Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 32 - Penyiksaan Sadis


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, kini suasana pun kembali hening, hanya ada sesekali suara Vargus yang terdengar tidak jelas karena saat ini mulutnya sedang disumpal oleh salah satu anggota Guild Black Dragon dengan kain.


Mereka tidak hanya menyumpal mulut Vargus saja, mereka juga mengikat tubuh Vargus di kursi menggunakan rantai besi agar ia tak dapat leluasa memberontak.


Mereka melakukan hal ini karena ia terus saja berteriak dan mencaci Clay secara terus menerus sambil mencoba melepaskan ikatan yang ada mengekang pergerakan tubuhnya.


"Errmm... Eemm... Emmhh..." Suara Vargus yang saat ini sedang tersumpal dengan kain, ia tetap memberontak sekuat tenaga meskipun sangat mustahil baginya untuk bisa kabur dari ruangan itu.


Di sisi lain, kini Veronica mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah Vargus, sambil tetap menggenggam pedang Sharp Wind dan menunjukkan tatapan yang tajam.


Tatapan mata yang tajam itu tampak sangat kuat, tak ada keraguan sama sekali di dalam hatinya untuk melukai dan membunuh Vargus.


Kini jarak antara Veronica dengan Vargus hanya sekitar dua sampai tiga meter saja.


Veronica pun mulai mengangkat pedang Sharp Wind dan bersiap untuk mengayunkan pedang tersebut kearah Vargus.


"Errmm... Eerrmmm..." Vargus mulai melototkan kedua bola matanya, saat ini ia benar-benar ketakutan dan mencemaskan keselamatannya.


Seketika sihir tanah milik Clay yang menyelimuti tubuh Vargus itu, kini tiba-tiba menghilang.


Clay sengaja menghilangkan sihir tanahnya agar Veronica dapat melukai Vargus tanpa hambatan.


*Sringgg...*


"Ini untuk desa yang kau hancurkan!" Ucap Veronica pada Vargus, setelah ia menebas tubuhnya.


Ariana yang tak terbiasa dengan hal penyiksaan seperti ini, seketika membuat kedua kakinya bergetar dengan sendirinya.


Sedangkan anggota Guild, masih saja terdiam dan hanya memperhatikan kejadian yang terjadi.


"Eerrmmm... Erm... Eerrmm..." Vargus berusaha memohon ampun, tapi dirinya tak dapat berkata dengan baik dan jelas karena mulutnya tersumpal kain.


Kemudian Veronica pun kembali mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkan kembali kearah Vargus.


*Sring...*


"Ini untuk saudara-saudaraku..."


"Eerrm... Mmmhh..." Erangan Vargus yang terdengar semakin keras.


Veronica kembali mengangkat pedangnya dan menebas tubuh Vargus sekali lagi, sehingga membentuk huruf.


*Sringg...*


"Ini untuk ras Demi-human yang terbunuh!"


"Arrgghhh... Errmm... Emmm..." Suara teriak Vargus karena rasa sakit yang ia rasakan.


Semakin lama, suara Vargus semakin terdengar pelan dan kini tampak sedikit perlawanan dari Vargus.


Vargus pun mulai lemas karena kehilangan banyak darah.

__ADS_1


Sedangkan Veronica, ia tak peduli dengan kondisi Vargus dan tetap menebaskan pedangnya.


Tak ada yang berani menghentikan tindakan Veronica itu, mereka tidak berani karena Clay tidak memerintahkan untuk menghentikan Veronica.


Setelah beberapa menit kemudian, kini Vargus pun mulai samar-samar kehilangan kesadarannya.


Saat ini Vargus benar-benar tak berdaya, tubuhnya sangat lemas tak bertenaga karena kehilangan banyak darah.


Melihat kondisi Vargus, membuat Veronica menghentikan tebasan acaknya.


Kini Veronica pun bernafas cukup berat karena kelelahan.


Jika kita melakukan sesuatu dengan amarah, tentu saja membuat tubuh kita menjadi cepat lelah.


Sedangkan dengan Clay, kini ia pun mendekat menghampiri Vargus, sambil berkata.


"Hei ayo sadarlah... Aku belum mendengar kata ampun darimu..." Clay berkata pada Vargus sambil menjulurkan kedua tangannya kearah Vargus.


Clay menjulurkan kedua tangannya kearah Vargus dengan maksud tertentu, ia menjulurkan kedua tangannya bukan maksud untuk mengakhiri hidupnya, melainkan menyembuhkan Vargus.


"Sihir penyembuhan..." Ucap Clay sambil menggunakan sihir penyembuhannya pada Vargus.


Hanya dalam beberapa detik saja, kini Vargus langsung sembuh.


Darah yang keluar dari tubuhnya, kini perlahan berhenti.


Luka-luka bekas tebasan pedang itu pun seketika menutup dan kembali seperti sedia kala, tanpa ada bekas apapun.


