
Makanan yang telah di bawa oleh anggota Guild Black Dragon itu pun kini telah berada di hadapan wanita itu.
Makanan yang di berikan pada budak wanita itu adalah makanan yang layak untuk di makan, tidak kotor, lezat dan bergizi.
"Makanlah..." Ucap Clay pada budak wanita.
Meskipun ia mendengar ucapan Clay, tetapi budak wanita itu hanya terdiam sambil memandangi beberapa makanan lezat yang ada di hadapannya.
Ia tidak berani sedikit pun menyentuh makanan itu, meskipun kini tampak jelas di dalam raut wajahnya, bahwa saat ini ia sedang tergiur melihat makanan yang menggoda itu.
Melihat hal itu, membuat Clay kembali melirik kearah Vargus.
Vargus pun juga mengerti apa yang di maksud Clay dan ia pun berkata pada wanita itu. "Makanlah..."
Budak wanita itu pun mengangguk, kemudian ia segera mengambil makanan yang ada di hadapannya dengan tangan yang bergetar.
Akhirnya kini wanita itu pun memakan makanan lezat itu dengan lahap, sambil meneteskan air mata.
Melihat hal ini membuat Clay merasa senang, iba dan juga marah.
Clay merasa senang karena melihat budak wanita itu memakan makanan yang ia berikan itu dengan lahap.
Clay merasa iba karena melihat kondisi budak wanita itu saat ini.
Clay merasa marah karena Vargus memperlakukan budaknya dengan cara yang tidak baik.
Setelah beberapa saat terhanyut di dalam situasi tersebut, kini Clay tiba-tiba teringat dengan budak-budak yang lain.
"Oh ya... Semuanya, bantu aku untuk memeriksa keadaan mereka semua." Ucap Clay pada anggota Guild Black Dragon.
"Baik tuan muda."
Kini anggota Guild Black Dragon pun melaksanakan perin Clay untuk memeriksa keadaan semua budak-budak yang tergeletak di ruangan tersebut.
Sayangnya, banyak diantara mereka yang telah kehilangan nyawanya.
Mengetahui hal tersebut, membuat anggota Guild Black Dragon merasa sedih dan prihatin melihat kondisi mereka semua.
Bagaimana pun juga, anggota Guild Black Dragon dan orang-orang yang tergeletak disana itu, mereka semua memiliki ras yang sama dan memiliki status yang sama juga.
Ras mereka adalah Demi-human dan status mereka adalah budak.
Hal ini yang membuat anggota Guild Black Dragon merasa sedih akan nasib buruk yang menimpa saudaranya.
__ADS_1
Disaat bersamaan dengan aktivitas yang dilakukan anggota Guild Black Dragon, kini Clay pun bertanya pada Vargus.
"Apa yang kau lakukan pada mereka? Kenapa kau tidak mengubur mereka? Apa kau berniat membiarkan mereka membusuk di ruangan ini!?" Tanya Clay dengan raut wajah kesal.
Vargus terdiam beberapa detik sambil menunduk, kemudian ia menjawab pertanyaan Clay. "Ti-tidak tuan... Kami memang memperlakukan mereka dengan sesuka hati, tapi kemarin malam mereka semua masih hidup..."
"Lalu kenapa mereka semua bisa mati? Apa kalian meracuninya?"
"Tidak juga, tuan... Mungkin mereka semua mati karena tuannya mati... Bagaimana pun juga, jiwa mereka terhubung dengan tuannya." Jawab Vargus.
"Hm, masuk akal..." Ucap Clay sambil sedikit mengangguk mendengar jawaban Vargus. Beberapa detik kemudian, Clay tersadar dan ia pun berkata dengan raut wajah panik. "Tunggu!! Berarti mereka ini adalah budak-budak dari anak buahmu yang telah aku bunuh!?"
"Benar, tuan."
Seketika Clay merasa menyesal karena telah membunuh para bandit itu.
"Sial!! Kenapa aku tidak kefikiran kalau mereka memiliki budak!? Secara tidak langsung, aku lah yang membunuh ras Demi-human itu..." Ucap Clay dalam hati dengan penuh rasa penyesalan.
Clay merenung beberapa detik, kemudian ia dikejutkan oleh suara anggota Guild yang memanggil dirinya.
"Tuan muda... Aku menemukan 2 orang yang masih bernafas."
Sontak Clay langsung terkejut dan ia pun segera menghampirinya.
