SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
047 - PULANG SETELAH PERANG PANJANG


__ADS_3

Pria gagah seperti Dimitri memang tidak akan pernah mempan untuk dikalahkan begitu saja sehingga, apapun yang menyimpannya pasti akan bisa dia hadapi dengan mudah. Dimitri adalah penyihir yang berbeda dengan yang lainnya dan hal itu sudah Dimitri sadari bahkan sejak peperangan mereka yang pertama.


Hal itulah yang membuat Dimitri tidak bisa menolak bahwa diri dalam berbagai kekuatan supranatural dan juga kekuatan yang berasal dari alam itu.


Setelah peperangan itu, akhirnya mereka bisa pulang kembali ke kerajaan yang sesungguhnya. Dan setelah semua terjadi, mereka menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi hidup mereka karena pernah bertarung bersama para Demon terlebih bukan hanya puluhan bahkan ribuan dan ratusan ribu banyaknya.


Rachel, Igor serta Dimitri tentu merasa mereka cukup senang apalagi ketika mereka pulang ke kerajaan mereka disambut hangat dan juga disambut dengan predikat sebagai pahlawan. Hal itulah yang yang membuat semuanya tampak begitu sangat membuat mereka bahagia dan juga senang atas apa telah mereka lakukan atas nama kerajaan.


Terlambat Dimitri yang kemudian sadar bahwa semuanya menjadi hal yang baik apalagi ya sekarang sadar bahwa ia bisa tahu bagaimana kekuatannya yang selama ini bahkan tidak iya ketahui.


Ketiga orang itu, disambut oleh banyaknya orang di kerajaan.


Rachel memandang ke arah Igor dan kemudian tersenyum atas keberhasilan mereka. Dan sekali lagi, Igor merasa ada yang aneh dengan dirinya terlebih ketika dirinya dekat dengan perempuan itu. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati pria yang cukup tangguh itu.


Rasanya, Igor ingin mengatakan bahwa mulai ada perasaan tidak karuan yang dirasakan ya tetapi, ia juga tidak pantas mengatakan hal itu terutama ia tahu bahwa perempuan yang ia tuju bukanlah perempuan biasa dan juga perempuan sembarangan yang akan begitu saja menerima pengakuan dirinya.


"Ada apa Igor? Mengapa wajahmu seperti itu?"


Igor  kemudian terkejut dengan perkataan perempuan itu dan ia kemudian langsung tersadar.


Para tetua kemudian menghampiri Dimitri, Rachel dan juga Igor. Mereka tentu saja merasa bangga dan juga cukup senang karena mereka berhasil menyelamatkan ras manusia dan berhasil melawan para Demon serta menghilangkan penyihir hitam Fyodor dari dunia ini.


"Kalian hebat, tentu saja kalian akan mendapat hadiah"


"Apa hadiahnya master?" Rachel kegirangan.


"Kalian mulai belajar besok, jadi sekarang pergi beristirahatlah"


Rachel menarik nafas panjang, mungkin karena dirinya masih remaja membuat ia sedikit merasa kesal dengan perkataan itu.


Seharusnya ketika mereka pulang mereka bisa mendapatkan hari libur saya tidak hanya 3 hari atau jika mereka berbaik hati memberikan mereka libur dia atau tiga bulan.


"Bagaimana jika kita libur master?"


"Libur? Kenapa harus libur? Kita bukan manusia Rachel"

__ADS_1


[•••]


Rupanya perempuan itu masih berpikir karena mendengar bagaimana jawaban dan juga ia tidak menemukan balasan yang tepat atas perkataan itu. Karena memang benar mereka bukan manusia dan juga mereka tidak bisa hidup seperti manusia.


Rachel menarik nafas dan kemudian berkata kembali. Seakan Iya sama sekali tidak ingin mengalah dan juga ia sama sekali tidak ingin, semuanya berhenti di sini saja kemudian ia perlahan mengeluarkan suaranya.


"Bagaimana dengan luka ini master?"


Rachel hendak menunjukan luka di tangannya dan juga bekas cengkraman di lehernya akibat ulah penyihir hitam Fyodor tapi tetua penyihir itu malah tertawa dan Dimitri serta Igor menatap Rachel dengan tatapan yang begitu membuat Rachel kesal.


"Ada apa?"


"Sudahlah Rachel, lagipula kita tidak bisa membuang waktu dengan tiduran saja. Kita harus lebih banyak belajar ilmu sihir Rachel, benarkan Igor?" ucap Dimitri dengan diakhiri bertanya pada pria disampingnya.


Igor yang diperhadapkan pada pertanyaan itu membuat pria itu kemudian terdiam dan tidak tahu harus mengatakan apa tetapi berikutnya ia kemudian menarik nafas lebih banyak dan kemudian berkata.


