Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 14 - Kemenangan Black Dragon


__ADS_3

Seketika Clay melaju secepat angin dan mengarah tepat ke monster Ular batu itu berada.


Dampak dari apa yang dilakukan Clay itu, membuat hembusan angin yang sangat kencang, menerbangkan debu dan dedaunan di sekitarnya.


Sejak awal Clay menggunakan sihir bertipe angin karena saat ini ia sedang menggunakan pedang sihir Sharp Wind yang mampu melipat gandakan efek Atributnya.


*Kratakkk... Crackkk... Crackkk...*


Terdengar suara seperti retaknya bongkahan batu besar.


Disaat bersamaan dengan suara tersebut, saat ini Clay berada di belakang monster Ular batu tersebut.


Padahal terlihat jelas, sebelumnya Clay berada di depan hadapan monster Ular batu.


Hingga sekitar 3 detik kemudian, pertahanan Ular batu itu pun pecah dan kepalanya jatuh tergeletak diatas tanah.


*Dukk... Dukk... Dukkkk...*


[Membunuh monster Ular batu C-Rank.]


[Mendapatkan 1 Exp.]


"Hm... Sudah ku duga... Pasti mendapatkan 1 Exp!" Ucap Clay dalam hati dengan perasaan kesal.


Suasana menegangkan itu pun pecah menjadi penuh kebahagiaan atas kemenangan anggota Guild Black Dragon.


"Monster Ular batu itu terbunuh..."


"Horeee..."


"Kita menang..."


"Hidup tuan muda Clay..."


"Hebat tuan muda Clay...."


....


....


Ungkapan-ungkapan bahagia atas kemenangan pun terdengar sangat keras di tempat tersebut.


Semuanya terkagum-kagum dengan kemenangan yang tak terduga dan kehebatan tuannya, Clay Valonia.


Setelah cukup lama mereka semua merayakan kemenangan dengan suara mereka, kini Clay pun mencoba menghentikan peristiwa tersebut dan sekaligus memberikan perintah.

__ADS_1


"Semua diam... Terima kasih atas kerja keras kalian... Aku sangat bangga dan berterima kasih karena kalian telah percaya padaku... Untuk sementara waktu, sebelum kita beristirahat... Aku meminta kalian untuk menguliti mayat-mayat monster ini... Ambil bagian Kulit, Daging, Inti monster dan bagian-bagian yang dapat dijual. Lakukan dengan baik."


"Siap, laksanakan." Ucap anggota Guild secara bersamaan.


Akhirnya kini mereka semua melakukan tugas yang telah diperintahkan oleh Clay.


Sedangkan dengan Clay sendiri, kini datang menghampiri Melissa dan Isabel yang sedang menunggunya di atas kereta.


"Kakak... Kakak hebat!! Sejak kapan kakak bisa bertarung?" Ucap bahagia Isabel sambil berlari menghampiri Clay yang sedang berjalan kearahnya dan ia pun memeluk Clay.


Clay tersenyum bahagia karena ia mendapat pelukan dari adiknya dan tentu saja ia menjawab dengan alasan yang berbohong seperti biasanya. "Hehehe... Itu kebetulan saja... Disaat kita masih berada di kota Fort, aku pernah memperhatikan para penjaga kota berlatih."


Setelah beberapa detik menjawab pertanyaan Isabel dan mendapat pelukan darinya, kini Clay menghampiri Melissa dan berkata. "Terima kasih atas bantuanmu... Itu tadi sihir yang sangat berguna ketika di medan pertempuran."


Melissa tersipu malu dan ia pun segera menjawab ucapan Clay. "Ti-tidak, tuan muda... I-tu hanya sihir pendukung saja... Tuan muda dan merekalah yang bekerja sangat keras."


"Tapi kalau bukan karena sihirmu itu, kita pasti sangat kelelahan..."


"Hehehe... Terima kasih, tuan muda... Anda menyanjung saya terlalu berlebihan."


"Kalau boleh tau, darimana kamu bisa menggunakan sihir seperti itu?" Tanya Clay dengan rasa penasaran.


"Saya tidak tahu, tuan muda. Setelah saya berada di umur 15 tahun dan melakukan pembaptisan kedewasaan, tiba-tiba saya dapat mengetahui beberapa mantra dari ingatan saya... Padahal sebelumnya saya tidak pernah mengetahui apapun tentang sihir... Banyak ras Demi-human yang ingin mempelajari sihirku ini, tetapi mereka tidak dapat menguasainya meskipun mereka hafal dengan mantra yang saya berikan... Orang tua saya bilang kalau ini semacam anugerah dari dewa rubah." Penjelasan singkat itu pun keluar dari mulut Melissa dengan nada dan ekspresi ramah.


