Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 7 - Janji Clay


__ADS_3

"Maksud kedatangan kami kesini, ingin memastikan sendiri kebenaran yang terjadi... Apa benar, tuan Chris telah tiada?" Tanya Melissa dengan raut wajahnya yang penasaran.


Clay pun menjawabnya dengan apa yang telah ada di dalam ingatan tubuh aslinya dengan jujur apa adanya. "Benar. Bukan hanya kedua orang tuaku saja yang terbunuh... Tetapi semua orang yang berusaha mempertahankan kota Fort itu terbunuh... Dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kalau ayah dan ibuku terbunuh dengan sangat tragis."


Seketika tanpa Clay sadari dan rencanakan, tiba-tiba tampak tetesan air mata terjatuh dari kedua mata Clay tanpa henti.


Mata Clay menangis seolah-olah ia benar-benar kehilangan sesuatu yang sangat berharga, tetapi anehnya raut wajah Clay tidak sedikit pun menunjukkan ekspresi sedih.


Suasana pun menjadi sunyi dan hening, mereka semua merasa iba dan prihatin ke Clay atas kehilangan sosok kedua orang tuanya.


Bagi semua orang yang melihat kejadian ini, menangis tanpa adanya ekspresi sedih itu adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan dan benar-benar sakit rasanya.


Disaat bersamaan dengan hening nya suasana, Clay pun terkejut dengan dirinya sendiri dan ia berkata dalam hati. "A-aku menangis... Kenapa aku menangis!? Padahal aku sama sekali tidak merasa sedih maupun merasa kehilangan... Atau jangan-jangan karena pemilik tubuh asli ini masih dalam keadaan sedih?"


Clay terdiam membisu beberapa detik dan kemudian ia kembali berkata dalam hati, tapi kali ini dengan ungkapan hati yang sangat tulus dari lubuk hatinya. "Untukmu, Clay Valonia pemilik tubuh asli yang saat ini aku diami... Aku turut berduka cita atas kematian keluargamu dan aku pasti akan menepati janjiku untuk melindungi adikmu... Beristirahatlah dengan tenang."


Tepat setelah Clay berkata dalam hati dengan tulus, tiba-tiba terdengar suara asing yang entah dari mana sumber suara tersebut.


*Aku percaya padamu dan akanku pegang janjimu untuk melindungi adikku... Terima kasih, Clay...*


Anehnya, suara asing tersebut hanya menggema di dalam kepala Clay dan hanya ia yang dapat mendengar suara tersebut.


Setelah suara asing itu menghilang, air mata yang menetes di mata Clay itu pun seketika berhenti.


Perasaan dan tubuh Clay pun menjadi lebih nyaman dari sebelumnya, seolah-olah ia benar-benar pemilik tubuh itu seutuhnya.


Disaat Clay telah berhenti meneteskan air mata, Zen pun melangkahkan kakinya untuk mendekat ke Clay, menggenggam kedua pundak Clay dan lalu berkata. "Kami semua turut berduka cita atas kematian kedua orang tuamu, tuan muda."


"Terima kasih paman Zen... Terima kasih, semuanya." Jawab Clay dengan senyum manis dibibirnya.


Melihat suasana yang tidak baik ini, membuat anggota Guild Black Dragon mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pembicaraan.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya kita pergi lebih dulu ya... Biarkan tuan muda Clay beristirahat dan menenangkan hatinya." Ucap Zen ke semua orang yang ada disana.


Mereka pun berpamitan dan segera meninggalkan kamar tersebut, tetapi langkah kaki mereka tiba-tiba terhenti karena perkataan Clay.


"Kalian mau kemana? Bukankah saat ini ada hal penting yang perlu kita bahas?" Ucap Clay dengan penuh percaya diri dan gagah berani.


"Tapi saat ini waktunya tidak tepat, tuan muda. Bukankah lebih baik kita menundanya?" Jawab Zen yang berhenti di tengah jalan ketika hendak melewati pintu kamar.


"Tidak! Jangan mencampuri urusan pribadi dengan urusan Guild... Aku tahu maksud kalian datang kesini." Ucap Clay tetap dengan rasa penuh percaya diri.


Semua orang terkejut, mereka tidak menyangka bahwa anak remaja 15 tahun dapat memiliki kepribadian seperti itu, seolah-olah saat ini yang ada di hadapan mereka adalah seorang senior profesional dalam bekerja.


