
Setelah ketiga budak baru Clay telah di bawa ke ruangan yang lebih layak untuk beristirahat dan telah mengikat kembali tubuh Vargus, kini Clay menghampiri Max.
"Max... Sesuai perjanjian sebelumnya, kau dapat melakukan apapun pada mereka berdua." Ucap Clay sambil menunjuk kearah kedua bandit manusia.
"Terima kasih, Clay... 100 Gold untuk dua bandit itu." Jawab Max sambil memberikan sekantong uang pada Clay.
"Hehehe oke aku terima uang ini..." Ucap Clay sambil menyimpan sekantong uang itu ke dalam sistem dan kemudian ia melangkah keluar ruangan sambil melanjutkan ucapannya pada Max. "Aku tunggu diatas... Jangan terlalu lama... Setelah anggota Guildku selesai memakamkan mayat-mayat itu, kita akan segera melanjutkan perjalanan."
"Oke, Clay." Jawab Max sambil mendekat ke arah kedua bandit dan kemudian ia menarik kedua bandit itu ke sisi yang lebih luas.
Disaat bersamaan, kedua bandit itu pun berusaha memberontak dan memohon pada Clay agar mereka di selamatkan oleh Clay.
"Tu-tunggu... Apa-apaan ini..."
"Hei... Tunggu..."
"Tuan Clay... Tolong kami... Kami bersedia melakukan apapun..."
"Jangan tinggalkan aku..."
"Tolong..."
...
...
Teriak panik kedua bandit pada Clay, mereka berteriak sambil memberontak agar terlepas dari tarikan Max dan rekan-rekannya.
Tetapi usaha mereka berdua terbuang sia-sia, mereka dapat diseret dengan mudah oleh Max dan rekan-rekannya.
Sedangkan disisi lain, Clay berkata pada mereka berdua sambil membelakangi dan tetap berjalan keluar ruangan. "Ah, aku tidak dengar apapun..."
Akhirnya kini Clay pun telah keluar dari ruangan yang kotor dan bau menyengat itu, kemudian ia di ikuti oleh Ariana dan seluruh anggota Guild Black Dragon yang membawa Vargus dalam kondisi terikat.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada Max serta rekan-rekannya dan kedua bandit ras manusia.
*
*
Kini Clay dan lainnya pun telah kembali berada di ruangan atas yaitu di kamar Vargus.
__ADS_1
Disana terlihat ada beberapa anggota Guild, Isabel dan ketiga budak wanita yang masih terbaring tak sadarkan diri diatas kasur.
"Kakak... Kau sudah kembali... Kenapa lama sekali hm..." Teriak senang Isabel sambil berlari kearah Clay dan kemudian memeluknya.
"Hahaha adikku... Padahal hanya beberapa menit, tapi kamu bilang kalau aku lama... Apa adikku yang cantik ini mengkhawatirkan kakaknya?" Jawab Clay dengan raut wajah bahagia.
"Hm tidak!" Ucap Isabel sambil memalingkan wajahnya dan memasang raut wajah cemberut karena malu ketika Clay menuduh dirinya sedang mengkhawatirkannya.
Tingkah Isabel itu, membuat Clay semakin tertawa dan merasa gemas melihat kelucuan adiknya. "Hahaha... Hahaha... Baiklah-baiklah, maafkan aku."
"Hm, oke..." Isabel berhenti berkata sejenak dan kemudian ia kembali berkata. "Kakak, kata paman-paman itu mereka adalah budak barumu... Apa benar?"
"Iya, benar. Mulai sekarang, mereka adalah keluarga kita yang harus kita lindungi."
"Keluarga ya... Baiklah... Aku ingin menjadi kuat seperti kakak agar bisa melindungi semua orang." Jawab Isabel dengan penuh percaya diri.
Clay tersenyum sambil melihat raut wajah Isabel yang tampak imut dan lucu itu. "Hehehe aku percaya kamu Isabel... Aku percaya kalau kamu bisa menjadi orang yang kuat di masa depan."
"Hehehe makasih kak..."
Melihat kedekatan mereka berdua, membuat semua orang yang ada di sana juga turut ikut senang dan bahagia.
Disaat perbincangan antara kakak adik itu berlangsung, kini tiba-tiba mereka semua dikejutkan oleh suara salah satu anggota Guild Black Dragon.
Salah satu dari tiga budak wanita itu pun tersadar dari pingsannya.
Semula pandangan mata wanita itu tampak samar-samar, kini perlahan mulai kembali normal.
