Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 45 - Luka Dan Dendam


__ADS_3

Setelah Claude mengerti dengan hukuman yang akan ia tanggung apabila ia melanggar perjanjian kontrak, kini Clay pun mengambil 10 Gold lalu memberikannya pada Claude.


"Kalau begitu, pergilah... Dan gunakan 10 Gold ini dengan bijak..." Ucap Clay sambil memberikan sekantong uang yang berisi 10 Gold.


"Untuk apa uang ini tuan? Anda memberikan kebebasan saja, itu sudah lebih dari cukup..." Claude berlagak sungkan menerima uang yang Clay berikan, tetapi akhirnya ia tetap menerima uang tersebut.


"Aku tidak ingin kau melakukan kejahatan karena kelaparan... Mungkin kau bisa membuka usaha kecil-kecilan dengan uang itu."


Claude terdiam, ia terharu melihat kebaikan Clay pada dirinya.


Claude tak menyangka kalau selain mendapatkan kebebasan, ia juga mendapatkan uang yang sangat banyak.


"Terima kasih, tuan... Saya akan mengingat kebaikan anda."


"Ya, sama-sama. Cepat pergilah... Masih banyak rekan-rekanmu yang menunggu giliran."


"Baik, tuan... Kalau begitu saya izin pergi. Sekali lagi, terima kasih."


Akhirnya Claude pun pergi meninggalkan tempat penginapan dengan raut wajah dan hati bahagia.


Semua orang melihat kebahagiaan yang Claude rasakan ketika melangkahkan kakinya keluar penginapan.


Setelah Claude pergi, kini Clay pun kembali bertanya pada 89 budak barunya yang tersisa.


"Siapa lagi yang ingin kebebasan? Atau kalian tetap ingin bertahan di sini melayaniku? Atau ada keinginan lain?"


"Aku juga ingin bebas, tuan."


"Aku juga."


"Aku juga."


...


...


Suara para budak yang menginginkan kebebasan pun terdengar cukup banyak.


"Yang ingin kebebasan, maju kesini..." Ucap Clay.


Akhirnya semuanya pun maju mendekati Clay, dan Clay pun melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


Clay meminta pada budak-budak yang menginginkan kebebasan itu untuk melakukan sebuah kontrak janji dan memberikan uang 10 Gold sebagai bekal untuk mereka hidup.

__ADS_1


Semua budak yang menginginkan kebebasan itu semuanya berjumlah 50 orang, termasuk Claude.


Setelah proses pembebasan itu selesai dan memakan waktu sekitar dua jam, kini 49 budak itu pun pergi meninggalkan tempat pengipanan.


Kepergian mereka itu, tidak membuat sedih atau kecewa hati Clay, justru malah membuat Clay lega dan senang karena membebaskan mereka dari pengekangan.


"Tuan muda... Apa anda yakin melepaskan mereka begitu saja? Apa anda tidak rugi karena telah mengeluarkan uang sangat banyak?" Tanya Zen yang bingung dengan jalan fikir tuannya.


Tidak hanya Zen saja yang kebingungan, tetapi seluruh anggota Guild pun juga kebingungan dengan apa yang di lakukan Clay.


"Tidak... Justru aku malah senang dan lega mereka pergi." Jawab Clay dengan santai.


"Kenapa tuan?"


"Dengan kepergian mereka, tanggung jawabku sebagai pemimpin dan tuan akan lebih ringan."


"Benar juga ya... Tapi kan mereka itu masih sangat lemah... Bagaimana kalau nanti mereka akan di culik atau di bunuh makhluk yang lebih kuat darinya?"


"Itu bukan urusanku... Asalkan mereka tidak melanggar janji dan mencoreng nama baik keluargaku sih itu tidak masalah." Clay terdiam beberapa detik, kemudian kembali melanjutkan ucapannya. "Lagi pula meskipun mereka di culik, mereka tidak akan bisa di jadikan budak orang lain karena di tubuh dan jiwa mereka masih tertanam segel budak milikku."


"Hebat... Anda sudah memikirkan hal itu sampai sejauh ini... Apa karena itu anda berani membebaskan mereka dan tidak khawatir?"


"Hm iya, salah satunya itu."


Percakapan antara Clay dan anggota Guild pun selesai, kini Clay pun kembali bertanya pada budak-budak yang tersisa.


"Sekarang tersisa 40 ya... Aku ingin tahu apa alasan kalian... Kenapa kalian ingin tetap bertahan disini dan tidak menginginkan kebebasan?" Tanya Clay dengan nada ramah.


