
Akhirnya kini Ariana, Max dan rekan-rekannya pun pergi bersama para prajurit kerajaan, meninggalkan Clay dan lainnya.
Setelah kepergian mereka, kini semua orang pun mulai bubar dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
Tetapi ada beberapa orang yang masih tetap berada di tempatnya sambil berbisik-bisik pada temannya sambil membicarakan Clay.
"Apa kau mendengar? Kalau dia adalah teman putri."
"Iya, aku juga mendengar."
"Tuan putri kita kan cantik dan baik...beruntung sekali anak muda itu bisa berteman sama tuan putri."
...
...
Bisik-bisik dan gumaman orang-orang pun samar-samar terdengar di telinga Clay, tetapi Clay mencoba mengabaikan mereka dan kembali fokus pada penjaga kota yang sebelumnya mencoba menghentikan Clay untuk masuk ke dalam kota Sier.
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Clay dengan nada santai.
"Ten-tentu saja, tuan... Maafkan saya karena lancang menghentikan anda. Saya tidak tahu kalau anda adalah teman tuan putri."
Clay pun kembali mengambil 1 Gold yang ia miliki dan kemudian memberikannya pada penjaga kota itu.
"Ini ambillah..."
Penjaga kota itu pun terkejut. "Untuk apa uang ini tuan?"
"Bukankah tadi kamu bilang 1 Gold untuk satu budak? Meskipun aku bukan penjual budak, tapi anggap saja orang yang di dalam sana itu adalah budak yang akanku jual." Ucap Clay yang ingin segera memasuki kota tanpa di persulit lagi.
"Ta-tapi ini tidak perlu, tuan. Tuan putri sudah berminta pada untuk mengizinkan anda untuk masuk."
"Hm, kalau begitu ambil saja... Anggap saja itu bonus dariku."
"Terima kasih, tuan. Anda benar-benar orang yang dermawan." Ucap penjaga kota dengan senyuman ramah.
"Ya..." Ucapan Clay terhenti beberapa detik, kemudian ia bertanya pada penjaga kota itu. "Oh ya... Dimana aku bisa mendapatkan kamar penginapan? Aku butuh banyak kamar."
"Ah, aku punya beberapa teman yang memiliki penginapan mewah... Tapi, untuk apa anda menyewa banyak kamar?"
Tanpa jeda dan berfikir, Clay pun langsung menjawab. "Tentu saja untuk diriku dan mereka juga." Clay menjawab sambil menunjuk kearah rombongannya.
"Bukankah mereka hanya seorang budak... Apa anda berniat memberikan para budak itu tempat tidur yang layak!?" Tanya penjaga kota dengan mata melotot terkejut.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Apa kamu tidak suka?
"Bukan begitu, tuan. Hanya saja, aku baru pertama kali melihat kalau ada seorang tuan memperlakukan budaknya dengan baik." Ucap penjaga kota itu.
Clay terdiam ramah beberapa detik, kemudian ia kembali berkata. "Lalu dimana aku bisa mendapatkan penginapan yang bisa menerima budak?"
"Hm..." Penjaga kota itu berfikir sejenak, kemudian ia menjawab pertanyaan Clay. "Sepertinya disini tidak ada tuan... Tapi kalau anda menyewa satu penginapan penuh, mereka bisa tidur di dalam penginapan yang layak."
Clay menyadari betapa sulitnya ras Demi-human di terima oleh semua orang, hal ini sudah terjadi sejak lama.
Clay mengerti sebenarnya pemilik penginapan itu tidak mempermasalahkan ras Demi-human menyewa kamar mereka, asalkan mereka membayar biaya sewa dengan baik dan benar.
Tetapi yang menjadi masalah bukan itu, melainkan pengunjung lain yang tidak ingin berdekatan dan berbaur bersama ras Demi-human, hal itu yang membuat Clay harus menyewa satu penginapan penuh agar ras Demi-human dapat tidur di tempat yang layak.
Maka dari itu lah pemilik penginapan lebih memilih dan memprioritaskan pengunjung lain daripada ras Demi-human.
"Hm, baiklah... Tidak masalah. Dimana aku bisa mendapatkan satu penginapan penuh? Apa kau bisa mengantarkanku? Aku akan memberimu bonus lagi." Ucap Clay pada penjaga kota.
