengapa raja serta ratu tidak kelihatan ya?" heran Hongli alias Weiheng.
__ADS_1
"Oh, mereka baru saja berangkat ke permukiman kebun teh bersama isteri nya dan juga pengawal lainnya" ujar Choi.
"Ooh begitu.."
•••
Xiuzhen sudah kembali pulih setelah pengobatan yang di obati oleh kakaknya itu, ia pun kembali bangkit dan memastikan lagi lewat cermin ajaib nya untuk menyelidiki gadis itu serta raja gold.
Slrrrppp.... (Kekuatan peri)
Namun untuk saat ini, bayangan yang ada di bumi tidak dapat terkoneksi dari cermin ajaib nya.
"Ada apa ini, kenapa tidak bisa mendeteksi dari kekuatan ku?" heran Xiuzhen.
"Karna itu, aku lah menghalangi sinyal bumi dengan langit, Xiu" usul Haocun, tiba-tiba datang begitu saja, sontak Xiuzhen kaget dan heran mengapa kakaknya segitu terhalangi rencananya untuk membantu gadis tersebut.
"Apa? apa maksud mu, kakak? kenapa kau selalu saja menghalangi ku untuk membantu gadis yang terjerat dengan raja jahat? apakah kau tidak ingin membantu nya?" heran Xiuzhen berbalik arah memandangi sang kakak nya.
"Kau tidak mengerti apa maksud ku kemarin? hm? Tak usah berurusan lagi dengan gadis bumi, aku tak ingin kekuatan jejak mu jatuh di atas bumi, kau tau kan apa akibatnya?" ucap Haocun sedikit lantang.
Hal itu Xiuzhen menghela nafas kasar lalu mengalihkan pandangan darinya lalu menatap kembali.
"Cukup Xiuzhen! mengapa kau membahas perkara hewan itu di hadapan ku? Tidak ada lagi urusan ku dengan hewan si gadis itu!" emosi Haocun.
Lalu Haocun tak ingin lagi berdebat oleh sang adiknya, ia pun segera pergi dan hilang sekejap.
"Huh... dasar egois" cibir Xiuzhen serta kesal.
Di sisi lain, Pungki kembali lagi di istana perak tempat tinggal nya yang cukup lama ditinggal sejak kejadian oleh majikannya saat ini.
Terlihat penjaga istana perak tersebut heran tiba-tiba ada hewan muncul dan tak asing lagi baginya.
"Wah, kucing itu... bukan kah itu milik putri An Chu Xia!?" seru Cio.
"Eh iya benar, Ayo mari kita tangkap hewan itu"
Sang prajurit turut senang melihat hewan itu kembali muncul, mereka sampai mengira bahwa hewan tersebut sudah punah.
Tengah asik mengelus serta mengendong di tangan prajurit itu, Zhenglie tiba-tiba datang dan melihat mereka tengah asik bermain hewan itu tak lain ialah seekor kucing.
__ADS_1
"Wah, imut sekali hewan itu, kira-kira mereka dapat kucing darimana ya" gumam Zhenglie dengan wajah heran.
Ia pun memutuskan untuk menghampiri para prajurit itu.
"Wah, kucing siapa? kok bisa ada di sini?" ucap Zhenglie.
"Eh, Raden, ini kita baru saja jumpa lagi dengan hewan milik kesayangan putri perak, kami juga kaget mengapa bisa hewan ini kembali lagi, kami kira dia sudah hilang" ujar Cio.
"Milik putri? jadi, sebelum nya hewan ini juga hilang?" ucap nya mengernyitkan dahinya.
"Betul Raden, oh ya Raden ke sini ingin menemui tuan Weiheng ya?" ucap Cio.
"Nah betul sekali, kebetulan tuan kalian ada kan di dalam?" tanya Zhenglie.
"Wah kalau itu sih tadi pagi, tuan sudah berangkat sama kusir kuda Den! katanya sih ada urusan penting" ujar nya.
"Hah? lebih jelas lagi, kira-kira kalian tau gak tuan pergi tujuan kemana?"
"Kalau dengar-dengar, mau ngunjungi ke kerajaan Gold, tapi sebelum nya tuan memakai penampilan biasa den, seperti nya Tuan sedang menyamar gitu" jelas Cio.
Zhenglie cukup heran dan berpikir, ada rencana apa dengan tuan Weiheng sehingga menyamarkan ke kerajaan itu.
"Tuan Weiheng ngapain ya ke sana? apa beliau ingin menyelidiki putri di sana?" gumam Zhenglie.
ia pun akhirnya berpamit ke prajurit itu dan mengusulkan diri ke kerajaan itu.
...
Sudah hampir sore dan kini matahari sudah berada di selebah barat, Cukup senang bagi An Chu Xia ia pun hingga lupa dengan tujuan dirinya yang sebenarnya.
Raja Fang memutuskan untuk balik lagi ke kerajaan, karna hari sudah mulai petang.
"Sayang udah kan refreshing nya? ini sudah beranjak sore, kira harus balik ke istana" usul raja Fang, sembari mengelus pucuk rambut istrinya.
"Apakah kita tidak mengambil pucuk teh di sini, suami ku? aku ingin merasakan serbuk teh yang ada disini" antusias An Chu Xia.
"Hahaha, kamu berselera juga mengonsumsi teh di sini? tenang, sudah aku atur dengan pengawal ku biarkan mereka bekerja dan mengambil teh pucuk kepada kita" senyum renyah di bibir nya.
"Kapan aku bisa balik ke istana tercinta ku? dan bagaimana aku bisa lolos dari tangan raja sialan ini" batin An Chu Xia dengan perasaan komuk saat ini.
__ADS_1
Dan kini mereka pun segera balik menuju ke istana nya.