Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 35 - Kota Sier


__ADS_3

Satu hari pun terus berlalu, selama ini mereka melakukan perjalanan dengan sangat nyaman dan tenang.


Tak ada satu pun hal yang memperlambat perjalanan mereka menuju kerajaan Grandle.


"Clay... Sebentar lagi kita sampai di wilayah kerajaan Grandle." Teriak Ariana dari kereta kuda miliknya, ia berteriak dengan nada sedikit keras agar Clay mendengar ucapannya.


"Sungguh? Berapa lama lagi kita sampai disana?"


"Kalau kita berjalan dengan kecepatan seperti ini, mungkin hanya beberapa menit."


"Bagus... Aku sudah tidak sabar melihat kerajaan kalian." Ucap Clay dengan raut wajah ceria.


Sekitar lima belas menit kemudian, kini mereka melihat sebuah tempat yang sangat luas dan ramai penduduk.


Tidak hanya ramai, tempat itu juga tampak indah bagi ras selain ras Elf.


"Ariana... Apa di depan sana itu kerajaan kalian? Sangat indah." Tanya Clay pada Ariana.


"Sungguh? Apa kamu menganggapnya indah?" Ucap Ariana dengan raut wajah senang.


Ariana merasa senang karena wilayah tempat tinggalnya di puji oleh orang lain.


"Iya... Sangat indah, dan aku juga suka tempat yang seperti ini... Apa itu kerajaan Grandle, Ariana?" Tanya Clay sekali lagi sambil menunjuk kearah desa yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Bukan, Clay... Di depan sana itu adalah sebuah kota. Setelah kita melewati kota itu, kita akan melihat kerajaan Grandle."


"Oh, berarti kota ini merupakan perbatasan untuk keluar masuk ke wilayah kerajaan Grandle? Apa nama kotanya?"


"Bisa dibilang seperti itu... Nama kotanya yaitu Sier."


"Oh, kota Sier..." Jawab Clay sambil menganggukkan kepalanya.


"Kota Sier adalah kota yang paling bagus di dalam kerajaan Grandle... Pihak kerajaan memodalkan sebagian kekayaannya untuk mengurus kota Sier." Ariana menjelaskan sedikit pengetahuannya pada Clay tentang kota Sier.


"Pantas... Kota itu terlihat sangat indah dan terawat dengan baik." Ucap Clay sambil menatap kearah kota Sier dari kejauhan.


Kota Sier ini di rawat dan di perhatikan oleh pihak kerajaan dengan sangat baik.


Mereka melakukan hal itu untuk menarik perhatian orang-orang dari luar wilayah agar mereka tertarik mengunjungi wilayah kerajaan Grandle sehingga rakyatnya yang berprofesi sebagai pedagang atau sejenisnya dapat bertahan hidup.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, kini rombongan Clay pun telah tiba di depan gerbang pintu masuk kota Sier.


Sebelum memasuki kota, mereka di wajibkan untuk membayar biaya masuk dan berbagai macam pemeriksaan, demi keamanan dan kenyamanan kota Sier.


Akhirnya Clay dan lainnya pun mengantri cukup panjang karena disana saat ini banyak sekali pengunjung yang ingin memasuki wilayah kerajaan Grandle.


Clay melihat berbagai macam ras yang ingin memasuki wilayah kerajaan Grandle.


Mulai dari ras manusia, ras Elf dan ras Dwarf.


Rata-rata dari mereka yang ingin masuk ke dalam wilayah kerajaan Grandle, mereka adalah seorang petualang dan pedagang.


Para petualang ingin masuk ke kota Sier untuk beristirahat dan memperbaiki atau membeli perlengkapan bertarung mereka.


Sedangkan dengan pedagang, mereka ingin menjual atau memebeli barang-barang dagangan kepada pihak kerajaan maupun penduduk kerajaan yang berprofesi sebagai pedagang. Dengan kata lain, mereka melakukan bisnis yang telah kedua belah pihak sepakati.


Setelah beberapa saat kemudian, kini Clay dan lainnya pun berada di hadapan penjaga kota.


"Siapa yang bertanggung jawab atas rombongan ini?" Tanya penjaga kota dengan sikap nya yang tegas layaknya penjaga kota pada umumnya.


"Aku..." Ucap Clay sambil menghampiri penjaga kota tersebut.


"Tidak. Kami adalah seorang pedagang." Jawab Clay sambil memberikan lencana Guild Black Dragon yang telah ia dapatkan dari Zen sebelumnya.


