
Zen pun segera menjawab pertanyaan Clay dan ia berusaha mengambil selembar kertas dari tas penyimpanannya.
"Harga dari setiap bagian ini semuanya sama, tuan muda... Yang membedakan harganya itu dari tingkatan monsternya... Saya memiliki daftar harga dari Guild petualang yang ada di wilayah kerajaan Grandle, dan harga disana juga unda-undi dengan harga jual di Guild petualang wilayah lain... Apa anda berminat untuk menyimpannya?" Ucap Zen sambil memberikan selembar kertas yang telah ia ambil sebelumnya.
"Tentu saja... Akanku pelajari nanti disaat senggang... " Clay pun menerima dan segera menyimpannya.
Setelah Clay menyimpan selembar kertas yang telah diberikan oleh Zen, kini Clay pun bersorak dengan penuh semangat.
"Saatnya pesta... Bakar semua daging yang ada disini dan aku tidak ingin melihat ada yang tersisa..." Ucap Clay dengan teriakan gembira sambil melompat bahagia merayakan kemenangannya.
Teriakan Clay tersebut, membuat semua anggota Guild kebingungan.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Sudahlahh... Ikuti tuan muda dan cepat bersorak!"
"Horeee...."
"Pesta... Horee..."
"Apa kita juga akan ikut berpesta?"
Salah satu anggota Guild itu pun memukul kepala rekannya yang sedang bertanya, dengan maksud bercanda. "Apa kau bodoh!? Jangan berharap lebih!! Mana mungkin kita akan makan daging!"
"Aduh... Benar juga..." Jawab anggota lainnya yang kesakitan karena menerima pukulan dari rekannya.
"Horee..."
"Horee..."
Suara sorakkan senang karena akan ada sebuah pesta daging itu pun terus terdengar di telinga Clay.
Akhirnya kini Clay mencari tempat yang cukup luas untuk membuat sebuah api unggun dan ia pun segera membuatnya.
"Sihir api... Terbakarlah."
Kini nyala api itu pun telah sepenuhnya berkobar cukup besar.
"Oke baiklah... Bawa daging-daging itu kemari... Seseorang tolong bantu aku untuk menyiapkan potongan daging untuk dibakar." Pinta Clay kepada anggota Guildnya dengan senyuman ramah.
"Baik, tuan muda."
Setelah melaksanakan perintah dari Clay dan kini semua daging telah disiapkan untuk dibakar, tampak seluruh anggota Guild hanya berdiam diri ditempat.
Tidak ada satu pun diantara mereka yang berani menyentuh daging yang telah siap dibakar itu.
Hal tersebut membuat Clay dan Isabel bertanya-tanya dengan sikap mereka.
"Kenapa diam saja? Kemari lah... Ayo makan bersama..." Ucap Clay kebingungan dengan tingkah semua anggota Guild.
"Kemarilah paman... Kakak Melissa... Ayo kita makan daging ini bersama..." Ucap Isabel dengan ekspresi polos dan nadanya yang lucu.
__ADS_1
Mereka semua masih saja kebingungan dan tetap berdiri sambil mengamati dari kejauhan.
Suana hening dan canggung itu pun berlangsung selama beberapa detik, hingga akhirnya ada salah satu anggota Guild yang memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Apa kami juga di perbolehkan makan daging lezat ini, tuan muda?"
"Tidak ada yang melarang kalian untuk makan daging ini... Kemarilah! Kita rayakan pesta daging ini sampai larut malam..." Jawab Clay dengan santai sambil menyiapkan beberapa potong daging yang akan segera ia bakar.
"Tapi... Kami para budak tidak pantas untuk makan daging mewah seperti ini, apalagi kita makan bersama dan satu tempat dengan tuan muda... Kami tidak pantas dan reputasi tuan muda akan hancur jika ada orang lain yang melihat kejadian ini..."
Tanpa jeda waktu, Clay langsung menjawab tetap dengan ekspresi santai dan tetap sibuk dengan dagingnya miliknya. "Aku tidak peduli!! Aku tidak akan mengulang kata-kataku lagi... Jika kalian ingin makan, kemarilah... Tapi kalau kalian ingin tidur dengan perut yang lapar, itu salah kalian sendiri!"
Setelah Clay selesai dengan ucapannya, tiba-tiba Melissa langsung melangkahkan kakinya mendekat, sambil berkata dengan nada yang cukup keras sehingga terdengar oleh semua anggota Guild.
"Apa kalian tidak dengar apa yang dikatakan tuan muda!? Aku lebih suka tidur nyenyak dengan perut kenyang."
Akhirnya anggota Guild pun satu persatu mengikuti Melissa dan segera mengambil potongan daging monster yang siap dibakar.
"Apa kita sungguh boleh makan daging ini?" Tanya pelan salah satu anggota Guild kepada rekannya.
