
Kini Vargus pun telah sepenuhnya terlepas dari ikatan rantai besi dan sihir tanah milik Clay yang mengekang tubuhnya.
Setelah sepenuhnya terlepas dari ikatan yang mengekang tubuhnya itu, Vargus pun tidak memiliki niat untuk melawan atau melarikan diri dari Clay, karena ia sadar bahwa kekuatan Clay sangatlah besar dan mustahil baginya untuk melarikan diri.
Beberapa saat kemudian, kini Clay pun berkata pada Vargus. "Cepat lakukan pemindahan hak milik mereka padaku..."
"Baik, tuan." Jawab Vargus tanpa membantah sedikit pun.
Vargus hanya pasrah dengan nasibnya yang telah kehilangan semua hartanya, sekaligus kehilangan budak-budaknya.
Bagi Vargus, lebih baik kehilangan kekayaannya dan di serahkan pada pihak kerajaan daripada harus terbunuh oleh Clay saat ini juga.
Disaat beberapa anggota Guild mendengar bahwa Clay akan menjadikan mereka bertiga sebagai budaknya, kini Zen pun berkata pada Clay.
"Tuan muda, kami tidak keberatan dengan keputusan anda untuk menjadikan mereka sebagai budak anda. Tapi apa yakin dengan keputusan ini? Apa anda yakin mereka akan berguna dan mampu bekerja untuk Guild Black Dragon? Melihat kondisi mereka saat ini, sepertinya sangat sulit." Tanya Zen dengan sopan.
"Hahaha Zen... Sepertinya kamu salah faham dengan keputusanku. Untuk saat ini aku tidak berniat menjadikan mereka sebagai pekerja di Guild Black Dragon... Dan aku juga tidak menjadikan mereka sebagai budak keluarga Ventela, tapi budak pribadiku."
Zen sedikit bingung dengan keputusan Clay yang tidak mempekerjakan mereka untuk Guild Black Dragon.
"Kalau bukan untuk bekerja di Guild Black Dragon, lalu untuk apa tuan muda?" Tanya Zen sekali lagi.
"Saat ini aku belum memikirkan apapun untuk mereka... Tapi saat ini aku hanya ingin menyelamatkan hidup mereka." Jawab Clay dengan santai.
"Oh baiklah kalau begitu, tuan muda."
Tepat disaat Zen berhenti berkata, di dalam benak Clay kini muncul sebuah ide.
"Ahh mungkin mereka bisa menjadi pelayan pribadiku juga..."
Zen pun tidak menyangkal hal itu, bagaimana pun juga keputusan Clay sebagai tuan adalah mutlak. "Baiklah, tuan muda... Jika itu keputusan anda."
Akhirnya pembicaraan antara Clay dan Zen pun berakhir.
Kini saatnya bagi Clay dan Vargus melakukan ritual pemindahan kepemilikan budak.
"Saya akan memulainya, tuan." Ucap Vargus pada Clay.
"Ya."
Vargus pun mulai merapalkan beberapa mantera asing yang tidak di ketahui oleh Clay.
__ADS_1
Melihat Vargus mulai merapalkan mantera, membuat Clay kebingungan dengan yang harus ia lakukan.
Clay tidak tahu bagaimana cara melakukan ritual pemindahan budak ini karena ia belum pernah melakukan hal semacam ini.
Tetapi hal ini berbeda dengan Vargus, Vargus yang sudah banyak melakukan transaksi budak, tentu saja ia sudah mahir melakukan hal semacam ini dan tidak perlu bantuan dari orang lain.
Di tengah-tengah perapalan yang di lakukan Vargus berlangsung, muncul sebuah asap hitam pekat yang mengelilingi Vargus.
Tak lama kemudian, asap hitam pekat itu pun membesar dan mulai merambat kearah Clay.
Akhirnya kini mereka berdua pun di keliling oleh asap hitam pekat tersebut.
"Aku, Vargus... Akan menyerahkan hak kepemilikan kontrak ketiga budakku pada seseorang yang ada di hadapanku." Ucap Vargus yang sedang melakukan proses syarat pemindahan kontrak tuan budak.
Setelah Vargus berkata demikian, asap hitam itu tak kunjung berubah sedikit pun.
Asap hitam itu tak berubah karena saat ini Clay masih terdiam tanpa kata.
Clay terdiam karena ia memang tidak tahu dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.
