
Vargus pun menjawab pertanyaan Clay dengan tenang dan santai. "Disana ada budak-budak kami."
Secara reflek Clay mengepalkan telapak tangannya, ia berusaha menahan emosi dan mencoba berfikir positif. "Semoga yang aku takutkan tidak terjadi..."
Entah kenapa, ketika Clay bereinkarnasi ke dunia ini dan mengetahui bahwa ayahnya melindungi ras Demi-human, ia sangat ingin melindungi ras Demi-human, seperti apa yang telah ayahnya lakukan di masa lalu.
"Budak-budak kalian? Kenapa ada di tempat seperti ini?" Tanya Clay sambil menahan emosinya.
"Mereka hanyalah hewan peliharaan, tuan... Sama seperti mereka, budak-budak anda." Jawab Vargus yang kini masih tetap tenang dan tidak menyadari kalau saat ini Clay sedang mencoba menahan emosinya.
Mendengar ucapan Vargus, membuat semua ras Demi-human kesal padanya, tapi mereka tidak dapat membantah hal tersebut dan sudah terbiasa dengan hinaan seperti itu.
"Hm, hewan peliharaan ya... Baiklah, cepat buka pintu itu."
"Baik, tuan."
Kini Vargus pun membuka pintu besi tersebut dengan perlahan, dan seketika bau busuk itu pun semakin tercium jelas di sana.
Di dalam ruangan itu terlihat gelap gulita dan tidak ada pencahayaan apapun disana.
Setelah pintu besi itu terbuka sepenuhnya, kini samar-samar terlihat sosok seorang wanita tanpa mengenakan pakaian yang terbaring lemas di lantai.
Tidak hanya terbaring lemas saja, tapi ia sangat kurus dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka.
Wanita itu juga di diikat oleh rantai besi di bagian leher dan kedua tangannya.
Melihat pemandangan itu, membuat Clay sangat terkejut dan merasa iba dengan wanita tersebut.
Meskipun ia telah mengetahui dari ingatan tubuh asli bahwa budak di dunia ini diperlakukan dengan kejam dan sadis, tapi saat ini ia benar-benar terkejut setelah melihat pemandangan yang tidak mengenakkan tersebut.
Clay terkejut karena ia tak menyangka akan melihat hal seperti ini dengan mata kepalanya sendiri.
"Masuk..." Ucap Clay pada Vargus. Beberapa detik kemudian, Clay juga berkata pada Isabel. "Isabel, kamu tunggu di sini bersama kakak Melissa ya..."
"Hm... Kenapa Isabel tidak boleh ikut masuk?" Tanya Isabel pada Clay sambil memasang raut wajah penasaran.
"Ini urusan laki-laki dewasa... Kami tunggu disini ya..." Bujuk Clay dengan lembut.
"Hm, baiklah... Tapi jangan terlalu lama kak."
"Adik pintar... Kakak akan kembali setelah urusan di dalam sana selesai." Jawab Clay sambil mengusap kepala Isabel.
"Oke kak..."
__ADS_1
Akhirnya kini Vargus pun memasuki ruangan tersebut, kemudian Clay dan lainnya pun mengikutinya dari belakang sambil menggunakan sihir apinya untuk menerangi ruangan tersebut.
Setelah Clay dan lainnya telah menggunakan sihir api untuk menerangi ruangan tersebut, seketika mereka semua terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.
Ruangan yang gelap gulita tersebut, tidak hanya bau busuk saja, tapi juga sangat kotor dan jorok.
Tidak hanya itu saja, banyak orang-orang yang tergeletak tak berdaya di tanah.
"Apa ini!? Apa mereka ini budak-budakmu?" Tanya Clay pada Vargus dengan raut wajah terkejut melihat pemandangan yang tidak mengenakkan itu.
"Mereka adalah budak-budak kami tuan."
"Budak kami?"
"Benar tuan... Mereka adalah budakku dan juga budak anak buahku."
Setelah Clay mendengar jawaban Vargus, kini ia pun menghampiri budak-budak yang terbaring diatas tanah itu.
Kemudian Clay pun mencoba memeriksa keadaan mereka satu persatu. "Tubuh mereka masih hangat... Tunggu! Kenapa dia tidak bernafas?"
Raut wajah Clay mulai panik dan kemudian ia memeriksa lainnya. "Ini juga tidak bernafas."
