Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 40 - Saatnya Pesta!


__ADS_3

Disaat bersamaan dengan kepergian anggota Guild Black Dragon yang sedang menjalankan tugas untuk mencari inti monster, kini Trumb pun kagum pada kepribadian Clay.


Trumb tak menyangka kalau ada sosok tuan yang begitu baik dan bersedia berbaur bersama para budaknya.


"Baru pertama kali ini aku melihat sosok tuan yang berperilaku baik pada budaknya... Pantas saja tuan putri Ariana berani menjamin kalau dia adalah orang baik." Ucap Trumb dalam benaknya.


Setelah beberapa saat kemudian dan setelah kepergian semua anggota Guild Black Dragon, kini Clay pun berkata pada Trumb.


"Baiklah... Kita kembali pada topik pembicaraan sebelumnya."


"Baik, tuan. Pekerjaan seperti apa yang harus saya lakukan?" Tanya Trumb dengan rasa penasaran.


"Tidak sulit... Kamu hanya perlu memanggil pedagang budak kesini."


"Memanggil pedagang budak? Hm..." Trumb berfikir sejenak, kemudian ia kembali berkata dengan nada senang karena ia mengingat salah satu pedagang budak yang terkenal di kota Sier. "Oh iya... Saya tahu dimana pedagang budak yang berkelas. Dia menjual banyak sekali budak dan semuanya berkualitas."


Tanpa butuh jeda waktu dan berfikir, Clay langsung menjawab ucapan Trumb. "Tidak... Aku ingin kamu memanggil semua budak yang ada di kota ini."


Seketika Trumb kebingungan dengan ucapan Clay, ia tak tahu maksud kenapa Clay berniat memanggil semua pedagang budak ke tempatnya.


"Tapi untuk apa anda memanggil mereka? Mereka akan sangat marah kalau anda hanya ingin bermain-main saja." Ucap Trumb yang berusaha mengingatkan Clay.


"Tentu saja aku ingin membeli budak... Dan kalau aku tidak tertarik dengan satu pun budak yang mereka jual, aku tetap akan memberikan mereka uang sebagai kompensasi karena telah membawa mereka kesini." Ucap Clay dengan penuh percaya diri.


Mendengar ucapan Clay, membuat Trumb semakin terheran-heran dengan Clay.


"Apa dia ini bersungguh-sungguh dengan ucapannya? Aku memang tidak tahu banyak tentang bangsawan ras manusia, tapi apa dia benar-benar kay raya?" Sekali lagi Trumb berfikir memikirkan Clay.


Melihat Trumb terdiam karena berfikir, membuat Clay kembali berkata dan berusaha untuk meyakinkan Trumb. "Kamu tidak percaya? Kalau begitu ini uang 5 Gold sebagai upah awalmu... Aku akan memberikan sisanya ketika aku selesai membeli budak." Clay pun kembali mengambil uang 5 Gold miliknya dari sistem.


"Bukan itu maksudku tuan... Aku hanya takut kalau nanti para pedagang budak itu kecewa."


"Tenang... Aku pasti bertanggung jawab dengan apa yang telah ku perbuat." Ucap Clay dengan raut wajah serius.


Trumb terdiam beberapa detik untuk berfikir dan meyakinkan dirinya, kemudian ia menjawab ucapan Clay. "Baiklah tuan... Saya akan memanggil mereka."


"Bagus... Beritahu mereka untuk datang kesini besok pagi." Ucap Clay sambil tersenyum karena Trumb bersedia melakukan pekerjaan itu.


"Baik tuan."


Akhirnya Trumb pun membawa 5 Gold yang di berikan Clay dan kemudian ia pun pergi meninggalkan penginapan tersebut.


Setelah kepergian Trumb, kini Clay dan Isabel pun pergi ke bangunan sebelah tempat resepsionis penginapan berada, untuk memesan daging dan bahan-bahan pesta lainnya.

__ADS_1


*


*


Waktu pun terus berjalan, kini matahari pun mulai gelap. Ratusan potong daging hewan ternak dan beberapa alkohol pun telah siap di hidangkan.


Anggota Guild Black Dragon pun juga baru saja kembali dan berkumpul bersama Clay.


"Tuan muda... Saya sudah membeli sebanyak yang saya bisa dan sepertinya hari ini sudah tidak ada lagi Guild yang menjual inti monster di kota ini." Ucap Zen yang penuh semangat dan percaya kalau Clay akan terkejut dengan hasil yang anggota Guild Black Dragon dapatkan.


Clay pun penasaran dengan hasil yang mereka dapatkan. "Hm, sungguh!? Berapa banyak itu? Mana inti monsternya?"


Zen pun menunjuk kearah luar ruangan lain, tetapi masih di dalam area penginapan.


"Disana tuan."


Clay segera beranjak dari tempatnya dan kemudian menuju kearah ruangan yang Zen tunjuk.


