Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 22 - Desa Gowa


__ADS_3

Beberapa pasang mata warga desa Gowa memandang kearah rombongan Clay, mereka tampak seperti penasaran dengan kedatangan rombongan Clay.


Warga desa penasaran dengan kedatangan rombongan Clay karena saat ini rombongan Clay sedang mengikat dua tubuh seseorang yang mereka kenal.


"Bukankah mereka itu anak buah Crush?"


"Iya... Mereka berdua itu anak buah Crush."


"Apa mereka tertangkap? Dimana Crush?"


"Sebelumnya, mereka mendapatkan tugas dari bos besar, untuk mencari mangsa diluar... Tapi sekarang yang kembali hanya dua manusia dan dalam keadaan tubuh terikat..."


"Apa mereka gagal dan membocorkan markas kita?"


"Sialan! Dia hanya punya tubuh besar saja... Tapi dia sangat lemah!"


"Benar! Crush adalah kapten yang paling lemah diantara kapten lainnya."


...


...


Bisik pelan beberapa warga desa Gowa yang saat ini sedang membicarakan dua bandit dan kelompoknya.


Mereka semua membicarakan tentang kelompok bandit yang di pimpin oleh ras manusia yang bernama Crush, si bos bandit bertubuh kekar yang telah anggota Guild Black Dragon kalahkan sebelumnya.


Seorang warga desa berbisik dengan pelan dengan warga lainnya, tanpa terdengar oleh rombongan Clay karena jaraknya yang cukup jauh.


Hingga sampai beberapa saat kemudian, kini rombongan Clay telah berada tepat di depan markas bandit.


Sebuah tembok yang cukup besar dan cukup luas diantara bangunan-bangunan yang ada disekitar sana.


"Apa benar di dalam sana itu markas kalian?" Tanya Clay pada kedua bandit itu.


"Be-benar, tuan." Jawab salah satu bandit yang saat ini sedang terikat itu.


Zen pun bertanya pada Clay. "Tuan muda, apa yang harus kita lakukan? Apa kita langsung saja masuk ke dalam?"


Clay pun terdiam tak menjawab pertanyaan Zen, ia melihat-lihat ke arah sekitar dan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Aneh... Desa ini tampak seperti desa biasa... Tapi kenapa perasaanku tidak enak?" Ucap Clay dalam hati sambil memperhatikan sekitar.

__ADS_1


"Ah, mungkin ini hanya firasatku saja." Lanjut ucap Clay dalam hati, ia berusaha meyakinkan dirinya agar tidak memikirkan hal-hal negatif.


Setelah meyakinkan dirinya, kini Clay pun menjawab pertanyaan Zen. "Ya, kita masuk ke dalam... Tapi kita tetap harus waspada."


"Baik, tuan muda."


Akhirnya kini rombongan Clay pun memasuki markas bandit itu.


Mereka masuk ke dalam dengan sangat mudah, karena gerbang markas itu tidak terkunci dan tidak ada penjaga.


Sesuai dengan apa yang diucapkan Clay, mereka masuk ke dalam markas bandit, dengan waspada dan hati-hati.


Ketika sudah melewati gerbang, rombongan Clay melihat sebuah halaman yang cukup luas.


Disana mereka melihat beberapa orang ras Elf yang sedang melakukan aktivitas seperti membersihkan halaman, mengurus beberapa tanaman dan lain-lain.


Setelah beberapa meter mereka masuk ke dalam markas bandit, tiba-tiba beberapa ras Elf keluar dari bangunan besar, dan kemudian mereka datang menghampiri rombongan Clay.


"Siapa kalian!? Kenapa sembarangan masuk ke sini?" Ucap salah satu ras Elf dengan nada sedikit tinggi dan raut wajah kesal.


Clay dan lainnya pun belum sempat menjawab, tiba-tiba ras Elf lainnya berkata.


"Tuan... Ternyata benar apa yang dilaporkan anak buahku... Mereka berdua itu adalah anak buah Crush!" Ucap salah satu ras Elf lainnya pada ras Elf yang mengeluarkan nada tinggi sebelumnya, sambil menunjuk kearah kedua bandit yang saat ini menjadi tahanan anggota Guild Black Dragon.


"Apa yang terjadi dengan kalian? Dimana Crush?" Tanya ras Elf itu pada kedua bandit.


"Kami bertarung melawan mereka dan kami kalah... Lalu bos Crush terbunuh... Hanya kami berdua yang selamat, tuan besar." Jawab salah satu bandit dengan raut wajah pasrah sambil memberikan isyarat menunjuk kearah rombongan Clay.


