Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 6 - Guild Black Dragon


__ADS_3

Matahari mulai terbit dan malam pun berganti pagi.


Tampak terlihat jelas di sekitaran mata Clay yang menghitam, menandakan kalau ia belum tidur.


"Sial!! Sudah pagi dan aku belum bisa tidur!?" Ucap Clay dengan ekspresi kesal.


Sepanjang malam, Clay tidak dapat tertidur karena ia masih kepikiran dengan sesuatu hal yang tidak ia inginkan.


Disaat semalam fikirannya berlarian kesana kemari, ia mencoba menenangkan dirinya dengan cara mempelajari yang tidak ia ketahui di dalam sistem.


Clay mempelajari banyak hal, mulai dari bagian Misi, Craftsman, Perkembangan sistem dan lain-lain.


Bahkan ia juga tidak lupa untuk belajar mengendalikan sihir.


Meskipun awalnya cukup sulit bagi Clay untuk mengendalikan sihir, tetapi akhirnya ia juga dapat mengendalikannya dengan mudah.


Tapi malam ini Clay tidak dapat leluasa dan nyaman mempelajarinya karena ia saat ini berada di dalam ruangan bersama adiknya.


Tak lama setelah Clay mengungkapkan rasa kesalnya karena tidak dapat tidur, sekilas ia mendengar suara keributan dari luar ruangan.


Dengan keributan yang terjadi, membuat Clay penasaran dan semakin berfikir negatif tentang mereka, komplotan paman Zen.


*Drukk... Drukkk... Drukk...*


Terdengar seperti suara banyak langkah kaki yang semakin lama semakin terdengar jelas sedang menuju kearah kamar Clay.


Mendengar suara tersebut, Clay memberanikan dirinya untuk mengintip dari sela pintu yang ia buka sedikit secara perlahan.


"Sedang apa mereka? Kenapa banyak orang yang datang kesini? Kalau mereka memintaku untuk mengangkut barang, tidak mungkin mereka membutuhkan banyak orang untuk memanggilku..." Fikir Clay dalam batinnya.


Terlihat jelas di mata Clay, bahwa saat ini Zen dan beberapa orang dibelakang nya sedang menuju ke tempatnya.


Hingga akhirnya kini Zen bersama beberapa orang tersebut berada di depan pintu kamar, dan Clay pun juga telah mempersiapkan dirinya seperti menggenggam pedang Sharp Wind miliknya.


*Tokk... Tokkk... Tokkk...*

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar cukup ramah.


"Clay... Isabel... Apa kalian sudah bangun? Paman ingin menanyakan sesuatu." Ucap Zen dari balik pintu dengan nada lembut.


Clay pun terdiam sejenak beberapa detik, ia menarik nafas dalam-dalam dan kemudian ia menjawab sambil membuka pintu. "Iya paman... Ada apa?"


"Aku ingin menanyakan sesuatu tentang identitas kalian... Apa boleh aku dan beberapa orang yang dibelakangku ini masuk ke dalam?"


Clay semakin curiga dan waspada, tapi entah kenapa secara refleks tubuh Clay seperti sedang membukakan pintunya semakin lebar, menandakan isyarat seperti memperbolehkan mereka untuk masuk.


Suasana pun semakin tegang, ketegangan itu pun terlihat dari ekspresi kedua sisi yang mereka tunjukkan.


Kedatangan beberapa orang ke dalam yang menimbulkan suara cukup keras, membuat Isabel pun terbangun.


"Ada apa, kakak?" Tanya Isabel dengan raut wajahnya yang lesu karena baru saja bangun tidur.


"I-ini... Pa-paman Zen dan teman-temannya ingin menanyakan sesuatu kepada kita." Jawab Clay dengan sedikit gugup.


"Oh... Selamat pagi, paman." Sapa Isabel kepada Zen yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Satu persatu orang-orang yang tidak Clay kenal pun mulai masuk ke dalam kamar.


Sebenarnya masih ada beberapa orang lagi yang masih belum masuk ke dalam kamar karena kamar tersebut tidak muat dimasuki banyak orang.


Tepat disaat orang kelima itu masuk, ternyata seorang wanita dewasa dengan paras yang cantik dan menggoda.


Awalnya semua masih sangat canggung, tetapi setelah wanita tersebut selesai mengamati wajah Clay dan Isabel, seketika ia mampu mencairkan suasana tegang yang terjadi saat ini.


