
Di karenakan sikap manis keduanya, Moura dan Noegha akhirnya di paksa berdansa bersama di podium oleh Shaveera. Noegha tentu saja tidak mungkin menolak, sedangkan Moura sudah menunjukan wajah pucat pasinya. Sudah sanagt jelas di area belakang riuh dengan bisikan mengumpat tidak suka atas apa yang mereka lihat saat ini.
"Lu kenapa sih marah-marah gak jelas lihat bos kita bahagia gitu sama ceweknya!" Salah satu karyawan yang ship hubungan atasannya tengah heran dengan beberapa wanita yang bersumpah serapah tak jelas. "Lagian, logisnya nih ya! Dia gak mungkin lirik lu yang begini adanya..." ejeknya kemudian.
Di tampar kenyataan seperti itu, mereka semua bungkam. Memang benar jika melihat kenyataannya selama ini sebelum Moura hadir juga Noegha Adhniaka itu tidak pernah melirik mereka. Bahkan tanpa mereka bisa pungkiri lagi, justru kehadiran Moura mengubah sikap diktator Noegha yang selama ini mendominasi di kantor. Setelah kedatangan Moura mereka baru menyadari tidak ada lagi bunyi pekikan nyaring bosnya yang memaki pekerjaan bawahannya.
Setelah mendapat pencerahan demikian, beberapa orang mulai tersadar. Hanya saja bagi manusia yang pada dasarnya hatinya busuk. Akal sehat merekapun sirna dengan beberapa pandangan positif yang bisa menyelamatkan mereka.
'Cih, modal tampang dan se*langkangan aja bangga!' rutuk Ratu kesal. Dia sungguh tidak sabar menunggu waktu yang pas saat Moura bisa menjauh dari Noegha.
Setelah selesai berdansa Moura merasa dia ingin buang air kecil. "Gha, aku ke toilet bentar ya."
Tanpa menunggu persetujuan Noegha lebih dulu Moura sudah beringsut buru-buru menuju kamar mandi di luar ballroom. Noegha ingin mengejar namun salah satu dewan direksi mengajaknya untuk berdiskusi. Tatapan matanya menatap hilangnya bayangan Moura di balik pilar besar.
'Mengapa perasaanku sungguh tidak nyaman!' batin Noegha tidak bisa fokus pada pertanyaan rekan bisnisnya.
Sedangkan di toilet Moura tengah mencuci tangannya, dan memperbaiki riasanya sedikit. Dia menatap pantulan dirinya di cermin.
"Mengapa aku merasa memiliki perasaan lain pada bosku sendiri! Aarrghh... Menyebalkan!" gumam Moura lirih kemudian segera menuju kembali ke tempatnya karena toilet di area ballroom berada di luar. Moura menghentikan langkahnya, dia merasa seperti tengah di ikuti seseorang.
"Apa mungkin? Hih..." Moura bergidig ngeri lantas kembali berbalik dan inginnya berlari cepat saat ini.
Sebagian orang mungkin jauh lebih takut jika berpapasan dengan manusia jahat, lain hal dengan Moura. Dia jauh lebih tidak ingin bertemu dengan makhluk astral!
"Hmmpph!"
Sialnya saat berbalik kembali tiba-tiba datang segerombol pria tak di kenal dengan masker dan kacamata hitam menutupi sebagian penuh wajah mereka. Moura juga di bekap dengan sarung tangan yang sudah di beri obat bius disana.
"Buseet, segeer bener nih body!" Salah satu pria bandit berujar dengan merangkul tubuh seksi Moura.
"Bener! Mantul lihat to*ketnya gede banget cuy!" timpal rekannya.
"HIH! Dikasih ja*lang ga tau diri aja kalian langsung kelabakan! Dia memang bukan perawan tapi sepertinya kalian juga bisa puas merasakan tubuhnya!" Suara wanita yang harusnya cukup di kenali Moura kini keluar dari tempat persembunyiannya.
Margareth beserta Ratu dan beberapa rekannya telah keluar saat mengetahui Moura menuju toilet berjauhan dengan Noegha yang sedari mereka datang begitu menempel bersama.
"Sorry Bos, abis bikin mupeng banget nih body!" canda si pria yang di bayar Margareth untuk bersenang-senang dengan Moura.
