SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
019 - MEMINTA JENDERAL THASER BERGABUNG


__ADS_3

Dimitri Kemudian bertemu dengan Igor dan Rachel untuk mengatakan apa yang terjadi padanya saat ia pergi ke Mansion beberapa waktu lalu.


Ia mengatakan dengan jelas apa yang terjadi di sana hingga melihat entah manusia atau demon yang menyamar menjadi seorang lelaki tua menembus dinding.


"Sepertinya mereka sudah menyebar ke banyak tempat untuk mencarimu, bukan hanya menebar masalah supaya kau keluar," kata Igor kemudian.


"Aku juga yakin sebenarnya mereka melakukan hal keji di kota Sweethoney itu supaya aku pergi ke sana, karena tahu bahwa aku sudah menjadi seorang Jenderal," ucap Dimitri menanggapi perkataan Igor.


Kini mereka berpikir seperti itu, karena sepertinya semua hal mengarah pada Dimitri.


"Namun, jika kau sudah keluar dan bertemu dengan mereka, apa yang mereka inginkan darimu?" tanya Rachel kemudian.


Sebenarnya pertanyaan itu sudah pernah Dimitri pikirkan, karena sejak insiden pencurian buku mantra sihir itu sepertinya mereka terus mengincarnya.


Apalagi mereka berniat membunuhnya supaya keturunan keluarga Damien benar-benar hilang dari dunia ini.


Namun, alasan mengapa mereka melakukan hal itu, belum jelas sama sekali.


Begitu juga alasan mereka membunuh dan menghancurkan keluarganya, seolah mereka melakukan semua itu hanya karena bersenang-senang.


Jelas hal itu tidak mungkin sama sekali, keluarganya bukan orang sembarangan yang bisa dikalahkan dengan mudahnya.


Maka dari itu jika memang hanya orang yang sekedar melakukannya karena iseng, tak mungkin mereka memiliki kekuatan yang hebat.


Apalagi sampai mencarinya terus menerus hingga saat ini.


Bahkan jika mereka mampu menembus pertahanan sekolah militer itu, mungkin mereka akan melakukannya.


Beruntungnya sekolah militer dikelilingi orang-orang yang kuat dan hebat, begitu juga dengan rajahnya yang tak bisa dimasuki orang dengan  niat yang jahat.


"Aku yakin ada alasan yang jelas dengan semua hal ini. Tapi yang pasti aku harus bertanggung jawab dengan perbuatan yang mereka lakukan, karena mereka melakukan ini semua karena aku." Begitu kata Dimitri.


Kekacauan yang terjadi beberapa waktu ini memang tujuannya adalah dirinya, jika bukan karena dirinya mereka mungkin tak melakukan sejauh ini.


Pencurian buku mantra sihir, dan kejadian di kota Sweethoney adalah dua hal yang sengaja dibuat mereka.


Dan soal bubuk putih yang membuat orang-orang di sana menjadi zombie adalah hal lain yang sepertinya memiliki alasan tersendiri.


Meskipun sama-sama dari organisasi Holy Mount juga.


"Kapan kita akan pergi setelah ini?" tanya Igor lagi.

__ADS_1


"Aku harus membentuk tim khusus dengan sepuluh orang di dalamnya, tiga orang pertama adalah aku, kau dan Rachel, selebihnya harus kita cari," jawab Dimitri.


"Apa kita perlu tanya raja untuk menunjuknya?" tanya Rachel.


"Raja mengatakan kita sendiri yang harus mencari, jadi tak mungkin bertanya, tetapi jika meminta rekomendasi dari sang raja mungkin kita bisa melakukannya," jawab Dimitri atas pertanyaan Rachel. "Bagaimana dengan jenderal Thaser?"


Pertanyaan yang seperti saran dari Dimitri itu membuat Igor dan Rachel saling pandang, seolah tak percaya Dimitri akan mengatakan hal itu.


Padahal jelas sekali Jenderal Thaser sangat membencinya, apalagi ketika ia naik pangkat menjadi jenderal yang sejajar dengan Thaser.


Sikap bencinya itu semakin terlihat dan tak ditutupinya, seolah ia benar-benar tak menyetujui bahwa Dimitri naik pangkat secepat itu.


Bahkan kemudian mereka menyadari alasan Dimitri diminta menjadi kapten garis depan adalah supaya Dimitri kalah dan terbunuh, meskipun itu hanya asumsi.


Beruntungnya Dimitri berhasil lolos dan malah menjadi seorang jenderal serta pahlawan kini yang disegani banyak orang.


Bahkan mungkin setelah semua yang terjadi ini usai, Dimitri bisa saja diangkat menjadi seorang kepala sekolah dengan kemampuan lebih yang dimiliki nantinya.


"Kau yakin mengajak orang jahat itu? Dia berusaha membunuhmu, kau ingat itu." Igor berusaha menjelaskan apa yang selama ini dilakukan jenderal Thaser pada Dimitri.


Dengan semua hal itu Dimitri dengan bodohnya malah berbaikan dengannya.


