
Setelah beberapa detik Clay memandangi penjaga istana, kini ia pun bertanya. "Kenapa mereka tidak boleh masuk? Apa kalian tidak tahu terima kasih?"
"Budak dilarang masuk ke dalam istana." Jawab salah satu penjaga istana Grandle itu.
Clay merasa kesal karena anggota Guildnya masih saja di pandang sebelah mata, padahal sudah jelas-jelas kalau anggota Guild Black Dragon yang membantu menangkap buronan kerajaan.
"Kalau begitu aku juga tidak akan masuk!" Jawab singkat Clay sambil kembali melangkahkan kakinya untuk mendekat ke anggota Guild.
Melihat dan mendengar apa yang dilakukan Clay, kini Zen pun berkata pada Clay. "Tuan muda, kami tidak apa-apa menunggu di luar sini... Lebih baik anda segera masuk dan dapatkan hadiahnya."
"Tidak... Kalau kalian tidak masuk, aku juga tidak." Jawab Clay dengan raut wajah kesal karena anggota Guildnya tidak boleh memasuki istana kerajaan.
Setelah beberapa detik kemudian, Ariana pun menyadari kalau Clay tidak segera menyusulnya dan akhirnya ia pun segera menghampiri Clay yang saat ini sedang berada diluar istana.
"Clay, ayo masuk... Kenapa kamu tidak segera masuk? Kakek sudah menunggumu." Ucap Ariana sambil berjalan mendekat kearah Clay.
"Aku tidak akan masuk ke dalam kalau mereka tidak boleh masuk..." Jawab Clay sambil menunjuk kearah budak-budaknya beberapa detik, kemudian ia melanjutkan ucapannya. "Bagaimana kalau kakekmu saja yang datang menemuiku disini?"
Mendengar ucapan Clay, membuat beberapa penjaga istana kesal pada Clay.
"Hei bocah! Jaga sopan santunmu!"
"Lancang sekali kau bocah! Berani-beraninya kau menyuruh raja kami untuk menemuimu... Memangnya kau siapa?"
"Kau hanya secara kebetulan saja dapat menangkap Vargus! Jangan terlalu sombong anak muda!"
...
...
Beberapa ocehan dengan suara cukup keras itu pun terdengar jelas di telinga Clay dan mereka juga berkata sambil menodongkan senjatanya ke arah Clay.
Melihat perlakuan penjaga istana, membuat Clay tersenyum dan kemudian ia tertawa sambil menjawab. "Hahaha apa kau yakin menodongkan senjatamu itu padaku?"
Clay menjawab lalu ia berniat untuk mengambil salah satu pedangnya di dalam inventory.
Tepat setelah Clay selesai dengan ucapannya, kini Ariana pun mulai panik.
Ariana panik karena ia tahu kalau Clay adalah orang yang kuat.
__ADS_1
Ariana pun juga masih terbayang-bayang dengan trauma yang ia alami setelah melihat penyiksaan Vargus yang sangat sadis dan mengerikan.
"Tunggu Clay... Tahan emosimu..." Ariana berusaha menangkan Clay.
Clay hanya terdiam dan berusaha menenangkan dirinya karena bagaimanapun juga Clay sadar kalau dirinya saat ini adalah seorang tamu kerajaan.
Kemudian Ariana pun kembali berkata. "Maafkan penjaga istanaku Clay... Mereka hanya menjalankan tugasnya sebagai keamanan dan kenyamanan istana."
"Hm, ya baiklah... Tapi aku tetap tidak akan masuk ke dalam kalau anggota Guildku tidak masuk." Ucap Clay tetap dengan raut wajahnya yang sedikit kesal.
"Mereka boleh masuk... Aku yang mengizinkannya." Ucap Ariana.
Mendengar ucapan Ariana, membuat penjaga istana terkejut. "Tapi tuan putri Ariana..."
Disaat penjaga kota itu ingin membantah keputusan Ariana, tiba-tiba ucapan mereka dipotong oleh Ariana. "Sstttt diamlah... Aku yang mengizinkan mereka masuk ke dalam dan aku yang menjamin kalau semuanya akan baik-baik saja."
Mendengar ucapan Ariana, membuat semua penjaga istana tak berdaya dan mereka hanya bisa terdiam tanpa kata.
Setelah perdebatan di pintu masuk istana itu selesai, kini mereka semua pun masuk ke dalam istana dan segera menuju ke dalam ruang singgasana raja, tempat kakek Ariana berada.
Di dalam istana kerajaan, Clay dan lainnya pun merasa semakin takjub dengan keindahan dan kemewahan istana kerajaan Grandle.