"Mana inti monsternya?"


"Disini tuan." Jawab Zen sambil menunjuk puluhan kantong besar yang besarnya berukuran sekitar 1 x 2 meter.


Seketika Clay melotot tak menyangka, ia melihat puluhan kantong besar yang berisikan inti monster.


"Sungguh!? Zen... Apa ini semua inti monster?" Teriak heboh Clay yang tak bisa menahan diri kesenangan karena ia memiliki banyak sekali inti monster.


"Te-tentu saja, tuan muda. Kantong-kantong Ini semua berisi inti monster." Jawab Zen dengan raut wajah yang sedikit terkejut karena melihat ekspresi Clay.


Mendengar jawaban Zen, membuat Clay semakin senang kegirangan. "Hahaha... Hahaha... Hahaha... Kerja bagus... Kerja bagus... Aku sangat senang dengan kerja keras kalian."


Semua orang pun tersenyum lega melihat Clay dapat tertawa lepas. Baru pertama kali ini mereka, melihat Clay tertawa lepas sejak pertama kali bertemu dengannya.


Sedangkan dengan Isabel, ia sangat heran dengan tingkah kakaknya.


"Kakak... Kakak... Kenapa kamu sangat senang? Padahal ini kan cuma inti monster." Tanya Isabel sambil menarik-narik baju Clay layaknya seorang anak kecil yang ingin diperhatikan.


Mendengar pernyataan Isabel, seketika Clay kembali tenang dan berusaha mengontrol dirinya beberapa detik, kemudian ia menjawab pertanyaan Isabel.


"Ah... Ti-tidak Isabel..." Clay berhenti berkata beberapa detik sambil berfikir mencari alasan, kemudian ia kembali menjawab. "Oh ini... Ini kan inti monster... Inti monster ini kan bisa digunakan sebagai pupuk."


"He'em... Lalu?" Tanya Isabel yang masih ingin mendengar alasan kakaknya.


"Di tempat terbuang kan tanahnya tandus... Jadi kita bisa menanam tumbuhan disana dengan inti monster ini sebagai pupuknya." Jawab Clay dengan nada dan raut wajah serius, agar rahasia tentang inti monster tersebut tidak terbongkar.

__ADS_1


Meskipun Clay tahu rahasianya pasti akan terbongkar cepat atau lambat, tetapi setidaknya itu bukan saat ini. Karena saat ini Clay merasa ia belum cukup kuat dan belum cukup mendapatkan banyak keuntungan dari inti monster tersebut.


Akan sangat berbahaya kalau dunia mengetahui rahasia Clay tentang menciptakan Equipment sihir menggunakan inti monster. Karena nanti harga inti monster akan melambung tinggi secara mendadak dan para ilmuwan akan berusaha meneliti kelebihan dari inti monster.


"Oh jadi begitu... Oke baiklah." Isabel pun tidak melanjutkan bertanya, meskipun ia tahu kalau hal itu bukanlah jawaban yang sebenarnya.


Sedangkan dengan anggota Guild Black Dragon, mereka semua mempercayai ucapan Clay, mereka semua juga sangat senang dan tak menyangka kalau Clay memiliki niat untuk mengubah keadaan tempat terbuang yang dimana selama ini adalah merupakan tempat tinggal mereka.


Tanpa berbasa-basi lagi, kini Clay pun segera menggunakan fungsi sistem untuk menyerap dan menyimpan semua inti monster yang ada di hadapannya.


"Sistem... Serap semua inti monster ini."


[Menyerap inti monster sedang dalam proses.]


[1]


[2]


[3]


[4]


[5]


[6]


[7]


[8]


[9]


[10]


[Menyerap semua inti monster berhasil.]


[Anda berhasil menyerap 525 inti monster F-Rank, 498 inti monster E-Rank, 308 inti monster D-Rank, 250 inti monster C-Rank, 136 inti monster B-Rank, 53 inti monster A-Rank dan 10 inti monster S-Rank.]


Clay melototkan kedua bola matanya dengan sangat lebar, ia memasang raut wajah terkejut, sambil berteriak dan tertawa lepas dengan sangat keras. "Hahhhh!? Hahaha... Yuuuhuu... Horeee..."


"Kakak!? Apa kamu sudah gila!?" Kini Isabel pun merasa kesal karena ia tak tahu sebab kenapa kakaknya tertawa, padahal saat ini tidak ada hal yang menarik ataupun lucu.


"Tidak tidak tidak... Hahaha... Semuanya!! Saatnya pestaaa!" Teriak lantang Clay dengan nada penuh bahagia sambil mengangkat salah satu tangannya keatas seperti layaknya seorang pemenang.

__ADS_1


Semua anggota Guild Black Dragon pun serentak menjawab penuh semangat.


"SAATNYA PESTA..."


__ADS_2