Sedangkan Igor dan Rachel tak tahu lagi harus mengatakan apa dengan semua hal yang Dimitri inginkan.


Igor dan Rachel kini hanya bisa diam dengan apa yang dikatakan Dimitri, lagi pula Dimitri ketua dari tim khusus itu.


Dengan banyak pengalaman yang sudah ia dapat, ia pasti tahu apa yang harus dilakukannya.


Lagi pula jika benar Jenderal Thaser mau membantu mereka itu pasti cukup untuk mengatasi masalah yang akan dihadapi, sebab Jenderal Thaser lebih senior dan banyak hal yang sudah ia lakukan.


"Yakinkan saja, karena ia pasti akan menolak. Sebab saat kau memutuskan untuk mengajaknya dalam misi ini, ia pasti berpikir bahwa itu sebuah ejekan untuknya."


Dimitri mengerti dengan  apa yang dikatakan Igor itu. Yang pasti ia harus meyakinkan Jenderal dengan  apa yang ingin ia lakukan. Lagi pula hal itu juga suruhan dari sang raja.


"Jadi kapan kau akan ke sekolah?" tanya Rachel.


"Besok pagi aku ke sana," jawab Dimitri. "Kalian tak perlu ikut, biarkan aku saja yang ke sana."


"Apa itu tak masalah untukmu?" Kini Igor yang bertanya.


"Sepertinya berbicara empat mata sebagai sesama Jenderal adalah hal yang baik."

__ADS_1


Keduanya mengerti apa yang Dimitri inginkan. Mungkin pembicaraan mereka lebih penting daripada sekedar mengatakan bahwa Jenderal Thaser disuruh raja ikut dalam misi itu.


***


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Jenderal Thaser dengan pernyataan Dimitri tadi.


Pada pagi harinya Dimitri sudah berangkat ke sekolah militer untuk menemui Jenderal Thaser seperti apa yang ia, Igor dan Rachel bicarakan tempo hari.


Hal itu juga yang membuat Dimitri agar lebih cepat membentuk tim khusus dengan sepuluh orang, dengan begitu mereka sekarang sudah ada empat orang mungkin selebihnya akan meminta rekomendasi jenderal-jenderal ataupun komandan dari istana.


"Apa yang Jenderal dengar tidak ada yang salah. Saya meminta Jenderal untuk bergabung dengan tim khusus ini, ini bukan permintaan raja. Raja hanya menyuruh saya untuk mencari anggota untuk ini," papar Dimitri.


Jenderal Thaser bangkit dari duduknya, ia bingung harus melakukan apa dengan perkataan Dimitri itu yang secara tiba-tiba mendatanginya.


Padahal selama ini Dimitri tahu bahwa hubungannya dengan mantan anak buahnya itu selalu tak pernah baik-baik saja.


Bahkan setelah peperangan perbatasan semua orang mengatakan bahwa Jenderal Thaser sengaja ingin membunuh Dimitri, tetapi dikatakan bahwa itu hanyalah kematian yang tak disengaja.


Dimitri harusnya tahu akan hal itu, tetapi mengapa ia tetap diam saja dan tak mengatakan apapun dan malah meminta bantuannya.


"Kau yakin dengan apa yang kau katakan itu?" tanya Jenderal Thaser lagi.


"Saya yakin dengan semua itu. Bahkan sebelum memilih dan mengatakan hal itu pada Jenderal saya sudah memikirkannya berulang kali."


"Baiklah kalau itu maumu, aku tak bisa menolak, karena tim khusus ini juga yang diinginkan sang raja. Kau tahu kan, sebagai militer hidup matinya ada pada negara."


Dimitri mengangguk mengerti apa yang dikatakan Jenderal Thaser itu.


Meskipun sampai saat ini Jenderal taser masih berpikir keras dengan apa yang sebenarnya Dimitri inginkan dengan mengajak dirinya masuk dalam tim khusus yang sengaja dibentuk untuk mencari informasi tentang organisasi Holy Mount.


Namun dari cara Dimitri mengajaknya sepertinya anak itu tulus melakukannya karena ia tahu bahwa jenderal thaser memiliki kemampuan untuk hal itu.


Dari sorot matanya tak terlihat bahwa dirinya ingin meremehkan sang jendral yang saat ini memiliki pangkat sama dengan dirinya.


Ia seolah yakin bahwa Dimitri mengalahkan semua itu demi kebaikan kerajaan.


Sumpahnya sebagai seorang militer yang selama ini Jenderal pegang menetapkan pikirannya untuk bergabung dengan tim khusus itu.


Ia tak ada alasan untuk menolak karena jika ia menolak berarti ia melanggar aturan dan berkhianat kepada kerajaan meskipun terdengar remeh alasannya, tetapi semuanya jelas bahwa itulah sumpahnya sebagai abdi negara.


Dimitri yang mendengar hal itu sangat bahagia, meski sejak awal ia memang yakin bahwa Jenderal Thaser mau bergabung dengan dirinya.

__ADS_1


Sebab ia tahu bahwa sang Jenderal tidak akan pernah menolak apapun tentang yang diinginkan sang raja.


__ADS_2