
Semua orang terdiam, mereka mencoba berfikir sejenak tentang apa yang baru saja Clay ucapkan.
Tetapi semuanya tidak mengerti tentang istilah apa itu tawuran.
"Tuan muda, apa itu tawuran?" Tanya salah satu anggota Guild Black Dragon.
Seketika Clay pun juga terdiam, ia baru saja sadar kalau dirinya keceplosan atau mengatakan sesuatu hal yang seharusnya tidak ia katakan.
Setelah beberapa detik Clay terdiam, tiba-tiba terdengar suara ricuh yang datang dari luar.
"Barusan aku melihat, itu sinyal penting."
"Benar... Sepertinya orang-orang asing yang baru saja datang itu adalah musuh kita..."
"Sepertinya begitu."
"Ayo... Kita harus segera masuk untuk memenuhi panggilan dari tuan besar."
....
....
Suara ucapan warga pun semakin lama, semakin terdengar jelas dari dalam.
Tak lama kemudian, pintu gerbang markas pun terbuka.
Satu persatu warga desa Gowa masuk ke dalam halaman, mereka semua memenuhi dan menutup jalur pintu keluar bagi rombongan Clay.
Tampak jelas kini rombongan Clay sedang terkepung dan mereka juga kalah dalam hal jumlah.
"Tuan besar... Kami datang memenuhi panggilan anda..." Ucap salah satu warga desa yang berada di barisan paling depan.
"Bagus..." Jawab Vargus dengan raut wajahnya senang karena warga desa telah datang dan kemudian ia melanjutkan ucapannya. "Orang-orang asing yang ada di hadapan kita ini, mereka adalah musuh kita... Kalian tahu apa yang harus kita lakukan?"
"Kita harus membunuhnya."
"Hahaha... Benar... Mereka adalah ancaman bagi kita."
Disaat bersamaan, kini Ariana dan rekan-rekan Max pun mulai panik dan semakin cemas dengan keselamatan hidup mereka.
"Clay, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Max pada Clay dengan raut wajah cemas.
Sedangkan dengan Ariana, ia hanya terdiam sambil menggigil ketakutan.
"Apalagi? Mereka adalah penjahat dan kita sudah terkepung... Tidak ada cara lain selain bertarung." Jawab Clay dengan santai sambil memeriksa status mereka satu persatu.
Sejauh ini, Clay tampak santai karena ia telah mengetahui bahwa musuh yang ada di hadapannya itu bukanlah suatu ancaman bagi anggota Guild Black Dragon.
__ADS_1
Ada beberapa ras Elf saja yang memiliki level cukup tinggi, salah satunya yaitu Vargus yang memiliki level 40, sedangkan yang lainnya berada di bawahnya dia.
"Tenang... Aku masih punya Point Atribut yang belum ku gunakan... Mungkin ini waktu yang tepat untuk menggunakan Point Atribut." Ucap Clay dalam hati sambil mencoba menenangkan dirinya.
Setelah sekitar dua atau tiga detik kemudian, kini Clay kembali melanjutkan ucapannya dalam hati. "Sistem, berapa sisa Point Atributku?"
[Anda memiliki 33 Point Atribut yang belum digunakan.]
"Hm, 33 ya... Baiklah, aku akan meningkatkan 5 Point Atribut di setiap Atributku."
[Meningkatkan 5 Point di setiap Atribut berhasil.]
[Anda telah menggunakan 30 Point Atribut.]
[Saat ini anda memiliki 3 Point Atribut.]
Clay merasakan bahwa saat ini, tubuhnya bertambah kuat.
Clay merasakan perubahan itu dalam sekejap setelah ia menambahkan Atribut nya. Bukan hanya kekuatan fisiknya saja yang bertambah kuat, tetapi ia juga merasakan bahwa Mana di dalam tubuhnya juga semakin besar.
"Apa ini cukup? Sebelumnya aku telah membunuh Crush yang berlevel 20, berarti Vargus ini lebih kuat 2x lipat dari Crush... Tapi, saat itu kan, Crush sudah dalam keadaan lelah dan tidak sadar kalau aku menyerang secara tiba-tiba... Situasi ini sangat berbeda dengan sebelumnya... Apa sebaiknya aku menciptakan beberapa Equipment lagi untuk mendapatkan beberapa Point Atribut?" Fikir Clay yang masih saja merasa khawatir setelah ia menambahkan 30 Point Atributnya.