"Ini tuan muda... Mereka berdua masih bernafas."
Dua orang yang masih bernafas itu, mereka juga seorang wanita.
Keadaan mereka berdua, sama persis seperti wanita sebelumnya.
Mereka terbaring lemas tak berdaya,telanjang bulat dan tubuhnya penuh luka.
"Sial... Vargus itu!!" Gumam kesal Clay sambil melihat kondisi kedua budak wanita itu.
Setelah selesai memeriksa tubuh mereka, kini Clay pun menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan mereka.
Kedua wanita itu pun akhirnya sembuh dan sadarkan diri, tetapi reaksi mereka berdua itu pun sama seperti yang dilakukan oleh budak wanita yang sebelumnya.
Mereka berdua ketakutan melihat Vargus dam memohon ampun padanya.
Melihat reaksi mereka berdua, membuat Clay semakin kesal dan kini ia pun menghampiri Vargus.
"Berapa banyak budak yang kau miliki?" Tanya Clay dengan tegas.
__ADS_1
"Saat ini budakku hanya 3 itu, tuan."
"Apa kau yakin? Kau tidak berbohong?"
"Iya tuan."
Setelah bertanya pada Vargus, kini Clay pun bertanya pada kedua bandit ras manusia.
"Hei kalian berdua... Apa kalian punya budak juga?" Tanya Clay yang tetap dengan nada tegasnya.
"Ti-tidak... Ka-kami tidak punya." Kedua bandit itu menjawab sambil ketakutan, mereka tidak menyangka bahwa Clay yang masih remaja itu memiliki sifat tegas layaknya orang dewasa.
"Oke... Baguslah kalau begitu." Jawab Clay yang merasa lega mendengar jawab mereka berdua.
Kemudian Clay pun kembali fokus pada Vargus dan ia berkata padanya. "Aku ingin mengambil alih kepemilikan mereka..."
Clay berkata demikian dengan maksud mengambil alih hak kepemilikan kontrak tuan budak pada ketiga wanita tersebut.
Tanpa membantah dan berfikir, Vargus pun langsung menyetujui permintaan Clay. "Baik, tuan."
Di dunia ini, seseorang yang telah menjadi budak, mereka tidak dapat terbebas dari sihir terlarang kontrak tuan budak itu selamanya.
Meskipun belenggu sihir terlarang kontrak tuan budak itu tidak bisa di lepas, tetapi kontrak tuan budak itu bisa berpindah tuan dengan cara persetujuan kedua belah pihak.
Ketiga belah pihak tersebut yaitu pemilik asli dan calon pemilik selanjutnya.
Meskipun Clay belum pernah melakukan hal semacam ini, tetapi ia mengetahui hal ini dari ingatan tubuh aslinya. Sedangkan ingatan tubuh asli Clay, dapat mengetahui hal ini dari buku yang tidak sengaja ia baca ketika masih berada di kota Fort.
Setelah Vargus menyetujui bahwa ia bersedia menyerahkan budaknya, kini Clay berkata pada Vargus.
"Baiklah, lakukan ritual pemindahan hak milik itu sekarang juga."
"Baik. Tapi bagaimana caranya aku melakukan ritual tubuhku terikat begini..." Ucap Vargus sambil memperhatikan tubuhnya sendiri yang masih dalam keadaan terikat oleh rantai besi dan sihir tanah.
"Oke. Aku akan melepaskan ikatan itu... Kalau kau berani macam-macam, aku akan membunuhmu ditempat." Ucap Clay dengan raut wajah tegas dan serius.
Akhirnya kini Clay pun melepaskan sihir tanahnya dan juga melepaskan ikatan rantai besi itu.
Disaat bersamaan, Max dan Ariana pun terkejut mendengar bahwa Clay ingin mengambil alih budak yang kondisinya sangat buruk dan bahkan tidak layak untuk di jadikan budak lagi.
"Apa yang dipikirkan Clay? Padahal sudah jelas mereka bertiga itu sangat kurus dan lemah... Sudah jelas mereka itu tidak akan bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik... Tapi kenapa Clay ingin mengambil alih mereka?" Bisik tanya Max pada Ariana dengan pelan agar tidak terdengar oleh Clay.
"Sssttt diamlah... Clay pasti memiliki tujuan lain dengan hal itu." Jawab Ariana yang juga menggunakan nada pelan.
__ADS_1
Ariana dan Max pun kembali terdiam sambil memperhatikan mereka.