Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 34 - Meninggalkan Desa Gowa


__ADS_3

Semua orang terdiam, tak ada satu pun orang yang mengikuti ucapan Isabel untuk memakan makanan lezat yang telah di hidangkan tersebut.


Melihat hal ini, membuat Clay segera berkata ke semua orang agar Isabel tidak merasa kecewa.


"Ayo... Tunggu apa lagi? Kalian duduklah dan kita makan bersama-sama..." Ucap Clay dengan raut wajah dan senyuman ramah.


Seketika semua orang langsung menuruti perkataan Clay dan segera duduk di tempat makan.


"Ambil... Ambil dan makanlah sepuasnya." Ucap Clay sekali lagi pada semua orang.


Akhirnya semua orang memakan makanan yang telah di sediakan, meskipun sebenarnya mereka semua tidak nafsu makan dan merasa mual karena setelah melihat penyiksaan sadis, tetapi mereka semua tetap berusaha memakanan makanan itu dengan lahap.


Tidak ada nafsu makan dan rasa mual yang mereka rasakan itu, jauh lebih kalah dengan rasa takut terhadap Clay.


Hal tersebut yang membuat mereka mencoba memakan makanan yang telah di hidangkan dengan lahap.


Di tengah-tengah asiknya semua orang melahap makanan, kini Clay pun kembali berkata dan bertanya pada Max. "Max, kenapa mereka berdua masih hidup? Ku kira kalian akan membunuhnya..."


Max pun terkejut, ia tak menduga kalau Clay tiba-tiba bertanya pada dirinya. "Ah, itu... Setelah ku fikir-fikir, lebih baik menjadikan mereka sebagai budak daripada membunuhnya... Lagi pula ini juga akan menjadi hukuman yang jauh lebih berat daripada membunuh mereka."


"Oh, begitu. Mereka berdua sekarang menjadi budak... Memangnya mereka jadi budaknya siapa? Budakmu?"


"He'em... Mereka berdua adalah budakku." Jawab Max sambil menunjuk kearah kedua bandit ras manusia tersebut.


Kedua bandit ras manusia yang telah menjadi budak Max itu, mereka hanya berdiri di belakang Max dan tidak ikut menikmati makanan.


"Hm, baguslah kalau begitu... Tapi kenapa mereka tidak ikut makan? Apa kamu tidak mengizinkan mereka?" Tanya Clay sambil tetap menikmati makanannya.


"Iya. Abaikan saja mereka, Clay." Ucap Max yang tidak ingin membahas tentang kedua budak barunya.


"Baiklah-baiklah, lagi pula mereka kan sudah menjadi tanggung jawabmu, aku tidak akan ikut campur urusanmu..." Clay terdiam sejenak dan kemudian kembali berkata. "Ku harap kalian tidak keberatan dan kesal karena makan bersama budak-budakku."


Berbeda dengan Max, Clay mengizinkan budak-budaknya untuk makan bersama seperti biasa. Bahkan Liza, Anna dan Veronica pun terkejut kalau mereka mendapatkan makanan yang lezat dan memakan makanan tersebut di dalam satu ruangan bersama tuannya.


"Ah tentu saja... Justru kami berterima kasih kepada kalian karena kalian telah menyelamatkan hidup kami, dan sekarang kalian malah memberikan makanan yang lezat ini." Jawab Max yang benar-benar tidak mempermasalahkan hal tersebut.

__ADS_1


Kemudian Ariana juga ikut berkata. "Benar... Sekali lagi kami berterima kasih, Clay. Kalau bukan karena dirimu dan mereka semua, kami sudah pasti mati terbunuh."


"Ya, sama-sama. Tapi itu hanya kebetulan saja... Kita tak sengaja lewat jalan itu dan melihat kalian bertarung melawan bandit." Clay menjawab dengan santai.


Percakapan santai dan ringan pun terus berlanjut, mereka bertukar kata sambil menikmati makanan lezat tersebut.


Waktu pun terus berjalan, tak terasa kini mereka semua telah menghabiskan semua makanan sampai tak tersisa.


"Akhirnya selesai juga..." Ucap Clay sambil mengelus perutnya yang kini telah terisi penuh oleh makanan lezat.


