Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 10 - Kerajaan Grandle


__ADS_3

"Woahh... Lihatlah kakak... Mereka kuat sekali." Isabel terkagum dengan pemandangan ras Demi-human yang sedang menarik kereta yang saat ini mereka tumpangi.


"Iya... Tidak hanya kuat, mereka juga cukup kencang." Jawab Clay.


Saat ini ras Demi-human menarik kereta pengangkut barang dengan merubah wujud asli mereka, seperti berubah menjadi serigala, macan, kuda dan lain-lain.


Clay mencoba memperhatikan semua ras Demi-human dan mencoba mengenali siapa mereka satu persatu.


"Aku tidak tahu siapa nama mereka, tapi yang aku tahu... Saat ini Melissa adalah Demi-human tipe rubah, Zen tipe singa, Paul tipe beruang, Rhamp tipe harimau putih, Frank tipe burung elang, Jhon tipe serigala... Mereka tampak mengerikan karena tubuh mereka 3 kali lebih besar dari hewan biasa." Ucap Clay dalam benaknya.


Clay dan Isabel juga baru pertama kali melihat perubahan wujud ras Demi-human dengan mata kepala mereka sendiri.


Perjalanan yang cukup cepat itu terus berjalan dengan lancar.


Selama ini mereka melakukan perjalanan dengan aman, tidak ada sedikit hambatan yang memperlambat waktu perjalanan.


Melewati hutan, naik turun lembah dan berjumpa dengan beberapa orang ditengah jalan.


Mereka tidak melewati kawasan monster dan tidak berjumpa dengan monster, karena anggota Guild Black Dragon memilih jalur memutar dan sedikit jauh dari tujuan dengan tujuan keamanan Clay dan Isabel.


Hingga sampai sekitar 6 jam kemudian, kini rombongan anggota Guild Black Dragon mulai berjalan melambat dan nafas mereka terlihat sangat berat seperti sedang kelelahan.


"Mereka terlihat kelelahan... Tapi kenapa mereka tidak berhenti!? Apa yang mereka fikirkan... Atau jangan-jangan mereka menunggu perintahku?" Ucap Clay dalam hati.


Karena merasa khawatir dengan kondisi anggota Guild, kini Clay pun berkata dengan lantang. "Berhenti!!"


Laju rombongan Guild Black Dragon pun terhenti dan Zen menghampiri Clay sambil berkata. "Ada apa tuan muda?"


Dengan raut wajah sedikit kesal, Clay menjawabnya. "Ada apa kau bilang!? Kenapa kalian tidak berhenti dan terus memaksakan diri? Padahal sudah terlihat jelas kalau kalian sedang kelelahan!"


Zen dan lainnya pun terdiam, seketika keadaan pun menjadi hening.


Hingga akhirnya, Clay kembali berkata. "Minggir ke tepi jalan dan beristirahat sejenak!"


"Baik, tuan muda."

__ADS_1


Disaat bersamaan dengan Clay memberi perintah untuk segera beristirahat, dari kejauhan terlihat sosok Melissa yang tersenyum ke arah Clay tanpa satu orang pun sadari, dan ia berkata dalam hati. "Memang benar... Anda sangat mirip seperti tuan Chris."


Akhirnya kini semuanya telah menepi dan mereka pun beristirahat setelah kelelahan dalam perjalanan.


Di tengah-tengah peristihatan, Clay memanggil Zen karena ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan.


"Zen, kemari lah..." Pinta Clay sambil tersenyum ramah.


Zen pun mendekat dan ia pun bertanya. "Ada apa tuan muda?"


"Duduklah disampingku..." Ucap Clay sambil menepuk tempat sisi sampingnya, seperti isyarat untuk meminta seseorang agar duduk di dekatnya.


Zen pun tidak menolak tawaran Clay dan ia pun segera duduk disampingnya.


"Kenapa kalian tadi tidak berhenti karena kelelahan? Apa kita mengejar waktu?" Tanya Clay dengan normal, tanpa emosi atau semacamnya.


"Kami menunggu perintah anda, tuan muda. Bagaimana pun anda adalah tuan sekaligus pemimpin kami... Kami tidak berani mengambil keputusan untuk berhenti ditengah jalan tanpa perintah anda."


Mendengar alasan Zen, seketika Clay langsung marah. "Apa kalian ini bodoh!? Kalau sampai kalian mati karena kelelahan bagaimana? Siapa yang bertanggung jawab!?"


Zen melihat ekspresi Clay dan saat ini ia mendadak ketakutan. "Am-ampun tuan... Kami hanya menunggu perintah anda... Kami tidak berani mengambil keputusan disaat pemimpin bersama kami..."