Dia mulai melihat sekeliling, banyak orang-orang yang menatap kearahnya.
Pemandangan ini membuat budak wanita itu menjadi panik dan tampak ketakutan.
Setelah beberapa saat, kini budak wanita itu pun melihat sosok Clay yang sedang berdiri di antara orang-orang yang tidak ia kenal.
Seketika wanita itu pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan kemudian ia bersujud tepat dihadapan Clay, sambil berkata dengan terbata-bata dan sekujur tubuhnya menggigil ketakutan. "Tu-tuan Clay... Sa-saya akan melayani anda dengan baik... To-tolong beri saya belas kasih dan jangan siksa saya..."
Sontak Clay pun terkejut melihat wanita itu tiba-tiba bersujud kepadanya.
Tanpa semua orang sadari dan terlalu fokus pada wanita itu, tiba-tiba kedua budak wanita yang lainnya terbangun dan mengejutkan semua orang, mereka berdua terbangun dan melakukan hal yang sama seperti budak wanita sebelumnya.
"Saya juga akan melayani anda dengan baik... Tolong jangan siksa kami..."
__ADS_1
"Saya... Saya juga... Akan melayani anda sebaik mungkin... Tolong jangan siksa kami."
Ucap kedua budak wanita sambil bersujud pada Clay, mereka semua berkata dengan raut wajah pucat dan tubuh menggigil karena ketakutan.
Clay pun segera meraih pundak mereka satu persatu, kemudian ia berusaha menariknya dengan lembut agar tidak bersujud kepadanya.
"Bangunlah... Sekarang kalian sudah aman dan tidak akan ada lagi yang menyiksa kalian." Ucap Clay dengan nada lembut dan raut wajah tersenyum ramah.
Meskipun mereka telah mendengar sendiri bahwa Clay tidak akan menyiksa mereka, tetapi tetap saja mereka masih tampak ketakutan.
Hal ini di sebabkan oleh ingatan dan mental mereka yang kacau akan kenangan masa lalu.
Meskipun begitu, mereka tetap berusaha untuk mempercayai ucapan Clay dan mereka juga berterima kasih padanya.
"Te-terima kasih tuan Clay..."
...
...
Clay tetap tersenyum ramah dan menjawabnya dengan nada yang lembut. "Ya, sama-sama. Meskipun kalian sudah menjadi budakku, tapi aku belum mengetahui nama kalian... Perkenalkan diri kalian..."
"Nama saya Liza."
"Nama saya Anna."
"Nama saya Veronica."
Mereka menjawab pertanyaan Clay secara bergantian satu persatu.
"Liza, Anna dan Veronica... Aku akan mengingat nama kalian yang indah itu." Clay berhenti sejenak beberapa detik, kemudian ia kembali berkata. "Baiklah, sekarang giliranku memperkenalkan diri... Namaku Clay Valonia dan di sampingku ini adalah adikku, Isabel Valonia. Sedangkan mereka ini adalah budak-budak kami, sekaligus anggota Guildku yang bernama Black Dragon..." Akhirnya Clay pun menjelaskan semua tentang dirinya dan anggota Guild Black Dragon dengan sangat detail dan sangat jelas.
Tentu saja hal ini sudah di fikirkan oleh Clay dengan baik, ia tidak bermaksud untuk menceritakan tentang dirinya kepada orang yang baru saja ia jumpai begitu saja.
Clay menjelaskan panjang lebar pada ketiga budak barunya itu dengan maksud agar mereka mempercayai Clay sepenuhnya.
Lagipula Clay juga tidak khawatir kalau mereka bertiga akan mengkhianati dirinya, Clay tidak cemas karena mereka bertiga adalah budak pribadi Clay dan seorang budak tidak akan pernah bisa mengkhianati atau mencelakai tuannya.
Setelah beberapa saat kemudian, setelah Clay selesai menjelaskan siapa dirinya dan orang-orang yang ada sekitarnya, kini mereka bertiga itu pun merasa malu karena tidak memperkenalkan dirinya dengan baik dan justru malah Clay yang memperkenalkan dirinya lebih dulu kepada mereka.
Dengan rasa malu karena kurang sopan pada tuannya, kini mereka bertiga itu pun mencoba memperkenalkan dirinya dengan baik, mereka melakukannya secara bergantian satu persatu.
__ADS_1
"Na-nama saya Liza. Saya adalah ras Demi-human dan saya tinggal di..."