"Sudahlah... Makan saja! Jangan banyak bicara dan aku tahu perutmu pasti lapar."
"Hehehe..."
....
....
Pesta daging monster itu pun berjalan cukup meriah dan menyenangkan.
Yang semula anggota Guild merasa sungkan dengan Clay karena status tuan budak, kini perlahan mereka sudah mulai terbiasa berada di dekatnya.
Suara keras dan sesekali tertawa lepas itu pun menghiasi suasana pesta.
*
*
Waktu pun terus berlalu, seluruh anggota Guild pun sangat menikmati sebuah pesta perayaan ini, hingga tanpa mereka sadari bahwa saat ini langit pun mulai gelap.
Di sudut keramaian pesta, terlihat sosok Clay sedang terduduk fokus sambil bersandar di batang pohon.
Clay juga temani oleh Isabel yang saat ini sedang tertidur pulas di sampingnya.
Clay kembali menyendiri dari keramaian karena ia memiliki niat untuk mempelajari selembar kertas yang telah ia terima dari Zen sebelumnya.
Saat ini, Clay sedang terduduk fokus sambil membaca seluruh isi kertas dengan seksama.
Clay mulai membaca isi kertas tersebut dari bagian paling atas.
Di barisan paling atas, Clay melihat lambang dari sebuah Guild petualang dan disana juga ada tertulis sebuah kata 'Dreams'.
__ADS_1
Clay pun menyimpulkan bahwa selembar kertas ini adalah milik Guild petualang yang berada di wilayah kerajaan Grandle, dan Guild tersebut bernama Dreams.
Kemudian, Clay kembali melanjutkan membaca ke bawah.
Disana tertulis bahwa Guild Dreams bersedia membeli bagian-bagian monster dari pihak lain, dengan syarat bahwa bagian monster tersebut masih dalam kondisi bagus dan layak dijual.
Guild Dream telah menetapkan daftar harga untuk monster F-Rank hingga S-Rank di dalam selembar kertas tersebut.
Untuk tingkat F-Rank, setiap bagiannya senilai 50 Copper.
Tingkat E-Rank, setiap bagiannya senilai 1 Silver.
Tingkat D-Rank, setiap bagiannya senilai 25 Silver.
Tingkat C-Rank, setiap bagiannya senilai 50 Silver.
Tingkat B-Rank, setiap bagiannya senilai 1 Gold.
Tingkat A-Rank, setiap bagiannya senilai 50 Gold.
Tingkat S-Rank, setiap bagiannya senilai 100 Gold.
Mereka juga memperingatkan dengan keras, bahwa harga yang telah di tetapkan itu bersifat paten dan melarang keras kepada pelanggan untuk melakukan negosiasi semacam tawar menawar yang dapat mengakibatkan kekacauan dan mengganggu kedamaian Guild.
Setelah membaca dengan seksama setiap isi dari kertas tersebut, kini terlintas curahan hati yang tiba-tiba muncul di dalam benak Clay.
"Zen tadi berkata padaku kalau harga disini itu sebelas dua belas dengan harga di Guild lain... Aku tidak tahu harga segini itu cukup layak atau tidak... Tapi setahuku, untuk mendapatkan bagian monster, kita harus bertarung dan membunuhnya lebih dulu... Ketika kita bertarung melawan monster, taruhannya adalah nyawa... Dan mereka rela melakukan itu demi uang yang tidak seberapa ini!! Arghh, aku tidak peduli dengan kehidupan mereka!! Aku akan tetap fokus dengan tujuanku... Menjadi pemimpin Guild Black Dragon dan melindungi apa yang harus aku lindungi."
Setelah beberapa saat terdiam melamun karena mengutarakan unek-unek dalam hati, kini Clay teringat dengan Inti monster yang baru saja ia dapatkan dan segera menciptakan Equipment menggunakan Inti monster tersebut.
"Sistem, aku ingin menggunakan Inti monster yang ada di dalam kantong ini untuk menciptakan Equipment."
[Berhasil menyerap 5 Inti monster Cita petir D-Rank, 20 Inti monster Serigala bertanduk D-Rank, 1 Inti monster Serigala bertanduk C-Rank dan 1 Inti monster Ular batu C-Rank]
[Memenuhi syarat untuk membuat equipment sedang dalam proses.]
[Silahkan pilih jenis equipment yang akan dibuat :
- Pedang sihir
- Tombak sihir
- Busur sihir
- Perisai sihir
- Armor sihir
- Lain-lain.]
"Hm... Untuk saat ini, Equipment apa ya yang akan aku buat?" Clay berfikir cukup lama sambil membayangkan Equipment apa lagi yang akan ia ciptakan sambil memejamkan kedua matanya dan tanpa sadar akhirnya ia pun tertidur.
__ADS_1
Clay tertidur pulas dengan membiarkan hologram sistemnya yang masih menyala dan belum sempat menciptakan satu pun Equipment.