
Sebilah pedang yang melesat dengan cepat itu adalah pedang Sharp Wind milik Clay.
Ia melempar pedang Sharp Wind tepat kearah leher pria bertubuh kekar itu dari kejauhan, tepat setelah ia menghina ras Demi-human.
"Huh!! Aku tak menduga kalau lemparanku akan tepat sasaran, tapi aku juga mengkombinasikan lemparanku bersamaan dengan sihir angin sebagai pengendalinya hehehe..." Ucap Clay dalam hati.
[Berhasil membunuh manusia level 20.]
[Mendapatkan 1 Exp.]
"Hm... Ini pertama kalinya aku membunuh manusia di dunia ini... Aku baru tahu kalau dunia ini ada semacam level... Aku kira dunia ini hanya ada F-Rank, E-Rank dan seterusnya... Aku masih belum mengetahui banyak tentang dunia ini." Sekali lagi Clay berkata dalam hati setelah melihat notifikasi hologram sistem.
Setelah mengetahui adanya sistem semacam level, saat ini Clay beranggapan bahwa dunia ini menggunakan 2 pembagian untuk perbedaan kekuatan.
Yang pertama yaitu tingkatan kekuatan seperti F-Rank, E-Rank, D-Rank dan seterusnya itu hanya untuk para monster.
Dan yang kedua yaitu tingkatan kekuatan seperti 'level' yang baru saja Clay lihat dari notifikasi hologram sistem setelah membunuh manusia, itu untuk makhluk hidup dunia ini.
Disisi lain, di tempat pertarungan. Setelah beberapa detik kepala pria bertubuh kekar itu tergeletak, membuat semuanya terdiam terpaku karena terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu.
"Apa yang terjadi?" Bisik salah satu ras Elf pada rekannya, selama ini mereka hanya berdiam diri di dekat kereta sambil memperhatikan jalannya pertarungan.
Sedangkan disisi lainnya lagi, terlihat jelas raut wajah para Bandit yang tersisa itu kini sangat ketakutan dan putus asa.
"Haaa... Haaa... Bo-bos telah mati." Ucap salah satu Bandit yang berada tepat disamping pria bertubuh kekar.
Sedangkan dengan anggota Guild, secara spontan mereka semua mengetahui siapa yang melakukan pembunuhan pada pria bertubuh kekar itu.
Mereka semua mengetahui pembunuhan itu, dari sebilah pedang yang memotong kepala buntung itu.
"Pedang itu milik tuan muda..."
"Benar... Itu milik tuan muda."
...
...
Seruan anggota Guild Black Dragon itu pun juga terdengar oleh semua orang, dan akhirnya semua fokus mata mereka tertuju kearah Clay.
"Dia menghina budakku... Berarti dia juga menghinaku! Dia tidak pantas hidup!" Ucap Clay dengan tegas dan penuh percaya diri.
Mendengar ucapan Clay, membuat semua anggota Guild pun merasa bahagia.
Mereka bahagia karena mereka merasa di hargai dan di perlakukan dengan baik oleh tuannya.
__ADS_1
Bahkan hal semacam ini, sangat mustahil terjadi.
Sangatlah langkah bagi para budak mendapatkan pembelaan secara langsung dari tuannya, apa lagi pembelaan itu tepat di hadapan ras lain.
Sedangkan dengan ras Elf dan para bandit, mereka hanya terdiam tak percaya dengan hal yang baru ia dengar dari mulut seorang tuan.
Kemudian para bandit yang tersisa itu kini hanya tersisa 2 orang, dan akhirnya mereka memohon ampun pada Clay dan ras Demi-human yang ada dihadapannya.
"Maafkan aku... Biarkan aku hidup."
"Ampuni aku... Kami dipaksa oleh dia untuk melakukan kejahatan ini."
"Benar... Kami hanya dipaksa... Jika kami tidak menurutinya, kami akan dibunuh oleh dia."
...
...
Ucap permohonan ampun pun keluar dari mulut para bandit sambil menunjuk kearah tubuh kekar yang tak berkepala itu.
"Tuan muda, apa yang harus kita lakukan pada mereka berdua?" Tanya Zen pada Clay.
