
[Berhasil membunuh monster Cita petir D-Rank.]
[Mendapatkan 1 Exp.]
Setelah tergeletaknya salah satu monster Cita petir itu, membuat kawanannya marah kepada Clay.
Amarah Cita petir itu terlihat jelas karena saat ini fokus Cita petir itu hanya tertuju pada Clay.
Tidak hanya fokus saja yang tertuju pada Clay, melainkan saat ini mereka mendekat secara bersamaan dengan perlahan ke arah Clay sambil menunjukkan taringnya yang terlihat cukup tajam.
Melihat kawanan Cita petir itu mendekat ke arah Clay, membuat anggota Guild merasa panik.
"Lindungi tuan muda..." Teriak Zen dengan sigap.
Disaat anggota Guild Black Dragon berusaha mendekat ke arah Clay dengan tujuan melindunginya, kini dengan cepat Clay melancarkan serangannya ke Cita petir secara beruntun. .
"Wind Sword..."
"Wind Sword..."
"Wind Sword..."
"Wind Sword..."
Clay menembakkan sihir Wind Sword ke setiap Cita petir yang berusaha mendekatinya.
Tetapi sayangnya, Cita petir itu berhasil menghindar dengan menggunakan kecepatan yang ia miliki.
Seperti namanya, Cita petir ini memiliki kemampuan berlari sangat cepat. Mereka akan bertambah cepat seiring meningkatnya tingkatan mereka.
Sebelum menghadapi Cita petir ini, Clay telah mengamati tingkatan monster yang ada dihadapannya melalui bantuan sistem.
Saat ini monster yang ada dihadapannya itu hanya sekumpulan monster tingkat D-Rank.
Ada 2 monster saja yang memiliki tingkatan C-Rank, yaitu Ular batu dan pemimpin serigala bertanduk.
Dengan mengetahui kekuatan musuh, membuat Clay semakin percaya diri bahwa dirinya dapat membunuh monster-monster yang ada dihadapannya.
Beberapa detik pun berlalu, Clay masih saja melancarkan serangan ke Cita petir itu, tetapi serangan yang ia keluarkan dapat dihindari dengan mudah.
Semakin lama, Cita petir itu semakin dekat dengan posisi Clay saat ini berdiri.
Hingga akhirnya kini anggota Guild Black Dragon berhasil berada dekat Clay dan berusaha membantu untuk menahan datangnya Cita petir.
"Tuan muda, cepat serang dia... Aku akan menahannya."
Tampak 2 anggota Guild yang telah berubah wujud menjadi seekor anjing itu sedang menggigit dan menahan tubuh Cita monster sekuat tenaga.
Clay mendengar apa yang mereka katakan dan segera melancarkan serangannya.
"Wind Sword..."
*Sringgg... Craaakkkk...*
Suara tebasan pedang dan darah yang keluar dari tubuh Cita petir menghiasi sengitnya pertarungan.
[Berhasil membunuh monster Cita petir D-Rank.]
[Mendapatkan 1 Exp.]
"Satu lagi terbunuh... Tersisa 3 Cita petir, 21 Serigala bertanduk dan 1 Ular batu..." Ucap Clay dalam hati.
__ADS_1
"Beberapa dari kalian bantu tuan muda dan sisanya bunuh monster-monster yang ada dihadapan kalian..." Ucap Zen dengan lantang ke anggota divisinya.
"Sayang sekali, aku kesini tidak membawa pasukanku... Aku tidak bisa memamerkan kehebatan divisi ku..." Gumam Paul sambil merubah wujudnya menjadi Beruang.
"Hahaha sejak kapan Beruang lebih unggul dari Harimau?" Saut Rhamp yang juga merubah wujudnya menjadi Harimau putih.
"Diamlah kalian... Cepat bunuh monster-monster itu!" Teriak Melissa dari kejauhan dan saat ini ia sedang berada di sisi Isabel.
Isabel hanya memeluk erat tubuh Melissa, karena dirinya masih belum terbiasa dengan sebuah pertarungan dan masih trauma dengan monster.
Pertarungan pun pecah, anggota Guild Black Dragon itu menyerang secara bersamaan.
*Crackkkk...*
*Rrrggghhhh...*
*Sringgg....*
Satu persatu monster serigala bertanduk dan Cita petir itu pun tumbang.
Mereka kuwalahan menghadapi anggota Guild Black Dragon karena mereka kalah dalam hal jumlah maupun kekuatan.
Hanya Ular Batu dan pemimpin serigala bertanduk saja yang mampu mengimbangi kekuatan dari ketua divisi.
[Membunuh monster serigala bertanduk D-Rank.]
[Mendapatkan 1 Exp.]
"Wind Sword..."
[Membunuh monster Cita petir D-Rank.]
[Mendapatkan 1 Exp.]
"Wind Sword..."
Clay berhasil membunuh cukup banyak monster dengan bantuan anggota Guildnya.
Tetapi ada satu hal yang membuat Clay sedikit merasa kecewa. "Sayang sekali... Sistem ini tidak menyarankanku untuk membunuh... Daritadi aku membunuh dan hanya mendapatkan 1 Exp saja... Tapi ketika aku menciptakan sebuah Equipment, aku bisa mendapatkan banyak Exp... Hahaha ternyata sesuai namanya, Sistem Cheat Craftsman."
