
BRAAAAAK!!
"TIDAAAAAAAK!!" pekik Margareth frustasi. Tubuhnya tersungkur di lantai setelah dia menatap ponsel yang menyiarkan video tentang skandal dirinya terpampang jelas di sana.
"Tiiidaaaak!! Tidaaak mungkiiin!!" jerit Margareth menjambak rambut, mulai gelisah luar biasa. Dia memeriksa bahwa e-mail yang diterimanya berasal dari dirinya sendiri dan mengirimkan pada semua orang yang memiliki e-mail di kantor.
Dengan ini kariernya hancur, tak berapa lama e-mail lainnya muncul yang tak lain surat peringatan keras dari pihak personalia langsung yang menyatakan dirinya di depak dari Adhiaksa Utama Group tanpa gaji dan pesangon. Adhiaksa bahkan melayangkan sanksi black list pada beberapa perusahaan di bawah naungan Group yang sama.
PRAAAAAANG!!
Margareth membanting apapun yang ada di dekatnya. Semua kerja kerasnya selama ini sirna begitu saja. Dia mengepalkan tangannya dan kembali meyakini bahwa dalang dari semua ini adalah Moura. Dia ingat bahwa Moura juga muncul setelah dirinya di permalukan sebelumnya di depan banyak orang karena wanita gila yang mengatakan dirinya pelakor. Dia juga ingat Moura mengetahui kejahatannya saat mencampurkan kopi dengan serbuk pencahar.
"Wanita ular itu, aku yakin pasti ada seseorang yang begitu hebat di belakangnya!! Bagaimana bisa wanita biasa seperti dia begitu mahir meretas dan mendapatkan video itu!" Margareth mondar dan mandir di kamarnya dia menggigit ujung kukunya gelisah.
"Aaaarrrghhh!!" jeritnya kembali terdengar karena dia di pecat oleh Adhiaksa Group.
"MOURA PUTRI SARASVATI AKU PASTIKAN AKU AKAN MEMBALASMU LEBIH DARI INI!! AKU AKAN MEMBUAT KAMU MENYESAL!!"
Di waktu yang bersamaan di rumah sakit tempat di mana Rendi mendapatkan perawatan setelah Moura pukul hingga babak belur tengah menggenggam erat ponselnya. Terlihat jelas amarahnya di dalam wajah tampannya.
"Bagaimana bisa Margareth melakukan ini!!" gumamnya menahan emosi.
"Tunggu.... Sepertinya tidak mungkin Margareth!" Rendi lupa bahwa Selebgram maksa itu tidak mungkin menjebak dirinya sendiri. "Moura, ini pasti kamu!!!"
Buuug!!
Rendi memukul ranjang rumah sakit, dia masih tertahan di sana menerima perawatan patah tulang leher karena pukulan Moura yang mengarah di titik vitalnya. Sama seperti Margareth, Rendi juga menerima surat cinta dari bagian personalia yang membuatnya di berhentikan secara tidak terhormat dari Adhiaksa Group/
__ADS_1
"Aku akan membalaskan rasa sakit dan malu ini Moura. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka aku pastikan tidak ada yang mau dengan wanita kotor sepertimu!!"
***
Noegha mengusap rahangnya dan terkekeh dengan perkataan berani Moura saat ini. Dia tidak menyangka wanita yang di inginkannya ternyata wanita yang sangat tangguh. Bahkan tanpa perlu bantuannya si wanita benar-benar membuat musuhnya jatuh hingga tertimpa tangga.
"Aku semakin ingin memilikimu Moura!" lirihnya membuat Moura membulatkan matanya dengan apa yang ia dengar.
'Tunggu, sepertinya Bosku sakit jiwa. Lagi bahas apa di jawab apa coba!!' olok Moura pada bosnya.
"Apa kamu sedang mengutukku?!" omel Noegha setelah melihat raut wajah Moura, pria itu meyakini bahwa wanitanya sedang merutuki dirinya.
"Tiydak!" jawab Moura datar membuat Noegha gemas dan terkekeh setelahnya.
"Aku sudah membantumu mengeluarkan mereka dari kantorku. Dengan begitu kamu sudah terbebas dari pelaku pembullyan." Noegha kembali ke meja kerjanya dan menjelaskan apa yang bisa dia jelaskan. "Aku sungguh berterima kasih padamu. Duduklah!" Noegha mempersilahkan Moura untuk duduk di hadapannya. Sepertinya mereka akan berbincang lama.
