SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
010 - KENAIKAN PANGKAT DIMITRI!


__ADS_3

Setelah perang benar-benar selesai, para pasukan termasuk Jenderal, dan para kapten pun memutuskan untuk kembali ke ibu kota untuk merayakan kemenangan yang telah ada. 


Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka meskipun beberapa ada yang telah gugur ataupun terluka. 


Namun, itu tidak masalah, karena mereka melakukan itu semua demi Kerajaan, tanah air mereka yang sudah sumpah mereka. 


Dimitri juga senang atas hal itu, karena dirinyalah Kerajaan Blackbear bisa memenangkan peperangan. Sesuatu yang baru untuknya, maka dari itu ia cukup berbangga hati dan puas diri. 


Tabuhan genderang perang yang awalnya menyakitkan telinga, kini berubah menjadi suara yang paling indah.


Selama ini peperangan batas dan teluk adalah yang paling besar, dan semua perang itu membuahkan hasil yang baik. 


Jika saja perang itu tanpa dikomandoi Dimitri dengan kekuatan sistemnya yang luar biasa, mungkin juga tak akan seperti saat ini. 


Dimitri tak mungkin mampu mengalahkan pasukan Kerajaan Redhat dengan mudahnya. Meskipun masih ada yang dikorbankan. 


Mungkin awalnya bayangan kematian itu begitulah menakutkan, tetapi nyatanya bayangan kematian itu kini tak lagi sama. Karena seperti apa yang mereka yakini, bahwa kematian mereka adalah jalan terbaik menuju kemenangan. 


Begitu memasuki ibu kota sorak-sorai gemuruh suara tepuk tangan dan kebahagiaan terdengar riuh menyambung kedatang mereka. 


Seperti sebuah parade, tetapi jauh lebih besar dan luar biasa. 


Senyum-senyum dari para penduduk itu juga yang ikut menyambut mereka, sebuah kebahagiaan tersendiri. 


Setelah itu para pasukan militer langsung kembali ke tempat mereka, yakni sekolah militer. 


Semuanya butuh beristirahat untuk beberapa waktu, karena sebagai seorang pahlawan mereka butuh hal itu. 


Di sekolah militer sihir pun mereka juga disambut dengan sangat baik. Mereka tahu bahwa peperangan itu dipimpin Dimitri. 


Mereka bersorai untuk Dimitri saat itu. Hingga Dimitri dianggat ke atas sebagai ucapan terima kasih, bahwa ia dan yang lainnya telah berjuang sejauh itu untuk Kerajaan. 


Meskipun Dimitri masih sedikit bingung, mengapa hanya perang perbatasan yang memenangkan sebuah tambang kristal mana, seolah seperti memenangkan satu negara. 


[Tambang kristal mana itu berguna untuk kesejahteraan Kerajaan dan rakyat, dengan itu Kerajaan bisa memasok kebutuhan mana dan menghasilkan banyak uang dengan menjualnya]


[Tambang kristal mana itu tak akan pernah habis, karena setiap berkelompok yang ditambah pasti akan ada terus menerus]


Mendengar apa yang dikatakan sistem, kini Dimitri mengerti mengapa mereka begitu bahagia. 


Lalu pada malam harinya setelah kemenangan itu, pesta dilakukan di sekolah militer.


Semua orang bersenang-senang di sana, makan, minum dan bergembira hingga pagi akan menjelang. 


"Ini pesta untukmu, makanya bersenang-senanglah," ujar Rachel kemudian pada Dimitri, yang saat itu ada Igor juga. 

__ADS_1


"Pesta ini berkat kalian, tanpa kalian tak mungkin aku memenangkan perang ini," kata Dimitri.


"Sebenarnya tanpa kami pun kau pasti sudah bisa menang, dengan kekuatan hebatmu itu. Kekuatan elemen api yang membakar dan luar bisa," ujar Igor. 


Jika Dimitri bisa jujur mungkin ia akan mengatakan bahwa ini semua bantuan dari sistem yang luar biasa itu. 


Tanpa sistem mana mungkin ia memiliki kekuatan sehebat itu. 


Mungkin jika ia tak memiliki sistem, ia hanya seorang kapten jarak jauh yang berelemen angin. 


Hanya menunggu panggilan jika dibutuhkan dalam perang, meskipun sebelumnya mereka tetap saja bisa mengalahkan para musuh hanya menggunakan pasukan garis depan. 


"Aku yakin kau anak mendapatkan kenaikan pangkat setelah ini," kata Igor kemudian. 


"Kenaikan pangkat?" tanya Dimitri bingung. 


"Semua orang mengagumimu sekarang, dan kau dianggap sebagai pahlawan, pastinya kau bisa mendapatkan kenaikan pangkat, setidaknya menjadi seorang Jenderal," papar Igor. 


"Apa itu tidak masalah untukmu?" Dimitri bertanya lagi. 


"Masalah? Tentu tidak. Aku malah senang. Meskipun aku kalah dengan adikku sendiri, tetapi aku senang dengan itu," jawab Igor. "Aku akan menyusul ketertinggalanku suatu saat nanti. Itu pasti."


Kenaikan pangkat menjadi seorang Jenderal, mungkin Dimitri tak berpikir sejauh itu, tetapi ia yakin itu akan sangat bagus untuknya. 


