SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
031 - PEPERANGAN!


__ADS_3

"Menyerahlah! Kalian tidak akan berhasil!" Suara menggelegar dari ujung salah satu menara.


Serangan demi serangan tidak bisa dihentikan bahkan kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain tidak ada tanda-tanda pihak mana yang akan kalah.


"Akhhh!"


Igor mendengar suara perempuan merintih kesakitan di tengah lajunya pertarungan kala itu sehingga hal itu, sontak membuat Igor langsung begitu saja menebas leher dari para penyihir lawan dengan pedang setelah itu, ia berlari dengan cepat ke arah perempuan yang adalah Rachel itu. Perempuan itu sudah hampir mati.


"Lepaskan dia keparat!" teriak Igor melihat pedang sudah mengenai perut Rachel tapi masih sekuat tenaga ditahan oleh tangan milik perempuan itu.


"Ini waktunya berperang! Bukan malah memainkan drama! Akan kubunuh wanita ini! Bahkan akan aku cincang dagingnya!"


Igor jelas tidak akan membiarkan hal itu terjadi ia segera berlari lebih cepat ke arah Rachel dan Valentino yang saat itu itu tengah bergelut. Seakan Valentino tidak tahu malu malah bertarung dengan perempuan.


Bruk!


Sialnya, Igor malah terjatuh dan pedang tertusuk kakinya. Pria itu menahan sakit tetapi ia malah mencabut pedang itu dan memanfaatkan situasi itu untuk melempar pedang ke arah Rachel.


"Tangkap!" Igor berteriak pada Rachel.


Rachel tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini sehingga ia kemudian dengan begitu mahir menangkap pedang penuh darah itu dan kemudian langsung memutarnya cepat dengan sekali tebas, leher pria di hadapannya itu kini sudah terguling tak karuan di tanah.


Pertempuran masih berlanjut Dan kemudian masih berperang satu sama lain. Tidak ada tanda-tanda salah satu pihak akan mengalah.


Igor merangkak ke arah belakang dan kemudian bersandar ke arah tembok setelah itu ia segera merobek bajunya dan mengikatnya pada luka tusukkan pedang di kakinya. Rasanya sangat sakit sampai ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa.


Rachel tentu saja langsung berlari ke arah Igor dan langsung menanyakan keadaan pria itu.


"Kamu terluka parah! Kita harus segera menyelesaikan semua ini! Biar ku bantu!"


"Aku tidak apa-apa! Sebaiknya kamu bantu Damien dan yang lain melawan para musuh! Organisasi itu akan sangat senang jika mereka berhasil! Walaupun Damian bukan kakakku, tetapi keluarganya juga sudah menjadi keluargaku juga! Aku akan baik-baik saja disini! Pergilah! Masih ada dua musuh di depan sana! Jangan sampai mereka berhasil memanggil iblis itu! Aku percaya kamu bisa Rachel! Aku yakin itu!"


Sorot mata perempuan itu terlihat tidak tega meninggalkan pria yang saat itu juga sedang terluka bahkan darahnya masih terus mengalir dengan begitu deras wajahnya juga sudah mulai pucat dan juga hal itu membuat perempuan itu merasa sangat tidak enak. Namun sekarang mereka sedang berperang jika mereka tidak melawan maka mereka yang akan mati.

__ADS_1


Dan tentu saja perempuan ini belum ingin mati dan juga ia masih ingin mengakhiri semuanya ini apalagi jika sampai organisasi itu berhasil memanggil para Demon, semuanya pasti akan menjadi kacau. Dunia ini, akan sepenuhnya hancur.


Rasanya berat untuk meninggalkan pria itu di situ tetapi ada tugas yang harus perempuan itu jalan kan bahkan ini adalah pilihan yang sulit.


"Sadarlah, sampai kita menyelesaikan semua ini"


Rachel segera pergi berlari meninggalkan Igor setelah mengatakan hal itu. Kemudian, yang terjadi berikutnya ia harus melawan musuh di depannya.


Kini, berbaris rapi dari sisi kanan ada Dimitri, dan Rachel dan di sisi kiri ada ada Maks, dan Lieva.


Mereka tentu akan membawa kemenangan atas  nama kerajaan.


"Atas nama kerajaan, berlututlah dan akui kesalahan kalian! Maka, kalian akan mendapatkan hukuman yang tidak terlalu berat!" Ucap Dimitri berharap mereka menyerah saja dan hentikan semua ini.


"Jangan terlalu banyak berharap! Kami akan bertarung sampai MATI!" ucap Lieva gadis dengan rambut panjang yang diurai begitu saja itu, cantik tapi mematikan.


"Dimitri, apapun yang terjadi jangan gunakan kekuatanmu!" Bisik Rachel.


