
Setelah mendengar cerita mereka tentang ras Demi-human, kini Clay semakin penasaran dengan tujuan ayahnya membentuk sebuah Guild Black Dragon, padahal sudah sangat jelas kalau ras Demi-human itu sangat dibenci di dunia ini.
Tapi di sisi lain, Clay mengingat bahwa Chris pernah berpesan kepadanya untuk pergi ke barat.
Clay beranggapan bahwa Chris memintanya pergi ke barat, untuk menemui ras Demi-human ini.
Setelah terdiam dan berfikir beberapa detik, kini Clay kembali melanjutkan pertanyaan. "Ada sesuatu yang membuatku penasaran dan ingin bertanya... Bukankah kalian telah melakukan sumpah setia, tapi kenapa kalian masih hidup setelah kematian ayahku?"
Di dunia ini, jika seorang tuan terbunuh, maka sang budak juga akan ikut kehilangan nyawanya. Tetapi jika sebaliknya, tidak akan berdampak apapun terhadap sang tuan.
Tepat setelah Clay bertanya, tiba-tiba Zen membuka bajunya dan menunjukkan sesuatu yang ada di punggungnya.
"Kami semua masih hidup karena kami melakukan sumpah setia ini dengan atas nama keluarga Valonia, bukan Chris Valonia... Sesuai keinginan tuan Chris." Jawab Zen sambil menunjukkan sebuah tato dengan warna hitam pekat di punggungnya.
Setelah Zen menunjukkan tato di punggungnya, ia pun meminta kepada yang lainnya untuk menunjukkan tato yang ada di punggungnya dan tato tersebut semuanya sama.
Simbol tato itu merupakan bukti, bahwa orang tersebut adalah seorang budak.
Tato yang ditunjukkan ke Clay itu, bergambar sebuah tulisan dengan huruf kuno dan tulisan tersebut tertulis 'Valonia : 2'.
Clay terkejut. "Valonia? Berarti kalian akan tetap bisa hidup selama keturunan darah Valonia masih ada?"
"Benar, tuan muda. Tato ini juga menunjukkan angka 2, yang berarti hanya tersisa anda dan nona Isabel."
Clay kembali terdiam dan juga kembali berfikir. "Apa ini yang dimaksud ayahku? Agar aku mengetahui kalau kami memiliki banyak budak dan menggantikan posisinya sebagai pemimpin?
Disaat Clay terdiam beberapa detik dan berfikir, Zen kembali berkata. "Seharusnya anda dan nona Isabel juga memiliki sebuah tato di punggung... Tapi melambangkan seorang tuan dan jumlah budak yang kalian miliki."
"Sungguh?" Ucap Clay sambil berusaha melihat sebuah tato di punggungnya sendiri, tapi ia kesulitan melakukannya.
Setelah tahu Clay dalam keadaan kesulitan, kini Melissa mencoba membantu Clay.
"Lihatlah disini, tuan muda..." Ucap Melissa sambil meminjamkan cermin kecil yang ia miliki.
"Oke, makasih." Jawab Clay sambil melihat punggungnya dari cermin yang ia pinjam.
Akhirnya Clay berhasil melihat punggungnya sendiri dan ia juga melihat bahwa disana terdapat sebuah tato yang bertuliskan 'Mr. Valonia : 200 Slave Demi-human'.
"Aku baru tahu kalau ada tato di punggungku... Bahkan tidak ada ingatan dari pemilik tubuh asli kalau ia memiliki tato ini..." Batin Clay dalam hati.
__ADS_1
Setelah melihat tato di punggungnya, kini Clay pun mulai semakin yakin dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya dan kembali berkata dalam hati. Apa ini memang takdirku? Menjadi pemimpin Guild Black Dragon dan melindungi ras Demi-human yang dibenci dunia? Kalau memang benar itu adanya... Aku siap menerima apapun resikonya!"
Beberapa detik kemudian, Clay bertanya. "Apa Guild Black Dragon memiliki sebuah markas atau sejenisnya?"
"Kami tidak memiliki markas, tuan muda."
"Lalu, apa kalian tidak pernah berkumpul atau berdiskusi antar ketua divisi?"
"Oh kalau ada tentang itu ada... Kami biasanya berkumpul di dalam Koloseum yang sudah tidak dipakai, letaknya itu berada di tempat terbuang."
"Hm, oke baiklah... Aku punya 2 perintah untuk kalian... Pertama, panggil semua anggota Guild Black Dragon untuk segera berkumpul di koloseum itu... Aku ingin bertemu dengan mereka."
"Baik, tuan muda. Saya akan segera menyebarkan surat untuk mereka setelah pembicaraan ini selesai." Jawab Melissa yang memang sebelumnya bertugas untuk mengatur hal semacam ini.
Kemudian Zen bertanya. "Perintah ke 2 apa, tuan muda?"
Setelah Zen bertanya demikian, seketika muncul sebuah cahaya biru di dekat Clay.
