
Tak lama setelah Clay meminta anggota Guild Black Dragon untuk membawa kedua bandit itu, kini mereka berdua pun telah berada di hadapan Clay.
"Tuan muda, kami telah membawa mereka." Ucap salah satu Anggota Guild Black Dragon yang sedang membawa kedua bandit itu.
"Bagus... Sekarang kalian berdua, masuklah dan pimpin jalannya." Ucap Clay pada kedua bandit sambil menunjuk kearah pintu masuk ruangan bawah tanah.
Clay memerintahkan mereka untuk memimpin jalan karena ia tidak tahu dengan keadaan di dalam sana.
Ntah itu tentang binatang buas atau pun jebakan-jebakan yang telah di pasang untuk keamanan harta.
Kedua bandit itu pun tidak membantah perintah Clay, dan mereka langsung masuk ke dalam pintu ruangan bawah tanah.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam ruangan bawah tanah, kini Clay memerintahkan Vargus untuk segera menyusul kedua bandit itu.
"Kau... Masuklah!" Ucap Clay pada Vargus dengan nada sedikit ketus karena ia masih kesal.
Sesuai perintah Clay, Vargus pun langsung masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu, dan kemudian Clay dan lainnya mengikuti mereka bertiga dari belakang.
Setelah beberapa langkah masuk ke dalam, kini jarak pandang pun semakin gelap dan hampir tidak terlihat apapun disana.
"Apa disini tidak ada penerangan sama sekali?" Tanya Clay pada Vargus.
"Kalau di lorong anak tangga ini, tidak ada tuan muda... Tapi kalau di depan sana, ada penerangan cahaya menggunakan obor api."
"Hm, sebaiknya aku menggunakan sihir api... Disini mulai gelap." Gumam pelan Clay sambil membalikkan telapak tangannya.
Tepat setelah Clay membalikkan telapak tangannya, seketika muncul sebuah api di atas telapak tangan Clay.
Clay mampu mengaktifkan sihir apinya dengan mudah, karena saat ini ia mulai terbiasa dengan sihir dan Atributnya pun sudah tergolong tinggi.
Sihir api yang Clay nyalakan itu pun cukup mampu menerangi sebagian lorong tersebut.
"Siapapun yang bisa menggunakan sihir api... Gunakan sihir api itu untuk menerangi sekitar." Ucap Clay anggota Guild, tepat setelah ia menyalakan sihir apinya.
"Baik, tuan muda."
Hanya beberapa anggota dan ketua divisi saja yang menguasai ilmu sihir, dan mereka pun kini menyalakan sihir apinya sama persis seperti yang Clay lakukan.
Kini sebuah lorong yang semula gelap gulita itu pun menjadi terang karena pantulan cahaya dari sihir api.
Di lorong tersebut, hanya terlihat pemandangan biasa, sebuah lorong sempit pada umumnya.
__ADS_1
Setelah beberapa langkah kemudian, kini mereka telah sampai di tempat yang cukup luas dan benar-benar terang, seperti yang Vargus jelaskan sebelumnya.
Sampai sejauh ini, semuanya berjalan dengan lancar dan aman, tidak ada jebakan atau hal-hal yang berbahaya sedikit pun.
Di tempat yang cukup luas dan terang itu, terdapat pintu besi lagi, tapi kali ini terdapat 2 pintu besi yang berbeda, pintu tersebut ada di sisi kanan dan sisi kiri.
"Di dalam sini ada apa?" Tanya Clay pada Vargus sambil menunjuk kearah pintu di sisi kanan.
"Disana tempat semua harta kekayaanku, tuan."
"Hm, oke... Buka pintunya dan kau masuk duluan." Ucap Clay pada Vargus.
Vargus pun menuruti perintah Clay dan segera membuka pintu besi yang ada di sisi kanan ruangan tersebut.
Akhirnya kini Vargus telah membuka pintu dan ia pun masuk ke dalam ruangan harta tersebut, diikuti oleh Clay dan lainnya.
Di dalam ruangan tersebut, banyak sekali barang-barang berharga yang para bandit rampas dari korbannya.
Semua orang pun tercengang melihat banyaknya barang-barang berharga yang di miliki Vargus itu.
"Apa ini semua menjadi milik kita?" Gumam pelan anggota Guild Black Dragon.
