Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 25 - Tempat Rahasia


__ADS_3

Sebilah pedang menancap di lantai, tepat di dekat Vargus berdiri.


Hal tersebut membuat Vargus semakin menggigil ketakutan dan akhirnya ia terduduk lemas tak berdaya di tempat.


"Ampun... Ampuni aku..."


Clay tak menjawab sambil mendekati Vargus.


"Kalau kau mengampuni nyawaku... Aku berjanji akan memberikan apapun yang ku punya."


Kali ini Clay tidak tergiur dengan rayuan harta, ia tetap berniat untuk membunuh Vargus.


Kemudian, Clay menarik pedangnya dan bersiap untuk menebas Vargus.


Disaat Clay telah mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas Vargus, tiba-tiba ada sosok tangan yang menghentikan tindakan Clay.


"Tunggu, Clay... Jangan membunuhnya." Ucap Max pada Clay, ia berkata sambil menahan pundak Clay agar tidak melakukan serangan pada Vargus.


"Memangnya kenapa? Apa kau kasihan padanya? Atau kau juga ingin membeli kepalanya?" Tanya Clay dengan penasaran, ia tak tahu maksud Max menghentikan dirinya untuk membunuh si penjahat Vargus ini.


"Ah, tidak... Bukan itu. Sebaiknya kau menyerahkannya pada pihak kerajaan Grandle... Aku berani menjamin, kau akan mendapatkan banyak penghargaan dari mereka karena telah membantu menangkap penjahat kerajaan."


Tidak hanya Max saja, kini Ariana pun juga setuju dengan ucapan Max dan ia juga ikut meyakinkan Clay untuk tidak membunuh Vargus.


"Benar, Clay... Sebaiknya kamu serahkan saja pada pihak kerajaan Grandle. Kalau kau memiliki hubungan baik dengan pihak kerajaan, urusanmu disana pasti akan berjalan dengan mudah." Ucap Ariana pada Clay.


"Benar juga ya... Kenapa aku tidak ingat akan hal itu..." Gumam pelan Clay, dan kemudian ia berkata pada anggota Guild Black Dragon. "Yang tidak terluka... Tolong ikat dia dengan benar dan berikan dia penjagaan penuh agar tidak melarikan diri!"


"Baik, tuan muda."


Disaat bersamaan, Vargus pun berkata dengan sedikit tenang karena nyawanya di ampuni oleh Clay. "Terima kasih, anak muda... Terima kasih telah mengampuni nyawaku... Meskipun kau menyerahkanku pada kerajaan, setidaknya aku masih bisa hidup untuk saat ini..."


"Aku tidak melepaskan nyawamu dengan harga murah... Pastikan kau menyerah semua apa yang kau miliki... Sesuai ucapanmu sebelumnya!" Ucap Clay dengan lirikan mata yang tajam dan tampak mengerikan.


"Baik... Baiklah, anak muda... Aku akan menunjukkan semua apa yang aku punya."


Meskipun Vargus telah selamat dari maut, tetapi ia masih saja merasa takut dan kakinya tak berhenti bergetar.


Bagaimana pun juga, ia telah menyaksikan sendiri kehebatan Clay yang jauh lebih kuat dari dirinya berkali-kali lipat.


"Bagus... Kuharap kekayaanmu tidak mengecewakanku." Semula tatapan mata tajam yang di tunjukkan oleh Clay itu, seketika kini berubah menjadi senyuman kecil yang tampak menakutkan.


Vargus hanya terdiam, ia berharap bisa mendapatkan sebuah keajaiban dan kemurahan hati Clay untuk tidak membunuhnya saat ini.

__ADS_1


Kini anggota Guild Black Dragon pun telah mengikat tubuh Vargus dengan rantai besi dan ikatan tersebut sangat kuat.


Setelah anggota Guild mengikat tubuh Vargus, kini Clay menggunakan sihir tanahnya untuk mengikat dan menyelimuti tubuh Vargus agar ikatan tersebut semakin kuat dan mustahil untuk di hancurkan.


Hal ini Clay lakukan untuk mencegah Vargus melarikan diri, bagaimana pun juga Vargus merupakan makhluk terkuat yang saat ini Clay jumpai.


Setelah pengamanan double pada Vargus, kini Clay memerintahkan beberapa anggota Guild untuk tetap berada disamping Vargus, dengan tujuan agar Vargus tidak dapat melarikan diri dengan mudah.


