Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 8 - Sumpah Setia


__ADS_3

Kini semuanya telah selesai memperkenalkan diri mereka masing-masing.


"Baiklah, salam kenal semuanya..." Ucap Clay dengan ramah.


Mereka pun membalas Clay dengan senyuman ramah juga.


Saat ini Clay memiliki puluhan pertanyaan yang ingin ia tanyakan ke mereka. Tetapi Clay berusaha mengesampingkan hal itu karena ia ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting baginya.


"Sebelum melanjutkan lebih dalam, aku ingin bertanya kepada kalian... Pertama! Bagi kalian aku ini siapa?"


Melissa langsung menjawab dengan cepat. "Anda adalah penerus pemimpin Guild Black Dragon."


"Benar. Anda adalah pemimpin kami selanjutnya." Ucap semua ketua divisi secara bersamaan.


"Apa kalian benar-benar percaya kalau aku mampu memimpin kalian? Aku masih anak remaja yang berumur 15 tahun..." Tanya Clay.


"Hanya anda yang berhak menjadi pemimpin Guild Black Dragon, tuan muda." Ucap Zen dengan santai.


Semuanya terdiam tanpa membantah ucapan Zen. Hal inilah yang membuat Clay merasa kebingungan dengan sikap mereka.


"Kenapa kalian tidak membantah dan berusaha menolak seorang anak remaja menjadi pemimpin kalian? Kenapa kalian diam saja!? Atau jangan-jangan kalian berusaha menjebakku dengan menjanjikan posisi jabatan pemimpin Guild!?" Ucap Clay dengan nada tinggi, ia bersikap arogan di depan orang dewasa.


Sebenarnya Clay tidak ingin bersikap seperti ini, tetapi saat ini ia masih belum mengetahui apa maksud dan tujuan mereka yang sebenarnya.


Meskipun Clay saat ini bersikap arogan ke mereka, tapi mereka semua tidak marah sedikit pun.


"Pertanyaan yang sangat mudah, tuan muda. Tentu saja itu karena kami berhutang budi kepada tuan Chris... Dan kami semua, seluruh anggota Guild Black Dragon telah melakukan sumpah setia untuk melayani keluarga Valonia." Jawab Melissa dengan ramah, tidak ada sedikit pun perasaan marah atau sejenisnya.


Clay semakin kebingungan dengan hal-hal yang telah ia ketahui saat ini.


"Hutang budi sebesar apa!? Hingga sampai mereka bersedia melakukan sumpah setia dan menyerahkan hidupnya untuk keluarga Valonia..." Batin Clay dalam hati.


Clay mengetahui dari ingatan tubuh asli, kalau sumpah setia di dunia ini sangat tidak manusiawi.

__ADS_1


Di dunia ini, jika seseorang telah melakukan sumpah setia, maka hidup dan mati orang tersebut akan menjadi milik yang telah disumpahinya.


Cara kerja sumpah setia di dunia sama seperti melakukan kontrak antara tuan dan budak.


Mereka yang melakukan sumpah setia, akan tertanam secara permanen sebuah sihir terlarang ke dalam tubuh mereka.


Sihir terlarang tersebut tidak akan pernah bisa hilang atau di hapus dengan cara apapun.


"Sial!! Kenapa ayahku sebajingan ini!!" Ucap Clay dengan suara pelan sambil memasang raut wajah kesal.


Meskipun Clay berkata dengan suara pelan, tetapi ucapannya itu terdengar dengan jelas oleh semua orang karena saat ini mereka berada di dalam ruangan yang tertutup dan jarak mereka juga tidak terlalu jauh darinya.


"Bukan, tuan muda... Tuan Chris bukan orang yang seperti itu, justru beliau adalah penyelamat kami." Ucap Jhon yang berusaha menjelaskan bahwa Chris adalah orang baik.


Tidak hanya Jhon saja yang berusaha menjelaskan, tetapi semuanya juga mencoba menjelaskan ke Clay bahwa ia memiliki seorang ayah yang baik dan dianggap sebagai pahlawan di wilayah tempat terbuang.


"Kalau saja tuan Chris tidak menerima sumpah setia kami... Mungkin kami akan hidup dalam penderitaan dan bisa jadi kami sekarang sudah mati."


"Benar, tuan muda. Kalau bukan karena tuan Chris, kami penduduk tempat terbuang pasti hidup tersiksa."


....


....


Penjelasan sekaligus pujian tentang kebaikan Chris Valonia itu pun terus menerus keluar dari mulut mereka.


Setelah sekian lama mendengar ucapan mereka, membuat Clay menjadi penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa kalian merasa kalau kalian akan hidup menderita jika tidak bertemu dengan ayahku? Bukankah hidup sebagai budak lebih menyiksa?" Tanya Clay yang kini tampak lebih tenang.


"Warga penduduk tempat terbuang seperti kita ini merupakan incaran bagi orang bangsawan dari berbagai kerajaan." Jawab Jhon.


"Hm, incaran? Incaran seperti apa yang kau maksud?"

__ADS_1


"Tentu saja akan dijadikan budak... Kami tahu kebusukan para bangsawan dan orang-orang kalangan atas di dunia ini! Mereka memperlakukan budaknya seperti mainan yang tidak memiliki nyawa."