"Cih, aku dulu yang melakukannya... Kalian baik-baik merekam aksi kami berdua!" Rendi ikut bergabung bersama.
Semua orang yang membenci Moura kini kembali datang membalaskan dendamnya.
"Biar makin mantep kita pake ini!" Rendi menyeringai, dia menyuntikkan cairan bening ke tengkuk leher Moura.
Semua yang ada disana tertawa bersama, dan mulai membawa tubuh Moura ke salah saru kamar yang sudah mereka pesan.
Noegha tidak enak perasaan dia segera keluar menyusul wanitanya, lagi-lagi ia di cegat oleh beberapa karyawan yang mengajaknya berbincang.
"MOURA!" pekik Noegha menuju area toilet, namun dia tidak mendapati ada kehidupan disana.
Bruk!
__ADS_1
Tanpa sengaja Noegha menginjak sesuatu. "Tas Moura! SHIIT!"
Dengan cepat Noegha menuju ruang kamera pengawas, dia meminta bagian disana menampilkan kejadian beberapa menit yang lalu. Betapa murkanya Noegha saat apa yang ia lihat di depan matanya wanitanya diperlakukan tidak senonoh.
Noegha merogoh saku celana menghubungi Michel dan memberinya perintah untuk membantunya sekarang juga.
"Tunggu aku Moura!" Noegha bergegas menuju salah satu ruangan yang sudah ia dapat dimana tempat Moura di culik.
Di dalam kamar itu para bajingan tengah menidurkan tubuh molek Moura di ranjang. Rendi sudah menelan salivanya beberapa kali saat melihat tampilan Moura saat ini. Juru kamera tengah siap sedia, dia juga sama tengah menahan hasrat atas apa yang ia lihat saat ini.
"Moura sayaaang, akhirnya aku bisa mendapatkanmu! Walau bukan yang pertama tapi kita akan bersenang-senang sayang!" ujar Rendi mulai melepaskan kancing pakaiannya.
"BURUAN DAH! JIJIK DENGERNYA!" pekik Margareth merasa jengah dengan pujian para pria yang mengagumi keindahan tubuh dan kecantikan Moura.
Rendi menyeringai, dia mulai mendekat dan bersiap menanggalkan pakaian yang melekat di tubuh Moura.
BRAAAAAK!
Tepat pada waktunya, Noegha berusaha mendobrak pintu kamar mereka.
"ASTAGA!" pekik para wanita yang menyadari bahwa bahaya tengah mendekat. "Apa mungkin secepat ini mereka menemukan kita?" tanya Ratu cemas.
Margareth sendiri tengah pucat, Rendi terpaksa menghentikan aksinya. Para pria bandit lainnya pun saling tatap.
"BUKA PINTUNYA BRENGSEK! JIKA KALIAN MENYENTUH WANITAKU JANGAN SALAHKAN AKU UNTUK MENGHABISI NYAWA KALIAN SATU PERSATU!" Berang Noegha dengan berteriak disana.
Semua orang yang berada di ruangan mulai terlihat panik, mereka berniat untuk melarikan diri saja di banding bertaruh dengan nyawa dan juga masa depan mereka. Tak lama bantuan datang, Michel membawa beberapaperangkat keamanan dan juga orang teknisi untuk membuka pintu segera.
BRAAAAK!
"Moura, bangun sayaaang..." Noegha menepuk pelan pipi Moura.
Michel masuk segera. "Lapor bos mereka udah minggat!"
"Aku tahu, lacak seruruh bagian hotel. Mereka tidak boleh di biarkan! Kamu segera kembali ke acara, wakilkan aku disana. Sepertinya Moura di berikan obat tidur!" titah Noegha segera, Michel mengerti dia kembali membawa beberapa orang yang membantunya keluar dan memberi ruang untuk Noegha dan Moura.
"Uughh!" lenguh Moura akhirnya dia tersadar.
"Oh syukurlah, aku sungguh takut Ra!!" Noegha memeluk erat tubuh wanitanya. Moura sendiri dibuat kebingungan dengan tingkah Noegha kali ini.
"Emang aku kenapa?" tanya Moura lirih.
"Kamu barusan di culik, sepertinya Margareth masih belum puas padamu!"
Deg!
Jantung Moura seperti diremas kencang, bukan karena dia terkejut mendengar yang barusan di ucapkan pria di depannya. Melainkan ada yang salah dengan tubuhnya. Rasanya ada perasaan panas menjalar di tiap nadinya.
