Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman
Chapter 39 - Penginapan Mewah


__ADS_3

"Ah, soal itu bukan jadi masalah... Asalkan anda membayar biaya penyewaan sesuai harga." Jawab resepsionis wanita tersebut dengan ekspresi ramah.


"Berapa harganya?"


"50 Gold perharinya... Itu hanya biaya sewa gedung saja."


"Jadi kita harus menyediakan makanan sendiri ya?" Tanya Clay yang tidak terkejut dengan harga biaya sewa penginapan tersebut.


"Benar, tuan muda." Jawab resepsionis itu dengan senyuman ramah.


"Baiklah, aku akan menyewa 1 hari." Ucap Clay sambil mengambil 50 Gold dari saku celananya.


Sebenarnya Clay tidak mengambil uang dari saku celananya, melainkan ia mengambil uang dari sistem. Tetapi Clay hanya berpura-pura mengambil uang dari saku, agar resepsionis dan Trumb si penjaga kota tidak terkejut dengan adanya uang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Seketika resepsionis wanita itu pun penasaran dengan identitas Clay.


Resepsionis itu tak menyangka kalau anak remaja yang ada di hadapannya itu memiliki uang sebanyak ini.


"Apakah anda seorang bangsawan dari ras manusia, tuan?" Tanya resepsionis sambil menerima uang dari Clay.


Tak sempat menjawab, tiba-tiba Trumb memotong pembicaraan mereka. "Apa kau tahu? Tuan muda ini adalah teman tuan putri... Makanya aku berani merekomendasikan dia ke tempatmu."


Resepsionis itu pun terkejut melototkan bola matanya. "Maafkan kelancanganku tuan muda... Saya tidak tahu kalau anda adalah teman tuan putri."


Clay pun menjawab, tetap dengan ekspresi wajah santai. "Tidak masalah..." Clay berhenti berkata beberapa detik, kemudian ia kembali berbicara. "Lalu apa aku tidak perlu menandatangani apapun?"


"Ah, bentar... Aku lupa hehehe... Anda hanya perlu mengisi data-data ini dan tanda tangan disini." Ucap resepsionis itu sambil menunjukkan selembar kertas.


Clay pun mulai membaca dari isi selembar kertas tersebut, ia membaca kalau isi kertas itu hanyalah sebuah perjanjian bahwa Clay telah menyewa penginapan selama satu hari dan membayarnya dengan lunas.


Akhirnya Clay pun mengisi data-data dan menandatangani kertas tersebut.


Setelah itu, resepsionis tersebut meminjamkan kunci penginapan dan ia pun segera pergi dari tempat tersebut.


"Saya akan kembali lagi besok... Kami juga menerima layanan pesan makanan, tuan. Jika anda membutuhkannya, silahkan hubungi kami di bangunan sebelah." Ucap resepsionis wanita itu dengan sikap dan nada sopan, lalu ia pergi meninggalkan Clay dan Trumb.


Setelah kepergian resepsionis tersebut, kini Clay pun memberikan tip atau uang bayaran pada Trumb.


"Ini 1 Gold... Terimalah." Ucap Clay dengan lembut dan sopan sambil memberikan 1 Gold pada Trumb.


Raut wajah Trumb pun seketika berbunga-bunga, ia tak menyangka kalau akan mendapatkan uang sebanyak itu hanya karena mengantarkan Clay ke tempat penginapan.


"Apa ini tidak terlalu banyak tuan?" Ucap Trumb yang mencoba basa-basi dengan Clay.

__ADS_1


"Tidak, ambillah..."


"Terima kasih, tuan... Anda sangat dermawan..." Trumb berhenti berbicara beberapa detik dan kemudian kembali berkata. "Saya akan segera pergi, tuan... Kalau anda membutuhkan bantuan saya, saya siap membantu anda."


Seketika Clay memiliki ide untuk mempekerjakan orang yang sudah familiar dengan kota ini. "Hm, kalau begitu... Apa kau ingin bekerja denganku? Hanya satu hari saja... Karena aku di kota ini hanya satu hari."


"Kebetulan sekali tuan muda... Besok saya libur dan tidak bertugas. Saya bersedia bekerja dengan anda." Jawab Trumb dengan raut wajah senang dan bahagia karena selangkah lagi ia akan mendapatkan uang tambahan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.


"Tapi ada syaratnya." Kali ini Clay berkata dengan raut wajah serius dan nada yang sedikit tegas.


"Apa itu, tuan muda?"