Tepat setelah Zen bertanya, kedua bandit itu pun kembali berkata dengan raut wajahnya yang masih sangat putus asa.
"Anak mud... Tidak... Tuan muda, ampuni nyawa kami... Kami berjanji tidak akan menjadi orang jahat lagi."
Mendengar mereka memiliki sebuah harta, membuat Clay sedikit tertarik kepadanya.
"Hm... Harta ya? Tergantung berapa banyak jumlahnya hehehe." Ucap Clay dengan ramah.
Sontak seluruh anggota Guild dan juga Isabel pun terkejut, mereka tidak menyangka kalau tuannya akan tergiur dengan sejumlah harta.
"Tuan muda... Apa yang anda lakukan? Kenapa anda mengampuni manusia jahat ini?"
"Tolong fikiran kembali tuan muda."
"Mereka melakukan kejahatan dengan sengaja... Mereka layak dihukum, tuan muda."
"Benar kak... Mereka itu orang jahat. Jangan percaya sama mereka."
Clay pun kembali tersenyum ke semua anggota Guild. "Aku belum mengatakan kalau aku akan mengampuni mereka. Aku hanya tertarik dengan harta mereka... Dan untuk pengampunan, itu tergantung dengan kepuasan yang mereka berikan padaku hehehe."
Anggota Guild pun tidak berani banyak membantah, bagaimana pun juga keputusan Clay adalah keputusan yang mutlak bagi mereka.
Setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Clay, membuat kedua bandit itu semakin bersemangat untuk memohon pengampunan.
__ADS_1
"Kami berjanji tuan muda... Kami berjanji akan memberikan semua harta yang kami miliki."
"Kami juga akan menunjukkan letak dimana bos kami menyimpan hartanya... Tolong ampuni nyawa kami..."
Clay pun menjawab. "Dimana letak harta kalian dan harta bos kalian?"
"Itu ada di markas kami... Kami menyimpannya di dalam markas kami."
"Dimana markas kalian?"
"Di desa Gowa... Desa itu tidak jauh dari sini."
Kemudian Clay pun berkata pada Zen dan anggota Guild lainnya. "Ikat mereka berdua dan biarkan mereka menunjukkan jalannya."
"Baik, tuan muda."
Akhirnya kini kedua bandit itu pun diikat dan ditahan oleh anggota Guild.
Setelah kedua bandit itu ditahan oleh anggota Guild Black Dragon, kini suasana pun menjadi lebih tenang dan aman.
Setelah semuanya telah tenang dan aman, tiba-tiba Clay mendengar suara yang sedikit ribut di tempat ras Elf itu berada.
"Nona, tolong jangan keluar dan tetaplah di dalam kereta..." Ucap salah satu ras Elf pria dewasa yang saat ini sedang berdiri di dekat kereta kuda, ia berkata dengan nada yang sangat sopan.
"Tidak. Aku harus berterima kasih secara langsung pada penyelamatku."
Clay mendengar suara yang begitu lembut dan indah dari dalam kereta kuda tersebut.
Setelah beberapa detik kemudian, Clay dikejutkan oleh sosok gadis cantik bertelinga panjang dan runcing yang baru saja keluar dari kereta kuda.
Seketika raut wajah Clay memerah, ia terpesona oleh keindahan sosok makhluk yang ada di dalam pandangannya.
"Nona, tolong jangan keluar... Disini masih bahaya dan kami juga kekurangan pasukan untuk melindungi anda." Ucap ras Elf pria dewasa itu pada gadis Elf yang baru saja keluar dari kereta kuda.
"Aku hanya ingin berterima kasih pada penyelamatku..."
Pria Elf dewasa itu pun menghela nafas, kemudian ia kembali berkata. "Baiklah... Tapi izinkan saya menemani anda."
"Ya."
Gadis cantik ras Elf itu pun datang mendekat kearah Clay.
Dengan gayanya yang anggun, membuat Clay semakin terdiam terpana memandangi sosok gadis cantik ras Elf tersebut.
Setelah gadis cantik ras Elf itu berada di hadapan Clay, ia pun berkata dengan sikapnya yang anggun.
__ADS_1
"Terima kasih, tuan muda..."