
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di markas Organisasi Holy Mount. Para petinggi yang ada di sana geram karena berulang kali gagal dalam pembunuhan Dimitri. Di dalam ruangan yang luas itu mereka sedang berkumpul menerima laporan dari anak buah mereka yang kesekian kalinya ditugaskan membunuh Dimitri.
“Bodoh kalian!! Membunuh satu anak kecil saja tidak becus!!!” kata salah seorang pemimpin yang duduk di kursi tengah.
Di ruangan tersebut terdapat meja besar setengah lingkaran yang di belakangnya duduk lima orang pemimpin organisasi di kursi kebesaran masing-masing. Mereka menatapnya Lang pada dua utusan yang sekali lagi kembali dengan kegagalan.
“Misi kita sudah sejauh ini jangan ragu untuk maju lagi!!” sahut pemimpin organisasi lain.
Sosok mereka begitu misterius sebab terbalut jubah hitam dan terduduk di antara kegelapan. Namun dari nada suara mereka saja sudah jelas terdengar bahwa mereka sedang murka.
“Kami mohon ampun, tuan. Tolong beri kami kesempatan sekali lagi kami akan menciptakan teror yang lebih parah agar Dimitri semakin mudah untuk dihabisi,” tutur sang utusan. Kedua pria itu bersujud di depan para pemimpin organisasi. Mereka nampak ketakutan sebab kali ini laki-laki miring misi mereka gagal.
“Bagaimana semuanya?” Sang pemimpin yang duduk di kursi tengah bertanya kepada empat pemimpin lainnya.
“Biarkan mereka lolos, dan berikan mereka kesempatan sekali lagi,” kata salah seorang pemimpin di ujung paling kanan. “Selagi menunggu usaha mereka kita bisa melihat progres dari penelitian kita pada keluarga Demian.”
“Lord Ayas benar. Biarkan mereka melakukan misi selanjutnya sekaligus meneliti kekuatan Dimitri. Sementara kita melakukan penelitian dengan keluarganya. Meneliti mereka semua cukup menyenangkan. Sebab ada banyak kejutan dari kekuatan super yang mereka miliki,” sahut pemimpin lain di sisi kiri sang ketua.
“Baiklah. Kami sepakat. Kalian lolos dari hukuman kali ini kalian bisa pergi,” kata sang pemimpin.
“Terimakasih banyak, tuanku.” Kedua pemuda itu pun pergi dari hadapan para pemimpin sembari membungkukkan badan dengan hormat. Mereka berdua sangat lega sebab malam ini lolos dari hukuman yang sangat mengerikan dari para pemimpin organisasi yang terkenal kejam.
Setelah kedua utusan pergi para pemimpin segera meninggalkan ruang pertemuan. Mereka menyusuri lorong yang begitu terang dan panjang. Sembari berjalan di balik tudung yang kelam mereka berbincang-bincang dengan santainya.
“Sudah bertahun-tahun kita melakukan penelitian kepada keluarga itu, hebatnya mereka semua tidak mati meski harus melewati penelitian yang sangat kejam,” kata salah satu pemimpin yang memiliki tubuh gempal.
__ADS_1
“Iya. Penelitian kita jadi tidak akan sia-sia. Suatu saat penelitian kita ini pasti akan berharga sangat mahal,” ucap sang pemimpin utama organisasi sembari penuh kemenangan. Sosok dengan suara berat khas pria dewasa ini tertawa bahagia. Membuat keempat pemimpin lain ikut tertawa bersamanya.
Mereka tidak merasa iba sama sekali kepada satu keluarga yang menderita selama bertahun-tahun. Yang mereka pikirkan hanya soal kesuksesan penelitian. Mereka bahkan tidak peduli jika harus melakukannya dengan cara-cara kejam hingga menyakiti fisik keluarga tersebut.
“Nah, ini dia kelinci-kelinci percobaan kita yang sangat berharga!” tutur salah satu pemimpin yang memiliki tubuh paling kecil.
Saat ini mereka semua sedang berdiri di depan sel yang berisi beberapa orang. Semua penghuni sel itu nampak lusuh dan lemah dengan kondisi fisik penuh luka, dan pucat. Para penghuni sel itu langsung panik saat melihat kelima pemimpin organisasi mendekati ruang sel mereka.
Kelima pemimpin organisasi itu melihat para korban mereka dengan senyum mengerikan. Mereka begitu senang melihat kelinci-kelinci percobaan itu bergetar ketakutan.
“Kelinci-kelinci yang malang. Kali ini, apa yang akan kita coba pada mereka?” gumam sang pemimpin utama organisasi sembari melihat orang-orang di dalam sel dengan syarat maka seorang predator yang menatap mangsanya.
“Bagaimana kalau kita coba lagi sihir menghilangkan ingatan mereka?”
“Sihir itu kemarin gagal karena perasaan mereka kepada keluarga terlalu kuat sehingga sihir itu tidak mempan. Mereka tetap saja masih mengingat anak mereka, Dimitri yang keterlaluan itu,” jawab sang pemimpin utama organisasi.