"Benar yang dikatakan Dimitri, kita harus banyak belajar Rachel. Sekolah kita itu penting"


Perempuan itu tidak bisa berbuat apapun karena kedua laki-laki itu bahkan tidak ada di pihaknya sehingga yang terjadi berikutnya adalah, Rachel kemudian berkata


Setelah berkata demikian perempuan itu segera berlari ke arah kanan dan tanpa memberhentikan Dimitri dan juga Igor, dia terus berjalan meninggalkan kedua pria itu.


Melihat tinggah Rachel tentu saja membuat Igor tidak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum. Dimitri yang melihat hal itu kemudian berkata.


"Ada apa denganmu?"


Igor kemudian berbalik menatap saudara laki-lakinya itu dan kemudian dengan terbata-bata ia kemudian berkata.


"A…a..aku hanya merasa lucu dengan tingkah Rachel…ya! dia membuat semuanya menjadi sangat lucu… aku duluan ya Dimitri! Aku sangat lelah…!"


Belum sempat mendengar perkataan dari Dimitri, Igor bahkan sudah berlari entah kemana meninggalkan pria itu sendirian.


Memang Dimitri, Rachel dan juga Igor memiliki hubungan pertemanan yang begitu dekat. Hal inilah yang membuat Rachel menyukai Dimitri sedangkan Rachel sama sekali tidak tahu bahwa Igor juga menyimpan rasa padanya.


Sementara Dimitri malah tidak pernah memikirkan tentang bagaimana Rachel karena dia benar-benar hanya memandang Rachel sebagai temannya saja.

__ADS_1


Dimitri bahkan pernah berkata bahwa dia tidak akan menikah dan dia akan mengabdikan dirinya untuk hidup menjadi pembunuh iblis dan membuat dunia ini seimbang antara kejahatan dan juga kebaikan. Pria gagah itu benar-benar idaman semua wanita.


Dimitri hanya masih diam di tempat itu tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya. Dan ia kemudian segera berjalan ke dalam. Ramai orang-orang sudah tidak ada lagi dan hal itulah yang membuat yang lain kini sibuk kembali ke urusan masing-masing tetapi fakta bahwa Dimitri, Rachel dan juga Igor adalah pahlawan tidak akan dilupakan di sejarah kerajaan ini.


***


Pagi ini begitu cerah dan entah sejak kapan Rachel menyetel alarmnya tetapi itu sangat berisik dengan bunyi gesekan besi yang saling bertabrakan itu.


"Sialan! Rasanya aku baru bermimpi semalam aku melawan para penyihir hitam, Demon, dan para iblis menjijikan dan sekarang aku harus bersiap ke sekolah. Memang ini bukan sekolah biasa tetapi aku bahkan sangat menginginkan hari libur"


Namun, pikiran dan kemauan Rachel tentu saja tidak terjadi. Mereka harus pergi sekolah.


Rachel pergi ke kamar mandi dan bersiap ke sekolah. Yang terjadi berikutnya kemudian, dia memandang seragam sekolah itu dan memandang dirinya di cermin setelah itu perempuan itu masih terus menarik nafasnya pertanda ia begitu sangat malas karena hari ini ia sudah harus masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman yang lainnya dan juga para guru yang akan mengajari mereka nanti.


Rasanya perempuan ini tidak pernah menyangka bahwa ia sekarang bisa pulang dengan selamat bahkan ingatan tentang para iblis mengerikan dan juga penyihir hitam Fyodor masih membekas dalam pikirannya.


Rachel tentu tidak bisa melupakan bagaimana wujud dari penyihir hitam dan juga para iblis yang menyerang mereka di peperangan yang pertama hingga peperangan terakhir itu.


Bahkan ia sampai melihat bagaimana mata merah milik Demon King Viktor. Hal itulah yang membuat, Rachel masih terkadang merasa ada yang aneh dengan Dimitri saat dia bertanya tentang penyihir hitam dan juga King Viktor, Dimitri kelihatan aneh.


Hal itulah yang membuat Rachel ingin bertanya lagi tapi, waktu sudah mepet dan ia tidak ingin di rubah menjadi kodok oleh salah satu guru sihir disana. Rachel segera memakai baju khusus Militer sihir itu dan kemudian melangkah kaki keluar.


Setelah itu, ia tersenyum puas ketika melihat Dimitri sudah ada di halaman istana dan sedang menatap ke langit. Aku segera ingin menghampiri Dimitri tetapi , Rachel begitu terkejut ketika seseorang menepuk pundak miliknya.


"Igor! Kamu membuatku terkejut!"


Igor tertawa receh.


"Gak lucu!"


Igor sama sekali tidak peduli dan ia kemudian kembali mengeluarkan suara


"Ayo berangkat! Sudah jam berapa ini? Mau jadi kodok?"


Rachel tentu tetap ingin menjadi manusia karena jika mereka terlambat maka mereka akan disihir satu jam menjadi kodok dan kemudian mendapatkan sanksi lain yaitu berenang di kolam lumpur dengan wujud kodok. Tentu Rachel tidak mau hal itu.

__ADS_1


__ADS_2