Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 46 - Istana Kerajaan Grandle


__ADS_3

Trumb datang mendekat kearah Clay dengan nafasnya yang berat karena ia baru saja berlari.


"Huhh... Huhhh... Tuan Clay... Kalau anda telah melakukan kejahatan, lebih baik anda segera pergi dari wilayah ini... Aku mengingatkanmu karena aku percaya, kalau anda adalah orang yang baik." Ucap Trumb dengan nafasnya yang terengah-engah dan seluruh tubuhnya penuh dengan keringat.


"Aneh... Kau percaya kalau aku orang baik, tapi kau berfikir kalau aku melakukan kejahatan hahaha kau lucu, Trumb." Jawab Clay sambil tertawa.


Trumb merasa malu karena ia di tertawakan oleh Clay. "Eeee... Bukan begitu tuan... Saat ini raja menurunkan perintah untuk mencari keberadaan anda, dan saat ini banyak sekali prajurit maupun warga sekitar yang sedang mencari anda... Sebaiknya anda segera pergi dari sini sebelum anda tertangkap."


"Raja kerajaan Grandle mencariku? Hahaha kalau begitu, beritahukan mereka kalau aku berada disini." Jawab Clay pada Trumb.


Trumb pun terdiam, ia kebingungan dengan Clay yang tampak terlihat senang dan menyuruh dirinya untuk memberitahukan keberadaannya.


Setelah Clay berkata pada Trumb, kini Clay berkata dalam hati."Aku sudah memperkirakan kalau Ariana pasti menceritakan kalau burunon kerajaan berada di tanganku... Tapi aku tak menyangka kalau akan secepat ini."


Setelah beberapa detik kemudian, kini Trumb pun menjawab ucapan Clay. "Apa anda serius? Bagaimana nanti kalau terjadi hal buruk?"


"Tentu saja aku serius... Memangnya apa isi dari perintah raja? Apa dia mengatakan kalau aku adalah penjahat?"


Trumb berfikir sejenak untuk mengingat dan kemudian ia menjawab. "Eeee... Eee... Aku tidak tahu tuan. Tapi aku mendengar dari temanku, kalau rombongan yang kemarin aku antarkan ke tempat penginapan, mereka sedang dicari oleh Raja... Dan saat aku menuju ke tempat ini, banyak sekali prajurit kerajaan di sekitar sini. Padahal biasanya tidak begitu banyak prajurit di sekitar sini."


Clay kembali tertawa. "Hahaha... Hahaha... Kau ini... Padahal tidak tahu informasinya dengan jelas, tapi malah berfikir kalau aku penjahat hahaha... Tapi aku sangat senang, karena kau telah mengkhawatirkanku..." Clay berhenti sejenak sambil menenangkan dirinya dan tidak ketawa lagi.


Kemudian Clay kembali berkata. "Baiklah-baiklah, sekarang pergi dan beritahukan mereka kalau aku ada di sini."


Trumb merasa malu karena Clay terus tertawa dan akhirnya kini ia menjawab ucapan Clay lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Hehehe... Baiklah tuan. Saya akan segera memberitahukan mereka."


"Yaa. Setelah memberitahukan mereka, kau kembalilah kesini agar kau tidak salah faham dan mengetahui kenapa rajamu mencariku." Ucap Clay sambil tersenyum ramah.


"Baik, tuan Clay."


Akhirnya kini Trumb pun pergi untuk memberitahukan pada prajurit kerajaan bahwa seseorang yang mereka cari berada di tempat penginapan mewah.


Setelah kepergian Trumb, kini Clay pun memerintahkan pada anggota Guildnya. "Baiklah, kita bahas topik pembicaraan ini di lain waktu... Sebentar lagi kita kan kedatangan tamu yang bisa membuat kita menjadi kaya raya."


"Baik, tuan muda."


"Kalau begitu, siapkan diri kalian dan barang-barang bawaan kita... Kita akan segera meninggalkan tempat ini."


"Baik, tuan muda."


"Dan yang lebih penting... Adalah Vargus."


"Kami sudah menjaganya di tempat yang aman, tuan muda. Dia tidak mungkin bisa melarikan diri."


"Baiklah, segera lakukan tugas kalian masing-masing... Aku juga akan bersiap-siap."


Akhirnya kini semuanya kembali sibuk dengan tugasnya masing-masing.

__ADS_1


*


*


Waktu pun terus berjalan, hingga pada akhirnya kini Zen pun mendatangi Clay ketika Clay berada di dalam kamarnya.


*Tok... Tok.. Tokk...*


Suara ketukan pintu pun terdengar di telinga Clay.


"Siapa?"


"Aku Zen, tuan muda."


"Masuklah..."