"Kalian semua harus tunduk! Terutama kamu! Kamu harus mati karena kamu adalah monster!" ucap Lieva lagi


Dimitri jelas tidak terima dengan perkataan perempuan itu. Iya tidak berniat untuk berpikir tentang semuanya tetapi mendengar perkataan itu ia malah semakin tersulit emosi dan kemudian ia segera maju dan melawan perempuan itu.


Bunyi pedang di mana-mana bahkan, Dimitri masih terus melawan Lieva dengan pedang yang berlumuran darah itu. Sepertinya keduanya sama-sama kuat sedangkan, Rachel juga sedang melawan Maks dengan pedang yang diberikan Igor tadi. Rasanya, Rachel tidak ingin membuat pria itu kecewa jika sampai mereka kalah apalagi mereka dari kerajaan dan mereka diutus dari atas nama kerajaan.


Akan sangat menjadi hal yang memalukan jika mereka kalah dari organisasi ini. Para penyihir dari kerajaan juga masih melawan orang-orang dari organisasi Holy mount. Mereka pantang menyerah.


"Kalian benar-benar keras kepala! Bersiaplah! Sang Demon akan segera tiba! Ha Ha Ha Ha!" Suara itu kembali terdengar di antara tingginya menara-menara itu.


Langit gelap itu hanya bisa melihat pertumpahan darah yang semakin banyak di daratan itu.


Setelah selesai dengan beberapa anggota organisasi Holy mount, para penyihir juga lebih berani masuk ke markas yang lainnya dan menyerang organisasi itu.


Satu tujuan mereka adalah menghentikan tindakan dari organisasi sesat itu. Menghentikan apa yang mereka lakukan yaitu memanggil sang iblis dari Neraka.

__ADS_1


Rachel bersandar ke tembok dan ia nyaris tersayat pedang tetapi ia dengan cepat berpindah ke sisi kanan.


"Menyerahlah nona muda! Kalian adalah penyihir picik!"


Srenggggggg!


Bunyi pedang itu membuat Rachel terkejut dan ia hanya melihat sebuah kepala menggelinding di tanah. Tubuh tanpa kepala itu tumbang seketika.


"Igor?!" Ucap Rachel terkejut bukan main.


Tanpa sengaja dengan begitu saja, Rachel memeluk tubuh pria itu dan kemudian erangan keluar dari bibir pria itu.


"Maafkan aku Igor, lukamu…"


Rachel perlahan mundur tapi ia kemudian, menangkap ada Lieva di belakang Igor dan berniat menusuk pria itu dari belakang. Secepat kilat, Rachel kemudian bergerak dan kemudian berteriak


"Minggir!"


Satu tusukan pedang tepat mengenai jantung milik perempuan bersurai panjang itu. Darah keluar dari dalam mulutnya namun, Rachel tanpa tega mencabut pedang di dada kiri Lieva setelah itu menendangnya jatuh.


Setelah menumbangkan ketiga orang itu, pihak kerajaan segera melawan para penyihir yang masih bertahan melawan pihak musuh dan mulai menghancurkan markas-markas dari organisasi Holy mount.


Tujuan mereka jelas untuk membuat tidak ada lagi ritual-ritual oleh organisasi Holy Mount itu. Akan sangat berakibat fatal jika mereka sampai berhasil melakukan ritualitas apalagi Dimitri tahu bahwa tumbal dari ritual itu adalah keluarganya sendiri bahkan ia juga sadar bahwa ia juga adalah ancaman bagi mereka.


Dimitri tidak akan tinggal diam ketika ia mengetahui bahwa ada kejahatan di dunia ini bahkan ia tidak akan tinggal diam jika ini bersangkutan dengan keluarganya. Rachel memapah Igor tetapi pria itu merasa bahwa ia sudah menjadi laki-laki yang telah marah sehingga ia kemudian melepaskan pelukan perempuan itu dan kemudian berkata.


"Kita adalah penyihir, kita bukan manusia Rachel, jangan bertingkah seperti manusia"


Rachel sontak terdiam, ia hanya berniat menolong dan tidak ada maksud apapun tetapi yang ia dapatkan adalah perkataan seperti ini sehingga perempuan itu hanya bisa terus berjalan ke depan dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Igor rasa iya sudah salah mengatakan hal itu tetapi rasanya ia tidak ingin dipandang sebagai pria yang lemah apalagi mereka sama-sama belajar dari akademi yang sama. Bagaimana bisa ya kalah dari perempuan itu apalagi cinta sudah mulai masuk ke hati Igor. Mereka terus berjalan ke arah markas dan terus melawan semua anggota organisasi Holy Mount.


Walaupun Rachel sudah menusuk jantung Lieva, rupanya perempuan itu kembali muncul di belakang Rachel dan tanpa aba-aba ia langsung menuduh tubuh Rachel dari belakang. Dimitri dan Igor sangat terkejut melihat hal itu, sementara Rachel terjatuh dengan posisi berlutut.

__ADS_1


__ADS_2