
Moura mengucapkan selamat paginya, kesemuanya merasakan hal yang sama dengan Noegha atas perubahan sikap Moura. Mereka sampai melempar candaan pada Moura sebelum kesemua team lapangan keluar ruangan untuk mulai bekerja sebagai inspektor. Moura hanya menjawab sekedarnya, dia segera menarik kursi menyalakan perangkat kerasnya. Dia sungguh tidak sabar, hari ini adalah kejatuhan Margareth. Dia akan membuat wanita itu tidak memiliki peluang lagi untuk menindasnya.
"Cieee, yang punya rencana jahaat. Aku sampai merindiiing Sis!" ejek halus Keysha pada Moura. Wanita itu menjulurkan lidahnya satu jentikan jemari lentiknya maka─
Tring! Tring! Tring!
Notifikasi pesan masuk di seluruh pemegang email kantor menerima pesan yang serupa secara beruntun tidak terkecuali Noegha. Moura sengaja send all pada seluruh partisipan di dalam email kantornya.
"Mampus kau Margareth! Bye..." lirih Moura setelah email yang ia kirim menggunakan nama Margareth itu sendiri berhasil terkirim untuk semuanya.
YA!
Tidak hanya meretas sistem keamanan kamera pengawas kantor, Moura juga meretas komputer pribadi milik Margareth. Dia mengirimkan email kejahatan yang di lakukan wanita ja*lang itu menggunakan email si pelaku. Di beberapa ruangan seluruh kantor Adhiaksa Group serentak tengah memutar video penindasan yang di lakukan Margareth dan komplotannya berikut video tindak asusila yang ia lakukan dengan Rendi di kamar mandi saat jam pulang kantor.
Pekikan seluruh staff tidak percaya apa yang sudah mereka tonton menggema di seluruh ruangan kantor Adhiaksa, bahkan Margareth dan Ratu yang tengah mendapatkan sanksi skors di rumah mendapat video itu di dalam ponsel mereka yang memang di setting terhubung dengan email kantor.
BRAAAAAK!
Noegha yang tengah mengerjakan pekerjaannya di kejutkan dengan munculnya email yang langsung memutar video yang tidak pantas di lihat di depan matanya.
"MICHEEEL APA YANG TERJADI?!" pekik Noegha memanggil asisten khususnya.
Michel segera menuju ruangan atasannya dengan wajah yang sama tidak mengerti apa yang sudah terjadi saat ini.
"Aku juga ga ngerti, ini sepertinya sistem kita diretas sampai bisa seperti ini!" ujar Michel menjelaskan.
Tak lama Shaveera masuk. "Benar beberapa orang sudah melaporkan bahkan team IT sedang melakukan investigasi atas video ini. Video ini tidak bisa di hentikan dan semua karyawan menerimanya!"
__ADS_1
Noegha tengah berkacak pinggang menegaskan rahangnya dengan wajahnya yang memerah. Di dalam video itu dia melihat beberapa kali Moura di tindas bahkan kemarin malam saat dia tidak bisa mengantarnya pulang wanitanya di kunci di kamar mandi yang di matikan penerangannya. Emosinya sungguh memuncak wanitanya di tindas oleh karyawannya sendiri.
"MEREKA KETERLALUAN! SERET MARGARETH DAN RATU KE TEMPATKU!" berang Noegha memberi perintah pada asistennya.
"Mereka kan sedang di skors... Mereka tidak ada di kantor!" ujar Michel menjawab perintah tuannya yang tidak bisa ia kerjakan saat ini juga.
"Apaa?" Noegha kembali terpaku. 'Tunggu! Hari ini Moura bilang ada hal baik─' Noegha tengah berpikir kemungkinan yang sedang terjadi saat ini.
"MOURAA! Panggil dia kemari!!" pekik Noegha segera.
"Apa? Moura... Buat apa panggil korban? Lagian dia cupu anak baru gitu ga mung... kin!" Michel mengerti dia bergegas mengerjakan apa yang di perintahkan bosnya.
Sedangkan di ruang divisi project Keysha membuka mulutnya lebar, tak jarang dia menutup matanya saat adegan bahkan suara tidak senonoh terpampang jelas di hadapannya.
