Simpanan Boss Lajang

Simpanan Boss Lajang
24 # Jebakan Lanjutan


__ADS_3

Moura telah selesai membuatkan makan malam, ketiganya makan bersama di ruang tengah. Raffa dan Moura sama-sama merasakan mereka seperti keluarga utuh kali ini. Tenggorokan Moura tercekat, tidak ada sepatah katapun terucap dari bibirnya selama mereka makan malam. Raffa pun demikian, agar terasa tidak canggung dia menyuapi dan bersenda gurau bersama putrinya.


Moura menatap nanar pada pandangan di depan matanya, kali ini Raffa tertidur memeluk putrinya di dalam kamar. Pria itu memberikan susu botol dan menemaninya hingga tertidur. Sedangkan Moura tentu saja melakukan rutinitas seperti biasa, membersihkan sisa makan sebelumnya dan juga merapihkan rumah serta persiapan untuk esok harinya.


"Seandainya kamu tidak melakukan pengkhianatanmu, mungkin saja kita masih menjadi keluarga utuh Pap..." gumam Moura sendu mengusap pelupuk matanya yang tengah basah.


Moura bersiap membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur tipisnya. Dia akan tidur di kamar sebelah. Beruntungnya Moura mendapatkan rumah sewa lengkap dengan furnitur yang sudah tersedia disana. Dia tidak perlu repot dan merogoh kocek yang dalam.


"Fighting Moura, esok kamu akan bahagia! Cepat tidur cantik karena masa depan cerah berawal dari mimpi yang indah!!" Moura menyemangati dirinya sendiri. Dia menatap pantulan dirinya di cermin, berterima kasih pada dirinya sendiri karena sudah mau bekerja sama dan kuat sejauh ini.


Moura begitu lelah, dia segera terlelap dalam rajutan mimpi indahnya. Tanpa dia sadari prianya telah mengunjungi kamarnya.


Cekleek!


"Bee... Apa kamu sudah tidur?!" seru Raffa mendekat pada ranjang yang hanya berukuran 120 x 200 di kamar keduanya.


"Maafkan aku Sayaaang..." Raffa bersimpuh di bawah ranjang menatap dinding di hadapannya. Dia bermonolog seolah berbincang dengan Moura disana. "Moura Putri Sarasvati, apa kamu tidak bisa melihat kedalam mataku sekarang ini?" Tenggorokan Raffa tercekat saat mengatakannya. "Di mataku, di dalam hatiku sedari dulu sampai saat ini selalu hanya ada dirimu Sayang! Mengapa hatimu begitu keras..."


Raffa menundukan wajahnya membiarkan bulir bening itu terjatuh dari sarangnya. Dia tidak peduli jika dunia mencap dirinya pria cengeng. Sudah sedari lama ia ingin melakukan hal ini, meluapkan perasaannya menumpahkan segala kekecewaan dirinya.


"Jika ada yang harus di salahkah, aku tentu menyalahkan diriku. Aku tidak becus jadi kepala keluarga. Aku selalu berpikir sempit dan terburu-buru. I'm loser right?!" Suara Raffa semakin lirih, dia mengusap wajahnya yang telah basah. Bangkit dan memastikan wanitanya tidak terjaga.


"Heh, kamu tidur aja cantik Sayang... Apa pria itu mengejarmu? Memang wajar... Aku bahkan berlaku kotor demi mengikatmu tetap di sampingku tanpa memperbolehkan orang lain menyentuh dan merebutmu. Pada akhirnya aku dengan bodoh melepaskanmu..."


Raffa duduk di samping tubuh mantan istrinya. Dia mengusap perlahan pucuk kepala hingga wajah cantik wanita yang selalu menjadi top number one di dalam hatinya.


♫ Geunyeoga tteonagayo


Naneun amugeosdo hal su eopseoyo


Sarangi tteonagayo


Naneun babocheoreom


Meonghani seoissneyo


() Dia pergi dan aku tak dapat berbuat apa-apa. Cinta pergi, seperti orang bodoh, aku berdiri dengan hampanya disini.


Raffa mencium perlahan bibir pink alami Moura. Dia memagutnya perlahan terus mencoba membuka bibir penuh itu dan memasukan lidahnya mengabsen setiap inci permukaan rongga mulut wanitanya yang berasa mint segar yang berasal dari pasta giginya.


'Maafkan aku Sayaaang, aku benar-benar tidak ingin melepaskanmu!'


♫ Seorap soge mollae neoheodun


Uriui chueogeul


Dasi kkeonae hollo hoesanghago


Heeojimiran

__ADS_1


Seulpeumui mugereul


Nan wae mollasseulkka


IF YOU


IF YOU


Ajik neomu neujji anhassdamyeon


Uri dasi


Doragal suneun eopseulkka


IF YOU


IF YOU


Neodo nawa gatchi himdeuldamyeon


Uri jogeum swipge


Gal suneun eopseulkka


Isseul ttae jalhal geol geuraesseo


() Kenangan kita yang diam-diam kumasukkan ke dalam laciku. Aku mengeluarkannya dan bernostalgia lagi sendiri...


