Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 12 - Sesuai Rencana


__ADS_3

Akhirnya kini mereka pun bergerak dengan kecepatan yang cukup kencang.


Jalur jalan yang tidak rata itu, membuat kereta gerobak tidak berjalan mulus.


"Aduh... Aduhh... Pantatku sakit." Ucap Isabel yang menahan sakit karena sering terbentur dan terpental-pental.


"Tahan sedikit lagi dan pegangan yang erat, Isabel." Ucap Clay sambil sedikit mengkhawatirkan Isabel yang mengeluh akan rasa sakit yang ia tahan.


Disaat Clay selesai dengan ucapannya, kini serigala bertanduk itu pun mulai terlihat satu persatu.


Mereka turun dari atas tebing dan kemudian mulai mengejar rombongan Guild Black Dragon dari belakang.


"Tuan, gerombolan serigala bertanduk itu mulai mengejar kita dan semakin dekat dengan kita..." Ucap Melissa yang saat ini berada di belakang Isabel dan bertugas melindunginya.


Clay pun melihat kearah serigala bertanduk, ia melihat sosok serigala bertanduk itu memiliki jenis yang sama seperti serigala bertanduk yang telah ia bunuh sebelumnya.


"Kalau tidak salah... Mereka adalah serigala bertanduk D-Rank." Gumam Clay sambil mengamati segerombolan serigala bertanduk yang sedang mengejarnya.


Tiba-tiba hologram sistem muncul di dalam pandangan Clay.


[Terdeteksi adanya bahaya yang mengancam.]


[20 Serigala bertanduk D-Rank.]


[1 Serigala bertanduk C-Rank.]


"Jadi sistem juga bisa seperti ini, ini sangat membantu... Total mereka ada 21 ekor... 20 D-Rank dan 1 C-Rank... Mungkin tingkat C-Rank itu adalah pemimpinnya." Fikir Clay dalam benaknya.


Setelah beberapa saat Clay berfikir, tiba-tiba terdengar suara anggota Guild yang berteriak dengan cukup keras.


"Ada beberapa monster yang sedang bertarung di depan..."


Clay pun menjawab dan memberi perintah. "Jangan berhenti dan terjang mereka... Aku akan membukakan jalan untuk kalian!"


Seketika beberapa anggota Guild yang mendengar ucapan Clay itu pun berfikir. "Membukakan jalan? Bagaimana maksudnya?"


Tak lama setelah mereka bertanya-tanya dalam benaknya, tiba-tiba muncul sebuah bola api yang mengarah ke beberapa monster.


Bola api yang cukup besar dan panas itu pun menerjang mereka yang saat ini sedang bertarung.


Bola api itu mengenai beberapa monster Cita yang menghalangi jalan dan akhirnya kini jalanan tersebut di selimuti oleh api yang cukup panas.


Api yang cukup panas itu menggangu pertarungan antara sekumpulan monster Cita petir yang sedang mengepung satu ekor monster Ular batu yang cukup besar.

__ADS_1


Setelah bola api itu mengganggu jalannya pertarungan dan membuat pertarungan berhenti, kini terdengar Clay yang sedang berteriak dengan kencang.


"Minggir... Monster-monster pengganggu!!" Ucap Clay dengan keras sambil mengarahkan kedua tangannya kearah depan.


Semua anggota Guild terkejut karena Clay berteriak dan mereka sesekali melirik kearah Clay.


Disaat mereka melirik Clay, mereka melihat bahwa kini ditelapak tangan Clay terdapat pusaran angin yang semakin lama semakin besar.


"Tuan muda bisa menggunakan sihir... Aku tidak menyangka tuan muda sehebat ini..." Ucap anggota Guild yang belum mengetahui kalau sebenarnya Clay bisa menggunakan sihir.


Sedangkan dengan ketua divisi, mereka tidak seberapa terkejut karena sebelumnya mereka telah melihat bahwa Clay dapat menggunakan sihir ketika ia mengeluarkan sebilah pedang sihir F-Rank.


Setelah beberapa saat kemudian, kini Clay pun meluncurkan sihir angin yang ada di telapak tangannya.


Sihir angin yang dikeluarkan Clay itu pun melesat dengan kencang, mengarah ke depan, ke tempat monster Cita petir dan Ular batu itu berada.


Sihir angin yang dilesatkan oleh Clay itu pun juga mampu menghilangkan kobaran api yang sebelumnya menghalangi jalan, menghempaskan monster Cita petir ke tepi jalan dan membukakan jalan untuk rombongan Guild Black Dragon agar bisa lewat.


Setelah anggota Guild Black Dragon berhasil melewati sekumpulan monster Cita petir dan Ular batu, sedangkan dengan segerombolan serigala bertanduk itu pun tetap mengikuti rombongan anggota Guild.