Kelima dewan pemimpin organisasi itu langsung berjajar mereka bersiap mengumpulkan kekuatan. Target mereka adalah kedua orang tua Dimitri yang saat ini sedang berpelukan dengan penuh ketakutan.
“Siap? Mulai!!” Dengan arahan dari ketua organisasi, mereka memancarkan kekuatan yang begitu kuat pada kedua orang tua Dimitri.
Fisik mereka yang memang sudah lemah, dan usia mereka yang sudah lanjut membuat kedua orang tua itu langsung bergetar karena kekuatan yang begitu dahsyat. Teriakan kesakitan dari kedua orang tua itu tidak menggetarkan rasa kasihan di hati kelima pemimpin organisasi. Mereka terus memancarkan gelombang energi sampai kedua orang tua itu jatuh dengan tubuh lemah.
“Wah, mereka masih bertahan dengan waktu cukup lama,” komentar sang pemimpin utama organisasi.
“Anda benar, tuan. Mereka memang orang-orang istimewa,” sahut sang pemimpin yang paling gembul. “Saat mereka sadar nanti kita baru bisa mengetahui apakah sihir itu kini mempan pada mereka.”
__ADS_1
“Baiklah. Ayo, kita pergi makan siang sambil menunggu mereka sadar,” ajak salah satu pemimpin itu.
Mereka semua pun melangkah pergi meninggalkan ruang sel yang gelap dan pengap. Mereka tidak peduli dengan tangis pilu anggota keluarga yang lain. Mereka justru tertawa terbahak-bahak karena bisa melakukan eksperimen kepada mereka yang memiliki tubuh istimewa tersebut.
“Aku semakin penasaran seberapa lama mereka bisa bertahan,” komentar sang pemimpin utama saat menyusuri lorong yang panjang.
“Iya. Saya juga penasaran. Bertahun-tahun mereka sudah bertahan dari beragam percobaan. Fisik mereka kuat sekali,” sahut yang lain.
“Benar. Jika kita bisa menemukan titik kelemahan mereka kemungkinan besar kita juga akan segera habis mampu mengalahkan Dimitri,” kata pemimpin dengan tubuh paling mungil. Meski pemimpin itu memiliki tubuh paling mungil dan juga umur paling muda tetap saja pikirannya paling berani di antara para pemimpin yang lain. Dari dialah mereka menemukan gagasan-gagasan baru untuk mengalahkan Dimitri yang saat ini semakin berkembang.
“Jangan khawatir tuan-tuan. Cepat atau lambat kita pasti akan segera menemukan titik kelemahan mereka,” kata salah seorang pemimpin yang sejak tadi terdiam. Dia adalah sosok yang paling misterius karena dari matanya yang sering bercahaya merah dia bisa melihat ke masa depan.
“Lord Vaye, apa mereka akan bertahan lebih lama lagi dalam percobaan ini?” Tanya sang pemimpin tertinggi organisasi pada pemimpin misterius itu.
“Menurut ramalan yang saya terima sebentar lagi mereka tidak akan sanggup, tuanku,” sahut pemimpin sekaligus penyihir itu.
Mendengar hal itu sang pemimpin tertinggi organisasi tertawa terbahak-bahak. Akhirnya hari yang ditunggu selama ini akan segera tiba. Dia tidak sabar ingin melihat jasad Dimitri di depan matanya. Kelima pemimpin organisasi ini begitu kejam, dan tidak memiliki hati nurani.
Mereka akan menghalalkan segala macam cara untuk menjatuhkan Dimitri dan juga keluarganya. Mereka bahkan tega menghabisi satu kota hanya untuk memperlancar rencana mereka memancing Dimitri, kemudian menghabisinya. Mereka tidak akan tenang sebelum mengisi besar mereka ini selesai.
“Bertahun-tahun kita menunggu, dan melakukan percobaan ekstrim. Akhirnya saat yang dinantikan akan segera tiba. Demi tatanan baru perdamaian dunia, semua kerja keras kita akan segera terbayarkan dengan kematian pemuda itu,” gumam sang pemimpin tertinggi organisasi. Senyum di balik tudung terulas begitu mengerikan. Dialah yang paling berambisi untuk suksesnya misi mengerikan ini. Dia tidak akan pernah mundur sejengkal pun sampai Dimitri jatuh di depan matanya sendiri.
“Saat Pemuda terkutuk itu jatuh, aku akan mengadakan pesta besar-besaran,” sahut pemimpin bertubuh gempal.
Sisa hari itu ditutup dengan tawa dari para pemimpin organisasi. Mereka yakin misi mereka akan segera tercapai.
__ADS_1
Sebab sejauh ini Dimitri masih belum mengendus jejak mereka.
Pemuda itu hanya berlari kesana kemari sebab dibutakan oleh pengalihan yang dibuat oleh utusan-utusan mereka. Karena hal inilah mereka merasa kemenangan sudah di depan mata.