Sedangkan dengan anggota Guild Black Dragon, mereka semua sangat sedih dan merasa prihatin melihat budak-budak itu memiliki nasib yang buruk.
"Ini juga tidak bernafas."
"Tidak."
"Tidakk..."
...
...
Ucapan Clay sambil memeriksa keadaan budak-budak itu, hingga akhirnya kini Clay menghampiri seorang wanita kurus yang ia lihat pertama kali ketika masih diluar ruangan.
"Ini masih hidup, tapi dia tidak sadarkan diri... Aku akan menyembuhkan luka-lukamu ini." Ucap Clay pada wanita kurus itu sambil menggunakan sihir penyembuhannya.
Perlahan luka-luka yang ada di tubuh wanita itu pun mulai sembuh, matanya yang sayu pun mulai kembali normal, kulitnya yang pucat itu pun juga kembali normal.
Hingga sampai sekitar satu menit kemudian, sepenuhnya wanita kurus itu pun sembuh dan sadarkan diri.
Tetapi ada hal yang membuat Clay terkejut setelah wanita kurus itu tersadar.
__ADS_1
Wanita kurus itu bukannya senang karena telah disembuhkan oleh Clay, melainkan ia malah ketakutan ketika melihat sosok Vargus yang berdiri di dekat Clay.
"Tu-tuan... Tuan Va-vargus..." Ucap wanita kurus itu dengan gagap dan nada yang pelan sambil memasang raut wajah ketakutan.
Clay pun menyadari hal ini, wanita itu takut melihat Vargus karena Vargus adalah tuannya yang tega dan kejam.
"Berikan dia beberapa makanan yang layak! Lakukan perintahku dengan cepat!" Ucap Clay dengan nada tegas pada anggota Guildnya, ia berkata demikian sambil menundukkan kepalanya karena merasa iba dengan keadaan wanita tersebut.
"Baik, tuan muda."
Beberapa anggota Guild pun pergi meninggalkan ruangan untuk mengambil makanan.
Setelah beberapa anggota Guild Black Dragon pergi, kini Clay berkata pada wanita itu. "Tenang... Tenanglah... Sekarang hidupmu sudah aman."
Mendengar apa yang diucapkan Clay, bukannya malah tenang, justru membuatnya semakin ketakutan dan kini ia malah bersujud pada Vargus sambil berkata. "Ampun, tuan... Ampuni aku... Aku akan melayani anda dengan baik... Jangan siksa aku..."
Melihat dan mendengar hal itu, membuat Clay semakin kesal dan emosi.
Kondisi tubuh budak wanita itu telah sepenuh sembuh, tetapi tidak dengan mental dan ingatannya. Hal itu yang membuat budak itu menjadi seperti ini.
"Bajingan!! Jawab ucapan dia!" Ucap Clay pada Vargus dengan nada tinggi dan raut wajah kesal. Kini Vargus pun mengetahui kalau saat ini Clay sedang marah.
"Ah, ba-baik..." Vargus menjawab ucapan Clay dan kemudian ia pun menjawab ucapan budak wanita itu. "Aku mengampunimu... Aku tidak akan menyiksamu lagi."
Semuanya mendengar apa yang di katakan Vargus, tetapi budak wanita itu tak kunjung bangkit dari sujudnya dan masih tetap menggigil ketakutan.
"Hei, bangunlah... Dia tidak akan menyakitimu lagi..." Ucap lembut Clay pada budak wanita itu.
Wanita itu tidak mendengarkan ucapan Clay dan masih tetap pada posisinya.
Melihat hal tersebut, kini Clay pun mulai melirik kearah Vargus dengan tatapan yang tajam.
Lirikan dan tatapan itu, membuat Vargus ketakutan dan ia pun juga mengerti apa yang di maksud Clay.
"Bangunlah... Tidak ada yang menyakitimu lagi." Ucap Vargus pada budaknya.
"Baik, tuan." Jawab budak wanita itu dan kemudian ia pun bangkit dari sujudnya.
Tak lama kemudian, anggota Guild Black Dragon pun datang membawa makanan.
"Tuan muda... Ini makanannya."
"Bagus... Berikan makanan ini untuknya." Ucap Clay sambil menunjuk ke arah budak wanita itu.
__ADS_1