Zen pun membuka pintu kamar Clay dan kemudian ia menghampiri Clay sambil berkata. "Tuan muda... Nona Ariana ingin bertemu dengan anda."


"Dimana dia?"


"Nona Ariana menunggu di luar penginapan bersama banyak prajurit kerajaan tuan."


"Oh baiklah... Ayo temui dia dan bawa Vargus juga."


"Baik, tuan muda."


Ketika Clay sudah berada di luar tempat penginapan, Clay terkejut dengan pemandangan yang ia lihat.


Clay melihat ratusan prajurit yang sedang mengawal Ariana.


Dengan kehadiran ratusan prajurit itu, mengundang perhatian banyak orang dan membuat keadaan disekitar menjadi sangat ramai.


"Clay... Hehehe kita bertemu lagi." Ucap Ariana sambil tersenyum dan menghampiri Clay.


"Kenapa banyak prajurit bersamamu? Apa memang harus sewaspada ini?"


"Hm, tidak tahu... Kakekku yang memerintahkan mereka untuk menjemput Vargus."


"Aku tahu Vargus adalah penjahat kerajaan, tapi dia kan sudah pasrah dengan hidupnya... Kenapa harus membawa prajurit sebanyak ini?"


"Aku sudah bilang... Kakekku yang memerintahkan mereka."


"Ah sudahlah... Mungkin kakekmu terlalu sayang padamu, Ariana. Makanya dia memerintahkan banyak prajurit untuk mengawalmu."


"Hehehe... Oh ya Clay. Dimana Vargus?"


Mendengar Ariana langsung bertanya tentang Vargus, kini Clay pun memerintahkan anggota Guildnya untuk membawa Vargus keluar.


"Bawa dia kesini... Serahkan pada mereka." Ucap Clay pada anggota Guild.

__ADS_1


"Baik, tuan muda."


Akhirnya kini anggota Guild pun segera membawa Vargus keluar.


Semua orang ntah itu prajurit kerajaan ataupun warga lokal, mereka semua terkejut melihat sosok Vargus yang tertangkap.


Padahal Vargus tersebut adalah burunon kerajaan yang sulit untuk di taklukkan.


Bahkan kerajaan Grandle, memburu Vargus sudah bertahun-tahun lamanya, tapi mereka tidak dapat menangkap atau mengalahkan Vargus.


Tetapi saat ini mereka melihat kalau Vargus sudah tertangkap dengan kondisi yang tidak berdaya. Hal itulah yang membuat semua orang terkejut.


Setelah Vargus di serahkan pada pihak prajurit kerajaan, kini Ariana pun berkata pada Clay.


"Ikutlah dengan kami... Kakekku mengundang kalian ke istana kerajaan."


"Tentu saja aku ikut... Aku kan belum menerima hadiahnya hehehe." Jawab Clay denganb nada dan ekspresi bercanda.


Clay, Isabel dan anggota Guild Black Dragon pun akhirnya ikut dalam rombongan prajurit kerajaan menuju istana kerajaan.


Lagi-lagi semua orang dibuat penasaran oleh sosok Clay.


Kini warga lokal kota Sier kerajaan Grandle pun telah mengetahui identitas Clay. Selain menjadi teman tuan putri Ariana, Clay juga seseorang yang telah menangkap buronan kerajaan.


Waktu pun terus berjalan, dikarenakan letak kota Sier dengan istana kerajaan jaraknya tidak terlalu jauh dan aman, kini mereka semua telah sampai tujuan dengan cepat.


Disana Clay dan lainnya pun terkagum-kagum melihat keindahan dan besarnya istana kerajaan.


Meskipun kini mereka belum memasuki istana dan melihat pemandangan hanya dari luaran saja, tetapi pemandangan tersebut benar-benar pemandangan yang sangat menakjubkan.


"Wooahhh... Lihatlah kak... Bagus sekali istana itu." Ucap Isabel sambil menunjuk kearah istana kerajaan.


"Iya... Sangat indah."


Setelah beberapa saat mereka di buat takjub oleh pemandangan yang mereka lihat, kini Ariana pun berkata pada Clay.


"Clay, ayo masuk ke dalam..." Ajak Ariana dengan ramah.


"Ah, iya oke."


Clay dan lainnya pun mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam istana.


Disaat mereka mulai melangkahkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba langkah kaki mereka terhenti karena ucapan dan tindakan dari beberapa penjaga istana yang sedang berjaga di depan pintu istana.


"Berhenti! Budak dilarang masuk." Ucap salah satu penjaga tersebut.


Clay hanya tersenyum dan tidak berkata apapun, ia menatap wajah setiap penjaga istana sambil melihat Level kekuatan mereka.


"Level mereka semua, di bawah 30... Dan tidak ada yang lebih kuat dari Vargus... Huffft."

__ADS_1


__ADS_2