Ras Elf yang dipanggil dengan sebutan tuan besar itu pun kini semakin kesal, ia menarik pedangnya dan berniat menebas kedua bandit sambil berkata. "Kalian kalah dan menunjukkan markas kita pada orang lain... Pengkhianat!! Kalian tidak pantas hidup!"


*Ting... Pyarrrr... Pyarr... Pyar...*


Suara pedang yang terjatuh ke tanah.


Pedang ras Elf itu pun terjatuh akibat hembusan angin yang cukup kencang.


Hembusan angin itu di ciptakan oleh sihir angin yang dilakukan oleh Clay.


"Apa maksudmu!? Kau berani masuk ke tempatku tanpa diundang dan berani menggangguku!? Apa kau bosan hidup anak muda!?" Ucap tuan besar ras Elf yang telah kehilangan pedangnya dari genggaman.


"Aku tidak akan meminta maaf ataupun merasa bersalah!! Menurut kesimpulanku, kalian juga komplotan para bandit ini dan kalian memiliki jabatan yang lebih dari mereka berdua... Dan kau juga berniat membunuh tahananku! Tentu saja aku tidak setuju dengan hal itu!" Jawab Clay pada tuan besar dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Bocah!! Berani-beraninya kau bersikap arogan di depanku!" Teriak kesal tuan besar ras Elf itu.


Disaat bersamaan dengan tuan besar ras Elf berkata dengan nada tinggi, Ariana dan Max pun bergumam pelan bersama.


"Max, kufikir orang itu sedikit familiar..."


"Benar nona... Sepertinya aku pernah melihat dia di suatu tempat."


Yang Ariana dan Max maksud adalah tuan besar ras Elf itu.


Setelah beberapa saat kemudian, kini Max pun mulai mengingat siapa tuan besar ras Elf itu.


"Aku ingat... Aku pernah melihat kalau dia adalah buronan kerajaan Grandle... Dia adalah pemberontak sekaligus penjahat yang sedang dicari oleh pihak kerajaan."


Ariana pun mulai mengingat. "Ah iya benar... Dia adalah buronan kerajaan... Nama dia adalah Vargus si pemberontak."


Ucapan Max dan Ariana itu pun terdengar sampai ke telinga Clay dan kemudian ia kembali melanjutkan perbincangannya dengan tuan besar ras Elf itu.


"Memangnya kenapa kalau aku bersikap arogan? Seorang buronan kerajaan tak pantas mendapatkan perlakuan yang lembut!" Ucap Clay pada Vargus.


"Hahaha... Hahaha... Ternyata kalian sudah mengetahui siapa aku! Kalau begitu, tidak akanku biarkan kalian pergi dari sini hidup-hidup..." Ucap Vargus sambil tertawa tertawa kegirangan karena ia mendapatkan mangsa.


Setelah berkata demikian, kini Vargus pun mengambil sesuatu di dalam kantong sakunya, dan sesuatu itu adalah sebuah petasan yang lumayan besar.


Kemudian Vargus mengangkat petasan yang dipegangnya kearah langit dan ia pun menyalakan petasan tersebut.


*Cuinnggg... Darrr...*


Suara dan penampakan sebuah petasan yang telah dinyalakan Vargus itu pun terlihat disetiap sudut desa.


"Kalian tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup." Ucap Vargus pada rombongan Clay sambil tertawa bangga.


Clay dan lainnya pun bingung, dengan apa yang dimaksud dengan petasan yang ditembakkan ke langit.


"Aku punya firasat buruk..." Ucap Clay dalam hati sambil memperhatikan keadaan sekitar.


Tak lama setelah petasan itu di luncurkan, seketika semua orang yang ada di dalam bangunan markas itu keluar, mereka semua memenuhi setiap sudut sisi halaman markas dan membuat rombongan Clay kalah jumlah.


Situasi pun menjadi sangat tegang, tampak beberapa di pihak Clay sedang meneguk ludahnya, mereka merasa cemas dengan keselamatan hidupnya.


Disaat ketegangan itu terjadi, tiba-tiba semua orang mendengar suara Clay yang terdengar cukup keras sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahaha... Hahaha... Hahaha... Kejadian seperti ini, mengingatkanku pada masa laluku yang kelam... Waktu itu, aku dan teman-teman bersiap untuk tawuran dan kejadian itu sama persis seperti sekarang... Apa kalian tahu apa itu tawuran? Hahaha... Hahaha..."


Tawa dan ucapan Clay itu, membuat semua orang kebingungan.


__ADS_2