Disini Clay merasa sedikit menyesal karena sebelumnya ia telah memperkenalkan dirinya menggunakan gaya yang biasanya dipakai oleh kaum bangsawan maupun orang-orang kalangan atas. Sedangkan mereka terlihat tampak sangat membenci kaum bangsawan dan orang-orang kalangan atas.


Meskipun Clay merupakan dari kalangan atas, tapi ia tak menyangkal tentang kekejaman para bangsawan terhadap para budak.


Clay mengetahuinya dari ingatan tubuh asli, bahwa ia sering kali melihat penyiksaan terhadap para budak di tempat umum. Bahkan penyiksaan tersebut sampai ada yang mengakibatkan kematian.


Tapi ada yang membuat Clay penasaran dengan mereka. "Seharusnya kalian juga tahu, kalau Valonia merupakan keluarga dari kalangan atas... Tapi kenapa kalian tidak membenci ayahku dan justru menganggapnya sebagai penyelamat?"


"Tuan Chris memperlakukan kami seperti manusia... Beliau memperbanyak budak dan membuat sebuah Guild di tempat terbuang dengan tujuan untuk melindungi orang-orang di tempat terbuang."


"Berapa banyak jumlah budak ayahku? Dan Guild seperti apa Black Dragon ini?"


"Jumlah budak tuan Chris sebanyak 200 orang dan itu juga merupakan jumlah anggota Guild Black Dragon... Sebenarnya Guild Black Dragon bukanlah Guild seperti Guild pemburu monster pada umumnya, tapi kami lebih berfokus untuk bertahan hidup dan mencari makan." Jawab Melissa yang mengetahui keadaan sekaligus mengatur masalah internal Guild.


"Guild seperti apa yang kamu maksud?"


"Sebenarnya kami adalah Guild pedagang... Tapi terkadang kami juga menerima permintaan untuk mengantarkan barang dan melakukan pekerjaan kasar lainnya."


"Hm, Guild Pedagang... Memangnya apa yang kalian jual? Dan bagaimana caranya pedagang membantu warga tempat terbuang? Apa kalian membagikan hasil dagangan kalian beberapa persen atau semacamnya?" Tanya Clay dengan raut wajah penasaran.


"Saya akan menjelaskannya secara jelas, agar anda mengetahui seperti apa Guild Black Dragon..." Melissa berhenti berkata beberapa detik sambil mengatur kata-katanya, kemudian ia kembali berkata. "Cara kerja Guild Black Dragon kami adalah dengan membantu menjualkan barang impor penduduk asli tempat terbuang ke berbagai wilayah kerajaan sekitar. Kami hanya mengambil 10% dari keuntungan barang yang terjual sebagai upah perjalanan kami... Dengan adanya Guild Black Dragon ini, banyak penduduk setempat yang merasa terbantu karena mereka dapat mengubah nasibnya dari hasil penjualan keluar wilayah."


"Kenapa harus keluar wilayah? Memangnya kalau hanya menjual di wilayah tempat terbuang sendiri tidak memberikan keuntungan?"


Melissa tersenyum beberapa detik dan kemudian ia kembali menjawab. "Sepertinya anda belum mengetahui situasi yang sebenarnya... Tempat terbuang adalah suatu wilayah yang sangat miskin. Jangankan untuk membeli sesuatu, untuk makan saja kami sangat kesulitan... Jika kita tidak mencari keuntungan ke luar wilayah, setiap hari kami harus mempertaruhkan nyawa untuk membunuh monster dan memakan dagingnya... Lalu bagaimana dengan ras kami yang tidak bisa bertarung? Apa mereka harus menahan rasa lapar hingga mati kelaparan?"


"Apa harus menjual barang dagangan dengan bantuan Guild Black Dragon? Kenapa mereka tidak menjualnya sendiri ke luar wilayah? Bukankah itu menjadi lebih menguntungkan untuk mereka tanpa harus menyisihkan upah?"


"Itu sangat berbahaya, tuan muda... Sejak zaman nenek moyang, ras kami sangat di benci oleh beberapa ras yang ada di dunia ini karena ras kami dianggap sebagai perwujudan dosa antara manusia dan iblis... Kebencian mereka itu yang membuat kami dikucilkan oleh dunia ini." Melissa menjelaskan tetap dengan raut wajah ramah.


Setelah Melissa berhenti berkata, kini Zen juga ikut berkata. "Ras Demi-human yang belum melakukan sumpah setia, tidak bisa sembarangan keluar wilayah... Karena banyak sekali ras yang ingin memperbudak dan menyiksa kami."

__ADS_1


Melissa kembali meneruskan ucapan Zen. "Itu benar, tuan muda... Demi-human yang belum melakukan sumpah setia, harus ekstra hati-hati dengan keselamatan dan kebebasan mereka... Sedangkan kami anggota Guild Black Dragon, dapat melakukan transaksi ke berbagai wilayah dengan aman karena kami telah terkontrak oleh tuan Chris dan mengatas namakan Guild Black Dragon."


Clay terdiam membisu sambil berkata dalam hati. "Benar juga... Kebebasan mereka menjadi sangat terbatas dan hidup dengan terkekang... Apa mungkin ayahku membuat Guild Black Dragon ini dengan tujuan memakmurkan ras Demi-human?"


__ADS_2