Zen yang sudah faham dengan cara masuk ke wilayah ini, tentu saja ia telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan ia juga tidak lupa untuk memberitahu Clay lebih dulu.


"Hm, kalau tidak salah... Guild ini adalah Guild ras Demi-human." Gumam penjaga kota itu dengan raut wajah yang sedikit tidak senang, tetapi ia berusaha sebaik mungkin untuk bersikap profesional sebagai penjaga kota.


"Oke, baiklah... Setiap orang wajib membayar 1 Silver untuk biaya masuk. Berapa jumlah orang di dalam rombonganmu, anak muda?" Lanjut penjaga kota Sier pada Clay.


Tanpa menjawab pertanyaan penjaga kota, Clay langsung mengambil 1 Gold dari sistem dan kemudian memberikannya pada penjaga kota.


"Ambil kembaliannya... Dan aku seorang pedagang." Ucap Clay sambil memberikan 1 Gold miliknya.


Penjaga kota itu pun menerimanya, ia juga tahu kalau Clay memberikan uang yang lebih banyak dari biaya masuk rombongannya.


Clay memberikan kembalian biaya masuk itu kepada penjaga kota agar ia dan rombongannya di permudah dalam hal memasuki kota.


"Ah, terima kasih tuan muda... Silahkan masuk." Ucap penjaga kota sambil mempersilahkan rombongan Clay masuk ke kota tanpa melewati pemeriksaan yang ketat.

__ADS_1


Akhirnya kini rombongan Clay pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kota.


Disaat beberapa langkah kemudian, tiba-tiba salah satu penjaga kota melihat sosok sepasang kaki yang berada di dalam kereta kuda.


"Tunggu... Tunggu..." Ucap penjaga kota Sier sambil menghampiri rombongan Clay dan berusaha menghentikan mereka.


Rombongan Clay pun berhenti dan kini Clay pun bertanya pada penjaga kota, kenapa dirinya di berhentikan.


"Ada apa, pak?"


"Bukankah kalian Guild Black Dragon? Sejak kapan Guild yang beranggotakan para budak menjual budak?"


"Kami memang Guild Black Dragon, tapi kami tidak menjual budak." Jawab Clay dengan nada cepat.


"Lalu di dalam sana itu apa? Kalau kamu menjual budak, kamu harus membayar 1 Gold lagi untuk biaya masuk satu budak yang akan dijual." Ucap penjaga kota sambil menunjuk kearah kereta kuda yang di dalam sana berisikan Vargus.


"Oh itu... Dia tahananku."


Disaat Clay dan penjaga kota mengobrol, kini Ariana pun segera turun dari kereta kudanya, kemudian ia menghampiri mereka berdua lalu bertanya pada penjaga kota.


"Ada apa ini?"


Seketika penjaga kota itu terkejut melihat sosok Ariana. Mereka semua tidak menyadari kalau Ariana berada di dalam rombongan Clay.


"Ah, tuan putri..." Penjaga kota itu langsung berlutut di hadapan Ariana seperti layaknya seorang kesatria kerajaan.


Kemudian penjaga kota itu kembali berkata dengan nada sedikit keras agar penjaga lainnya pun mendengar ucapannya. "Maafkan saya... Saya tidak tahu kalau tuan putri berada di dalam rombongan ini."


Seketika penjaga kota yang mendengar ucapan rekannya itu melihat kearahnya, mereka semua terkejut dan akhirnya semua penjaga yang ada di sana pun menghentikan aktivitasnya, kemudian mereka semua berlutut pada Ariana sambil berkata.


"Selamat datang, tuan putri."


Ucapan semua penjaga kota itu terdengar jelas di telinga semua orang, dan akhirnya penduduk setempat pun juga ikut berlutut kepada Ariana.


Ucapan dan pemandangan yang mencolok itu, membuat terkejut semua orang, terutama para pengunjung kota Sier.


Mereka tak menyangka kalau mereka dapat melihat sosok tuan putri yang terkenal akan kecantikannya itu kini berada di hadapan mereka.


Melihat pemandangan yang berubah secara mendadak itu, membuat Clay dan anggota Guild Black Dragon pun terkejut terheran-heran, mereka semua kebingungan dengan apa yang seharusnya mereka lakukan saat ini.

__ADS_1


"Tuan putri!? Kamu tuan putri kerajaan? Tapi sebelumnya kamu mengaku kalau kamu adalah anak dari saudagar kaya!?"


__ADS_2