"Anjg gilaaaa! Si Margareth paraaah!" umpat Keysha sarkas setelah menonton video asusila di depan matanya.
"Yang jauh lebih gila adalah─" Keysha memicingkan matanya ke arah Moura kali ini. "Lu dapat dari mana semua rekaman video ini hm?" tanya Keysha menaruh curiga pada rekannya.
"Hehehe..." Wajah Moura berubah pucat saat ini. "Ada lah!! Ini bakat terpendamku." Sombong Moura memainkan matanya di hadapan Keysha. "Bakating ku butuh *) Hahaha!" Moura melanjutkan dengan bahasa daerahnya.
*) Saking butuhnya sesuatu.
Tak lama mereka kembali tertawa bersama merasa puas telah membalaskan perlakuan Margareth yang selalu merasa dia Si paling-paling. "Ini akibat dia terlalu sombong, makanya jangan selalu merasa diri sudah lebih tinggi." ucap Moura kembali berujar di hadapan Keysha.
"Iyes, gue setuju dia lupa di atas langit masih ada Hotman Paris!!" timpal Keysha melengkapi kalimat Moura kemudian keduanya kembali terbahak sampai akhirnya keduanya terdiam setelah Michel masuk ke ruangan.
"Moura? Kamu di panggil sama Pak Noegha!" tukas Michel tak kalah dingin dari Noegha jika dalam mode serius.
__ADS_1
Moura menelan salivanya, padahal dia tengah bersuka-cita kali ini. 'Aku pikir si oppa ganteng itu mengerti kebahagianku nyatanya tidak seindah iklan Sprite! Suliiiiit!'
Moura mengerti dia menganggukan kepala dan mencoba menenangkan Keysha yang terlihat khawatir rekannya ketiban sial karena ulahnya yang menyebarkan video tindak kejahatan salah satu karyawan Adhiaksa. Moura mengekor di belakang tubuh Michel. Moura sendiri tidak menyangka sikap Michel bisa sedingin barusan terhadapnya. Dalam langkahnya dia berdoa berharap nasib baik menyertainya.
Di dalam ruangan presidir Noegha tengah berbalik badan menatap ke luar. Dia memang sengaja membuat kantornya berada tepat di mana saat dia jenuh dan suntuk bisa menenangkan dengan menatap ke luar ruangan yang menawarkan pemandangan sejuk dari beberapa bukit pepohonan sekitar.
"Maaf Pak, anda memanggil saya?" tanya Moura dengan perlahan sedikit terdengar kekhawatiran di setiap katanya.
Noegha membalikan badannya, dia tengah menyesap rokoknya. Ruangannya memang bisa di buat terbuka jika dia ingin menyesap rokoknya.
"Heh... Kamu adalah wanita pertama yang membuat aku bertepuk tangan bangga padamu!" sahut Noegha seketika. "Kamu bahkan wanita pertama yang membuat Adhiaksa Group semenggemparkan ini!"
Prook! Prook! Prook!
Noegha bertepuk tangan di hadapan Moura, pria itu kini berjalan perlahan menuju tempat di mana Moura masih berdiri tegap dengan mengeratkan genggaman tangan di depan tubuhnya. Moura tertegun sulit menggerakan tubuhnya setelah di tatap tajam oleh pria paling arogan di kantornya yang tidak bisa ia lawan.
"Apa ini hal baik yang membuatmu se-sumringah pagi tadi?" tanya Noegha menyelidik wajah pucat Moura saat ini.
Moura menelan salivanya, setelah sebelumnya dia berani di hadapan Noegha kali ini entah mengapa nyalinya mendadak terhempas di dasar Palung Mariana.
'Tidak, aku harus tegas. Mengapa aku terlihat lembek salah-salah pria ini akan terus menindasku juga!' batin Moura kembali menasehati dirinya saat ini.
"Iya, aku adalah dalang di balik beredarnya video itu. Apa anda keberatan Pak?!" Moura mendongakkan wajahnya dengan berani dia menjawab pertanyaan Noegha yang di rasa memojokkannya.
To be continue...
*****
__ADS_1