"Ada beberapa hal yang mengganjal pikiranku!" Noegha menatap Moura tajam, dia menautkan kedua tangannya di atas meja. "Apa video ini kamu yang kerjakan sendiri?!" tanya Noegha penasaran. Jika benar berarti dia mendapatkan berlian. Bakat Moura bukan hisapan jempol semata, semua di atas standard yang bisa ia bayangkan atas diri Moura yang lugu dan polos.
Moura memainkan jemari tangannya gelisah, dia bingung akankah jujur atau menutupinya. 'Jika jujur bonusnya mungkin kenaikan gaji. Jika bohong aku bisa menggunakan keahlianku untuk apapun tanpa mereka curigai.'
"Aku memang melakukannya sendiri. Maafkan kelancanganku sudah meretas sistem keamanan kalian. Lagian sistem keamanan kalian begitu lemah. Aku yang remahan biskuit Khong Guan aja bisa meretasnya apalagi kompetitor kalian!" cicit Moura akhirnya mengakui keahliannya.
Deg!
Noegha tertegun kembali dengan ucapan santai Moura yang membuatnya di landa rasa kecemasan berlebih. Moura benar, selama ini dia tidak memperhatikan detail sistem yang ada di kantornya. Moura membawa gebrakan besar di kator. 'Aku sungguh beruntung menemukan berlian di kantor!' batin Moura memuji kemampuan Moura.
"Kau benar Moura, kamu sungguh Dewi Fortuna bagi Adhiaksa! Setelah ini aku akan melakukan assessment ulang seluruh karyawan dan membuang yang tidak berguna." tukas Noegha.
__ADS_1
"Kalau begitu apa aku sudah bisa menerima bonusku?" tanya Moura penuh harap dengan wajah berserinya
"Hah?" Noegha mengernyit. "Hahahaha... Tentu saja, malam ini aku akan membawamu makan malam Ladies..." ujar Noegha menggoda.
"Sebaiknya tidak perlu!" sahut Moura cepat merasa tertipu. Rasa hati akan mendapatkan pundi uang kenyataan tidak seindah ekspektasinya.
Noegha terbahak sekarang, dia sepertinya mengetahui apa yang di incar wanita di depannya. 'Ternyata dia sangat menyukai uang juga!'
"Setelah ini aku pastikan mereka akan menargetkanmu untuk balas dendam. Kamu cukup membuat hidup mereka jatuh saat ini." tukas Noegha kembali berbincang serius dengan Moura.
Moura menelan salivanya, dia sendiri tidak berpikir kesana. Hanya karena sudah sangat kesal selalu jadi sasaran penindasan di kantor dia mengembalikan pada si pelakunya!
"Aku tahu, aku bisa menjaga diriku." lirih Moura merasa bimbang sejujurnya.
"Kamu tenang saja, mulai saat ini hingga kedapannya aku akan jadi pelindungmu. Aku tidak akan membiarkan orang lain menindasmu!"
DEG!
Ucapan serius Noegha menggetarkan hati Moura yang susah payah ia tutup rapat dari yang namanya kasih sayang dua insan berbeda. Moura menatap Noegha tanpa berkedip sejenak kemudian dia memalingkan wajahnya.
"Bapak tidak perlu repot, aku sudah bilang aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku bukan wanita lemah yang mudah di tindas begitu saja. Aku juga bisa bertransformasi menjadi serigala yang memiliki jutaan taktik melarikan diri dari masalah!" tutur Moura menolak kepedulian dan perhatian Noegha.
"Hahaha, termasuk melarikan diri dari perasaanmu sendiri hmm?" ejek Noegha membuat Moura tersipu dan menutupi rona wajahnya yang mulai berubah. 'Sampai kapan kamu memberi jarak dan menebar duri pada lawan jenismu Moura? Kita lihat saja nanti, aku pasti bisa membuatmu merasakan lagi namanya jatuh hati!' batin Noegha terus menatap gerak-gerik wanita di depannya.
"Kamu adalah landak paling cantik yang pernah aku temui di muka bumi ini..." tukas Noegha mengakhiri perbincangan mereka. Moura membulatkan kedua bola matanya dengan perasaan kebingungannya.
To be continue...
__ADS_1
*****