Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 31 - Amarah Veronica & Senyum Psikopat


__ADS_3

Kini ketiga budak wanita itu pun menceritakan banyak hal tentang dirinya pada Clay dan lainnya.


Mereka bertiga menceritakan bahwa mereka berasal dari sebuah desa kecil yang berada di pinggiran wilayah tempat terbuang.


Semua nasib buruk yang menimpa mereka itu berawal dari ketika desa tempat tinggal mereka di serang oleh para bandit.


Dikarenakan semua warga desa hanyalah penduduk biasa, tentu saja mereka tidak mampu melawan balik serangan para bandit itu.


Akhirnya warga desa tidak mampu berkutik dan hanya sebagian saja yang bisa melarikan diri dari serangan para bandit.


Sedangkan warga yang lainnya, mereka di tangkap dan di tahan oleh para bandit.


Setelah di tangkap, para bandit memisahkan warga desa berdasarkan jenis kelamin.


Untuk ras Demi-human berjenis kelamin laki-laki, mereka semua di jual ke berbagai tempat untuk di jadikan budak.


Sedangkan untuk ras Demi-human berjenis kelamin perempuan, mereka semua tidak jual, melainkan di jadikan budak oleh para bandit dan di pakai dengan sesuka hati.


Hari demi hari mereka lalui dengan kehidupan pahit, bahkan hampir setiap hari salah satu diantara mereka harus kehilangan nyawa karena siksaan dan perlakuan kejam yang di lakukan oleh para bandit.


Hingga pada akhirnya kini mereka berti diselamatkan oleh Clay.


Mereka bertiga juga memberitahukan tentang dirinya dan juga jenis perubahan wujud binatang mereka.


Liza adalah perempuan lajang berusia 19 tahun, perubahan wujud binatang dirinya adalah Kupu-kupu.


Anna adalah perempuan lajang berusia 20 tahun, perubahan wujud binatang dirinya adalah Ular.


Veronica adalah wanita yang sudah berkeluarga yang berumur 30 tahun, perubahan wujud binatang dirinya adalah Laba-laba.


Mendengar Veronica yang sudah berkeluarga, membuat Clay menjadi penasaran dan ia pun bertanya. "Hm, kamu sudah memiliki suami? Sungguh!?"


Clay tidak percaya kalau Veronica sudah berumur 30 tahun dan sudah berkeluarga.


Hal itu terjadi karena postur tubuh dan wajah Veronica masih terlihat seperti remaja dan tidak terlihat seperti orang yang sudah berkeluarga.

__ADS_1


"Benar, tuan Clay... Sa-saya sudah pernah memiliki suami." Jawab Veronica sambil menundukkan kepalanya di hadapan Clay.


"Dimana dia? Apa dia berhasil melarikan diri?" Tanya Clay yang masih penasaran.


Veronica semakin menundukkan kepalanya, ia berusaha sekuat tenaga untuk tegar dan tidak meneteskan air mata di hadapan banyak orang.


"Dia... Dia mati... Dia kehilangan nyawanya demi melindungiku dari serangan bandit-bandit yang menyerang desa..." Jawab Veronica sambil menahan kesedihan yang ada di dalam hatinya.


Meskipun Veronica berusaha sebaik mungkin untuk tidak menunjukkan rasa sedihnya, tetapi tetap saja Clay dan lainnya mengerti dengan apa yang Veronica rasakan saat ini.


Suasana pun menjadi hening dan sunyi, tidak ada satu pun yang berani berkata karena takut mengucapkan kata-kata yang semakin memperburuk keadaan.


Keheningan itu pun berlangsung cukup lama, hingga akhirnya kini Clay pun melakukan sesuatu yang mengejutkan semua orang.


Saat ini Clay mengambil pedang Sharp Wind nya yang ada di dalam inventory, lalu ia meletakkan pedang tersebut tepat di hadapan Veronica sambil berkata. "Apa kamu ingin membalaskan dendam atas kematian suamimu?"


Sontak semua orang terkejut terheran-heran melihat dan mendengar apa yang di lakukan Clay.


Meskipun mereka terkejut, tetapi tetap saja tidak ada satu pun yang berani berkata, mereka hanya terdiam sambil bertanya-tanya dalam hati.