"Kau harus jujur dan dapat dipercaya... Itu saja!"


"Saya adalah seorang penjaga kota kerajaan Grandle... Saya pasti akan melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, tuan." Ucap Trumb dengan penuh percaya diri.


Setelah beberapa detik berhenti berkata, Trumb pun kembali bertanya pada Clay. "Tapi tuan... Pekerjaan seperti apa itu? Saya tidak mau kalau pekerjaan itu adalah pekerjaan kriminal."


"Tentu saja tidak... Tapi sebelum kau mengetahui apa yang harus kamu lakukan, biarkan aku memanggil mereka untuk masuk ke dalam." Ucap Clay sambil berjalan keluar ruangan lalu memanggil semua bawahannya yang saat ini sedang menunggu di luar.


"Ah benar tuan... Maafkan aku. Aku juga lupa tentang mereka."


"Hm ya tidak masalah."


Mereka semua tampak sangat bahagia dan tak menyangka kalau mereka akan menginap di tempat yang sangat indah dan mewah ini.


"Apa benar kita tidur di tempat sebagus ini?"


"Apa tidak masalah kita tidur di tempat seperti ini?"


"Wahhh... Apa aku ini mimpi? Kita akan tidur di tempat yang mewah."


"Ssstttt... Jangan membuat malu tuan muda! Apa kalian masih meragukan kebaikan tuan muda?"


"Tidak... Aku percaya kalau tuan muda adalah tuan yang baik."


"Kalau begitu, berhenti bertingkah memalukan!"


...


...


Perbincangan antara anggota Guild Black Dragon pun terus berlanjut sampai beberapa saat.

__ADS_1


Hingga sampai akhirnya Zen pun berkata. "Lakukan tugas kalian masing-masing dengan cepat... Kita akan kembali mencari inti monster lagi."


"Baik, ketua."


"Tunggu!" Clay menghentikan pekerjaan mereka.


"Ada apa tuan?" Tanya Zen dengan sopan.


"Turunkan perlengkapan pribadi dan orang itu saja... Untuk barang-barang dagangan dan barang-barang berharga, kalian jual saja... Aku tidak ingin repot-repot membawa barang berat ini semua."


"Baik tuan muda. Kami akan menjualnya..."


Anggota Guild Black Dragon pun segera menaruh dan merapikan barang-barang dagangannya, serta membawa Vargus ke dalam kamar.


Disaat Vargus sedang dipindahkan ke kamar bersama kurungan jeruji besinya, sekilas Trumb tak sengaja melihat wajah Vargus.


"Siapa dia? Kenapa dia terlihat sangat pucat dan memiliki tatapan yang kosong... Argghh lebih baik aku tidak ikut campur urusan mereka." Ucap Trumb dalam hati, ia belum menyadari dan tersadar kalau seseorang yang baru saja ia lihat adalah buronan kerajaan.


Setelah semua persiapan selesai, kini anggota Guild Black Dragon pun pergi berpamitan untuk kembali pergi mencari inti monster.


"Tuan, kami akan pergi ke Guild untuk membeli inti monster." Ucap Zen dengan sikapnya yang sopan.


"Pergilah... Dan ini uangnya." Jawab Clay sambil memberikan sisa uang yang tadi diberikan oleh Zen sebelumnya.


"Tapi tuan... Kita kan masih punya uang dari hasil menjual barang-barang dagangan? Anda tidak perlu memberikan kami uang lagi, kurasa dengan uang itu saja sudah cukup." Jawab Zen yang tidak terbiasa membawa uang banyak.


"Tidak masalah... Apa salahnya ini untuk berjaga-jaga kalau uang nya kurang." Ucap Clay yang tetap menyodorkan sekantong uang.


"Baiklah, tuan."


Akhirnya kini Zen pun pergi bersama anggota Guild yang lainnya pun meninggalkan tempat tersebut.


Disaat beberapa langkah setelah mereka berpamitan sama Clay, kini Clay menghentikan mereka. "Tunggu..."


"Ada apa tuan?"


"Kembalilah sebelum matahari terbenam... Aku merindukan suasana pesta hahaha." Ucap Clay dengan raut wajah ceria.


"Baik, tuan... Kalau begitu kami juga akan membeli beberapa potong daging."


"Tidak perlu... Kalian fokus saja mencari inti monster, aku yang akan membeli dagingnya."


"Baik, tuan muda. Kami akan segera pergi."

__ADS_1


"Ya."


__ADS_2