
Hari pun berganti, kini tampak beberapa orang masih tertidur pulas di tempat semalam mereka melakukan pesta daging bersama-sama.
"Tuan muda... Tuan muda... Cepat bangun. Bukankah pagi ini anda punya janji sama pedagang budak?" Ucap Liza sambil membangunkan Clay yang masih tertidur pulas.
Clay pun membuka mata secara perlahan.
"Urrrgghh..." Clay meregangkan otot dan tulang tubuhnya setelah terbangun dari tidur nyenyaknya. Kemudian ia menjawab ucapan Liza. "Ah iya... Apa matahari sudah terbit?"
"Sudah, tuan muda."
Clay sedikit panik, Clay takut kalau para pedagang sudah menunggunya di luar penginapan. "Apa pedagang budak sudah ada yang datang kesini?"
"Belum tuan muda. Tapi sebaiknya anda segera bergegas untuk bersiap... Kami sudah menyiapkan air hangat untuk anda mandi."
Clay pun tersenyum. "Baiklah, terima kasih..."
"Oh ya, tolong bangunkan mereka juga... Beritahu mereka agar mereka segera bersiap karena sebentar lagi akan banyak orang yang datang kesini." Lanjut ucap Clay sambil menunjuk kearah anggota Guild yang masih tertidur.
"Baik, tuan." Jawab Liza.
Akhirnya kini Clay pun segera pergi membersihkan dirinya dan merias diri agar terlihat pantas ketika berhadapan dengan para pedagang.
*
*
Sekitar satu jam kemudian, di depan tempat penginapan mewah yang saat ini Clay tempati, kini mulai terlihat beberapa kelompok orang yang berdatangan dan menunggu di depan penginapan.
Mereka semua membawa kereta kuda dan juga banyak budak.
Budak-budak itu mereka bawa dengan cara di ikat menggunakan rantai di bagian leher, kedua tangan dan kedua kaki.
Semakin lama waktu berlalu, semakin banyak juga pedagang budak yang datang ke tempat penginapan Clay.
Mereka semua mendapat informasi dari Trumb, kalau ada orang kaya raya yang sedang mencari budak dan ia mengundang para pedagang untuk datang ketempatnya.
"Kemarin aku dengar dari Trumb... Kalau orang ini adalah orang kaya."
"Iya benar... Kemarin Trumb juga berkata seperti itu padaku."
"Apa kau tahu!? Trumb juga bilang, kalau pemuda ini memiliki hubungan baik dengan tuan putri Ariana... Kalau bukan karena hal itu, aku tidak mungkin sudi datang kesini!"
"Benar! Aku juga... Seumur hidup, aku tidak pernah melakukan transaksi budak yang dimana si penjual datang ke tempat si pembeli."
__ADS_1
"Iya aku juga."
"Kalau sampai dia tidak membeli satu pun budak dariku... Lihat saja nanti! Aku akan minta ganti rugi karena sudah memakan banyak waktuku!"
....
....
Obrolan-obralan para pedagang budak yang telah berada di depan penginapan itu pun samar-samar terdengar oleh semua orang yang ada disana.
Mereka semua terus mengobrol dengan rasa penasaran pada sosok yang telah memanggil semua pedagang budak yang ada di kota Sier.
Hingga sampai beberapa saat kemudian, kini pintu depan tempat penginapan mewah itu pun terbuka, dan muncullah sosok anak remaja laki-laki yang datang menyambut mereka.
Sosok remaja tersebut tidak lain adalah Clay.
Clay menyambut kedatangan para pedagang budak dengan wajah ceria dan ramah.
"Selamat pagi semuanya... Terima kasih sudah datang kesini..." Disaat Clay belum selesai dengan ucapannya, tiba-tiba ada seseorang yang memotong ucapannya. "Jangan banyak bicara! Cepat panggil orang tua yang ingin membeli budak... Kami tidak punya banyak waktu disini!"
Seseorang yang memotong ucapan Clay tersebut, belum tahu kalau si pembeli tersebut adalah Clay, sosok anak remaja yang berada di hadapan mereka.
Clay pun tak terpancing emosi karena ucapannya dipotong pedagang.