Setelah beberapa saat kemudian, kini mereka pun telah berada di depan pintu ruang singgasana raja.
"Tuan putri Ariana dan penyelamat kerajaan telah tiba..." Teriak lantang salah satu penjaga istana yang berada di depan pintu ruang singgasana.
Ariana, Clay dan lainnya pun masuk ke dalam ruang singgasana.
Di dalam ruang singgasana raja, mereka di sambut oleh banyak orang ras Elf.
Semua pandangan mata tertuju pada rombongan Clay.
Petinggi-petinggi kerajaan, prajurit penjaga dan raja kerajaan penasaran dengan sosok anak muda yang telah di ceritakan oleh Ariana.
"Kamu pasti Clay kan, anak muda?" Tanya sosok kakek tua dengan mahkota mewah yang sedang duduk di kursi singgasana.
"Ya. Aku Clay." Jawab Clay dengan raut wajah tenang.
"Selamat datang di Istanaku... Cucuku sudah banyak cerita tentangmu."
__ADS_1
"Terima kasih sudah menyambutku, raja kerajaan Grandle." Jawab Clay dengan sikap sopan.
"Tidak perlu bersikap sopan begitu... Kamu adalah orang yang telah menangkap buronan paling berbahaya di kerajaanku... Aku, Albert sebagai raja kerajaan Grandle mengucapkan banyak-banyak terima kasih..."
"Sama-sama... Namaku Clay Valonia." Jawab Clay sambil tetap terus memandangi raut wajah raja kerajaan.
Melihat sikap Clay yang terus memandangi wajah raja, membuat para prajurit dan petinggi kerajaan pun kesal pada Clay.
"Hei anak muda... Turunkan kepalamu! Apa kau tidak pernah di ajari sopan santun sama orang tuamu ketika berhadapan dengan raja?"
...
...
Peringatan-peringatan dengan nada cukup keras itu pun terdengar cukup keras di telinga Clay, tetapi itu semua tak membuat mental Clay goyah.
"Perlu kalian ingat! Aku sangat menghormati raja kerajaan Grandle, sekaligus kakeknya Ariana... Tapi aku di sini bukan untuk tunduk padanya dan hanya untuk mengambil hadiahku saja!" Jawab Clay dengan tegas.
"Hahaha ternyata benar apa yang di katakan cucuku... Kamu bukan seperti anak muda pada umumnya..." Albert tertawa beberapa detik, kemudian ia melanjutkan ucapannya. "Baiklah-baiklah... Karena kamu sudah mengungkit tentang hadiah, aku akan langsung memberikannya sesuai harga yang telah aku tetapkan."
Setelah Albert berhenti berkata, muncullah beberapa prajurit kerajaan yang membawa sekotak peti harta.
"Di dalam sana ada 100.000 Gold... Itu semua adalah salah satu hadiahmu." Ucap Albert pada Clay, setelah beberapa prajurit kerajaan menaruh peti harta itu di hadapan Clay.
Clay hanya terdiam tak berekspresi apapun. Sedangkan dengan anggota Guild, mereka semua terkejut karena mendengar jumlah hadiahnya yang sangat banyak itu.
Melihat Clay tak menunjukkan ekspresi apapun, membuat Albert kebingungan dan kemudian ia bertanya pada Clay. "Kenapa kamu tidak senang? Itu sudah sesuai dengan apa yang telah ku janjikan ketika aku menurunkan tahta untuk menangkap Vargus."
"Apa hanya ini hadiahnya?" Jawab Clay dengan santainya. Clay berani berkata seperti itu karena ia tahu kalau hadiah yang dijanjikan oleh raja kerajaan Grandle bukan hanya sejumlah uang saja.
Clay mengetahui hadiah dari menangkap Vargus, setelah ia bertanya-tanya pada Ariana dan Max ketika berada di desa Gowa.
Mendengar ucapan Clay, membuat semua pihak kerajaan kembali merasa kesal pada Clay, tetapi rasa kesal mereka di hentikan oleh Albert hanya dengan sedikit mengangkat tangan kanannya.
Albert sedikit mengangkat tangan kanannya dengan maksud agar semua orang tidak membuat keributan dan tetap diam.
"Tentu saja bukan itu... Aku juga akan mengabulkan 3 permintaan yang masuk akal dan ketiganya berada di dalam jangkauan kemampuanku... Apa saja keinginanmu?"
Clay tersenyum, sebelumnya ia sudah menyiapkan apa saja yang akan ia minta dari raja kerajaan Grandle.
__ADS_1