Jika ia menjadi Jenderal, maka Jenderal Thaser tak bisa lagi memerintahnya atau bersikap dingin dan kasar lagi. 


Itu membuat dirinya akan jauh lebih tenang, dan membuatnya sejajar dengan Jenderal Thaser. 


Dengan itu juga ia akan membantu Teman-temannya untuk dapat naik pangkat dan setata dengannya. 


Dimitri iingin kebahagiaan itu juga dirasakan oleh mereka, karena ia tumbuh bersama dengan mereka sejak awal masuk ke sekolah militer sihir itu. 


Maka apapun yang terjadi ia juga harus bersama dengan mereka.


"Tapi setelah aku pikir-pikir sepertinya itu bagus, aku bisa memerintah kalian seenakku. Aku akan bersikap seperti Jenderal Thaser."


Setelah mengatakan hal itu Dimitri tertawa dengan puas. Seolah ia merasa dirinya berkuasa dan mulai sombong. 


Rachel kemudian menjitak kepala Dimitri dengan cukup keras hingga membuatnya mengaduh kesakitan. 


"Apa yang kau lakukan dengan calon Jenderal ini?" tanya Dimitri sambil memegangi kepalanya. 


"Kau masih calon Jenderal jadi aku bisa menjitakmu kapan saja, sebelum kau jadi Jenderal yang sebenarnya." Begitu kata Rachel. 


"Dasar kejam," rungut Dimitri sambil memajukan bibirnya seperti anak kecil. 

__ADS_1


Melihat hal itu Igor langsung menangkap bibir itu dan menariknya.  "Dari pada kau berlagak begitu, lebih baik kita berjoget dan berpesta." 


Dimitri hanya mengikuti saja tarikan bibir itu, sedangkan Rachel tertawa melihat tingkat orang sahabatnya itu. Yang sebenarnya sudah menjadi keluarga angkatnya. 


Hanya mereka kini yang ia miliki, jadi apapun yang terjadi ia tak akan melepaskan mereka atau pun membuat mereka dalam bahaya. 


Ia pun selama ini belajar sebagai seorang penyihir medis salah satu alasannya juga karena mereka.


Rachel tak akan rela jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, karena mereka adalah orang yang sangat berharga untuknya.


Keluarga yang sangat ia sayangi. 


Rachel sudah kehilangan keluarganya sejak kecil, maka dari itu kini ia sudah menganggap Dimitri dan Igor sebagai keluarga angkatnya. 


Sementara itu di tempat yang berbeda dari keramaian pesta itu, Jenderal Thaser tengah diselimuti sebuah amarah dengan apa yang terjadi. 


Sebenarnya ia senang bahwa perang itu dimenangkan oleh Kerajaan Blackbear, tetapi yang menjadi masalah adalah kemenangan itu atas Dimitri. 


Dimitri yang dipandang orang sebagai pahlawan terhebat karena memimpin sebuat perang.


Jenderal Thaser tak menyangka perbatasan yang seharusnya merupakan tempat pemakaman untuk dimitri yang sudah dipersiapkan olehnya dengan baik, malah menjadi ajang semua orang mengenal sosok Dimitri lebih dalam lagi.


Semua orang kini sudah mengenal siapa itu Dimitri, berpangkat Kapten Garis depan, karena ia tak lagi menjadi kapten jarak jauh. 


"Kau merasa kesal dengan apa yang sudah terjadi?" tanya seorang Jenderal lainnya yang kini berada di ruangan Jenderal Thaser itu. 


Jenderal Thaser mengulas senyum seolah mengatakan bahwa ia tak melakukan hal itu. 


"Anak itu berbakat, kekuatannya juga hebat, ia juga salah satu anak didikmu, bukan? Kau pasti bangga, kenapa malah kesal?" sambung Jenderal itu. 


"Aku tidak kesal, hanya saja ada beberapa hal yang membuat aku tidak suka atas kemenangan yang didapat Putra Damien itu," Jenderal Thaser itu. 


Jelas saja ia tak mau mengakui bahwa dirinya tak senang atas apa yang telah Dimitri dapatkan. 


"Anak dari Damien itu begitu hebat, kau harus mengakuinya dan aku yakin dia akan menjadi jenderal setelah ini, sebab Raja sudah memintanya untuk datang keesok."


Ucapan Jenderal itu membuat Jenderal Thaser semakin kesal, ternyata Raja sudah tahu akan kemenangan itu. 


Lalu keesokan harinya. Prestasi yang diterima oleh Dimitri ini sampai di telinga Raja Blackbear dan membuat Jenderal Tasher semakin geram pada salah satu bawahannya itu.


Kemudian Dimitri mendapatkan Gelar Pahlawan dan diangkat menjadi Jenderal yang setara dengan Jenderal Tasher.


Dendam dan rasa amarah itu berpuncak dihati Jenderal Thaser, ia tak ingin Dimitri lebih lagi atau bahkan berada di atasnya, karena ia tak ingin kalah. 


Ia harus menjadi kepala sekolah setelah ini, karena ia ingin menguasai sekolah militer sihir itu dan menjadi kebanggaan Kerajaan nantinya. 

__ADS_1


__ADS_2