Zen terkejut mendengar Clay meminta maaf. "A-anda tidak perlu meminta maaf tuan muda... Hidup dan mati kami sepenuhnya milik anda."


"Tidak... Aku harus meminta maaf karena aku telah lalai menjadi seorang pemimpin... Jangan menolak permintaan maafku, ini perintah!"


Dengan sedikit keberatan, Zen menjawab. "Ahhh, baiklah tuan muda..."


Keadaan menjadi canggung beberapa detik, mereka berdua terdiam karena sudah tak ada lagi topik pembicaraan di dalam benak mereka.


Hingga pada akhirnya, tiba-tiba Clay teringat dengan tujuan mereka melakukan perjalanan ini.


"Zen, aku belum mengetahui kemana tujuan kita untuk menjual pedang sihir... Apa kau bisa memberitahuku?"


"Tujuan kita masih sangat jauh, tuan muda. Mungkin kita akan sampai disana dalam 2-3 hari lagi... Tempat itu berada di perbatasan antara wilayah tengah dan barat di benua ini..."

__ADS_1


Clay memotong ucapan Zen dan berusaha menebak. "Kalau tidak salah ingat, disana merupakan wilayah kerajaan Grandle ya? Itu juga merupakan kerajaan ras Elf? Apa aku benar?"


"Benar, tuan muda."


"Hm, apa kau punya cerita kisah tentang pengalamanmu di kerajaan itu?" Tanya Clay yang telah menemukan topik pembicaraan dan mencairkan suasana.


"Hm... Apa ya? Aku tidak tahu apa ini suatu pengalaman atau bukan... Sebenarnya mereka adalah ras yang baik..."


"Baik!? Apa kamu pernah merasakan kebaikan mereka? Bukankah ras Demi-human dibenci oleh semua ras?"


"Menurut pendapat pribadiku, ketika kami berkunjung ke wilayah kerajaan Grandle, kami selalu mendapat kebaikan dari ras Elf."


"Kebaikan semacam apa itu?"


"Kebaikan mereka yaitu mengabaikan kami." Jawab Zen dengan tersenyum ramah.


Melihat ekspresi Zen, membuat Clay kebingungan. "Bagaimana itu bisa dianggap suatu kebaikan? Apa kau sakit karena kelelahan?"


"Tidak, tuan muda. Aku benar-benar sehat... Kami menganggap mereka sebagai ras baik karena mereka tidak mengganggu kami, tidak memukul atau menyakiti, tidak berbicara dengan kami, tidak ingin berdekatan dengan kami... Dan hal itu jauh lebih baik daripada ras lainnya, yang memperlakukan kami dengan cara sebaliknya..."


Clay mengerti apa yang dimaksud Zen, selama ini ras lain selain ras Elf, memperlakukan rss Demi-human dengan cara membabi buta dan bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa.


"Tidak berbicara dengan kalian? Lalu bagaimana caranya kalian mendapatkan koneksi dan bertransaksi dengan mereka?"


"Melalui perantara, tuan muda... Beberapa koneksi kami disana adalah seorang budak dan mereka memiliki tuan yang kayaraya atau berstatus sosial yang tinggi dikalangan masyarakat ras Elf."


"Hm, jadi begitu... Kalau disana banyak orang-orang kaya, sebaiknya kita memperbanyak barang dagangan." Ucap Clay ke Zen dengan ramah.


"Meskipun kita memperbanyak dagangan, tapi kita tidak memiliki barang yang cukup berkualitas... Saat ini hal yang menarik dari produk yang kita punya, hanya pedang sihir anda... Sedangkan dengan produk penduduk tempat terbuang hanya barang-barang yang digunakan untuk sehari-hari dan kualitasnya kurang menarik."


"Tenang... Kita pasti akan pulang dengan membawa banyak uang..." Ucapan Clay terhenti beberapa detik dan kemudian ia kembali bertanya. "Dari tadi kita tidak bertemu monster... Dimana mereka?"


"Di jalur ini memang jarang sekali ada monster... Saat ini kami mengambil jalur lain dan sedikit memutar karena itu jauh lebih aman untuk keselamatan anda dan nona Isabel."


Tanpa menunggu jeda, Clay langsung memberi perintah. "Aku ingin kita kembali ke jalur tercepat dan kita bisa bertemu dengan banyak monster."

__ADS_1


Zen pun terkejut, ia tak menyangka kalau Clay akan berkata demikian. "Ta-tapi itu sangat berbahaya, taun muda..."


"Sssttt... Berapa banyak dari kalian yang bisa bertarung?"


__ADS_2