Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 19 - Melawan Bandit


__ADS_3

Anggota Guild Black Dragon pun mencoba menahan diri, mereka tidak ingin terpancing emosi karena baru saja dihina oleh manusia bertubuh kekar itu.


Mereka menahan diri bukan karena tidak berani melawan, tetapi melainkan Clay hanya memberikan mereka perintah untuk menghentikan pertarungan yang sedang terjadi.


"Tunggu! Hentikan pertarungan ini... Tuanku ingin mengetahui, apa yang terjadi sini?" Ucap Zen yang berada di barisan paling depan dan berubah ke dalam wujud manusianya.


"Kau!! Siapa tuanmu!? Berani-beraninya menghentikan pertarungan orang lain hanya demi menanyakan hal yang tidak penting itu! Apa kalian bosan hidup!?" Jawab manusia bertubuh kekar itu tetap dengan posisi yang masih mengarahkan pedangnya ke arah anggota Guild Black Dragon.


Tepat setelah manusia pria bertubuh kekar itu berhenti berkata dengan cukup keras, tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras juga dari sisi lain.


"Memangnya kenapa kalau aku menghentikan pertarungan kalian!? Pertarungan kalian itu mengganggu pemandangan perjalananku!" Suara lantang dan bernada tinggi itu keluar dari mulut Clay.


Beberapa orang pun terkejut beberapa detik setelah mendengar suara lantang itu, hingga akhirnya mereka menemukan bahwa suara tersebut berasal dari anak remaja yang masih berumur belasan tahun.


"Hahaha... Hei bocah!! Apa yang kau lakukan disini? Cepatlah pulang dan jangan ganggu kami!" Lagi-lagi pria bertubuh besar itu berkata dengan gayanya yang sombong.


Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh pria itu, membuat semua anggota Guild menjadi sangat emosi, tetapi mereka berusaha menahannya.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu! Aku cuma ingin bertanya, kenapa kalian bertarung?" Ucap Clay dengan raut wajah tenang tanpa rasa takut.


"Jangan ikut campur urusan orang-orang dewasa! Pergilah dari sini..." Perkataan pria itu pun berhenti beberapa detik dan kemudian ia kembali berkata. "Tunggu... Aku berubah fikiran! Kalau di lihat dari kereta barang itu, kalian pasti seorang pedagang... Kalau begitu, tinggalkan barang-barang itu disini dan cepat enyahlah dari sini."


Clay tersenyum kecil dan kemudian ia pun bergumam. "Huh... Ternyata seorang bandit!"


Setelah bergumam beberapa detik, kini Clay pun kembali berkata, tetapi ia tidak berbicara dengan pria bertubuh kekar itu, melainkan berbicara dengan kelompok ras Elf yang saat ini sedang terdiam karena terpojok dan tidak bisa berkutik.


"Hei ras Elf... Apa kalian sedang dirampok oleh mereka?" Tanya Clay dengan nada cukup keras agar terdengar oleh mereka, sambil melirik kearah kelompok ras Elf.


Salah satu ras Elf pun menjawab. "Benar, kami sedang dirampok oleh bandit-bandit ini... Kau pergilah, nak... Amankan barang-barang daganganmu."


"Apa kau serius dengan ucapanmu? Apa kau tidak ingin kami membantumu?"


"Sebenarnya kami juga membutuhkan bantuan... Tapi kita sesama pedagang juga harus mempertahankan barang-barang kita... Lagipula mana mungkin seorang pedagang bisa menang melawan bandit-bandit ini..." Jawab ras Elf yang sedang berbicara dengan Clay tadi.


Lalu, salah satu ras Elf lainnya pun juga berkata pada Clay. "Benar, cepatlah pergi, nak... Kau masih muda dan hargailah nyawamu."


"Jadi, kalian juga seorang pedagang... Kalau begitu, bukankah sesama pedagang harus saling membantu? Tenanglah..." Ucap Clay yang saat ini berniat untuk membantu para pedagang ras Elf.


Mendengar percakapan antara Clay dan ras Elf itu, membuat pria bertubuh kekar itu semakin menjadi-jadi. "Hahaha... Hahaha... Sekumpulan cecunguk sampah! Apa susahnya meninggalkan barang-barang berharga kalian disini? Setelah kalian melakukan hal itu, kalian dapat pergi dengan tenang."


Clay semakin emosi karena melihat dan mendengar tingkah laku Bandit tersebut.


"Zen, apa kalian sanggup melawan Bandit itu?" Tanya Clay pada Zen yang saat ini berada di dekatnya.

__ADS_1


"Kami tidak tahu perbedaan kekuatan kami dengan mereka... Tapi, jika anda memerintahkan kami untuk bertarung, kami akan bertarung layaknya binatang buas yang menggila." Jawab Zen yang memang sejak awal ingin bertarung dengan para Bandit.