"Maaf, tuan. Kalau sekarang saya tidak bisa mengantarkan anda karena saya sedang dalam bertugas... Tapi kalau anda ingin menunggu, saya bisa mengantarkan anda ketika pergantian tugas penjaga sekitar satu jam lagi." Jawab penjaga kota dengan nada sopan.
"Hm, satu jam ya? Baiklah tidak masalah... Aku akan menunggu disini."
"Baik, tuan." Jawab penjaga kota lalu pergi meninggalkan Clay dan kembali bekerja.
"Penjaga kota itu bilang, kalau dia akan mengantarkan kita ke penginapan satu jam lagi... Saat ini kita akan menunggunya dan mencari tempat untuk berteduh."
"Baik, tuan." Jawab anggota Guild Black Dragon.
"Kakak, sepertinya disana cukup sejuk..." Ucap Isabel sambil menunjuk kearah pohon besar yang rimbun.
"Hm, baiklah... Kita pergi kesana."
Kini Clay dan lainnya pun berteduh sambil bersantai di bawah pohon besar dengan nyaman.
Hingga akhirnya kini Clay pun teringat akan suatu hal.
"Ketua divisi, kemarilah..." Ucap Clay sambil melambaikan tangannya kearah ketua divisi Guild Black Dragon agar mendekat kearahnya.
Mereka pun mendekat dan Zen pun bertanya. "Ada apa, tuan muda?"
"Aku ingin memberi kalian tugas."
"Tugas semacam apa itu tuan muda?"
__ADS_1
Clay pun segera mengambil sebagian uangnya, kemudian ia berkata. "Kalian berpencarlah untuk mencari inti monster... Tidak peduli harga atau pun jumlahnya. Kalau ada yang menjual inti monster, beli semua!"
"Bagaimana dengan tingkatan rank nya?"
"Aku juga tidak peduli dengan rank nya... Beli semua inti monster yang mereka punya, meskipun itu F-Rank."
"Baik, tuan."
"Disini ada uang 434 Gold 23 Silver 43 Copper... Bagi dengan rata setiap kelompok. Kalau uangnya kurang, kalian bisa kembali kesini dan meminta uang padaku." Ucap Clay sambil memberikan beberapa kantong uang pada mereka.
"Baik, tuan."
"Oh ya... Kembalilah dalam waktu satu jam dan ku harap tidak ada yang terlambat."
"Baik, tuan."
Akhirnya kini semua anggota Guild Black Dragon pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan kini di tempat tersebut hanya ada Clay, Isabel dan ketiga budak wanita.
Mereka semua menunggu dengan tenang dan nyaman, tak ada satu pun hal yang menganggu.
Ketenangan dan kenyamanan itu semakin terasa nikmat ketika mereka memandang pemandangan indah kota Sier.
Hingga akhirnya kini Veronica pun mencoba berbicara dan bertanya pada Clay.
"Tuan... Apa ada sesuatu yang harus kami lakukan?" Ucap Veronica dengan sopan dan berharap ia juga mendapatkan perintah dari Clay.
"Tidak ada. Kita hanya perlu menunggu kedatangan anggota Guild dan penjaga kota itu..." Jawab Clay sambil tetap memandangi pemandangan kota.
"Ta-tapi tuan... Kami juga ingin berguna bagi anda... Lagi pula kami juga tidak enak dengan lain kalau sejak awal kami hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun."
Clay pun faham dengan perasaan mereka yang ingin berguna untuk tuannya.
Akhirnya Clay pun mengambil 1 Gold lagi, kemudian ia memberi tugas untuk mereka bertiga.
"Kalian pergilah ke kedai itu... Belikan aku minuman dan makanan." Ucap Clay sambil menunjuk kearah kedai makanan yang berada di seberang jalan.
"Baik... Berapa banyak, tuan?"
"Secukupnya uang ini." Clay pun memberikan 1 Gold yang baru saja ia ambil dari sistem.
"Baik, tuan."
Akhirnya ketiga budak wanita itu pun pergi ke kedai tersebut.
__ADS_1
Sedangkan dengan Clay dan Isabel, mereka berdua kembali memandangi pemandangan yang indah, mereka berdua memandangi pemandangan sambil meregangkan saraf-saraf otak yang tegang karena perjalanan dan pengalaman yang mereka lalui selama ini.