Setelah beberapa saat Clay terdiam, kini Vargus pun memberikan isyarat dengan kedua tangannya agar Clay segera menjawab ucapannya tadi.
"Aku tahu maksud dia... Tapi apa yang harus aku katakan? Sial!! Aku lupa tidak bertanya... Ah tidak peduli... Jawab saja sebisa mungkin, asalkan nyambung dengan ucapan Vargus tadi." Ucap Clay dalam hati.
Setelah Clay menjawab, kini ia pun kembali berkata dalam hati. "Sial!! Ku harap ucapanku benar..."
Seketika asap hitam itu pun semakin membesar dan mulai merambat ke ketiga budak wanita itu.
Melihat asap hitam pekat itu mulai mengelilingi tubuh mereka, membuat mereka yang semula mulai tenang karena tubuhnya telah sembuh dan mendapatkan makanan layak, kini kembali menjadi menangis dan menggigil ketakutan.
Mereka bertiga berubah kembali seperti itu karena mereka masih teringat dan trauma dengan proses rasa sakit yang mereka rasakan ketika dipaksa melakukan kontrak tuan budak.
Di proses ini, sang tuan tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun, tetapi sang budak akan merasakan rasa sakit yang tidak dapat di ungkapkan oleh kata-kata.
Perlahan rasa sakit itu pun mulai terasa bagi ketiga budak itu. Semakin lama proses berlangsung, semakin terasa sakit juga rasa sakit yang mereka rasakan.
"Arrrgggghhh... Hiks... Hiks..."
"Ampun..."
...
__ADS_1
...
Teriakan dan isak tangis ketiga budak itu, semakin lama semakin terdengar keras.
Hingga akhirnya asap hitam pekat yang mengelilingi ketiga budak itu pun kini mulai masuk ke dalam tubuh mereka.
Rasa sakit pun semakin terasa begitu menyakitkan dan membuat mereka menyerah untuk bertahan lalu berkata.
"Aku bersedia menjadi budak tuan Clay..."
"Aku bersedia menjadi budak tuan Clay."
"Hiks... "Aku bersedia menjadi budak tuan Clay."
Ketiga budak itu pun berkata bahwa mereka bersedia menganggap Clay sebagai tuan barunya.
Seketika di dada sebelah kiri mereka, tato yang semula memiliki tanda yang tertulis nama Vargus, kini berubah menjadi Clay.
Dan kini proses pemindahan hak milik budak pun telah selesai.
Kini ketiga budak wanita itu pun telah sepenuhnya menjadi budak Clay.
Semua anggota Guild Black Dragon merasa lega karena kini mereka telah menjadi budak Clay, karena dengan hal ini hidup mereka akan terjamin aman dan tidak akan merasakan siksaan lagi dari orang yang kejam seperti Vargus.
Tepat setelah proses pemindahan budak itu selesai, kini ketiga budak itu pun jatuh pingsan karena menahan rasa sakit yang sangat menyakitkan.
"Pakaikan mereka baju dan bawa mereka ke atas... Biarkan mereka istirahat." Ucap Clay pada anggota Guild Black Dragon.
"Baik, tuan."
Sebagian anggota Guild Black Dragon pun membawa ketiga budak wanita itu pergi dari ruangan bawah tanah, sedangkan sisanya mereka kembali memasang rantai besi pada Vargus dan Clay pun juga memasang sihir tanahnya kembali seperti sebelumnya.
Setelah semuanya selesai, kini Clay pun berkata. "Kubur mayat mereka dengan baik, agar jiwa mereka dapat tenang di alam sana..."
"Baik tuan muda..." Ucap anggota Guild secara bersamaan.
Anggota Guild Black Dragon, mereka semua tampak senang dan lega karena mereka mendapatkan perintah untuk menguburkan mayat satu ras mereka dengan baik.
"Terima kasih tuan muda... Kami sangat senang dan bersyukur karena kami dapat mengubur mayat mereka..." Ucap Zen 0ada Clay dengan sikap dan nada sopan.
"Hm ya sama-sama. Bagaimana pun juga mereka adalah ras Demi-human... Ras yang sangat ingin di lindungi oleh ayahku... Kalau aku tidak mengubur mayat mereka, ayahku akan sangat kecewa ketika melihat aku membiarkan mayat mereka begitu saja di alam sana." Jawab Clay pada Zen sambil tersenyum.
__ADS_1
Zen pun juga ikut tersenyum. "Sekali lagi, terima kasih tuan muda..."