JIKA KAMU


JIKA KAMU


Jika tidak terlambat


Bisakah kita kembali bersama-sama?


JIKA KAMU


JIKA KAMU


Jika kamu berjuang seperti saya


Bisakah kita membuat hal sedikit lebih mudah?


Aku seharusnya memperlakukanmu lebih baik ketika aku memilikimu.


Raffa sudah mulai turn on, jemari besarnya telah menggapai bukit indah wanitanya yang memang selalu tanpa pengamannya di saat dia tertidur.


"Aaargghhh..." lenguhan Moura keluar begitu saja saat sentuhan demi sentuhan di ciptakan Raffa untuk kembali mendekatkan hubungan mereka berdua.

__ADS_1


***


"Raffaaaaaaaaa Abimaaaaa!!!"


Bug... Bug... Bug...


Moura terbangun oleh bunyi adzan shubuh di kompleknya. Dia begitu terkejut saat tubuhnya telah polos tanpa balutan apapun hanya berselimutkan mantan suami dan bed cover tentu saja.


"Iiihh Mouraaa... Kamu pasti perkosa aku semalam kan?!" sahut Raffa mengelak dengan pura-pura terkejut.


"Aaargghhh... Bang*ke... Bang*sat... Baji*ngan!!!" Semua sumpah serapah kembali keluar dari mulut Moura pada mantan suaminya.


'Padahal semalam kamu men*desah gak karuan Baby!! Suruh siapa kalo tidur kek kebo!!!' batin Raffa terkekeh kembali menang mendapat apa yang ia inginkan.


"Sayaaang, kita nikah lagi sekarang yuk! Nanti adek Qilla otw hadir loh!!" ujar Raffa menakut-nakuti pasalnya dua hari ini dia benar-benar mengeluarkannya di dalam dan sengaja seperti biasanya seperti saat dulu menjebak Moura dalam ikatan pernikahan.


"AAAAARRGHHH BAJINGAAAN RAFFAAA!!"


Moura bangkit menarik selimutnya menutup tubuh polos menggairahkan miliknya dan keluar menuju kamar mandi.


"Ya Tuhaaan Moura, kamu mau minta serangan fajar ya?!" pekik Raffa menggoda karena dia kini telan*jang bulat di hadapan Moura.


Selimut yang di gunakan menutupi tubuhnya di tarik oleh Moura. Wanita itu kembali menjerit seolah baru pertama kali saja melihat senjata perkasa mantan suaminya, tanpa menggubris godaan Raffa, Moura keluar membersihkan dirinya.


Moura memijat keningnya, wajahnya lesu tak bersemangat hadirnya Raffa saat ini benar-benar membuat hidupnya kembali berantakan.


"Wey, kok kusut gitu mukanya Bestiee?! What's wrong Baby?!" sapa Keysha menghampiri meja kerja Moura.


Moura hanya mampu mendengus sebal. Tak lama telpon kantornya berdering dan menyuruh Moura menemui bagian terkait. Moura pamit pada Keysha dirinya di minta bagian personalia untuk menghadap.


Debar jantungnya kembali di buat tak menentu, di satu sisi dia menginginkan batu loncatan ini, di sisi lain dia sungguh malas berhubungan dengan Bos Angkuhnya itu. Terlebih semalam dia denagn jelas menghina dirinya wanita ja*lang.


'Lantas mengapa jika aku terlihat seperti ja*lang saat ini?! Toh aku tidak menggodanya. Dia duluan yang godain aku\, dia juga yang sewot ngatain aku ja*lang hanya karena kembali berhubungan dengan Raffa!! Memang dia siapa HIH!!'


Moura mengumpat kasar dalam hatinya. Setelah bagian personalia mengabarinya bahwa serangkaian test assesment, menyatakan dia lulus dan mulai besok dia akan berada di ruang sekretaris presidir.


Tidak sengaja saat keluar ruang personalia Moura berpapasan dengan Noegha dan pria itu melewatinya dingin begitu saja. Moura sungguh di buat takjub pada pria paling arogan yang jadi atasannya. Kedepannya Moura harus memiliki stok sabar yang melimpah!


To be continue...


*****


Note : Lirik lagu If You - Bigbang by celebrity.id.


Halo reader tersayang aku gak?!


Terima kasih sudah mampir ke karya othor yang kesekian. Bagian ini ada di sisipkan sebuah lagu kalian boleh cus ke spotify atau youtube biar ngerasain vibes menusuknya! 😅


IF YOU BY BIG BANG!

__ADS_1


Terima kasih yang udah mau mampir dan beri apresiasi pada othor lewat Like, comment, vote, dan Gift. Jangan lupa tekan tombol ♡ jadikan buku ini favorit untuk terus di tunggu kelanjutan ceritanya...


Saranghaeyo o(〃^▽^〃)o


__ADS_2