Justru Clay malah mempersilahkan para pedagang untuk masuk ke penginapan.
Clay mempersilakan mereka semua ke halaman penginapan karena Clay tidak ingin mengundang banyak perhatian.
Akhirnya kini mereka pun masuk ke halaman penginapan dengan sangat teratur dan rapi.
Meskipun mereka berjumlahnya banyak, mereka tidak membuat kekacauan yang dapat merusak fasilitas atau benda-benda yang ada di penginapan.
Setelah semua pedagang budak berada di halaman penginapan, kini kedua belah pihak saling berhadap-hadapan.
Di sisi pedagang, ada 5 kelompok pedagang budak serta beberapa pegawai dan budak-budaknya.
Sedangkan di sisi lain adalah Clay, Isabel, Liza, Anna, Veronica dan semua anggota Guild Black Dragon.
"Apa Trumb mempermainkan kita? Dimana orang kaya itu? Disini hanya ada dua anak kecil dan beberapa budak."
"Benar! Hei... Dimana orang yang memanggil kami?"
Beberapa pedagang budak pun kebingungan dengan siapa mereka harus melakukan transaksi, karena saat ini yang ada di hadapan mereka hanyalah dua anak muda dan para budak.
__ADS_1
Mereka tidak tahu kalau anak muda yang ada dihadapannya itu adalah seorang pembeli yang mereka maksud.
Mereka tidak mengetahui karena tidak ada satu pun sosok yang berpenampilan seperti orang kaya.
Meskipun Clay dan Isabel sudah merias diri, tetapi mereka belum mengenakan pakaian yang layak seperti orang kaya.
Mereka berdua masih mengenakan pakaian yang sederhana dan seadanya.
Hal itu lah yang membuat para pedagang menjadi kebingungan.
"Tentu saja aku..." Ucap Clay dengan santai.
"Berhentilah main-main anak muda... Kita tidak punya banyak waktu!" Jawab salah satu pedagang budak.
"Santai dan tenanglah... Aku punya uang dan aku pasti akan membeli budak-budak kalian." Jawab Clay.
Para pedagang budak pun terdiam, suasana menjadi hening dan canggung.
"Sial... Kalau dia yang memanggil kita, pasti dia hanya membeli satu atau dua budak! Trumb sialan... Kau berbohong... Katamu dia adalah orang kaya, tapi kalau di lihat dari penampilannya, dia sama sekali bukan orang kaya!" Gumam salah satu pedagang budak yang terlihat sedikit kesal karena ia merasa dibohongi.
Gumamannya tersebut, terdengar oleh pedagang budak lainnya dan ia pun juga ikut bergumam. "Iya benar! Kenapa aku percaya sama Trumb... Dimana dia? Aku ingin memukul wajahnya!"
"Arghh sial! Percuma saja aku datang kesini dan membawa semua budak!"
....
....
Pedagang budak pun terus menerus bergumam mengutuk Trumb dan menyesali kedatangannya kesini.
Tak lama disaat keheningan itu berlangsung, tiba-tiba datanglah sosok Trumb, ia datang dengan nafas terengah-engah.
"Haahhh... Hahhh... Hahh... Maafkan aku tuan Clay. Aku datang terlambat." Ucap Trumb sambil mengatur nafasnya.
"Iya, tidak masalah." Jawab Clay dengan tenang.
"Apa transaksinya sudah dimulai tuan Clay?" Tanya Trumb yang kini nafasnya sudah kembali normal.
"Belum... Mereka baru masuk beberapa menit yang lalu."
"Ah syukurlah... Kalau begitu aku akan membantu sedikit."
Akhirnya kini Trumb pun menghampiri satu persatu pedagang budak dan tampak ia mengambil beberapa kertas dari mereka lalu kembali lagi ke tempat Clay berada.
__ADS_1
"Kemarin aku mendapatkan ide ini secara tidak sengaja dan meminta mereka untuk menulis ini... Mungkin bisa sedikit membantu jalannya transaksi." Ucap Trumb sambil memberikan beberapa lembar kertas pada Clay.
"Apa ini?"