Keamanan ekstra ketat pun telah sepenuhnya dilakukan, kini Clay pun berkata pada Vargus. "Tunjukkan semua kekayaanmu... Kalau hasilnya tidak memuaskan, aku akan membunuhmu!"


"Baik, anak muda."


*Plakkkk... Bruakk...*


Suara tamparan keras tertuju langsung ke mulut Vargus dan membuatnya tersungkur ke tanah.


"Panggil aku tuan muda!"


"Ba-baik, tuan muda."


"Bagus... Cepat jalan!"


Akhirnya kini Vargus pun mulai berjalan, ia masuk ke dalam sebuah bangunan yang besar itu, dan semua orang pun mengikutinya dari belakang.


Sebuah struktur bangunan yang terlihat cukup mewah dan elegan, jika dibandingkan dengan sebuah bangunan desa pada umumnya.


"Dari luar, tampak seperti bangunan biasa... Tapi ketika masuk ke dalam, bangunan ini diluar ekspetasiku."


"Benar..."


...


...


Gumam pelan anggota Guild Black Dragon pada anggota Guild lainnya.


Mereka pun terus masuk lebih dalam, melewati beberapa ruangan dan menaiki beberapa anak tangga.


Vargus pun pasrah dan tidak ada sedikit pun untuk membohongi Clay, tentang dimana letak harta kekayaan yang ia miliki.


Setelah sekian lama mereka semakin masuk ke dalam bangunan, kini mereka terhenti di depan suatu pintu.


Sebuah pintu yang tampak seperti pintu-pintu ruangan lainnya.

__ADS_1


"Apa ini tempatnya?" Tanya Clay pada Vargus.


"Ini kamarku, tuan muda. Tapi aku menyimpan harta hasil rampokkan kami di tempat rahasia yang ada di dalam kamar ini."


"Hm, oke... Tunjukkan tempatnya."


Vargus hanya mengangguk dan kemudian ia pun mulai masuk ke dalam kamar, lalu Clay dan lainnya pun mengikutinya satu persatu.


Sebuah kamar yang dapat di katakan cukup luas dan ada beberapa barang-barang mewah sebagai penghias kemewahan kamar tersebut.


Tetapi sayangnya, kasur yang ada di dalam kamar tersebut cukup berantakan.


Tidak hanya berantakan saja, disana juga terdapat bekas darah yang masih basah, menandakan noda darah tersebut masih baru.


Disana juga ada beberapa pakaian dalam wanita yang berserakan di atas kasur.


Melihat hal ini, membuat Clay kembali emosi dan merasa jengkel pada Vargus, tetapi Clay berusaha menahan diri.


Bagaimana pun juga, Clay mengetahui kalau di dunia ini melakukan hubungan intim antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada hukum larangannya.


Tetapi tetap saja, dari dalam lubuk hati Clay, ia merasa seperti tidak terima dan merasa ada sesuatu yang janggal karena ia telah melihat bercak darah di sana.


"Vargus ini... Orang bajingan..." Ucap Clay dalam hati sambil menggeritkan giginya dan mengepalkan telapak tangannya dengan kencang.


Disaat Clay mencoba menahan diri, kini Vargus pun mencoba menggeser sebuah lemari besar yang tempatnya tidak jauh dari mereka berdiri.


Dikarenakan saat ini Vargus sedang dalam kondisi terikat, tentu saja hal itu membuatnya kesusahan untuk menggeser sebuah lemari.


"Seseorang... Tolong bantu dia." Ucap Clay pada anggota Guild yang ada di dekatnya.


Anggota Guild pun membantu Vargus dan akhir lemari besar itu pun berhasil dipindahkan.


Dibalik lemari besar itu, terdapat sebuah pintu besi yang tampak kokoh dan sudah mulai berkarat.


Akhirnya Vargus pun mulai membuka pintu besi tersebut.


Dibalik pintu besi tersebut, tampak terlihat anak tangga yang mengarah ke bawah dan tempat tersebut sangatlah gelap gulita.


"Semua kekayaanku ada di bawah tanah ini, tuan muda."


Clay tersenyum dan semakin penasaran dengan isi ruangan bawah tanah tersebut.


Tetapi Clay tidak sembrono dan juga bodoh, ia mencoba menahan diri agar tidak mempercayai Vargus begitu saja.

__ADS_1


"Cepat bawa kedua bandit manusia itu kesini..." Ucap Clay pada anggota Guild Black Dragon.


__ADS_2