"Benar... Saat ini aku melakukan hal yang benar... Aku tidak boleh menunda waktu! Aku harus mempertahankan hak waris kepemimpinan dan menggantikan posisi ayahku, agar aku dan Isabel dapat hidup dengan layak! Bagaimana pun juga, Guild ini adalah hasil dari kerja keras ayahku." Fikir Clay dalam benaknya, ia membulatkan tekat dan memberanikan diri untuk mendapatkan hak kepemimpinan.


Clay berfikir seperti itu karena kalau nanti mereka menunda-nunda waktu, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pengkhianatan dan sebagainya. Karena bagaimana pun juga, saat ini kursi pemimpin dalam keadaan kosong.


"Hm, oke baiklah! Kalau itu keinginan tuan muda, kita akan membahas masa depan Guild Black Dragon sekarang juga." Ucap Zen dan semua orang pun juga sependapat dengannya.


"Baiklah... Aku akan datang menemui kalian sekitar 30 menit lagi." Saut Clay dengan nada ramah.


Akhirnya kini semua orang pun pergi meninggalkan kamar, sedangkan Clay pergi membersihkan diri dan bersiap-siap.


*


*


30 menit telah berlalu, kini semua orang telah berada di dalam ruangan yang cukup luas dengan meja berjejer rapi membentuk persegi panjang, tampak seperti meja untuk rapat orang banyak.


Di dalam ruangan tersebut, Clay menghitung ada sekitar 7 orang saja yang ada di dalam ruangan ini dan itu pun termasuk dengan dirinya sendiri.


Meskipun saat ini Clay berada di hadapan orang yang lebih dewasa darinya, tetapi ia tidak merasakan takut maupun ragu sedikit pun.

__ADS_1


Clay tidak takut untuk menatap mata semua orang, tampak seperti memiliki mental yang berkualitas.


Bahkan keenam orang tersebut dibuatnya terkejut karena Clay yang membuka topik pembicaraan lebih dulu.


"Sebelumnya, aku meminta maaf karena belum sempat memperkenalkan diri dengan baik dan benar... Namaku Clay Valonia, anak pertama dari keluarga Chris Valonia." Clay memperkenalkan dirinya dengan gaya yang elegan pada abad pertengahan ini, seperti berdiri dihadapan semua orang dan menyilangkan tangan kanannya di dada sebelah kiri sambil sedikit membungkukkan badannya.


Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja Clay lakukan itu, karena sebelumnya mereka tidak pernah melakukan hal semacam ini ketika sedang melakukan rapat bersama Chris di masa lalu.


Terkejutnya mereka itu merupakan hal yang wajar, karena bagaimana pun juga mereka hanyalah sekumpulan rakyat biasa yang bergabung ke dalam Guild. Dan mereka juga bukan dari kalangan kelas atas maupun bangsawan kerajaan.


Melihat tingkah Clay yang memperkenalkan diri dengan gaya, kini Melissa pun berusaha mengimbanginya. "Namaku Melissa dari tempat terbuang... Ketua divisi 1."


Setelah Melissa memperkenalkan diri, kini Zen pun juga ikut mengikutinya dan begitu pun dengan yang lain.


"Namaku Zen dari tempat terbuang. Ketua divisi 2."


"Namaku Paul dari tempat terbuang. Ketua divisi 5."


Dari ingatan Clay, tempat terbuang merupakan suatu wilayah yang sangat besar dan luas, tepatnya berada dibagian ujung paling barat dibenua ini.


Mayoritas penduduk tempat terbuang ini adalah ras Demi-human.


Demi-human adalah ras binatang yang berwujud manusia.


"Namaku Rhamp dari tempat terbuang. Ketua divisi 9."


"Namaku Frank dari tempat terbuang. Ketua divisi 13."


"Namaku Jhon dari tempat terbuang. Ketua divisi 18."


Disaat bersamaan dengan mereka memperkenalkan diri, Clay terkejut dan ia hanya dapat membatin sekaligus menyesali tingkahnya. "Apa yang sedang aku lakukan... Seharusnya aku memahami dulu siapa mereka... Kalau aku bersikap seperti orang kalangan atas, pasti mereka menganggapku sombong dan sejenisnya... Tapi ada yang aneh disini! Kenapa ayahku membentuk sebuah Guild yang beranggotakan Demi-human? Guild seperti apa yang ayahku ciptakan ini..."

__ADS_1


__ADS_2