Disaat Clay sedang berfikir, anggota Guild Black Dragon pun menyadari bahwa saat ini ada kekhawatiran dan kegelisahan di dalam raut wajah Clay.
Melihat raut wajah Clay, membuat mereka semua berusaha menghibur dan meyakinkan tuannya.
"Tuan muda, kami akan melindungi anda dan nona Isabel dengan cara apapun."
"Kami siap mati demi anda, tuan muda."
"Kita pasti akan keluar dari sini hidup-hidup."
"Benar, tuan muda... Jangan cemas... Kita pasti akan memenangkan pertarungan ini."
...
...
Anggota Guild Black Dragon pun berkata pada Clay dengan tulus dan penuh keyakinan bahwa mereka akan keluar dari desa Gowa hidup-hidup.
Mendengar ucapan anggota Guild, membuat Clay semakin berniat untuk menjadi kuat untuk melindungi orang-orangnya.
"Baiklah, kita akan keluar dari sini bersama-sama... Aku tidak ingin melihat satu pun dari kalian yang kehilangan nyawa! Ini perintah!" Ucap Clay pada anggota Guild Black Dragon.
"Tapi itu hal yang mustahil, tuan muda... Kita kalah jumlah."
"Tidak. Kalian hanya perlu bertahan dan mengulur waktu... Setelah itu, serahkan sisanya padaku." Jawab Clay.
__ADS_1
"Tapi..."
Clay pun langsung memotong ucapan salah satu dari mereka, dengan tegas dan penuh percaya diri. "Tidak ada tapi. Ini perintah!"
"Baik, tuan muda." Serentak anggota Guild Black Dragon menjawab secara bersamaan.
Melihat dan mendengar percakapan antara Clay dan anggota Guild Black Dragon, membuat Max dan Ariana pun iri dengan kesetiaan mereka.
"Kau memiliki budak yang sangat tulus padamu Clay... Aku iri melihatnya." Ucap Max sambil tersenyum kagum.
Selang beberapa detik kemudian, kini Vargus pun berteriak dengan sangat kencang sambil menunjuk kearah rombongan Clay. "Bunuh mereka semua!"
Anak buah Vargus dan warga desa pun kini menyerang rombongan Clay dari segala arah secara bersamaan.
Sedangkan di sisi pihak Clay, kini ketua divisi pun berkata pada anggota Guild Black Dragon.
"Semuanya... Bertahan!"
"Ini perintah tuan muda... Bertahan dan ulur waktu selama mungkin."
Akhirnya pertempuran tidak seimbang itu pun terjadi.
Anggota Guild Black Dragon, Max dan rekan-rekannya hanya bertahan sambil melindungi Clay, Isabel dan Ariana.
Sedangkan anak buah Vargus dan warga desa Gowa, menyerang mereka dari segala arah tanpa henti.
"Gggrrrr..."
"Auuu..."
"Bunuh mereka... Bunuh binatang-binatang terkutuk itu!"
*Ting... Tingg... Clang... Dumb... Prakk...* Suara pertempuran dan benturan benda tajam pun terdengar jelas di telinga mereka.
"Melissa... Tolong lindungi kami bertiga sebentar saja dan sesekali lakukan sihir pendukung pada lainnya... Apa kau sanggup melakukannya?" Tanya Clay pada Melissa yang menginginkan keamanan adiknya sebelum Clay fokus pada sistem untuk menciptakan beberapa Equipment.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, tuan muda." Jawab Melissa yang kini semakin berfokus melindungi Clay, Isabel dan Ariana.
"Terima kasih, Melissa..." Ucap Clay sambil tersenyum, kemudian ia melanjutkan ucapannya tapi kini ia berkata kepada seluruh anggota Guild Black Dragon. "Pertahanan seperti ini... Beri aku waktu beberapa menit."
"Baik, tuan muda."
"Baik, tuan muda."
....
....
__ADS_1
Serentak semua anggota Guild Black Dragon menjawab perintah Clay secara bersamaan dan kini Clay pun mulai memfokuskan dirinya pada sistem.
"Sistem, berapa banyak inti monster yang saat ini aku miliki?"