"Halo kalian berdua... Apa kalian masih mengingatku?" Tanya ramah sosok wanita dewasa dengan senyuman ramah yang tampak sok akrab.


Samar-samar wajah wanita itu tampak familiar bagi Clay, tapi saat ini ia benar-benar tidak mengenal siapa wanita tersebut.


Ketidak tahuan Clay itu, membuatnya hanya terdiam membisu dan berusaha mengingat kembali siapa wanita tersebut.


Hingga sampai beberapa detik kemudian, tiba-tiba terdengar suara Isabel yang berteriak senang kegirangan.

__ADS_1


"Kakak cantik... Kau kan yang sering bermain bersamaku dan kau juga pernah memberikanku hadiah boneka ulang tahun ketika aku masih kecil? Aku tidak salah orang kan? Tapi... Siapa ya namanya, aku lupa..." Teriak Isabel sambil menghampiri wanita itu dengan raut wajah cerianya.


"Hahaha kau masih mengingatku ya nona muda yang cantik... Namaku Melissa... Huaaa aku dilupakan oleh nona muda." Jawab wanita cantik itu dengan ekspresi seperti seseorang yang sedang bercanda.


Melihat ekspresi Isabel dan wanita cantik tersebut, membuat Clay terkejut. "Hm, jadi namanya Melissa... Kalau Isabel mengenalnya di masa kecil, berarti itu sudah beberapa tahun yang lalu... Jauh sebelum aku bereinkarnasi ke dunia ini. Pantas saja wanita itu terasa familiar, mungkin tubuh asli ini pernah bertemu dengannya di masa lalu." Batin Clay yang kini tampak lebih tenang dari sebelumnya dan tetap masih memperhatikan mereka berdua.


Setelah beberapa detik dan setelah mereka berdua selesai bercanda, kini Melissa pun berkata kepada Zen dan lainnya.


"Tidak perlu menanyakan identitas mereka! Aku sangat mengetahui dan mengenal mereka... Bahwa mereka berdua memang anak kandung dari tuan Chris Valonia."


"Dia menyebut nama ayah dari pemilik tubuh asli ini." Batin Clay dalam hati dan ia pun masih mencoba memperhatikan situasi yang sedang terjadi.


Tepat setelah Melissa berkata bahwa Clay dan Isabel adalah anak kandung dari Chris Valonia, kini semua orang yang berada di dalam maupun luar ruangan itu terkejut dan berusaha bersikap hormat kepada Clay.


Zen mendekat kearah Clay dan kemudian ia pun berkata dengan perilaku sopan. "Maafkan saya atas ketidak tahuan pria yang bodoh ini, tuan muda."


Satu persatu mereka pun mengikuti jejak Zen.


"Maafkan saya, tuan muda."


"Maafkan saya, tuan muda."


....


....


"Maafkan kami, tuan muda."


Melihat situasi ini, membuat Clay sangat terkejut dan ia tidak tahu harus melakukan apa. "Haaaa... H-hei... Apa yang sedang kalian lakukan? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?"


Melissa pun mendekat ke Clay dan berusaha berbicara kepadanya.


"Jadi begini, tuan muda... Kami adalah anggota Guild Black Dragon dan Chris Valonia adalah pemilik sekaligus pemimpin Guild Black Dragon... Mungkin kedua orang tua tuan muda belum menceritakan hal ini karena menurut mereka saat ini kalian masih belum cukup dewasa untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan orang dewasa, atau ada maksud lain yang membuat mereka harus menyembunyikan keberadaan Guild kepada kalian... Lalu, sebelumnya beberapa dari kami juga sudah mendengar bahwa kota Fort telah hancur, tapi berhubung kemarin malam anda menyatakan bahwa tuan Chris telah terbunuh, hal ini membuat seluruh anggota Guild Black Dragon sangat panik kebingungan dengan masa depan Guild."


Clay mulai memahami apa yang dimaksud Melissa dengan penjelasan yang singkat itu.

__ADS_1


Clay sekarang mengerti bahwa ayahnya adalah seorang pemimpin dari suatu Guild yang bernama Black Dragon dan orang-orang yang ada di depannya kini merupakan bawahan sekaligus anggota Guild tersebut.


"Lalu apa maksud kalian datang menemuiku?"


__ADS_2