"Jangan bodoh! Ini semua milik tuan muda... Mana mungkin kita seorang budak bisa memiliki barang-barang yang berharga ini." Jawab anggota Guild yang lainnya.
Mereka tidak dapat memiliki dan menikmati harta tersebut karena sebelumnya mereka telah sepakat bahwa mereka hanya membutuhkan dua manusia bandit itu saja, dan membiarkan Clay untuk menyimpan harta yang di miliki para bandit.
Disaat bersamaan dengan semua orang yang tercengang karena banyaknya barang-barang berharga itu, kini Clay berkata pada sistem di dalam hati.
"Sistem, apa aku bisa menyimpan semua harta ini ke dalam inventory?"
[Tentu saja bisa.]
"Baiklah, aku akan menyimpan semua harta ini ke dalam inventory."
Seketika sebuah cahaya biru yang sama persis seperti hologram sistem itu menerangi seluruh ruangan tersebut.
Cahaya tersebut muncul secara tiba-tiba dan menghilang dengan sangat cepat.
Tetapi anehnya, hilangnya cahaya biru itu bersamaan dengan semua harta yang ada disana.
[Berhasil menyimpan ke dalam Inventory.]
__ADS_1
[Sistem telah memisahkan mata uang ke dalam sistem secara otomatis. Saat ini anda memiliki 14.336 Gold 23 Silver 43 Copper.]
"Oh... Jadi tempat penyimpanan benda itu ada di inventory, sedangkan mata uang berada di tempat yang berbeda dan aku pun juga gak tau di mana tempatnya... Tapi yang pasti akan lebih aman jika aku menyimpan uangku di dalam sistem..." Ucap Clay dalam hati sambil melihat layar hologram sistem.
Setelah beberapa detik kemudian, Clay melanjutkan ucapannya dalam hati."Sistem juga bisa menghitung uang secara otomatis... Aku tadi sempat melihat banyak uang Silver dan Copper, tapi sekarang menjadi 23 Silver dan 43 Copper saja."
Tepat setelah cahaya yang menyilaukan dan semua harta itu menghilang, membuat semua orang terkejut keheranan.
"Hei!? Dimana hartaku!? Aku bisa terbunuh kalau tiba-tiba hartaku hilang!" Ucap Vargus dengan raut wajah panik setelah melihat hartanya menghilang entah kemana.
Tidak hanya Vargus saja, tetapi di sisi lain, semua orang pun juga merasa kebingungan.
"Cahaya apa itu tadi!?"
"Haaa!? Apa aku sedang berkhayal!? Aku tadi melihat banyak barang-barang berharga disini, tapi sekarang menghilang dalam sekejap."
"Apa yang terjadi!? Dimana semua harta itu!?"
"Aku tadi juga melihat barang-barang itu disini dan tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan... Setelah itu semuanya menghilang."
...
...
Ucap anggota Guild dan lainnya yang tidak mengetahui kalau semua itu adalah ulah Clay. Mereka semua memasang raut wajah panik kebingungan karena hilangnya banyaknya harta dihadapan mereka.
Sedangkan dengan ketua divisi, mereka mengetahui bahwa Clay lah yang melakukan itu semua. Mereka tidak begitu panik karena Sebelumnya mereka telah melihat bahwa Clay bisa menggunakan sihir penyimpanan yang belum pernah ada di dunia ini.
"Tuan muda... Kemana barang berharga itu? Apa anda yang menyimpannya?" Tanya Zen dengan berbisik pelan pada Clay.
"Iya... Aku menyimpannya menggunakan sihirku." Jawab Clay tanpa ekspresi.
"Ah, syukurlah kalau begitu."
"Sekarang saatnya keluar dari sini dan pergi ke pintu satunya."
"Baik, tuan muda."
Clay pun pergi dari ruangan tersebut dan semuanya pun mengikutinya, mereka semua pergi meninggalkan ruang harta dengan kebingungan serta tak percaya tentang hilangnya barang-barang berharga itu.
Tak lama kemudian, kini mereka pun berada di depan pintu besi yang berada di sisi kiri.
__ADS_1
Di depan pintu besi itu, mereka semua mencium bau busuk yang menyengat, bau busuk itu berasal dari dalam ruangan di balik pintu besi itu.
"Ruangan apa di dalam sini? Kenapa baunya sangat busuk? Padahal pintu ini belum terbuka..." Tanya Clay pada Vargus.