"Akhirnya... Sekali lagi terima kasih untuk makanannya, Clay." Ucap Ariana yang kini juga merasa kenyang.


"Oke..." Clay berhenti berkata beberapa detik sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian ia pun kembali berkata. "Sekarang saatnya melanjutkan perjalanan."


"Ayo berangkat sekarang juga."


Akhirnya kini mereka semua pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan segera kembali ke tempat kereta kuda berada.


Pemandangan di tempat kereta kuda itu, masih sama seperti sebelumnya.


Banyak mayat-mayat anak buah Vargus yang masih tergeletak disana.


"Tidak. Kita tidak punya banyak waktu untuk mereka... Ambil saja barang-barang yang bisa di jual dan segera pergi dari sini." Jawab Clay sambil menggelengkan kepalanya dan bergegas naik keatas kereta.


"Baik, tuan muda."


Anggota Guild Black Dragon pun segera melaksanakan perintah Clay untuk mengambil barang-barang dari mayat bandit yang tergeletak di halaman markas.


Sedangkan dengan Liza, Anna dan Veronica, mereka juga berniat untuk membantu anggota Guild Black Dragon untuk mengumpulkan barang-barang berharga.


Disaat ketiga budak itu sedang berjalan ke arah mayat-mayat bandit, tiba-tiba mereka dipanggil oleh Clay.


"Liza, Anna dan Veronica... Apa yang kalian lakukan? Sini duduk bersama kami." Ucap Clay yang sedang duduk di atas kereta kuda bersama Isabel.


"Tapi tuan... Ka-kami tidak pantas duduk atas sana." Jawab Veronica yang sedikit ragu untuk menuruti ucapan Clay.

__ADS_1


"Siapa yang bilang? Tidak ada kan? Cepat duduk disini... Ini perintah." Ucap Clay dengan nada ramah.


"Ba-baik tuan."


Mereka bertiga pun tidak jadi mengambil barang-barang berharga dan segera menaiki kereta kuda.


"Apa kita memang diperbolehkan berada disini?" Tanya Liza dengan suara pelan, ia bertanya pada Anna yang kebetulan saat ini mereka berdua saling berdekatan.


Suara pelan itu terdengar oleh Clay, dan akhirnya Clay pun menjawab. "Tentu saja. Memangnya siapa yang tidak memperbolehkan kalian duduk disini? Kalian adalah budak pribadiku dan tugas kalian adalah melayaniku."


Mereka bertiga sangat senang dengan perlakuan Clay yang sangat baik.


Mereka bertiga tidak menyangka, kalau Clay memiliki hati yang baik dan jauh lebih baik dari tuan mereka sebelumnya.


"Tapi perlu diingat, meskipun kalian adalah budak pribadiku, kalian harus bersikap baik pada mereka semua... Bagaimana pun juga, sekarang kita adalah keluarga." Ucap Clay sekali lagi.


Clay ingin ketiga budak barunya itu, bisa akrab dengan anggota Guild Black Dragon.


"Baik, tuan. Kami akan mengingat ucapan anda."


Beberapa saat kemudian, kini Zen pun menghampiri Clay. "Tuan muda, kami sudah mengambil semua barang-barang berharga... Kita bisa berangkat menuju kerajaan Grandle."


"Oke. Kita berangkat..."


"Asikk... Akhirnya kita berangkat. Aku sudah bosan berada disini." Ucap Isabel dengan raut wajah ceria.


Akhirnya kini mereka pun pergi meninggalkan desa Gowa dengan raut wajah yang gembira.


Selain memberantas kejahatan, Clay juga mendapatkan banyak barang-barang berharga yang dapat di jual di kerajaan Grandle.


Yang membuat Clay begitu senang yaitu karena kini ia memiliki banyak uang.


Tetapi Clay juga tahu, jumlah uang yang ia miliki saat ini itu belum cukup untuk menghidupi dan memakmurkan ras Demi-human.


Clay juga sadar, kalau dirinya harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan banyak uang agar hidup mereka lebih terjamin.

__ADS_1


Di dalam perjalanan, Clay sudah memikirkan banyak rencana ketika berada di kerajaan Grandle.


Clay juga tidak lupa untuk mengobrol banyak hal pada ketiga budak barunya, agar mereka lebih akrab dari sebelumnya.


__ADS_2