"Ghaa, aku haus... Panaaas sekali Gha!" rengek Moura kini gantian membuat Noegha berdebar.
'SIALAAAN, mereka pasti memberikan Moura obat pera*ngsang!' batin Noegha menerka apa yang terjadi pada tubuh Moura sekarang.
__ADS_1
Dengan cepat Noegha menyambar welcome drink dan meminumkannya pada Moura. Wanita itu benar-benar seperti tengah kehausan. Dia menenggak satu botol air mineral dengan cepat.
"Ugh!" Moura merasa kepalanya pusing dan libi*donya sepertinya meningkat pesat.
"Gha..." Tanpa malu Moura mendekati Noegha dan menarik wajah pria itu.
Moura berinisiatif meminta ciuman panas demi meredakan naf*sunya yang meledak-ledak saat ini. Noegha tertegun sejenak. Hal ini tidak bisa di benarkan. 'Aku tidak mungkin mengambil kesempitan dalam kesempatan.'
Noegha mendorong tubuh Moura, "Ra, kamu mandi berendam air dingin ya!" titah Noegha segera menarik tangan Moura menuju kamar mandi.
Noegha menghidupkan kran shower dan kran bathtub bersamaan. Moura menolak dia justru memaksa Noegha untuk menggagahinya. Akal sehat Noegha berkata tidak tapi pria itu juga makhluk normal yang jelas bisa berhasrat apalagi melihat kemolekan tubuh Moura kali ini.
Dengan liar Moura mengunci prianya di dalam kamar mandi. Dia menanggalkan pakaiannya, membuat Noegha melotot mengeluarkan sepenuhnya bola matanya.
"Astagaaa Moura!" lirihnya membuat adik juniornya menggeliat dan tegak sempurna.
Jakun Noegha terlihat naik dan turun beberapa kali, dia berusaha untuk tidak berkedip. Moura telah tela*njang bulat di hadapannya. Tubuh mulus, ramping berwana putih bak pualam. Dengan dua tonjolan bukit indah yang padat dengan ujung yang memikat Noegha semakin menggigit bibirnya. Bukannya menyambar Moura dia justru beringsut mundur dengan nafas yang tersenggal kali ini.
Moura berjalan mendekat dengan senyuman nakalnya. "Kamu kok gitu Gha, aku jelek ya sampe gak mau bantuin aku buat sentuh aku Gha!"
'Jelek ndasmuuu Mouraaa!! Gue lagi ngeluarin seluruh ninjutsu biar ga khilaf ngelukain lu!' jerit batin Noegha tetap bertahan tidak ingin menodai harga diri wanitanya. Pasalnya Moura tengah berada dalam pengaruh obat perang*sang tidak mungkin Moura yang asli bertingkah demikian dihadapan Noegha.
Moura telah mengungkung tubuh Noegha di dinding, pria itu seolah akan di perkosa oleh seorang perempuan.
"Ra, sadar sayang... Aku gak mungkin ngelakuin hal ini di saat kamu sedang dalam pengaruh obat!" rutuk Noegha senjatanya tambah menggeliat saat tubuh Moura terus menekankan dirinya.
"Pleasee, bantu aku ya Noegha sayaaang... Bukannya selama ini kamu yang terus memintaku hm?" Jemari Moura menangkup wajah Noegha dia memagut bibir penuh pria yang jadi atasannya. Tangan Noegha sudah tidak tahan untuk menyentuh permukaan tubuh wanitanya, dia mengusapnya perlahan membangkitkan gairahnya. Moura meringis menerima rangsangan tersebut dengan gembira.
To be continue...
*****
Haloooo reader tersayang aku gak?
Makasi banyak yang mau mampir di karya othor yang baru ini, dan sudah mau memberikan othor dukungan untuk terus up cerita ini!
Saranghaeyoooo...
BTW udah bab 30 dan othor mau kasih liat visual pemain utama dulu ya gaes.
Demi melancarkan kehaluan kita saat membaca mari silahkan di siapkan kantong kresek untuk menculik mereka. Hihi!
** Noegha Adniakha Bagaskhara **
** Moura Putri Sarasvati **
** Raffa Abima **
__ADS_1
Hayooo vote dukung Moura sama siapa nihh?! (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و