"Oh jadi ini semacam anugerah ya... Kalau begitu aku tidak akan bertanya lebih dalam, karena itu adalah sesuatu yang seharusnya milikmu." Ucap Clay dengan raut wajah ramah.


Bagaimana pun juga, Clay telanjur tertarik dengan efek sihir pendukung yang ia rasakan sebelumnya dan sihir tersebut juga sangat berguna di dalam keadaan terdesak.


"Aku harus bisa mempelajari sihir itu... Meskipun tidak bisa sebagus yang dimiliki Melissa, setidaknya aku bisa menyembuhkan luka... Itu saja cukup." Fikir Clay dalam benaknya.


Clay sangat ingin menguasai sihir yang setidaknya ia dapat menyembuhkan luka, karena ia sadar akan keterbatasannya ketika membunuh makhluk hidup dan hanya mendapatkan 1 Exp saja.


Hal tersebut membuat Clay tidak ingin berada di baris depan dan ia hanya ingin membantu rekan-rekannya dari balik layar sambil membuat suatu karya agar menjadi kuat lebih cepat.


Setelah membulatkan tekatnya untuk menguasai sihir pendukung, kini Clay pun pergi menyendiri dari keramaian.


Disaat Clay telah berada cukup dari keramaian, kini ia pun mencoba menggores pergelangan tangannya.


*Sreekk...*


Suara pedang yang berhasil menggores salah satu pergelangan tangan Clay.


Setelah pergelangan tangan Clay terluka, kini Clay pun mencoba memfokuskan Mananya ke tempat luka yang baru saja ia buat.


Clay berkonsultasi dengan benar dan membayangkan sesuatu yang ia rasakan sebelumnya, seperti perasaan hangat dan nikmat ketika menerima sihir dari Melissa.

__ADS_1


Hingga sampai beberapa detik kemudian, muncul sebuah cahaya terang yang menyelimuti luka di pergelangan tangan Clay.


Perlahan rasa sakit di pergelangan tangan Clay menghilang bersamaan dengan rasa hangat yang menyelimutinya.


Akhirnya luka di pergelangan tangan Clay pun sepenuhnya hilang tak membekas.


"Aku berhasil... Ternyata sangat mudah... Tapi kenapa sangat mudah? Bukankah Melissa bilang kalau orang lain tidak bisa menggunakan sihir ini dengan mudah? Atau aku yang berbeda? Aku tadi juga melihat kalau mereka terkejut ketika aku tidak merapalkan sebuah mantra... Apa menggunakan sihir di dunia ini harus menggunakan mantra? Tapi kenapa aku hanya dengan modal berkhayal bisa menguasai suatu sihir? Ahhh pusing... Biarkan saja, lagipula ini juga mungkin suatu anugerah untukku bisa menggunakan sihir tanpa rapalan!! Lebih baik aku melihat statusku..." Fikir Clay yang bertanya-tanya seorang diri di dalam hati.


[Menampilkan Status :


Nama : Clay Valonia


Level : 9 (Exp. 85/90)


Atribut : (Point Atribut : 0)


Str. 11 Deff. 11 Agy. 9 Hp. 11 Mp. 9 Sta. 10


Iventory : (Klik untuk melihat)


Uang : 0


Keterangan : Craftsman D-Rank .]


"Pertarungan yang melelahkan tapi tidak menghasilkan apapun..." Ucap Clay dalam hati dengan raut wajah tertekuk karena kesal dengan jumlah Exp yang tidak bertambah banyak.


Setelah mengetahui statusnya, kini Clay ingin mengecek isi inventorynya sekaligus ingin mengembalikan pedang sihir Sharp Wind ke tempatnya.


[Inventory :


- Pedang sihir ‘Sharp Wind’ D-Rank (1x)


- Kulit Serigala bertanduk D-Rank (1x)


- Taring Serigala bertanduk D-Rank (1x)


- Pedang sihir F-Rank (10x)


- Tombak sihir F-Rank (10x)


- Panah sihir F-Rank (5x)


- Perisai sihir F-Rank (5x).]


"Hm... Sebentar lagi, isi inventoryku akan bertambah... Apa yang harus aku ciptakan ya?" Clay melamun memikirkan jenis equipment apa yang akan ia ciptakan selanjutnya.

__ADS_1


Disaat Clay sedang melamun, tiba-tiba ia dikejutkan oleh teriakan ramah seseorang yang saat ini sedang berjalan menghampirinya.


"Tuan muda... Tuan muda... Kenapa anda menyendiri sambil melamun disana?"


__ADS_2