"Baiklah, kalau begitu... Buktikan!" Ucap Clay sambil menunjukkan senyuman manisnya untuk Zen.


"Baik, tuan muda."


Zen pun melangkah pergi meninggalkan Clay, dan berkata pada bawahannya sambil merubah kembali ke wujud aslinya. "Apa kalian dengar yang dikatakan tuan muda? Tidak ada ampun untuk Bandit itu..."


Seketika seluruh anggota divisi 2 merubah wujud mereka ke dalam bentuk binatang.


Tidak ada wujud binatang lemah di dalam divisi 2 itu, mereka semua memiliki Taring dan cakar yang tajam, serta memiliki insting bertarung yang cukup mengerikan bagi ras Demi-human.


*Gggrrrr... Aaauuuu... Hrrrooaam... Ggrrr...*


Suara menakutkan dari binatang buas si pemangsa itu, seketika terdengar seperti genderang perang.


Seketika aura sekitar tempat itu terasa begitu mengerikan, mereka yang memiliki mental lemah akan terguncang mentalnya dengan suara dan penampakan yang ditunjukkan oleh pasukan yang di pimpin Zen.


"Bos... Bos... Bos, apa yang harus kita lakukan?"


"Bos... Mereka menakutkan..."


"Bos... Segera kabur dari sini..."


....


....


Teriak panik ketakutan para Bandit itu pun terdengar jelas di telinga semua orang.


"Jangan lari bodoh!! Siapapun yang lari dari sini, aku akan membunuhnya!" Teriak lantang pria bertubuh kekar pada bawahannya.


Disisi lain, saat ini anggota Guild Black Dragon, ras Demi-human itu pun sedang berlari kearah para Bandit dengan penuh amarah dan kegilaan yang ia janjikan pada Clay.


"Tidak... Jangan kejar aku..."


"Larii..."


"Pengecut!! Cepat lawan mereka!"


"Aw sakit... Ampun... Ampun..."


....

__ADS_1


....


Suara panik ketakutan itu terdengar jelas hingga beberapa saat.


Sebagian para Bandit terkoyak lari kesana kemari dan tak ada kekompakan untuk melawan, sedangkan ada juga beberapa Bandit yang mengikuti perintah pria bertubuh kekar itu.


Para Bandit bertarung mempertahankan diri dengan sangat kebingungan dan kuwalahan.


Bagaimana pun juga mereka semua tidak terbiasa bertarung melawan binatang buas.


"Aduh, tolong..."


"Tolong..."


"Ampun... Aku tidak akan mengulanginya lagi... Aku berjanji..."


....


....


Suara teriakan para Bandit meminta tolong itu pun terus berlanjut, hingga akhirnya satu-persatu dari mereka kehilangan nyawa.


Meskipun ada beberapa Bandit yang mencoba melawan, tetapi usaha mereka itu sangatlah sia-sia.


Usaha mereka sia-sia itu bukan karena mereka tak mampu untuk membunuh atau melukai ras Demi-human, tetapi melainkan berkat bantuan Melissa dan Clay yang mensupport mereka dari kejauhan.


Meskipun Melissa dan Clay tidak ikut bertarung di medan pertempuran, tetapi saat ini mereka sedang sesekali mengaktifkan sihirnya pada anggota Guild agar tidak terluka parah.


Tidak ada satu pun dari pihak Guild Black Dragon yang terluka parah atau pun terbunuh, mereka semua hanya mengalami luka gores atau luka kecil, lalu tiba-tiba mereka sembuh dengan bantuan sihir dari Melissa dan Clay.


"Bagus, Melissa... Pertahankan seperti ini." Ucap Clay pada Melissa yang saat ini sedang memperhatikan jalannya pembantaian.


"Baik, tuan muda."


Setelah beberapa saat kemudian, para Bandit yang jumlahnya puluhan orang itu pun kini hanya tersisa segelintir orang, sedangkan sisanya mati terbunuh dengan mengenaskan akibat cakaran dan gigitan dibagian titik vital mereka.


Para Bandit yang masih mampu berdiri itu, kini mereka sedang terpojok dan terkepung oleh ras Demi-human.


"Kenapa kalian tidak bisa terluka!? Apa kalian itu abadi!? Sialan!! Kalian memang anak turunan Iblis yang terkutuk!!" Teriak keras pria bertubuh kekar itu dengan penuh amarah, ia berteriak dengan sisa tenaga dan nafasnya yang berat serta tubuh penuh luka disekujur tubuhnya.


*Sriinnggg... Dukkk... Dukk... Duk...*


Sebuah kepala pun tergeletak diatas tanah, setelah sebilah pedang melesat memotong leher pria bertubuh kekar dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2