Satu persatu para budak itu pun menjawab pertanyaan Clay.


"Saya percaya kalau anda adalah orang baik."


"Benar... Meskipun kami belum mengenal anda, tapi aku percaya dengan ucapan mereka, kalau tuan adalah orang baik."


"Kalau saya... Anda sudah membeli saya, saya tidak ada alasan untuk pergi. Mungkin ini sudah menjadi takdir hidupku."


"Benar, aku juga setuju... Bagaimana pun di dunia ini yang kuat, dialah yang berkuasa... Ntah itu dalam hal kekuatan ataupun kekayaan."


...


...


Puluhan alasan dan ungkapan hati mereka pun terdengar jelas di telinga Clay dan anggota Guild Black Dragon.

__ADS_1


Mereka semua mengungkapkan isi hati nya dengan cara bergantian sehingga Clay dapat mendengarnya dengan jelas dan memahaminya.


Hingga akhirnya kini Clay mendengar ucapan yang membuat dirinya berhenti menunjukkan sikap dan ekspresi ramahnya.


"Aku yakin ucapan mereka itu hanyalah basa-basi saja, tuan!! Alasan kenapa kami tidak pergi dari anda adalah... Karena kami sudah tidak memiliki tempat untuk pulang! Orang-orang yang kami cintai, semuanya sudah mati! Keluarga kami sudah terbunuh ketika orang-orang jahat itu menyerang tempat kami! Kami hanya bisa berharap, kami bisa hidup lebih lama lagi untuk membalaskan dendam ini!"


Ucapan salah satu budak baru itu pun terdengar cukup keras, ia berkata dengan raut wajah dan nada penuh amarah, tetapi di dalam amarah tersebut, terselip sebuah kesedihan yang sangat mendalam.


Disaat bersamaan, semua orang yang ada di ruangan tersebut terdiam tanpa kata.


Clay dan anggota Guild dapat mengerti apa yang mereka rasakan.


Clay mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang di cintai, karena Clay juga merupakan seorang anak yatim piatu dan melihat sendiri kedua orang tuanya terbunuh dengan sangat sadis.


Keheningan dan suasana yang kurang nyaman itu pun bertahan beberapa saat, hingga akhirnya kini Clay pun berkata. "Apa kalian ingin menjadi kuat dan berlevel tinggi?"


"Tentu saja, tuan. Tapi kalau kita tidak punya bakat dan keahlian... Untuk memiliki level tinggi itu sangat mustahil."


Clay pun tersenyum. "Tenanglah... Asalkan kalian memiliki tekat dan niat yang kuat, aku pasti akan mewujudkan impian kalian itu."


"Tapi bagaimana caranya, tuan?"


"Tentu saja bertarung dan membunuh... Bukankah setiap kali kalian membunuh monster atau makhluk hidup, kalian akan mendapatkan Exp dan akan bertambah kuat?"


Semua orang kebingungan mendengar ucapan Clay. "Kami memang merasa tumbuh kuat setelah berhasil membunuh monster... Tapi apa itu Exp?"


"Kalian tidak tahu Exp?"


"Tidak, tuan."


"Oh baiklah. Lupakan saja." Ucap Clay dan kemudian ia terdiam sambil berkata dalam hati. "Aneh... Mereka tidak tahu apa itu Exp tapi mereka punya level... Atau mungkin hanya aku saja yang tahu tentang level dan Exp di dunia ini?"


Setelah berkata dalam hati, kini Clay pun kembali bertanya tentang apa yang ia fikirkan sebelumnya. "Apa kalian tahu Level kalian sendiri?"


"Tidak, tuan. Memangnya apa itu level? Apa itu berhubungan dengan Exp yang anda tanyakan tadi?" Semua orang semakin kebingungan mendengar pertanyaan-pertanyaan Clay yang tidak mereka ketahui.


Clay menjawab, tapi ia tidak melanjutkan pembahasan tersebut. "Iya kedua hal itu berhubungan... Baiklah kalau kalian tidak mengerti."


Tepat setelah Clay berhenti berkata, tiba-tiba Trumb datang lagi ke penginapan Clay.


"Tuan Clay... Tuan Clay... Apa yang telah anda lakukan?" Ucap Trumb yang tiba-tiba masuk ke dalam tempat penginapan tanpa permisi dan ia berkata dengan raut wajah panik sambil berteriak.


Semua orang terkejut dengan kedatangan Trumb, dan Clay pun menjawab. "Kenapa kau datang kesini lagi? Memangnya ada apa?"

__ADS_1


__ADS_2