Vargus terkejut, ia tak menyangka kalau dirinya di sembuhkan dan mengira kalau Clay telah mengampuni dirinya.


Vargus merasa lega, ia juga beranggapan kalau penderitaannya itu akan berakhir dan akan segera diserahkan kepada pihak kerajaan Grandle.


Tidak hanya Vargus saja, Ariana dan anggota Guild Black Dragon pun juga merasa lega karena pemandangan yang tidak enak di pandang itu akan segera berakhir.


Tetapi sayangnya, semua yang ada di benak Vargus dan semua orang itu pun seketika sirna, ketika Clay berkata. "Veronica... Kenapa berhenti? Bukankah kamu belum puas?"


Mendengar ucapan Clay, sontak semua orang terkejut dan tidak menyangka kalau Clay akan melakukan hal yang seperti ini.


Yang semula Vargus merasa senang, kini ia pun kembali marah dan berusaha memberontak sekali lagi.


"Ermm... Eeemmm... Eemmm..." Ucap Vargus dengan mulut yang masih tersumpal kain, sambil berusaha bergerak-gerak agar ikatannya terlepas, tetapi sayangnya usahanya itu tetap saja gagal dan tidak membuahkan hasil.


Sedangkan di sisi lain, Veronica pun menjawab ucapan Clay dengan nafasnya yang masih berat karena kelelahan. "Huuhhh... Huhhh... Benar tuan. Aku masih belum puas."


Lagi-lagi Clay tersenyum, sambil berkata. "Hm, lalu tunggu apa lagi?"


Tepat setelah Clay berkata demikian, kini Veronica pun mengambil nafas panjang dan kembali menyiksa Vargus seperti sebelumnya.


*Srringgg...*


"Eerrmmm... Eemmm... Ermm..."

__ADS_1


*Sringg...*


"Eemmm..."


*Sringg...*


"Eeerrrmmmmhh..."


...


...


Suara tebasan pedang dan rintihan tak jelas yang diucapkan Vargus pun terdengar jelas di telinga semua orang.


Suara tebasan pedang dan suara Vargus itu pun menghiasi suasana keheningan yang terjadi di dalam ruangan tersebut.


Membuat semua orang mulai merasa tidak nyaman dengan pemandangan yang terjadi.


Bahkan membuat Ariana dan beberapa anggota Guild merasa mual karena melihat banyak darah yang bercucuran dimana-mana.


Setelah beberapa menit kemudian, Vargus pun kembali lemas dan saat ini berada di dalam kondisi kritis.


Tepat disaat kondisi Vargus sedang kritis, kini Clay pun kembali menyembuhkan tubuh Vargus sekali lagi.


Kali ini Clay tidak hanya menyembuhkan tubuh Vargus saja, tetapi ia juga menyebuhkan tubuh Veronica yang telah kehabisan tenaga.


Setelah Clay menyembuhkan mereka berdua dengan sihir penyembuhan, kini Clay pun kembali berkata tetap dengan senyuman ramahnya. "Kuharap kamu masih belum puas, Veronica."


Sebenarnya Veronica sudah mulai sedikit merasa puas dengan penyiksaan yang ia lakukan selama ini, tapi berhubung Clay berkata seperti itu, membuatnya tidak berani untuk mengatakan tidak.


Veronica tak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya lalu kemudian kembali menebas Vargus seperti sebelumnya.


Penyiksaan pun terus berlanjut, kini Vargus pun mulai menetaskan air matanya karena sudah tak tahan dengan rasa sakit yang ia derita.


Melihat penyiksaan itu terus berlanjut, membuat Ariana bertanya pada Clay.


"Clay... Kenapa kamu belum merasa puas? Apa kamu punya dendam padanya? Setidaknya biarkan dia hidup jika memang kamu berniat memberinya hidup... Dan segera akhiri hidupnya jika kamu memang berniat membunuhnya."


Ariana berkata demikian karena ia kini merasa kasihan dan tak tega kepada Vargus.


"Aku tidak punya dendam pribadi padanya... Tapi ketiga budakku ini punya dendam padanya. Bagaimana pun juga, dendam budakku adalah dendamku juga." Jawab Clay dengan santainya.


Mendengar jawaban Clay, kini Ariana dan anggota Guild Black Dragon yang menyaksikan penyiksaan itu pun mulai mengetahui, bahwa Clay sangatlah sadis dan kejam.


Mereka juga mengetahui kalau di balik sifat ramahnya itu, sebenarnya Clay adalah manusia berdarah dingin.


Setelah beberapa saat kemudian, kini Clay membuka inventory nya dan mengambil dua pedang lagi.


Kedua pedang yang diambil dari inventory itu pun Clay letakkan di depan Liza dan Anna.


"Kalian juga pasti punya dendam padanya kan? Bukankah dia yang telah menyiksamu?" Clay berkata pada Liza dan Anna tetap dengan raut wajah ramah dan senyuman manis.

__ADS_1


__ADS_2