"Membalaskan dendam suaminya? Tapi disini tidak ada bandit lagi selain Vargus... Atau jangan-jangan Clay mengizinkan Veronica untuk membunuh Vargus sekarang juga? Apa dia mengurungkan niatnya untuk menyerahkan Vargus pada kerajaan Grandle?" Fikir Ariana dalam benaknya, ia terus menerus mencoba menebak apa yang akan di lakukan Clay selanjutnya.


Sedangkan di sisi lain, Veronica yang masih terdiam sambil menundukkan kepalanya dan menatap sebuah pedang yang berada di hadapannya itu.


Veronica mengepalkan telapak tangannya dengan sangat erat dan perlahan tatapan matanya menjadi sangat tajam penuh amarah.


Perasaan sedih yang ada di dalam dirinya, kini berubah menjadi amarah yang menggebu-nggebu dan ingin membalas dendam.


Clay melihat sendiri perubahan amarah yang terlihat jelas di dalam raut wajahnya itu, lalu kemudian Clay pun kembali berkata pada Veronica. "Ambil pedang itu kalau kamu ingin membalaskan dendam!" Kini Clay berkata dengan nada yang sedikit tegas, dengan tujuan agar Veronica semakin yakin dengan keputusan yang ia pilih.


Tanpa ragu-ragu, Veronica pun langsung mengambil pedang Sharp Wind tersebut dan ia menggenggam gagang pedang dengan sangat erat.


Veronica memegang pedang Sharp Wind tersebut seperti layaknya pengguna pedang veteran, tetapi sebenarnya ia belum pernah menggunakan sebuah pedang apalagi membunuh seseorang.


"Saya ingin balas dendam, tuan... Saya ingin membalaskan dendam kematian suamiku! Nyawa bayar nyawa!" Ucap Veronica dengan penuh amarah.

__ADS_1


Clay pun tersenyum mendengar jawaban Veronica.


"Bagus, aku suka tatapan tajam dan tekatmu itu... Kita harus membalasnya berkali-kali lipat jika kita di sakiti! Tapi sayangnya, aku telah membunuh semua bandit yang ada di markas ini..." Clay terdiam sejenak sambil melangkah mendekat ke arah Vargus.


Kemudian Clay menarik Vargus dan membawanya ke hadapan Veronica sambil melanjutkan perkataannya. "Kecuali dia... Vargus. Dia adalah bos bandit dan juga mantan tuannu yang telah menyiksamu hingga sekarat. Sekarang kau bebas menyiksanya sesuka hati."


Tepat setelah Clay menyelesaikan kata-katanya, kini ia tak lupa untuk memberikan kode isyarat melalui lirikan mata pada Melissa.


Kode isyarat lirikan mata itu bermaksud agar Melissa membawa pergi Isabel ke luar ruangan.


Melissa pun mengangguk, ia mengerti apa yang Clay maksud dan segera membawa Isabel keluar dari ruangan tersebut.


Clay melakukan hal ini karena ia tidak ingin adiknya yang lucu itu melihat kekejaman yang terjadi selanjutnya.


Clay mengetahui kalau sebuah kekerasan, dapat merusak mental anak di bawah umur dan dapat mempengaruhi sifat serta perilakunya di masa depan.


Disaat bersamaan, Vargus pun tidak pasrah begitu saja, ia berusaha menolak dan memberontak sekuat tenaga.


"Clay!! Apa yang kau lakukan? Bukankah kau akan menyerahkanku pada kerajaan!?"


"Sialan... Bocah!! Aku sudah menyerahkan semua apa yang aku punya, tapi kau mengkhianatiku!!"


"Jangan lakukan itu! Aku masih ingin hidup!"


...


...


Vargus berteriak sekencang-kencangnya, ia juga berusaha melarikan diri dari tempat tersebut tetapi ia tak dapat berkutik karena ikatan rantai serta sihir tanah milik Clay dan banyak diantara anggota Guild yang menahan dirinya.


Teriak-teriakan Vargus itu, di abaikan oleh Clay dan hanya terfokus pada Veronica.


"Tunggu apa lagi? Lakukan sesukamu padanya... Tapi aku berharap, ada hal menarik sebelum kamu membunuhnya..." Ucap Clay dengan tersenyum manis pada Veronica.


Senyuman manis yang di tunjukkan Clay itu, tampak lebih mengerikan dari sebuah senyuman psikopat dunia ini.

__ADS_1


Bahkan Ariana dan anggota Guild Black Dragon pun takut melihat betapa mengerikannya senyuman Clay, walaupun mereka sama sekali tidak terlibat dan berbuat salah.


__ADS_2