Akhirnya kini Clay pun menyadari, bahwa Sistem Cheat Craftsman ini memiliki kelebihan untuk menciptakan suatu karya, bukan untuk membunuh seperti yang saat ini ia lakukan.
Clay menyimpulkan bahwa Sistem Cheat Craftsman ini memberikan dirinya kemudahan untuk membuat berbagai macam jenis Equipment untuk memperkaya dirinya.
Clay juga mendapatkan banyak Exp agar ia naik level dengan mudah dan mendapatkan sejumlah Point Atribut hanya untuk bertahan hidup di dunia ini, bukan untuk membunuh atau sebagainya.
Waktu pun terus berlalu beberapa menit, jumlah monster yang dalam kepungan itu kini semakin berkurang.
Kerugian pun terjadi bukan hanya di pihak monster, melainkan ada juga beberapa anggota Guild yang terluka.
"Siapapun yang sudah terluka parah... Aku perintahkan untuk mundur! Aku tidak ingin kehilangan satu nyawa pun disini!" Teriak lantang Clay kepada anggota Guildnya.
Anggota Guild Black Dragon yang terluka itu pun mendengarkan apa yang Clay perintahkan dan segera menjauh dari pertarungan.
Hingga beberapa saat kemudian, kini pertarungan sengit itu pun perlahan berubah menjadi reda karena semuanya mulai kelelahan.
"Sial... Aku sudah kehilangan banyak Mana..." Ucap Clay dalam hati.
Semuanya bernafas dengan nafas yang berat, sambil memandangi setiap musuh yang ada di hadapannya.
Saat ini hanya tersisa 3 monster Serigala bertanduk dan 1 monster Ular batu saja yang masih hidup.
__ADS_1
Sedangkan dengan Cita petir, mereka semua mati terbunuh ketika dalam pertempuran.
Pertarungan pun terhenti sejenak, mereka semua mencoba mengatur nafasnya.
Hingga akhirnya, Clay pun terkejut dengan sebuah cahaya yang tiba-tiba menyelimutinya.
"Apa ini?" Gumam kejut Clay ketika melihat sebuah cahaya terang sedang menyelimuti sekujur tubuhnya.
Clay terkejut karena ia merasakan bahwa cahaya tersebut sangat nyaman dan mengisi tenaga sekaligus Mana yang telah hilang.
Disaat peristiwa ini terjadi, Clay mendengar teriakan-teriakan bahagia dari beberapa anggota Guild.
"Ini... Ini sihir milik nona Melissa..."
"Benar... Ini kemampuan nona Melissa, ketua divisi 1..."
"Hahaha... Ternyata benar apa yang dikatakan kelompok divisi 1... Sihir ini sungguh nikmat."
Clay mendengar ucapan-ucapan itu dan langsung melihat kearah Melissa.
Saat ini, Clay melihat bahwa Melissa sedang melakukan rapalan panjang dengan pose kedua tangan yang mengarah ke anggota Guild Black Dragon.
"Sepertinya memang benar... Ini semua ulah Melissa..." Gumam Clay setelah melihat kearah Melissa.
Secara perlahan, Clay dan anggota Guild Black Dragon lainnya mulai tampak lebih segar bertenaga kembali.
Hingga sampai beberapa detik kemudian, kini terdengar seruan dari anggota Guild.
"Jangan sia-siakan kesempatan ini... Mana dan tenaga kita telah kembali dan monster-monster itu sedang kelelahan... Ini kesempatan kita!!"
"Serang..."
"Serang..."
Sekitar 20 anggota Guild dan 5 ketua divisi itu, menyerang 3 monster yang tersisa secara bersamaan.
*Rrrggghhhh...*
*Auuuu...*
*Craaakkk.. Cracckkk...*
*Klotakkk...*
Suara keras pertarungan berat sebelah itu terdengar jelas di gendang telinga Clay.
Monster yang tersisa itu pun hanya mampu bertahan dengan sisa tenaga yang ia punya.
*Crackkkk... Aaauuuu... Aauuu... Aauu..*
Akhirnya pemimpin serigala beserta 2 serigala lainnya pun tumbang karena tidak dapat bertahan dari genpuran anggota Guild secara terus menerus.
Sedangkan anggota Guild disisi lainnya, mereka tidak mampu menembus pertahanan Ular batu.
Melihat keadaan tersebut, membuat Clay berinisiatif untuk melancarkan serangannya. "Minggir semuanya!!"
Clay memfokuskan Mananya ke dalam kedua kaki dan pedang sihir Sharp Wind yang ada di dalam genggamannya.
"Fokus... Fokus... Fokus... Masih kurang... Aku harus memanfaatkan kesempatan ini..." Batin Clay dalam hati.
Hingga beberapa hembusan nafas kemudian dan setelah anggota Guild berhasil sepenuhnya menyingkir dari hadapan Clay, kini terdengar suara teriakan keras.
__ADS_1
"Wind Step... Sharp Wind Slash!!"