Tanpa mereka sadari, kini gerombolan serigala bertanduk itu berada di antara monster Cita dan Ular batu.


Setelah semuanya berjalan sesuai rencana, kini Clay pun berkata. "Berhenti!! Kepung mereka dan jangan biarkan mereka kabur!"


Hanya dalam beberapa detik, kini seluruh anggota Guild Black Dragon pun berhasil mengepung 3 macam jenis monster dari segala sisi.


Segerombolan serigala yang semula berlagak gagah berani mengejar anggota Guild, kini nyali mereka menciut dan menjadi waspada karena saat ini mereka sedang dalam keadaan terkepung.


Sedangkan dengan monster Cita petir, kini banyak diantara mereka yang terluka akibat serangan sihir api yang melukai tubuhnya dan sihir angin yang menghempaskan mereka.


Monster Ular batu pun juga merasa bahwa dirinya sedang dalam keadaan terancam dan kini akhirnya ia pun berusaha melindungi dirinya dengan pose melilitkan tubuhnya sehingga berbentuk seperti sebuah lingkaran.


Pose yang dilakukan oleh monster Ular batu ini ia lakukan karena ia berusaha melindungi titik lemahnya, yaitu bagian kulit bawahnya yang lebih lunak daripada kulit atasnya yang terkenal cukup kuat seperti batu.


Setelah rencana pengepungan itu berhasil sepenuhnya, kini Clay pun bergumam. "Mantap! Saatnya pembantaian..."


Clay turun dari gerobak kereta dan ia pun mengambil pedang sihir Sharp Wind miliknya yang ia simpan di dalam inventory.


Kemunculan pedang sihir Sharp Wind tingkat D-Rank itu, sontak membuat semua orang terkejut.


"Darimana datangnya pedang itu? Perasaan tadi tuan muda tidak pernah membawa senjata apapun..."


"Itu pedang D-Rank..."

__ADS_1


"Tunggu!! Itu bukan pedang D-Rank biasa... Itu pedang sihir tingkat D-Rank..."


....


....


Ucapan-ucapan anggota Guild Black Dragon pun terdengar jelas di telinga Clay, tetapi Clay hanya mengabaikannya dan melangkah maju mendekat ke tempat para monster itu berada.


"Hati-hati tuan muda... Jangan terlalu dekat." Ucap Zen yang berkata dari kejauhan karena ia khawatir dengan keselamatan Clay.


Clay pun mengangguk dan ia pun tetap melangkahkan kakinya sambil menatap salah satu monster Cita petir yang sedang memandangi Clay juga.


"Apa!?" Ucap Clay ke monster petir dengan sedikit melototkan matanya.


Monster Cita petir itu pun tidak diam saja, ia menunjukkan taringnya ke Clay seakan-akan ia tidak takut kepadanya. "Rrrggggghhhhh..."


"Hahaha kau tidak takut padaku!! Bagus... Aku semakin yakin untuk membunuhmu!" Ucap Clay sambil tertawa dan ia segera menarik pedangnya.


Clay memfokuskan fikirannya dan ia memusatkan energi Mananya ke pedang sihir Sharp Wind.


"Wind Sword..." Ucap Clay dengan nada normal sambil mengarahkan ayunan pedangnya ke monster Cita petir dari jarak yang cukup jauh.


*Sringggg...*


Suara tebasan pedang yang nyaring ditelinga itu pun terdengar oleh semua makhluk hidup yang ada disana.


Dalam kecepatan secepat angin, monster Cita petir itu pun tak sempat menghindar karena ia tak menyangka akan terkena serangan dari jarak jauh.


Serangan Wind Sword yang di keluarkan Clay itu, membuat salah satu monster Cita petir mengeluarkan banyak darah, tepat di bagian titik vitalnya.


Monster Cita petir itu pun semakin lama semakin lemas dan tiba-tiba ia tergeletak ditempat karena kehilangan banyak darah.


Disisi lain, disaat bersamaan dengan tergeletak monster Cita petir, semua anggota Guild Black Dragon itu pun terkejut.


Mereka terkejut karena saat ini mereka baru saja melihat seseorang dapat mengeluarkan sihir tanpa rapalan.


Pada umumnya, seseorang harus merapalkan sebuah mantra agar dapat menggunakan sebuah sihir.


"Apa kau melihat tuan muda merapalkan mantra?" Bisik salah satu anggota Guild ke rekannya.


"Tidak... Beliau hanya mengayunkan pedang dan mengucapkan 'Wind Sword' saja... Dan tiba-tiba pusaran angin yang berbentuk mata pedang itu melesat kearah monster Cita petir dengan cepat..."


"Benar... Aku juga melihatnya seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2