Keenam ketua divisi itu melihat bahwa saat ini Clay sedang memasukkan tangannya ke dalam cahaya tersebut dan seolah-olah ia sedang mengambil sesuatu.
Dalam beberapa detik, Clay mengeluarkan 1 buah pedang sihir F-Rank yang ia simpan di dalam inventorynya sambil berkata.
"Apa kalian bisa menjual pedang ini? Berapa harga jual pedang ini?"
"Apa ini semacam sihir?"
"Aku hanya tau kalau kita bisa menyimpan sesuatu di dalam cincin ruang, tapi kalau seperti yang di lakukan tuan muda, aku belum pernah melihatnya."
"Tunggu! Ini juga bukan pedang biasa... Lihat lah baik-baik, itu pedang sihir."
"Iya benar... Ini pedang sihir F-Rank."
"Meskipun F-Rank, ini bukan pedang sembarangan... Pasti banyak petualang yang menginginkan pedang ini!"
"Tuan muda, kenapa anda ingin menjual pedang sihir ini? Bukankah lebih baik anda simpan daripada menjualnya?"
"Benar, tuan muda. Meskipun ini F-Rank, tapi pedang ini sangat langkah karena sangat sulit dibuat dan tidak semua pandai besi bisa membuat pedang sihir."
Kegaduhan setelah melihat pedang sihir yang Clay pegang itu tak dapat terhindar, mereka semua terkejut sambil mengucapkan kata-kata yang ada di dalam benaknya.
__ADS_1
"Hei... Apa kalian bisa menjual pedang sihir ini? Aku bertanya kepada kalian dan kuharap tidak ada kata-kata yang tidak perlu." Ucap Clay yang berusaha sedikit galak agar ia tidak ditanyai tentang darimana asal pedang ini dan sebagainya.
Semuanya terdiam dan beberapa saat kemudian, Zen menjawab. "Bisa, tuan muda. Kami memiliki banyak koneksi untuk melakukan transaksi jual beli senjata."
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Aku butuh waktu cepat... Karena kita harus segera berkumpul bersama yang lainnya."
"Tidak butuh waktu lama, tuan muda... Karena kita melewati tempat tersebut ketika hendak pergi kembali ke tempat terbuang."
"Oke... Kapan kita melakukan perjalanan kesana?"
"Kami sudah tidak ada urusan lagi disini, tuan muda... Kita bisa berangkat sekarang juga."
"Baiklah."
Akhirnya kini mereka telah mengakhiri pembicaraan di dalam ruangan tersebut dan segera berkemas untuk pergi melakukan perjalanan.
Beberapa menit kemudian, di depan tempat penginapan sebelumnya, kini mereka telah bersiap untuk memulai perjalanan.
Isabel yang belum mengerti dengan keadaan dan rencana yang mereka lakukan selanjutnya itu, kini ia bertanya ke Clay.
"Kakak... Kenapa sikap mereka sangat baik ke kita? Tidak seperti sebelumnya... Dan apa kita juga akan ikut pergi bersama mereka?" Tanya Isabel dengan penasaran karena sebelumnya ia tidak ikut berdiskusi di dalam ruangan.
Clay pun menjawab. "Mereka adalah rekan-rekan ayah... Kita harus bersikap baik ke mereka... Lalu untuk kemana kita pergi, kita akan pergi ke tempat mereka berasal dan mungkin kita akan tinggal disana."
"Hm... Oke kak... Aku akan mendengarkan ucapan kakak dan selalu bersamamu..."
Tak lama setelah pembicaraan antara Clay dan Isabel itu selesai, kini Zen pun menghampiri mereka berdua.
"Tuan muda, kami bisa berangkat sekarang juga..."
"Baik, kita berangkat sekarang juga." Jawab Clay dan kemudian ia berjalan mendekat ke barisan para anggota Guild Black Dragon.
"Anda mau kemana tuan muda? Kami sangat merasa bersalah jika anda melakukan perjalanan dengan jalan kaki... Silahkan naik ke atas kereta." Ucap Zen yang berusaha meminta Clay dan Isabel untuk naik keatas kereta.
Kereta yang Zen maksud itu seperti sebuah gerobak pengangkut barang, tapi saat ini mereka tidak memakai kuda dan sejenisnya, melainkan dengan tenaga ras Demi-human.
"Apa kalian berniat menarikku tanpa bantuan kuda atau sejenisnya?" Tanya Clay yang mencoba memastikan.
"Benar, tuan muda. Tapi tenang saja... Kami sudah terbiasa dengan hal ini dan kami juga punya memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih kuat dari binatang pada umumnya... Kalau anda dan nona Isabel melakukan perjalanan ini dengan jalan kaki, itu akan menghambat perjalanan kita tuan muda." Ucap Zen dengan sopan.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu..."
Akhirnya Clay dan Isabel pun segera naik ke atas kereta. Dan kini mereka semua telah meninggalkan desa kecil tersebut.